
Happy reading readers!
Semoga cerita ini masih membuat kalian nyaman hehe...
(Jika merasa Aiden sengaja menyelipkan kesan horor sebelumnya pada alur cerita, itu benar karna Ai lagi demen nonton film horor. Makanya gaya penulisan Ai makin meningkat karna imajinasi dan perasaan semuanya tertuang di sini.👍🤣)
...
In life, we never lose friends, we only learn who our real friends are."
Listen carefully to how someone talks about other people in your presence. That's also how he talks about you in front of other people.
False friends are like shadows: they follow you in the sun, but leave you in the dark.
Dalam hidup, kita tidak pernah kehilangan teman, kita hanya belajar siapa teman kita yang sebenarnya."
Dengarkan baik-baik bagaimana seseorang membicarakan orang lain di hadapanmu. Seperti itu jugalah caranya berbicara tentangmu di hadapan orang lain.
Teman palsu seperti bayangan: mereka mengikuti kamu di bawah sinar matahari, tetapi meninggalkanmu dalam kegelapan.
...
Gadis cantik itu menghela napas saat ia berjalan di taman sendirian.
Seperti biasa dia akan melakukan ini tiap pagi untuk mencari inspirasinya menulis yaitu berjalan-jalan di sekitar kota.
Ada kala Asa mengalami writer block yang di sebut ide buntu penulis, hal itu membuatnya sedikit frustasi apalagi editornya terus mendesaknya untuk menamatkan buku yang tengah ia tulis sekarang.
Soal kekasihnya, dia memang mempunyai waktu kencan setiap hari Minggu, hal itu juga di sepakati oleh keduanya dan Asa merasa senang sekaligus bersyukur mempunyai pacar seperti Akira.
Ada kala jika dia meminta kencan selain minggu pemuda yang menjadi produser lagu itu pasti akan menyanggupi dan berusaha datang tepat waktu di tengah kesibukannya begitu sebaliknya Asa.
Intinya mereka berdua sama-sama bucin, Asa bukan tipe orang yang suka telpon, mengirim pesan atau video call seperti gadis pada umumnya.
Dia tipe orang yang ingin bertatap dan bertemu dengan pasangan sama halnya Akira oleh karna itu mereka membuat jabwal kencan membuat jiwa jomblo Haru mengiri melihat ke uwuan kedua sahabatnya itu.
Yang jomblo mah langsung menyingkir jika ada shipper Kai-sa( sebutan singkat mereka berdua.)
__ADS_1
Dan hari ini Asa ingin menyelesaikan novelnya dulu sebelum kencan besok bersama pacarnya agar pikiran tak terganggu nanti dan kencan mereka lancar.
Jika biasanya pasangan saat bertemu menanyakan hal random seperti 'bagaimana harimu' atau kabarmu maka lain dengan Couple Karakter ini.
Akira akan menanyakan 'Asa besok kencan lagi?' padahal mereka tengah kencan saat itu.
Dan Asa menjawabnya 'ya jika kau tak sibuk, kita berdua akan terus melakukan kencan.'
Ya begitulah.
Sedikit aneh ya tapi berbeda itu unik dan unik itu menarik, author juga suka sesuatu yang menarik.👍
Bruk!
"Aduh maafkan aku!"
Tiba-tiba seseorang menabrak Asa karna orang itu tak memperhatikan jalan sambil fokus bermain dengan ponselnya tapi untunglah Asa bisa menjaga keseimbangan hingga dia tak jatuh ke atas aspal keras.
Tapi naasnya ponsel orang itu jatuh dan kacanya pecah.
"Tunggu...apa kau Asa?teman ku dulu di...."
"Kau salah orang."potong Asa, gadis itu tak memperdulikan raut terkejut wanita di depannya, dia ingin segera pergi dari sana karna moodnya tiba-tiba hancur.
Ya semua ini gara-gara wanita berambut pirang pink dan mata hijau yang menabraknya.
"Asa kenapa buru-buru?bukankah kau mengenalku juga? aku Desi sahabat kecilmu dulu."ucap gadis itu.
Tapi Asa memberikan lirikan tajam dan wajah datarnya.
"Aku bukan Asa yang lugu, protagonis sekarang telah menjadi antagonis, Aku adalah Asa yang dingin tak tersentuh oleh siapapun.
Aku juga pendendam walaupun takdir pada seseorang yang berbuat buruk di masa lalu akan mendapat ada karma ataupun tidak di masa depan. Tapi aku bisa mendahuluinya! ya aku melihat mu melakukan semua keburukan padaku dan aku akan membalasnya dengan hal yang lebih keji jadi tunggu saja waktu gilirannya tiba...."ancam Asa saat Desi dengan berani menyentuh tangannya.
Mendengar hal Desi sedikit terkejut dengan perubahan drastis yang terjadi pada teman polosnya dulu.
Ya dulu dia adalah pembully Asa dan memanfaatkan gadis cantik itu.
__ADS_1
Dirinya tak menyangka bahwa di waktu yang salah mereka bertemu dengan secara kebetulan.
Desi terkekeh sinis, tidak, jika Asa masih mengingatnya artinya gadis itu pasti masih trauma atau takut padanya ancaman itu hanyalah omong kosong.
"Apa menurutku ucapanku hanya omong kosong?aku tidak pernah main-main untuk menghancurkan hidupmu sekarang saat menatap wajahmu, selama ini aku bersabar tapi rupanya kau masih berani melanggarnya dengan menunjukkan wajahmu di depanku cih naif sekali....
Pertemuan menjijikan ini membuat kesabaranku habis Desi, aku telah mengawasi mu kalau hidupmu sekarang hanya mengandalkan sisa harta warisan orang tuamu setelah kedua nya meninggal dalam kecelakaan pesawat bukan?"
Ucapan Asa telah menusuk telak relung hati Desi, dirinya tak menyangka bahwa Asa bisa sejahat ini padanya, padahal dirinya tak sadar sejahat apa dulu dia dengan Asa.
"DARI MANA KAU TAU HAH! JADI KAU MENGUNTIT KU SELAMA INI!"
Teriak Desi hingga menarik perhatian semua orang yang berada di sekitar mereka.
Tapi Asa tak peduli akan hal itu, dia sendiri akan membuat Desi malu.
Asa tersenyum licik dengan rencana yang tersusun dalam kepalanya sekarang.
Kebusukan seseorang memang akan tercium walau mereka menyembunyikannya dengan rapat, sama seperti mayat seseorang yang di tutupi oleh kain.
Dan rahasia yang sudah terbongkar sering kali membuat hati orang lain sakit, karna setiap kebenaran itu tidak ada namanya kepuasan atau rasa lega mengetahuinya.
Hanya rasa sakit, dan sakit...
...
It is indeed very easy if we are looking for friends we can laugh with, but in fact it is very difficult to find friends who can be friends to share with when we are sad and grieving.
Some people are not loyal to you, they are loyal to their needs which depend on you. As their needs change, so do their loyalties.
When your friends have forgotten your services. That's where we know which friends are good for you to be friends with.
Memang sangat mudah jika kita mencari teman yang bisa diajak tertawa bersama, namun ternyata sangat sulit menemukan teman yang bisa dijadikan sahabat untuk teman berbagi ketika kita sedih berduka.
Beberapa orang tidak setia denganmu, mereka setia pada kebutuhan mereka yang tergantung denganmu. Ketika kebutuhan mereka berubah, begitu pula kesetiaannya.
Ketika temanmu sudah melupakan jasa-jasamu. Disitulah kita tahu mana teman yang baik untukmu berteman.
__ADS_1