
Brother and sister together as friends are ready to face whatever life throws their way. Joy and laughter or tears and strife, holding hands tightly as we dance through life.
No matter how far we go and how different we are, we will always need each other.
In our life we can have different paths, but one thing I know for sure - we will always have a strong bond between us.
Kakak dan adik bersama sebagai teman siap untuk menghadapi apa pun yang dikirim oleh kehidupan. Sukacita dan tawa atau air mata dan perselisihan, berpegangan tangan erat saat kami menari melalui kehidupan.
Tidak peduli seberapa jauh kita melangkah dan betapa berbedanya kita, kita akan selalu membutuhkan satu sama lain.
Dalam hidup kita, kita dapat memiliki jalan yang berbeda, tetapi satu hal yang saya tahu pasti - kita akan selalu memiliki ikatan yang kuat di antara kita.
...
Jio POV.
Aku pergi ke bar untuk menemui kakakku, tapi saat aku berada di lorong kamar mandi aku melihat seseorang yang terlihat mencurigakan, dia berjalan sambil mengendap-gendap lalu merogoh sesuatu di sakunya.
Itu sapu tangan?
Apa yang dia lakukan?!
"T-tunggu kau mau apa..."
Suara itu ....
Kenapa sangat familiar?
"Sayang sekali kau menjadi targetku malam ini..."ucap pria itu lalu mengunci pergerakan Akira dengan memeluk pemuda itu dari belakang dan membekap mulutnya.
Bersamaan itu Jio yang melihat suilet kakaknya membuatkannya matanya.
Bruak!
"KAKAK!"
Flashback off.
Bruk!
Brak!
Dug!
Dug!
"JIO HENTIKAN!SUDAH CUKUP!"Akira berusaha menghentikan adiknya itu tapi seolah Jio melampiaskan amarahnya pada pria yang tadi mencoba menculiknya dengan serangan yang membabi buta.
"Bisa kau jelaskan sekarang?"ucap Jio dingin menatap tajam sang kakak.
"Aku tidak mungkin menjelaskan kalau kau semarah ini Jio...kumohon berhenti..."ucap Akira lirih.
__ADS_1
Dia sangat tau bagaimana Jio marah.
Dan sekarang Jio marah padanya.
Mendengar ucapan sang kakak, membuat emosinya makin memuncak tapi dia langsung pergi untuk meredakan amarahnya karna takut tak bis mengontrol dirinya dan malah menyakiti kakaknya.
"JIO TUNGGU!!"teriak Akira.
Akira menatap nanar pria botak yang kini telah tergeletak di lantai dengan kondisi babak belur parah, ada sedikit rasa iba.
Segera dia merogoh ponselnya untuk menelpon seseorang.
"Aku harus meminta bantuan, dan saat ini aku tak bisa membiarkan adikknya terus marah walaupun aku sendiri tak yakin bisa meredakan emosinya.
Ini kesalahanku dan aku harus menjelaskannya sebelum ada kesalah pahaman yang membuatnya makin menjauh atau dia melakukan sesuatu yang buruk, karna aku mengenalnya lebih lama dari apa yang di bayangan kannya."
...
Disisi lain.
"Akira mengirim pesan katanya dia menemukan salah satu klompotan penculik anak."ucap Haru saat melihat layar ponselnya.
"Benarkah!dimana dia sekarang?"tanya Asa.
"Aku....tidak tau."
Mereka berdua saling berpandangan lalu melihat Jio yang baru saja keluar dari bar dengan langkah yang terburu-buru.
Marah?"
"Biarkan, hanya Akira yang bisa menyelesaikan semuanya jika itu menyangkut Jio kita tidak boleh ikut campur."ucap Asa.
"Apa maksudmu?"tanya Haru tak mengerti.
"Kau pasti tau kalau Jio memiliki kesulitan dalam mengontrol emosinya, dia memang pemuda yang berbeda tapi bukan berarti dia mempunyai kepribadian ganda, tapi ada hal lain...
Dia sama denganku."ucap Asa.
...
Di sebuah rooftop kita bisa lihat seorang pemuda dengan jaket kulit berwarna coklat dark itu memandang kosong kearah pemandangan kota di bawahnya.
Entah apa yang dilakukan tapi dia seolah tak takut saat berdiri di pembatas rooftop itu.
Tanpa sadar dirinya dari tadi di perhatikan oleh seseorang.
Tapi langkah orang itu sama sekali tak beranjak bahkan untuk mendekat atau mencegahnya.
Sama seperti yang dilakukanya, seseorang itu hanya memandanginya dari kejauhan.
Hingga sebuah suara membuat orang itu mendongakkan kepalanya.
__ADS_1
"Aku tau di sini karna mengikutiku kak."
"Jika kau tau kenapa tak beranjak untuk turun dari sana."ucap Akira menanggapi.
"Entahlah....di sini jauh lebih tenang dan indah."jawab Jio tanpa menoleh sedikitpun kearahnya.
"Ya sesuatu yang tenang bisa jadi sangat berbahaya dan merenggut nyawamu dalam sekejap saat kau melakukan salah satu kesalahan melangkah."ucap Akira.
"Kau sangat peduli padaku?lalu apa kau tau bahwa aku juga sangat peduli padamu saat kau melakukan kesalahan itu?"tanya Jio.
"Kita adalah saudara, kita telah tinggal dan bersama, apa kau percaya saat aku jauh lebih mengenalmu di banding dirimu sendiri dan kau juga sama."ucap Akira.
Jio terkekeh mendengar ucapan sang kakak.
"Kau sudah tau ya."
Jio lalu turun dari pembatas itu dan berjalan mendekati Akira.
"Kakak....apa persaudaraan kita begitu kuat?kau selalu membawa kejutan dalam hidupku tapi saat kau melakukan kesalahan aku seolah tak bisa menyalahkanmu sepenuhnya."
"Itu karna kau sangat menyayangiku, sama halnya denganku yang juga menyayangimu adik.
Persaudaraan begitu kuat hingga sulit di pisahkan oleh maut sekalipun."
"Ya dan terkadang ada hal yang tak ku mengerti yaitu ketika kau masih mengulang hal sama untuk sebuah alasan atau tujuan baru.
Aku menghormatimu sebagai seorang kakak, tapi bisakah kali ini untuk hari ini, pertama kali aku menyalahkanmu?"
Ucapan dingin Jio membuat Akira menunduk, tanpa sadar air mata yang mengenang di matanya akhirnya jatuh.
"Ya aku menerimanya, hari ini, detik ini, dan waktu ini kau bisa menyalahkanku sepuasmu.
Terkadang rasa kasih sayang dan mengasihi sangat di butuhkan oleh persaudaraan akan tetapi menghargai keputusan adalah hal yang paling tepat di lakukan seseorang ketika ia melakukan kesalahan dan pantas untuk di hakimi.
Jio aku memintamu untuk marah padaku."
Ya satu hal lagi yang Akira tau, ketika adiknya marah padanya dia akan selalu meminta izin padanya.
Karna Jio berbeda dengan yang lain.
...
When you pay attention to someone more than what they deserve, you will get deeper pain than what you should get.
I will be your mirror. What you do I will also do, just as if you have disappointed me, then I will too.
People ask me why it's so hard for me to trust them. And I also asked back why it was so difficult for them to keep their promises.
Saat kau memberikan perhatian pada seseorang lebih dari apa yang mereka pantas dapatkan, kau akan mendapatkan sakit yang lebih dalam dari apa yang seharusnya kau dapatkan.
Aku akan menjadi cerminmu. Apa yang kamu perbuat juga akan ku perbuat, sama halnya jika kamu sudah mengecewakanku, maka aku juga akan begitu.
__ADS_1
Orang orang bertanya kenapa aku susah sekali mempercayai mereka. Dan aku pun bertanya balik kenapa mereka susah sekali menepati janji.