The Best Trio Karakter

The Best Trio Karakter
Keputusan mutlak


__ADS_3

Keesokan paginya.


"Kalian tau di mana panti itu?"


Pertanyaan Haru menghentikan Asa yang duduk santai di sofa sambil memainkan rambut Akira sedangkan pemuda itu berada di bawahnya duduk nyaman di atas karpet berbulu sambil memeluk Snack kentang yang besar masih fokus menonton siaran TV bertajuk Jodohku psikopat.


"Kenapa kau ingin sekali tau tentang kakak angkatku?"tanya Asa memicing curiga, membuat pemuda berkaos biru yang tak jauh duduk darinya menghela napas kasar untuk mengontrol kegugupannya.


"Ya...kau tak berniat mencari kakak yang menghilang begitu?sudah semalaman kita menginap di Vila mu jadi manfaat waktu dengan sesuatu yang menyenangkan, liburan atau pergi jalan-jalan ke suatu tempat."ucap Haru berusaha memberi alasan cukup baik, jika posisi mereka bertukar alias kebalikan Haru yang kehilangan adiknya yaitu Hana, maka pemuda itu akan bertindak cepat tanpa memperdulikan sebuah rencana matang karna kekhawatirannya. Berbeda rasanya dengan Asa karna gadis itu seperti sedang mengulur waktu.


"Aku sebenarnya tau di mana tempat itu."ucap Asa membuat fokus Akira terpecah dan langsung menatap kekasihnya itu.


"Jadi kau tau?"


"Tapi kenapa tak bilang dari tadi sih!"ucap Haru mulai kesal dengan sikap Asa.


Anak itu terlalu menyepelekan kasus hilang kakak angkatnya tapi bukankah Asa bilang bahwa dia sama sekali tak merindukan kakaknya hanya rasa peduli karna sebuah hubungan keluarga, mungkin Haru lupa dengan perkataan Asa waktu itu.


"Kenapa?kami tak memiliki ikatan darah soal kapan aku mencarinya itu terserahku, mau dia masih hidup atau..."


"Hei! kita pasti menemukannya!"ucap Akira memotong ucapan Asa.


Sementara Haru mencoba berpikir.


"Asa apa kau tau sesuatu tentang panti Devan?"


"Kata ibu panti itu sudah lama di tutup karna sebuah insiden yang hampir menewaskan seluruh anak di sana, kebakaran.


Kebetulan Devan sudah di angkat menjadi putra oleh kedua orang tuaku, jadi Devan tidak mengalami sesuatu buruk tentang kebakaran itu."ucap Asa singkat tapi penjelasannya membuat kedua pemuda itu mengerti.

__ADS_1


"Jadi kau benar-benar pernah kesana?tapi untuk apa?mencari tau dimana Devan?"


Hingga pertanyaan Haru membuat gadis terdiam cukup lama, Asa lalu terkekeh membuat Haru menatap heran sekaligus binggung dengan reaksi gadis bermata hanzel itu.


"Aku hanya iseng."jawab gadis itu sambil tertawa.


Akira menghela napas.


"Asa kau tak bisa menyepelekan kasus hilangnya kakakmu."sayangnya teguran berupa nasehat itu hanya masuk ke telinga kanan Asa dan keluar dari telinga kiri.


"Sebelumnya aku mengatakan kalau aku peduli karna dia bagian dari keluargaku, kalian juga sudah mengetahui kalau Devan adalah kakakku, tapi aku sama sekali...


Tak menginginkan seorang kakak?"ucap Asa, maksudnya dari dulu dia memang tak mengharapkan kehadiran seseorang yang mengisi kesepiannya atau seorang kakak yang sayangnya memiliki penyakit gangguan mental.


Namun semenjak bertemu dengan Akira, sikap kerasnya sedikit lunak. Oleh karna itu sejak kecil dia mengagumi sosok bermata biru itu dan ingin memilikinya untuk lebih dari seorang teman.


Sebenarnya dari awal ia membahas Devan adalah untuk mengecoh pemikiran kedua pemuda itu agar melupakan kejadian di mana dia menangkap Rico bahkan menyiksanya sampai mati.


Bukankah sisi Asa ini terlihat sangat licik?


"Keputusanku tetap kita harus pergi ke panti itu untuk mencari tau keberadaannya."ucap Akira membuat Asa akhirnya mengangguk pasrah dan Haru mengacungkan jempolnya setuju.


Dan lagi Asa lupa kalau Akira adalah orang yang sangat baik.


...


Sebuah gedung yang terlihat sepi dan kosong adalah menjadi tempat pertama mereka datangi, sebenarnya untuk Vila Asa lokasinya tak terlalu jauh untuk menempuh dengan kendaraan mobil. Namun tetap saja membutuhkan waktu berjam-jam hingga mereka memutuskan untuk menginap di Vila Asa sebelum pulang dan melakukan rutinitas pekerjaan yang memang sudah mereka titipkan untuk di kelola tangan kanan mereka selama mereka berlibur, ah sebenarnya mereka tidak berlibur tapi menyelidiki sebuah misi yang tak terduga di hidup mereka.


Tiga karakter ini awalnya memiliki alur masing-masing di selingi kisah masa lalu mereka yang menceritakan pertama kali mereka bertemu dan berhubungan menjadi sebuah persahabatan yang berbeda, seperti judul The best trio karakter artinya tiga karakter terbaik di sini kita pembaca tidak mencari siapa tiga karakter terbaik itu?tapi author telah menulisnya dan menyebutkan tiga nama karakter yang menonjol.

__ADS_1


Ada hal menarik dan unik lainnya saat kita mengikuti perjalanan Akira dan dua temannya, di mana cerita author buat makin panjang dengan beberapa genre berbeda di setiap bab, memecahkan misteri, teka-teki masa lalu, moment persahabatan, indentitas tersembunyi, dan alur yang menceritakan kepribadian karakter itu sendiri.


Sekali lagi author menegaskan bahwa author telah berusaha sebaik mungkin membangun imajinasi sendiri artinya cerita the best trio karakter adalah alur cerita yang murni di buat oleh author.


Terkadang saat author mengalami block writer dengan mengembalikan sebuah ide, author akan mencari sebuah refensi dengan menonton MV atau mendengarkan makna lagu hingga memetik sebuah pelajaran dalam lirik lagu itu sendiri.


Sebenarnya peran penting dalam menulis cerita adalah bagaimana kau bisa menggabungkan apa yang kau lihat bukan hanya karangan imajinasi saja.


Bagian kesulitan author adalah saat melanjutkan bab panjang pasti tidak akan berjalan mulus pasti ada alur yang berantakan atau typo dalam satu atau dua kalimat.


Tapi di situlah kamu belajar untuk berusaha dalam membuat sesuatu yang memang kamu harapkan.


Tidak peduli hasil atau tanggapan orang lain tapi yang terbaik adalah kamu telah mencoba dan menjadikan waktu luangmu sebuah pengalaman yang berharga atau tak terlupakan.


Kembali ke cerita saat ini tiga karakter favorit kita telah sampai pada tujuan mereka.


Haru sedikit merasa heran melihat keadaan panti yang masih berdiri kokoh terlihat sangat tak terawat dengan beberapa bangunan yang sedikit hangus, rupanya ucapan Asa benar kalau dulu panti itu pernah terjadi sebuah kebakaran yang tak di sengaja.


Harusnya hal wajar jika bangunan besar yang di tinggal akan di dekorasi dengan baik untuk di jual namun seperti bangunan yang tak pernah di pakai atau di huni panti itu di tinggalkan terbelangkai begitu saja.


Seolah pemilik tanah juga tak peduli dengan keadaan panti asuhan yang lumayan besar itu.


"Apa benar ini tempatnya?"tanya Haru masih ragu.


Asa hanya menganggukan kepalanya saja, gadis itu acuh tak acuh sambil memandang kearah jendela mobil sementara Akira menatap kearahnya.


"Ayo kita keluar..."


"Akira bagaimana kalau tidak ada orang?"

__ADS_1


"Kita tanya saja pada orang-orang yang tinggal di rumah sekitar panti itu."


__ADS_2