The Best Trio Karakter

The Best Trio Karakter
Peninggalan lama


__ADS_3

Haru sedikit merasa heran melihat keadaan panti yang masih berdiri kokoh terlihat sangat tak terawat dengan beberapa bangunan yang sedikit hangus, rupanya ucapan Asa benar kalau dulu panti itu pernah terjadi sebuah kebakaran yang tak di sengaja.


Harusnya hal wajar jika bangunan besar yang di tinggal akan di dekorasi dengan baik untuk di jual namun seperti bangunan yang tak pernah di pakai atau di huni panti itu di tinggalkan terbelangkai begitu saja.


Seolah pemilik tanah juga tak peduli dengan keadaan panti asuhan yang lumayan besar itu.


"Apa benar ini tempatnya?"tanya Haru masih ragu.


Asa hanya menganggukan kepalanya saja, gadis itu acuh tak acuh sambil memandang kearah jendela mobil sementara Akira menatap kearahnya.


"Ayo kita keluar..."


"Akira bagaimana kalau tidak ada orang?"


"Kita tanya saja pada orang-orang yang tinggal di rumah sekitar panti itu."


...


Sesuai keputusan Akira, berakhir ketiga pemuda dan satu wanita di antara mereka berdua menemui sebuah rumah kecil yang tak jauh dari tempat panti itu.


Tampak di depan perkarangan rumah sangat sepi hingga Haru merasa sedikit khawatir jika mereka datang percuma dengan menemui jalan buntu dari misteri menghilangnya Devan.


Tapi saat Akira mencoba berani mengetuk pintu rumah yang tak memiliki pagar itu terdengar suara langkah kaki yang mengema hingga akhirnya pintu kayu itu terbuka.


Seseorang yang mereka lihat pertama adalah seorang wanita paruh baya yang rambutnya sudah memutih semua tetapi wanita itu mempunyai senyum cantik yang hangat.


"Halo Tante..."


"Anak muda kenapa kalian semua datang ke sini?apa ada perlu?"


"Sebenarnya kami pergi kemari karna ingin menanyakan sesuatu."


"Ya."


"Apa nenek tau siapa penghuni panti atau pemilik tempat asuhan anak itu?"

__ADS_1


Pertanyaan dari Akira membuat wanita itu terdiam cukup lama, dan bukannya menjawab tanpa sepatah kata pun wanita itu menyuruh mereka masuk ke dalam rumah minimalisnya yang nyaman dengan memberi kode pada teman-teman Akira.


Hal itu sontak membuat ketiganya curiga tapi segera di tepis oleh pemikiran baik Akira yang menganggap kelakukan wanita itu wajar.


Terkadang pemuda itu yang paling bisa di andalkan dalam berpikir positif mengesampingkan hal-hal negatif hingga membuat orang yang berada di dekatnya nyaman.


"Apa kalian ingin minum sesuatu?"tanya wanita itu.


"Ah tidak usah repot."


"Namaku adalah Nia, salah satu pengurus panti asuhan itu. Sebenarnya ketua panti sekaligus pemilik tanah yang meninggalkannya panti itu karna terjadi insiden sebuah kebakaran hingga membuat panti itu bangkrut."ucap Nia.


Mendengar itu Akira dan kedua temannya saling pandang.


"Namaku adalah Akira, dua temanku ini Haru dan Asa. Kedatangan kami adalah ingin mencari tau keberadaan salah satu anak panti yang menghilang beberapa tahun lama."


"Siapa dia?"


"Devan."jawab Haru.


"Benar, dia anak yang berbeda."


"Pantas saja aku masih mengingatnya, setahunya Devan adalah anak yang pernah di adopsi oleh pasangan suami istri saat mereka pertama kali mengunjungi panti dan memberi bantuan lain sebagai donatur."


"Itu kedua orang tuaku, Devan adalah kakak angkatku."jawaban Asa jelas membuat Nia terkejut.


"Dia menghilang! bagiamana bisa!?apa dia kabur?"


"Dia tidak kabur."sela Asa, meski Devan mengalami gangguan mental yang kadang ekstrim pernah suatu ketika ia melihat kakaknya itu mengamuk karna tak suka jika maid memegang mainannya selain ibunya.


Tapi Devan sama sekali tak pernah berniat untuk kabur karna pemuda itu sebenarnya masih memiliki akal yang waras dan membalas budi pada orang yang berbuat baik padanya.


"Dan ada yang ingin kami cari...apa kau mempunyai data biodata Devan yang lengkap?"tanya Haru.


"Kami menyimpan berkas-berkas data diri di dalam gudang panti, tapi karna panti itu terkunci aku tak bisa memberikannya."ucap Nia.

__ADS_1


"Apa kau tau sesuatu tentang Devan saat ia pertama kali berada di panti?"


"Saat kecil aku pernah merawatnya karna para pengurus tidak ada yang mau mengurus anak penyakit mental sepertinya, Devan adalah anak yang sensitif jadi dia mudah menangis dan marah pada orang lain. Aku ingat waktu dia bermain di taman teman-temannya yang lain tidak ada yang mau bermain dengannya malah mereka terkesan cuek dan menjauhi Devan. Aku sangat sedih melihat anak itu hingga suatu ketika ibu panti memanggil nya dan aku mengantarnya di sana kami berbicara soal asal usul Devan.


Ibu panti mengatakan kalau saat itu dia menemukan Devan di depan minimarket di dalam tas besar, kedua orang tuanya rupanya tak menginginkan dan ingin membunuh anak itu karna cacat tapi ibu panti menyelamatkan hidupnya."


"Jadi dalam tas itu...tunggu mereka memasukan bayi ke dalam tas besar itu!"ucap Akira terkejut melihat anggukan kepala wanita itu.


"Aku juga menemukan beberapa barang, ku pikir akan berguna menyimpannya jika orang tua Devan kembali mengambil putranya tapi itu hanya angan-angan bodohku. Sebentar aku akan mengambilnya..."


Setelah Nia pergi, Haru langsung berbisik pada teman-temannya.


"Tapi bukannya insiden kebakaran itu sudah lama terjadi?kenapa alasan pemilik panti menutup panti itu seperti ada yang janggal."


Pertanyaan Haru membuat mereka termenung.


"Mungkin kau benar, mereka sengaja menutupi sesuatu tapi yang pasti panti itu benar-benar telah bangkrut dan katanya anak-anak di pindahkan ke tempat yang lebih layak."


"Ku pikir dulunya panti itu memang tak layak bagi anak-anak, saat aku bertemu Devan pertama kali dia terlihat sangat kurus dan pipi nya tirus."


"Tapi katanya Devan itu memang tak di pedulikan oleh orang-orang di sana."


Mereka bertiga merasa setuju dengan pemikiran mereka masing-masing.


Jelas ada sebuah konspirasi yang tersembunyi, pernah kah kamu tau tentang kisah atau berita panti yang terkenal memiliki fasilitas lengkap dan kaya tapi memiliki rahasia di baliknya kalau setiap anak yang masuk panti itu akan di jual menjadi budak atau pelelangan manusia, bahkan beberapa anak telah kehilangan organ paling penting yaitu ginjal karna keegoisan manusia jahat.


Tindakan kriminal itu baru terungkap selama berpuluh-puluh tahun, luar biasa bukan?


Hati manusia bisa terbuat dari baja tapi ibarat kertas tanpa di isi oleh catatan maka otak sama saja seperti tong kosong.


Hal wajar hukum berlaku bagi yang melanggar hak asasi manusia, dan tak heran maraknya terjadi kejahatan adalah karna ide cerdik seseorang yang melakukan berbagai cara untuk menyesatkan manusia.


Oleh karna itu pendidikan dan bimbingan orang tua adalah peran pendukung yang baik, tak salah juga lingkungan juga akan mendukung atau perlu memilah tempat aman bagi anak.


Manusia jahat hanya bertindak kriminal demi tujuan harta atau egonya, sedangkan manusia yang berdiri di atas kebajikan adalah manusia murni yang mengharapkan kehidupan lebih baik dari pada kehidupan di dunia.

__ADS_1


__ADS_2