
"Fake friends are like shadows: always near you at your brightest moments, but nowhere to be seen at your darkest hour. True friends are like stars, you don’t always see them but they are always there."
"Teman palsu itu seperti bayangan: selalu ada di dekat Anda di saat-saat paling cerah, tetapi tidak terlihat di saat-saat tergelap. Teman sejati itu seperti bintang, kamu tidak selalu melihatnya tapi mereka selalu ada."
...
Saat kita kecil, kita pasti belum mengerti tentang teman nyata atau tidak nyata, biasanya kita melihat anak kecil berbicara dan tertawa sendiri tanpa ada seseorang di sampingnya.
Beda ketika kita besar kita tau apa itu teman baik dan teman palsu.
Pernah tau anak indigo?
Ya pasti kalian sering mendengar kata itu kan?
Anak indigo lebih istimewa di banding anak lain, karna mereka butuh penanganan khusus dan kondisi mental yang tak stabil anak melihat yang tak bisa di lihat oleh orang lain.
Terkadang ada yang mensyukuri kemampuan itu tapi juga ada yang tak terima karna dia memiliki kemampuan itu hingga membuatnya stress.
Malam pukul 23.00 Akira masih terjaga dalam tidurnya, entah kenapa dia tak bisa tidur dan saat menutup matanya dia masih tetap terjaga.
Sudah berkali-kali dia merubah posisi tidurnya seperti orang gelisah akan tetapi juga tak membuatnya tidur.
Apa ini insomnia?
Sebelumnya dia pernah insomnia kecuali saat ujian dia akan lebih giat belajar hingga adiknya itu juga ikut terjaga menemaninya.
Untunglah saat ini Jio sedang kebo hingga tak merasakan gerakan seseorang yang dari tadi tak bisa diam di sampingnya.
Akira lalu duduk, dia mengacak surai rambutnya dan pandangan beralih pada meja belajar.
Di sana ada handycam milik Asa, untuk sesaat dia terdiam di atas tempat tidur karna keadaan kamar yang cukup gelap namun ada cahaya bulan dari balik gorden balkon yang sedikit menyinari.
Hingga dia mulai beranjak dari ranjang menghampiri meja belajarnya.
"Aku sudah memberikan memo itu pada Haru...tapi kenapa seperti file yang masih tersimpan?"ucapnya binggung.
__ADS_1
Tiba-tiba saja handycam itu menyala sendiri merekam dirinya membuat terkejut, Akira lalu segera mengambil handycam itu dan mematikannya.
"Mungkin itu hanya halusinasi ku..."ucapnya lalu kembali ke tempat tidur.
...
Tengah malam.
Haru masih sibuk mengotak-atik laptopnya, saat itu dia memang sengaja bergadang untuk menyelesaikan skripsinya dari dosen.
Lalu dia telah teringat akan memo yang diberikan Akira tapi, jujur saja dia sedikit penakut untuk menonton film horor sendirian, tapi karna rasa penasarannya dia mencoba mengumpulkan keberanian untuk menonton sendiri rekaman ulang itu.
Haru mulai memasukan flashdisk itu kedalam laptopnya dan di sana muncul video berdurasi 15 menit.
Sangat pendek dan mungkin dia bisa menyelesaikannya sendirian.
Dengan memakai earphone agar suara lebih terdengar jelas dan dia mulai memutar video itu.
"Tunggu kenapa suaranya seperti ini?"ucap Haru saya mendengar suara seperti tv rusak sehingga dia tak menjelas percakapan dia dan teman-temannya hingga matanya membulat saat melihat bayangan bermata merah di belakang Asa saat mereka pergi ke lorong yang gelap.
Bayangan itu...
"Apa itu...astaga ini sangat mengerikan sekolah itu benar-benar angker."gumamnya sendiri.
Akan tetapi saat dia mengzoom bayangan itu....
Lagi-lagi Haru terkejut hingga hampir membuat terjungkal kebelakang dari kursi.
"A-apa itu ....seseorang?
Siapa laki-laki itu?dia manusia atau hantu?"
Haru kembali berpikir, jika secara logika itu tidak mungkin manusia karna jelas-jelas sekolah itu telah di tinggalkan lama dan di biarkan terbengkalai.
__ADS_1
Jika sosok itu hantu?Haru tak dapat membayangkan rupa wajahnya karna dia hanya bisa melihat bayangan buram yang tak jelas walaupun dia merasa tinggi sosok itu seperti seorang remaja laki-laki karna postur tubuhnya.
Jadi...
Kesimpulannya...
"Aku harus menunjukkan ini pada Akira dan Asa, aku tak yakin mereka akan percaya atau tidak tapi Akira pasti percaya karna dia pernah berurusan dengan arwah Gavin, soal Andre sepertinya bukti ini tidak kuserahkan padanya karna takut mereka akan menjadikan bukti ini menjadi bahan tawaaan saja, lagi pula aku penasaran kenapa mereka mengusulkan tempat itu untuk kami?apa mereka ingin menjebak kami atau hanya iseng?
Aku yakin Akira pasti akan sangat tertarik pada misteri ini..."
Haru menutup laptopnya karna dia sudah mulai mengantuk.
Dia melihat kearah jam dinding.
"Kenapa kampus dan sekolah itu sama-sama memiliki misteri dengan aura mistis? Aku sangat penasaran dengan besok walaupun tak dapat di pungkiri ini membuatku sedikit takut dan curiga pada kasus yang akhir-akhir ini terjadi di daerah sepi.
Tapi terjadi sebuah pembunuhan dan penculikan berantai.
Dua hal itu saling berhubungan menjadi satu misteri bahkan polisi tak dapat melacak keberadaan tersangka itu, disisi lain aku takut sesuatu terjadi pada kami jika kami ikut campur, aku memang bukan orang yang mudah peduli tapi Akira...
Dia teman yang paling ku khawatirkan...."
Ada sebuah kasus yang terjadi dalam satu waktu akhir-akhir di daerahnya walaupun itu hanya sebuah rumor namun Haru bukan orang yang tidak percaya atau percaya jika melihat kebenaran di depan matanya sendiri.
Prinsip Haru adalah waspada terhadap sesuatu yang mungkin bisa menusuknya dari belakang atau depan.
Masih ingat dengan pepatah kalau orang normal tidak akan mengerti keindahan dari kegelapan?
Ya manusia itu di bagi dua ada manusia ceroboh dan ada manusia yang multitalenta, tegandung bagaimana setiap usaha mereka dan keuletan seseorang dalam melakukan pekerjaan.
Pembunuh berantai adalah seseorang yang melakukan pembunuhan terhadap tiga orang atau lebih. Menurut Steven Egger, suatu pembunuhan dapat digolongkan sebagai pembunuhan berantai ketika satu individu atau lebih telah melakukan dua pembunuhan secara berturut-turut.
...
Istilah indigo?dari mana kata itu berasal?
__ADS_1
Anak indigo atau anak nila (bahasa Inggris: Indigo children) adalah istilah yang digunakan untuk mendeskripsikan anak yang diyakini memiliki kemampuan atau sifat yang spesial, tidak biasa, dan bahkan supranatural. Konsep ini merupakan ilmu semua yang didasarkan pada gagasan Zaman Baru pada tahun 1970-an. Konsep ini mulai terkenal setelah diterbitkannya beberapa buku pada akhir tahun 1990-an dan dirilisnya beberapa film satu dasawarsa kemudian. Interpretasi mengenai indigo ada bermacam-macam: dari yang meyakini bahwa mereka adalah tahap evolusi manusia selanjutnya (yang bahkan mempunyai kemampuan paranormal seperti telepati) hingga yang menyebut anak indigo sebagai anak yang lebih empatik dan kreatif.
Cara membedakan simpati dan empati itu kalau simpatik itu sikap sedangkan empati itu perasaan.