
Saat itu Chio dan juga Shiro datang ke rumah Akira, mereka muncul tiba-tiba membuka pintu dengan keras. Namun, seketika hening terdiam ketika mereka menyaksikan Akira memukul patung yang ada di rumahnya dengan sebuah balok kayu membuat patung itu hancur berserakan.
Suara Ayam terdengar berkokok bersahutan, burung bernyanyi riang beradu keindahan. suara hewan itu berpadu dengan suara hancurnya patung seolah bersorak gembira tanda mendukung.
Ayumi saat itu sedang berjalan menuju rumah Akira, melihat Chio dan Shiro terdiam di pintu membuatnya segera mendatangi mereka.
"Kalian kemarin kemana saja, aku menemukannya pingsan di jalanan dan bersusah payah membawanya ke sini, tapi kalian malah tidak ada yang memban ...."
__ADS_1
*Prruukk ... Prraakk ...!!
Ayumi yang sedang marah pun seketika hening ketika mendangar suara serta melihat Akira mengahancurkan semua patung yang ada di rumahnya, semua patung yang kecil dan yang besar pecahannya berserakan dimana-mana.
Akira berhenti memukul dan menyapu keringat didahinya, tiba-tiba dia terkejut ketika melihat mereka terdiam hening memandangnya.
"Oh iya, kenalkan namaku Akira, Muhammad Akira." Sambungnya menyodorkan tangan dari kejauhan mengajak bersalaman dengan balok kayu digenggaman. Melihat hal itu membuat Chio, Ayumi, dan Shiro tambah kebingungan.
__ADS_1
...The Lost of Ramadhan...
__ADS_1