The Best Trio Karakter

The Best Trio Karakter
Bab 81 Kemarahan Jio


__ADS_3

Sometimes quiet people really want to talk a lot. They're just careful about who they open up to.


Terkadang orang yang pendiam benar-benar ingin banyak bicara. Mereka hanya berhati-hati tentang siapa yang mereka buka.


Ada pepatah jangan remehkan orang pendiam, ingat satu hal, pemangsa berbahaya itu tidak menggonggong.


Mereka sangat baik bersembunyi, mereka sangat baik mengecoh lawan dan menangkap mangsanya seperti beruang besar yang berdiam di goa gelap.


...


"Oh Jio kau ada di sini rupanya, siapa mereka?temanmu kukira kau sama sekali tak mempunyai teman satu pun!"


Jio yang melihat ada klompotan yang selalu mengganggunya di sekolah dan mencari masalah dengannya hanya memutar bola matanya malas.


Sementara Akira dan kedua temannya menatap binggung kearah kelima pemuda yang tiba-tiba datang ke sini.


Jio tau geng itu adalah anak berandalan yang tak tau aturan, mereka sering membully siswa lemah atau beasiswa.


Termasuk Jio yang masuk melalui jalur beasiswa karna kepintarannya padahal sang ayah ingin membiayai nya penuh tapi Jio menolaknya.


"Siapa kalian?"


Pertanyaan Akira membuat salah satu pemuda berblonde pirang menatap remeh kearahnya.


"Kau pasti anak baru?pendek sekali."cibirnya membuat Akira melotot tak tak terima.


"Hah!apa maksudmu!aku ini sudah kuliah dan lebih tua darimu!"ucap Akira.


Haru yang mendengarnya terkejut dan menepuk jidatnya sendiri karna Akira sudah membongkar rahasia mereka terang-terangan.


"Oh jadi kalian anak kuliahan?tapi itu tak cocok denganmu pendek!"ucap Tio pemuda berambut blonde pirang itu tapi sangat angkuh dan sombong.


"Hei ternyata di sini juga ada gadis yang cantik dan seksi."goda salah satu dari mereka.


Akira yang mendengarnya makin geram karna ocehan-ocehan tak mengenakan dari klompotan yang tak mempunyai tata krama itu, dia lalu menginjak salah satu kaki pemuda itu.


"Ah!sialan kau!"


Tio yang terkena injak itu langsung berusaha melayangan pukulannya kearah Akira membuat Haru dan Asa kaget.


Tapi tonjokan itu berhasil di tahan oleh Jio.


"Jangan sentuh kakakku..."ucap Jio dingin.


"Hei bocah jika kalian kesini hanya untuk membuat keributan aku bisa melaporkan kalian langsung pada kepala sekolah."ancam Haru.


"Huh?memang siapa kau?"

__ADS_1


"Aku?kalian tidak mengenalku?aku adalah anak kepala sekolah."ucap Haru membuat mereka terkejut bukan main.


Tapi dengan bodohnya mereka percaya dan akhirnya pergi namun Tio yang tak terima menarik kerah baju Akira hingga membuat pemuda itu kehilangan keseimbang dan tersungkur ke tanah.


Bruk!


"AKIRA!"


"KAU BERANI SEKALI PADAHAL AKU SUDAH MEMPERINGATIMU!MAKA JANGAN SALAHKAN AKU JIKA KAU DI BAWA KE RUMAH SAKIT!"


Bentak Jio marah lalu mendekati Tio dan menghajar pemuda itu brutal.


Krek!


"AAAAAA!!!"teriakan Tio terdengar sangat pilu saat Jio mematahkan tangannya.


Akira yang melihat itu melebarkan matanya begitu halnya Haru dan Asa yang berusaha melerainya tapi tak dengar sama sekali oleh sang empu.


"Jio hentikan!"


Ucapan Akira berhasil menghentikan Jio, tapi pemuda itu membisikan sesuatu pada Tio yang kini tergeletak lemas di tanah sambil memegang tangannya.


"Aku telah memberi jeda waktu agar kau bermain dengan kesenangan bodohmu itu, tapi rupanya kesenanganmu sebentar lagi akan hilang dalam sekejap, karna aku akan membocorkan siapa pelaku sebenarnya yang menabrak dan membully Kanoa selama ini."ucap Jio menyeringai.


...


"Jio..."


Entah kenapa lidah Akira kelu untuk mengeluarkan kata sekarang, apalagi tatapan berbeda dari adikknya itu.


"Hm?"


"Apa kau masih marah padaku?"tanya Akira dengan suara amat pelan.


Mereka kini berada di rumah, dan Jio akan kembali lagi kesekolah.


"Tidak."ucap Jio lalu menyuruh kakaknya duduk di sofa dan Akira hanya menurutinya saja.


"Kakak tau bahwa korban itu bernama Kanoa?"


"Aku tidak tau."


"Kanoa adalah murid yang paling rajin dan pintar di sekolah, tapi dia sedikit pendiam hingga dia saat kenaikan kelas sifatnya berubah menjadi agak aneh."


"Aneh?"


Jio mengangguk lalu melanjutkan ceritanya.

__ADS_1


"Dia sering melamun, bahkan saat di kantin dia tak pernah memakan makanan dan langsung di buang ke tempat sampah, hingga suatu hari aku melihatnya bersama geng merah mendekati kanoa dan mengancamnya untuk mengerjakan tugas mereka."


"Maksudnya kelima orang tadi, adalah geng merah itu?"tanya Akira.


Ketika anak itu penasaran mata biru itu makin membulat membuat Jio yang melihatnya sendiri gemas dengan kakaknya.


"Iya, mereka adalah geng merah kak, mereka pembuat onar yang tak memikirkan orang lain tapi mereka tak pernah mengangguk karna aku selalu menyendiri, dan waktu itu aku menolong Kanoa dan membawanya kerumah sakit saat melihatnya tergeletak di jalanan dengan luka lebam di seluruh tubuhnya, aku yakin ini ulah mereka tapi aku tak mau mengatakannya sehingga kedua orang tua Kanoa menuduhku."


"Kenapa Jio tak mengatakannya yang sebenarnya dan membuat kedua orang tua Kanoa salah paham?"


"Meski sifatku pendiam tapi saat seseorang membuatku sangat marah aku tak akan dapat mengontrol emosiku, aku berbeda denganmu kak."


Akira mengaruk kepalanya yang tidak gatal, jujur saja dia masih tak mengerti tapi entah kenapa melihat sikap pendiam dan tatapan Jio membuatnya teringat akan Asa.


"Jio kau itu adikku kan?"


Pertanyaan Akira membuat Jio menaikan alisnya binggung, kenapa pembahasannya cepat berubah?


"Aku adikmu."


"Tapi kau cocok menjadi adiknya Asa."


"Apa maksudmu kak?jelas-jelas kita terlahir di ibu yang sama."


"Ah tidak apa-apa."


"Baiklah kau harus ganti bajumu sebelum aku foto dan menunjukkan pada bunda."ancaman Jio ternyata ampuh terbukti Akira lalu bergegas kekamar menganti pakaiannya membuat Jio terkekeh karna tingkah mengemaskan sang kakak.


Pemuda itu lalu merogoh ponsel dan menghubungi seseorang.


"Aland aku butuh bantuanmu untuk menyingkirkan seseorang di sekolah."ucapannya berubah dingin dan tajam.


Masih ingat dengan Aland?


Dia adalah salah satu teman Jio dan ketua balapan liar, Aland sebenarnya adalah anak asli dari kepala sekolah di tempat Jio.


Itu alasannya Jio meminta bantuan Aland untuk mengusir penganggu yang berani mengusik kakaknya tadi waktu di sekolah.


...


Understand that introverts are quiet people, so don't blame them if they don't open up to the people around them, because according to them 1 is enough to accompany them when they tell a story. A smiling face with smiling eyes.


According to a study, those who have a cautious gait are people who are careful about their surroundings. These people are quiet, shy, and try to stay aloof.


Pahamilah bahwa orang introvert adalah orang yang pendiam, jadi jangan salahkan jika dia tidak terbuka untuk orang sekitarnya, karena menurutnya 1 cukup untuk menemaninya bercerita Wajah tersenyum dengan mata tersenyum.


Menurut sebuah penelitian, mereka yang memiliki gaya berjalan berhati-hati adalah orang yang berhati-hati dengan lingkungan sekitar. Orang-orang ini adalah orang yang pendiam, pemalu, dan mencoba untuk tetap menyendiri.

__ADS_1


__ADS_2