The Best Trio Karakter

The Best Trio Karakter
Kejadian lalu


__ADS_3

Beberapa tahun yang lalu...


Anak kecil yang memakai Hoodie biru kebesaran itu tambah asik memainkan ranting pohon yang banyak jatuh di atas tanah.


Saat semua ranting itu sudah patah karna ulah tangan mungilnya, dia kembali mencari ranting lain dan mengumpulkannya untuk mengusir kebosanan.


Tanpa sadar langkahnya membawanya memasuki hutan yang telah di tandai dengan garis kuning polisi.


Dia terus berjalan, melompat kecil sambil bersenandung lucu.


Krek!


"Oh!"


Hingga saat kakinya tak sengaja menginjak sesuatu.


Anak kecil itu menunduk lalu berjongkok melihat apa yang ia injak.


Sebuah bola kristal kecil yang telah retak.


"Hei apa yang kamu lakukan di dalam hutan!"


Tiba-tiba sebuah suara berat membuat tubuhnya tersentak kecil karna kaget.


Dan saat dia berbalik, dirinya langsung berhadapan dengan pria berjubah hitam yang mempunyai tampang garang yang menyeramkan.


"Kakek..."ucap Akira kecil tanpa sadar karna melihat pria itu memiliki janggut putih di jakunnya.


"Aku bukan kakekmu!siapa namamu anak kecil?"


Akira mengerjapkan mata birunya lalu membulat lucu seolah menatap atau tengah memelototi pria itu, membuat pria tua itu hampir tergelak tapi dia menahannya.


"Akila..."


"Kau laki-laki kan?"tanya pria itu.


Dia ingin memastikan sesuatu karna walau anak kecil itu manis tapi dia memiliki rambut yang cukup pendek.


Akira mengangguk lugu.


"Kenapa namamu akila?"


"Akila!bukan akila!"


Ah sepertinya umur Akira masih kecil sehingga dia cadel seperti itu.


"Akira, sekarang biarkan aku bertanya kenapa kau bisa ada dalam hutan?"tanya pria itu memegang tangan anak itu dan berjalan kearah tujuannya tadi.

__ADS_1


Sebenarnya dia tak memperdulikan anak itu dan malah ingin meninggalkannya tapi ada sesuatu yang membuatnya tertarik pada anak itu.


Akira yang tidak tau apa-apa hanya mengikuti langkah pria itu.


"Apa ini di dalam hutan?"


"Ya jika di luar kau bisa melihat jalan besar."


"Akila sedang belsama ayah tadi!"jawab anak itu.


"Oh jadi kau bersama keluargamu ke sini?"tanya pria itu.


Akira mengangguk.


Tak lama mereka berjalan, sepanjang waktu Akira kecil yang terus bertanya dan pria itu hanya menjawab seadanya.


"Ketua anak siapa itu?"salah satu orang yang berpakaian baju hitam sama persis dengan pria itu.


"Dia Akira, aku akan melakukan ritual penempatan wadah baru untuk pangeran iblis."


...


"Aw..."


"Apa sakit?hehe maaf habis kau pipinya seperti bakpao ketika kau makan atau mengunyah."ucap Haru dengan tampang tak bersalah setelah mencubit pipi chubby temannya itu.


Mereka masih berada dalam perjalanan dalam mobil.


Dan Akira yang merasa lapar mengatakan keinginan untuk makan tapi berhubung tempat mereka masih berada di jalanan sepi alias tidak ada resto atau kedai apapun di sekitar.


Jadilah Hana memberi coklat yang di bawanya saat camping pada Akira.


"Lihat kau cemong sekali jika makan, makanya kau sering di bilang seperti anak kecil ah iya ya teman pendekku memang tak pernah besar."


"Yak aku tidak pendek!"


Mereka tertawa karna melihat wajah Akira yang cemberut karna di ledek pendek.


Tapi tawa Haru berhenti saat melihat sesuatu di belakang daun telinga Akira saat temannya itu menyingkir kan sedikit rambutnya yang mulai memanjang sampai bagian belakang leher.



"Akira sejak kapan kau mempunyai tanda bintang?"


"Huh?apa maksudmu?"tanya Akira binggung.


Haru memegang telinga sebelah kiri Akira, dia melirik kearah Hana dan Hana juga melihatnya.

__ADS_1


"Iya itu ...


Seperti tanda bintang."


"Jangan-jangan kau men tatonya ya!astaga aku tak menyangka teman kecilnya menyukai tato!"ucap Haru dengan ekpresi seolah shock berat membuat Akira dan Hana menatapnya dengan pandangan tak dapat di artikan.


"Aku tidak pernah memakai tato atau niat ingin memiliknya saja tidak pernah tapi...


Tanda itu seperti di buat orang seseorang dengan sengaja."ucap Akira sambil mengelus belakang daun telinganya, ini bukan pertama kalinya itu dia melihat tanda itu tapi sejak dulu dia seolah merasa familiar dengan si pembuat tanda itu.


Ya anehnya kenapa dia lupa?


"Apa maksudmu?jelas-jelas itu tato jika bukan tato apa?tanda lahir tidak mungkin memiliki bentuk sebagus itu walaupun itu seperti tanda sekte aneh sih."ucap Haru mengutarakan pendapatnya, saat dia berlari dari kejaran para sekte itu dia melihat bahwa di setiap dahi orang-orang itu memiliki tanda bintang seperti punya Akira.


Tapi bedanya tanda mereka berwarna merah.


"Sekte yang menculik Hana?"


"Iya aku melihat tanda merah itu ada di setiap dahi mereka kecuali ketua sekte mereka kan."


"Aku juga melihatnya."ucap Hana.


"Aneh...tapi aku sama sekali tak mengingat masa laluku di hutan itu, yang ku ingat aku pernah masuk dan menemukan tempat mereka setelah itu aku kembali ke mobil dan pulang bersama keluargaku."


"Itu saat kau ingin kerumah kakekmu kan?perjalanan kita ke camping Hana saja memakan waktu yang cukup lama karna jalan raya ini begitu panjang."ucap Haru.


Akira mengangguk membenarkan perkataan Haru tapi tidak dengan Hana yang mulai pendiam.


"Akira...sebenarnya aku heran kenapa kau sering bertemu banyak orang di masa lalumu, pertama Alex pengusaha kaya yang begitu terobsesi menjadikanmu anak angkatnya, Bastian adik dari pembunuh berantai dan sekarang..."


"Maksudmu kau heran kenapa aku selalu bertemu dengan orang aneh?


Aku juga heran kenapa dunia begitu sempit di kelilingi oleh orang yang hilang akal atau penjahat, sebenarnya aku juga tak mau berurusan dengan orang-orang seperti itu karna aku sudah berjanji pada Jio tapi sepertinya nasib dan takdirku masih berada ditangannya.


Selama itu kita sendiri bahkan tak bisa memutuskannya sebuah keputusan sendiri, walau seberapa keras merubahnya jika dia telah memberi anugerah atau kesialan hidup, kehidupan akan berjalan sesuai rencananya."ucap Akira membuat Hana sedikit kagum dengan petuahnya.


Ya teman kakaknya itu memang sesuatu...


Dan tak dapat di pungkiri karakter pertama selalu lebih menonjol dari pada karakter lain.


...


We are all tied to our destiny and there is no way we can free ourselves. Fate has two ways to destroy us - by rejecting our desires and by fulfilling them. Destiny is what you get from it. You have to face whatever life throws at you.


Kita semua terikat pada takdir kita dan tidak ada cara kita bisa membebaskan diri kita sendiri.


Takdir memiliki dua cara untuk menghancurkan kita - dengan menolak keinginan kita dan dengan memenuhinya.

__ADS_1


Takdir adalah apa yang kamu dapatkan darinya. Kamu harus menghadapi apa pun yang dilemparkan hidup kepadamu.


__ADS_2