
Setiap orang memiliki pendapatnya masing-masing, memang bagus menilai atau mengkritik seseorang untuk memperbaiki kesalahannya atau sikapnya tapi berlebihan hanya akan menjerumuskan ke dalam ego gelap terdalam diri manusia itu sendiri.
Selamat membaca.
.
.
.
"Mematahkan kutukan?itu...
Tidak bisa di lakukan Asa...."
Di sisi lain kita bisa lihat seorang pemuda dengan manik biru seperti langit itu menatap kearah jendela kecil yang terbuka seolah menerawang sesuatu.
Keadaan yang tenang dan suasana yang hening membuatnya tak terusik dari kegiatan yang ia lakukan sejak bangun dari alam bawah sadarnya.
Ruangan itu cukup luas, dan sedikit perabotan, hanya ada satu jendela besar di sampingnya dan itu mengarah pada halaman belakang yang di penuhi oleh tanaman bunga.
Pemandang yang dapat menyegarkan mata hingga membuat seseorang nyaman untuk menikmati waktunya sejenak, namun ketika seseorang berada dalam pemikirannya tanpa ia sadar, dirinya sendiri membuat pikirannya sedikit tertekan dan depresi itulah mengapa seseorang yang depresi sering tak bisa mengontrol suasana perubahan hatinya.
Akira merasakan hal itu, ternyata ini perasaan yang ia rasakan ketika berada dalam mode stress.
Di mana rasa binggung dan frustasi menjadi satu sama halnya yang pernah Haru rasakan tentang apa yang terjadi sebenarnya pada dirinya.
Ada kata marah, kecewa, dan sedih bercampur aduk begitulah emosi manusia yang terkadang menjadi sangat sensitif ketika berada dalam mental down.
Mental down adalah kondisi yang bisa setiap saat di rasakan oleh manusia, ada kala ketika kau berada dalam titik rendah atau mendapat suatu kejadian di mana membuatmu trauma maka kau akan rentan terkena mental down.
Kembali lagi pada cerita, di saat Akira tengah melamun tiba-tiba sebuah suara mengagetkannya.
'Aku akan membunuhnya!'
Suara itu terdengar penuh kebencian dan dendam, tapi anehnya saat dia menoleh ke arah kanan dan kirinya tidak ada siapapun di dalam ruangan itu selain dia.
Apa itu hanya halusinasi saja?
Kenapa hanya dia yang mendengarnya?
Suara itu seperti ada seseorang yang berbicara di sampingnya tapi semua itu tidak ada dan seolah hanya berada dalam pikirannya saja.
Memang ketika orang tertekan bisa membuat suara lain di kepalanya?
Atau halusinasi itu nyata!
__ADS_1
Lagi-lagi keadaan aneh ini membuatnya binggung sekaligus penasaran.
'Jio telah menghancurkan hidupku karna sikap kesombongannya, maka akan ku hancurkan sikap memuakkannya itu dan dia sekalian!'
Suara itu muncul dan terdengar seperti orang yang sangat marah membuat Akira yang tak siap hampir terkejut setengah mati.
Namun dia kembali termenung dan mengatur nafasnya untuk menetralkan detak jantungnya yang tak normal dan masih berdegup kencang.
"Jio?!kenapa dia?!"
Clek!
"Akira kau kenapa?"
Bersamaan suara pintu terbuka itu rupanya itu adalah Haru, kedatangan temannya membuat suara dalam kepalanya menghilang dalam sekejap.
Tapi satu hal yang membuatnya gelisah kini adalah ada nama adikknya.
Apa penglihatan barunya dari sebuah suara?
"Akira..."suara Haru kini terdengar cemas membuat pemuda itu heran dengan sikap temannya yang mulai aneh.
Sedangkan Akira melirik kearah Haru lalu menghela napas.
Ya setidaknya sahabatnya itu mengetahui apa yang terjadi padanya hingga dia berakhir ke tempat ini.
Sementara Haru masih betah berdiri di samping ranjang pesakitan walaupun di sana ada satu kursi kosong.
"Dia masih berada di luar, aku masuk karna ingin melihat keadaanmu?apa kau sudah membaik?"tanya Haru serius, pemuda bermata emerald itu menatap teduh kearah temannya.
Untunglah Akira tak memakai selang oksigen walaupun anak itu mempunyai riwayat asma.
Haru selalu merasa sedih melihat temannya itu sakit.
"Ya lumayan, tapi aku mendapat sebuah petunjuk baru."ucap Akira, ekspresi kembali serius.
"Petunjuk baru?"tanya Haru sambil menaikan satu alis sebelahnya.
"Aku tidak mau menganggapnya bahwa aku bisa melihat masa depan jadi aku menyebutnya petunjuk."
Penjelasan itu membuatnya masuk akal, dan Haru mulai mengerti.
"Apa yang kau lihat?"tanya pemuda berambut blonde itu.
"Bentuknya hanya sebuah suara dan ini seperti petunjuk yang mengarah pada seseorang terdekatku."
__ADS_1
Haru mengaruk tekuk lehernya belakang kepalanya yang tidak gatal.
Jadi apa penglihatan atau petunjuk Akira yang dia dapat selalu berbeda bentuk?
"Mungkin kau benar."ucap Akira seolah bisa membaca pemikiran Haru.
Wajar saja mereka sering kali di katakan sebagai soulmate karna keduanya terkadang bisa menebak apa yang di pikirkan atau di lakukan walau itu hanya tebakan kebetulan.
"Siapa orang itu?"
Pertanyaan Haru kali ini membuat Akira terdiam cukup lama sebelum ekspresi pemuda itu menunjukkan raut frustasinya.
"Jio..."
Haru mengeryitkan dahinya.
"Katakan dengan jelas Akira!"
"Aku sudah mengatakannya kan, itu adalah Jio!adikku sendiri...."
"Tunggu, apa maksudmu jadi ini berkaitan dengan Jio?semua petunjuk yang baru saja kau dapat?!"
Akira menganggukan kepalanya membuat Haru tak percaya, tapi ucapan selanjutnya temannya itu membuatnya terkejut.
"Jio memiliki musuh dalam selimut, aku tidak tau apa masalah mereka sebenarnya tapi petunjuk suara itu mengatakan bahwa karna kesombongan Jio membuat dirinya hancur dan dia berniat balas dendam.
Kau tau kan adikku tidak pernah melakukan hal seburuk itu walaupun dia bersikap dingin dan acuh adikku sangat perhatian kepada orang yang membutuhkan bantuan.
Aku tau ini permintaan keras kepalaku tapi aku ingin tau apa yang terjadi dan kalau bisa kita mencegah apa yang akan terjadi karna aku tak mau sesuatu yang buruk terjadi pada adikku!"ucap Akira seperti sosok kakak yang tegas dan akan melindungi adiknya dari bahaya apapun.
...
Some people are willing to betray years of friendship just to get a bit of the spotlight. There's nothing more painful than being let down by the one person you thought would never hurt you.
The worst feeling in the world is knowing you have been used and lied to by someone you trust.
Betray a friend, and you will often find yourself broken.
Forgive yourself for the blindness that put you in the path of those who betrayed you. Sometimes, a good heart doesn't see the bad.
Beberapa orang rela mengkhianati persahabatan bertahun-tahun hanya untuk mendapat sedikit sorotan. Tidak ada yang lebih menyakitkan daripada dikecewakan oleh satu orang yang kamu pikir tidak akan pernah menyakitimu.
Perasaan terburuk di dunia adalah mengetahuimu telah digunakan dan dibohongi oleh seseorang yang kamu percayai.
Mengkhianati seorang teman, dan kamu akan sering menemukan dirimu sendiri telah hancur.
__ADS_1
Maafkan dirimu atas kebutaan yang menempatkan kamu di jalan orang-orang yang mengkhianatimu. Terkadang, hati yang baik tidak melihat yang buruk.