
POV Akira.
Dimana ini?
Kenapa aku bisa ada di sini?
Entah kenapa aku bisa berada di lorong yang minum dengan cahaya.
Seingat Ku, aku masih berada di rumah sakit.
Tapi kenapa aku bisa berpindah ke tempat asing ini?
Jujur saja aku sama sekali tak mengenali tempat itu.
Apa mungkin terjadi sesuatu?
Tanpa sadar, lama aku berjalan untuk mencari jalan keluar ku lihat sebuah pohon besar di depanku.
Ku lihat sebuah tanaman merambat ke arahku, seketika ku panik karna tanaman itu berhasil menahan pergerakan kakiku.
Aku mencoba memberontak tapi usahaku sia-sia dan lilitan tanaman itu makin kuat hingga membuatku kesakitan.
Nafasku tersendat, ku yakin asmaku kambuh dan aku mulai sesak nafas.
Siapapun tolong aku!
Lepaskan aku!
Di saat rasa putus asaku karna tanaman itu semakin melilit tubuhku kuat hingga aku baru sadar bahwa kakiku tak menyentuh tanah lagi.
Tiba-tiba aku mendengar sebuah suara..
"Kakak...."
Suara itu.
Kenapa begitu familiar?
"Kakak bangun!"
Bangun?
Kenapa suara yang aku kenali menyuruhku bangun?
Apa aku sedang tertidur?
Deg!
Deg!
Deg!
Jantung ku berdegup kencang saat di dalam kegelapan itu aku melihat suilet seseorang.
__ADS_1
Ternyata ada orang selain aku di sini?
Apa dia akan menolong ku?
Baiklah aku tak peduli, siapapun dia aku harus meminta bantuannya.
"T-tolong bisakah kau menolong ku! Kumohon..."
Ucapku sedikit keras.
Apa dia mendengarnya?
"Ku mohon tolong aku!tanaman ini tak melepaskan ku, aku mempunyai asma jika tanaman ini makin melilit ku aku akan sesak nafas.
Aku takut sesuatu terjadi pada Jio, ya aku harus kembali... untuknya. Adikku pasti sudah sadar dan mencari ku dia mencari ku jadi ku mohon tolong aku, oh iya apa kau tau jalan keluar dari sini?"
Sayangnya ucapanku sama sekali tak di gubris olehnya.
Sebenarnya siapa dia?apa dia tak mempunyai hati melihatku tersiksa di depan matanya.
Hahh....gawat asmaku mulai kambuh.
Apa aku akan mati di sini?
Hahh....
Hahh....
Jio....
...
"Akira! bangun nak....Akira!"
Akhirnya kedua mata pemuda itu terbuka, Martin yang terpaksa membangunkan putranya itu karna semenjak tertidur karna lelah menangis putranya itu selalu meracau tak jelas.
"Ayah!"melihat sosok yang selama ini menjadi penopang nya Akira langsung memeluk ayahnya.
"Kau kenapa hm?bermimpi buruk untung saja asmamu tak kambuh."ucap Martin mengecup kening putranya sayang.
Baginya sedewasa apapun Akira, Martin akan tetap memberikan kasih sayang seorang ayah pada para putranya tanpa pilih kasih.
Dia tak pernah membedakan putranya meski cara nya tidak seperti sang istri yang berlaku lembut Martin terbiasa mendidik para putranya dengan tegas tapi di sisi lain Martin juga bisa memanjakan putranya walau ia telah besar, pemintaan sang putra akan berusaha ia turuti dengan batas wajar karna dia tau Akira ataupun Jio adalah kedua putra yang selalu membanggakan kedua orangnya.
Walaupun dari segi sudut panjang orang lain jika putra sulungnya paling manja dan adiknya yang berprilaku seperti si sulung.
Tetapi Martin tau bahwa persaudaraan mereka tetaplah memiliki peran masing-masing.
Mereka berdua saling menghormati dan menghargai, dia tau Jio terkadang memanggil sang kakak dengan sebutan namannya saja akan tetapi adiknya Akira itu sebenarnya sangat menyayangi sang kakak dan terkadang Akira yang jauh lebih kekanakan bisa menjadi dewasa dan menjadi penopang adiknya di kala Jio merasa butuh dukungan dari orang terdekatnya.
Maka Akira akan melakukan perannya sebagai seorang kakak.
Mereka dua karakter berbeda tapi sangat cocok menjadi kakak adik.
__ADS_1
Martin sangat bersyukur akan hal itu.
Entah kebaikan apa di masa lalu yang ia telah perbuat hingga di berikan anugrah dua putra yang baik.
Dan sekarang di saat sang kakak butuh seseorang maka tugasnya sebagai seorang ayah adalah menjadi penopang nya, dirinya adalah kepala keluarga dan dia berjanji untuk selalu melindungi keluarganya.
Martin kembali teringat akan sebuah pesan atau petuah dari ayahnya sendiri.
Yaitu kakeknya Akira.
Bahwa orang tua itu pernah bilang ' kau memiliki dua putra yang berbeda, sifat mereka kebalikan tapi mereka berdua melengkapi satu sama lain di saat yang lain memiliki kekurangan maka orang di sisinya menutupi kekurangan itu hingga mereka berdua menjadi sempurna. Jagalah Akira dia cucu manisku yang nakal dan cobalah untuk lebih dekat pada Jio cucu dinginku itu memang sangat pemalu.'
"Ayah...."
Tiba-tiba ucapan Akira menyadarkan Martin dari lamunannya.
Pria paruh baya itu menatap wajah sang putra yang kedua matanya masih terlihat sembah dan hidung yang memerah.
Seketika dia mengigit pipi dalamnya gemas karna saat dewasa pun Akira tetap menjadi putranya yang selalu mengemaskan.
Berbeda dengan Jio anak itu terlalu tsundere bahwa memasang wajah imut ketika bayi pun dia tak pernah.
Ya dulu Jio itu jarang menangis bahkan saat bayinya itu kelaparan, hanya Akira yang menggantikan adiknya menangis kencang untuk membangunkan kedua orang tuanya tengah malam seolah memberitahu kalau adikknya sedang kelaparan waktu itu.
Saat di periksa ke dokter kenapa bayi satunya itu tak menangis hingga membuat Rena panik dokter mengatakan Jio baik-baik saja dan sehat.
Heran tuh dia.
"Kenapa hm?"
"Bagaimana keadaan Jio?"
Martin menghela napas hampir saja dia lupa memberitahu putranya tapi tentu saja seorang ayah mana yang tega membuat putranya terus sedih.
"Jio....dia koma."
Ucap Martin terpaksa jujur, karna bagiamana pun Akira adalah kakaknya yang berhak tau tapi dia sama sekali tak membenarkan putranya itu untuk terus menyalahkan perbuatan yang melukai adiknya bukan atas dirinya.
Sementara Akira yang mendengar itu terdiam, dia sangat shock tapi hatinya terlalu sakit menerima kenyataan hingga ucapan sang ayah terdengar di perunggunya.
"Ini bukan salah putraku, ayah tau ada orang lain yang membenci adikmu hingga dia bodoh melakukan semua ini tapi kau harus yakin nak Jio adalah adikmu yang kuat dia akan segera bangun karna tak mau membuat kakaknya terus menangis dan sedih.
Bahkan adikmu jauh lebih menyayangi mu ketimbang ibumu."
...
You may be different like the sun and moon, but the same blood flows through both of your hearts. You will need him, just as he needs you.
The brothers who said they never fought must be hiding something.
Being brother and sister means to exist for each other.
Kalian mungkin berbeda seperti matahari dan bulan, tetapi darah yang sama mengalir melalui kedua hati kalian. Kamu akan membutuhkannya, sebagaimana dia membutuhkanmu.
__ADS_1
Saudara-saudara yang mengatakan mereka tidak pernah bertengkar pasti menyembunyikan sesuatu.
Menjadi kakak dan adik berarti untuk ada satu sama lain.