
“Ini benar-benar kau! Maksudku benar-benar Chio yang kukenal?!” Pandang Akira terbelalak heran.
“Bukannya kau sendiri yang selalu mengatakan kehebatan Chio, dan sekarang kenapa kau tak percaya seperti itu?” ucap Rin.
“A’ahh ... maaf aku hanya syok kalau Chio bisa melakukan sejauh ini,” balasnya.
“Yah ini aku Akira, aku sangat senang kita bisa bertemu lagi,” ucap Chio membantangkan tangannya.
Akira tersenyum. “Bagaimana Ibadahmu, apa ada yang tertinggal?” tanya Akira memeluknya.
Keduanya melepas pelukan. “Tenang saja dua hari saat kita pingsan sudah kubayar lunas!” jawab Chio sangat yakin.
“Dua hari apanya kita pingsan selama tujuh hari,” balas Akira.
Chio heran. “Siapa yang bilang begitu?”
“Eh ...” Akira berpaling menatap Harley.
Harley memalingkan wajah dan bersiul pura-pura tidak tahu, mendapati hal itu Akira pun tertunduk lesu.
“Cih ... jadi kau masih hidup ya setelah melakukan pelarian itu,” ucap Shiro tersenyum sombong berjalan menghampiri.
“A’ahh ... kami semua baik-baik saja,” balasnya.
“Cih ...”
“Apa dia Shiro yang suka marah-marah itu?” tanya Rin seraya menunujuknya.
Akira tersentak. “A’ahh … begitulah,” balas Akira merasa tak enak.
“Cih ... jadi kau sudah dapat kekasih baru ternyata, baguslah, setelah ini jangan pernah kau dakati Ayumi lagi,” jawab Shiro terlihat senang.
“Bukan bukan bukan!” bentah keduanya serempak.
Akira dan Rin saling memandang. “Kami hanya teman biasa!” sambungnya kembali serempak.
Harley tersenyum. “Jangan salah paham dia itu calon pacarku,” ucapnya dengan penuh percaya diri.
“Berisik!” teriak Rin tak terima.
“Cih ... siapa lagi dia?”
“A’ahh ... dia Harley Zinan dan ini Ritania.” Tunjuk Akira.
“Panggil saja aku Rin!” sahutnya.
__ADS_1
“Harley adalah orang yang mengirimku ke dunia ini, dia juga berasal dari tempat yang sama sepertiku,” sambungnya membuat Chio dan Shiro tersentak kaget.
“Jadi dia peria berjaket hitam yang kau ceritakan!” jawab Chio terus menatap Harley.
Shiro berubah kesal. “Cih ... lantas kenapa kau baru muncul sekarang.”
Harley tersenyum dan melangkah ke samping Akira. “Hoo jadi drama pertemuan kembali ini sudah selesai, baiklah akan aku jelaskan.”
“Kedatanganku yang sekarang ini tentu saja untuk membantu kalian menghadapi semua permasalahan yang akan datang,” sambungnya.
“Cih ... jika maksudmu masalah adalah rintangan dan halangan, kami sudah sering melaluinya, kenapa kau tidak muncul saja dari awal dan menjalaskan tentang tugas Akira, agar kami semua tidak salah paham,” balas Shiro.
“Aku tahu betul kalau kalian semua akan bisa melaluinya, itu hanya masalah di antara kalian, cukup dengan saling percaya, pertemanan kalian pun terbentuk sampai sekarang,” jawab Harley.
“Begitu juga dengan negeri Sabbat yang kalian tuju dan baru saja kalian tinggalkan, tidak ada hal yang mengancam kesalamatan kalian bukan, negeri yang subur dan kaya raya, kerna kedermawanan penduduknya, keberkahan dan kesalamatan pun selalu menyertai mereka dan berimbas pada kalian,” sambungnya.
“Cih ... tapi akhirnya kami malah seperti inikan!” balas Shiro sangat kesal.
Harley tertunduk sedih. “Jujur aku tidak menduga ini, saat aku mengatahui kabar kalian dijebak dan akan di jadikan budak, aku pun segara ke dunia ini untuk membantu Akira dan kalian.”
“Itu bukan kesalahanmu, kami semualah yang lengah,” sahut Akira.
“Saat aku mengetahui tentang kalian berdua, menurutku ini tidak sepenuhnya kesalahanmu,” ucap Rin.
Akira dan Rin seketika kaget dan heran. “Cih ...” kekesalan Shiro nampak berkurang.
Chio seketika tersenyum. “Yah ... aku harap kau benar-benar mampu membantu kami dengan kekuatanmu itu.”
“Apa maksud kalian semua?” tanya Akira.
Chio menatapnya. “Akira, dalang dari perbudakan di negeri ini adalah ulah dari Raja Rezvan Kanechi dan juga menterinya.”
“Tapi Daichi tidak ada hubungannya dengan inikan, kerna saat kita semua pingsan, aku sempat melihat kalau dia sangat mengkhawatirkan kita, maksudku dia tidak mungkin mau melakukan hal itu,” jawab Akira.
Chio mengangguk. “Yah kami sudah tahu itu, Akiyamalah yang melakukan itu pada kita semua. Oh ya soal Ayumi, dia baik-baik saja, dia tinggal di istana sebagai juru masak.”
“Syukurlah,” ucap Akira mengelus dada.
“Bagaimana kau bisa menjadi bos di tempat ini, apa kau juga dijual Akiyama seperti Akira?” tanya Rin.
“Itu cerita yang panjang, singkatnya aku tidak dijual Akiyama keorang lain, aku dan lainnya berhasil meyakinkan Akiyama untuk mempercayakan para pekerjanya padaku,” jawabnya.
“Apa mereka yang di sini juga berasal dari negeri Soma?” sahut Harley.
“Cih ... mereka semua berasal dari negeri itu,” jawab Shiro.
__ADS_1
Rin terkejut. “Apa kalian kenal dengan orang yang bernama Yogi? Dia ayahku!”
“Yah kami sangat mengenalnya! aku akan memanggilnya untukmy, semoga dia memang ayahmu!” Chio nampak sanang mengetahui itu.
“Rin!” panggil Yogi berlari menghampiri mereka disusul Niky dan Kafa.
“Ayah!” teriak Rin berlari memeluknya hingga keduanya menangis haru.
“Syukurlah kau baik-baik saja, ayah sangat mencemaskan keberadaanmu.”
“Aku juga Ayah, aku sangat senang bisa bertemu kembali dan syukurlah Ayah baik-baik saja di sini,” balas Rin.
“Akhirnya kekasihku telah kembali, biarkan aku ikut bahagia dan memeluk kalian!” sahut Niky seraya membentangkan tangan.
“Sudah kubilang jangan menyebut anakku seperti itu dasar!” bentak Yogi.
“Niky, Kafa, syukurlah kalian juga baik-baik saja,” ucap Rin pada keduanya, Kafa dan Niky pun tersenyum haru.
Akira dan lainnya pun dibuat tersenyum melihat mereka berkumpul bersama lagi. “Mari, ada banyak hal lagi yang harus kita bahas bersama,” ajak Chio pada Akira dan Harley.
“Terima kasih kerna sudah menjaga Rin dengan baik, aku tidak tahu apa yang akan terjadi jika tidak ada kalian yang melindunginya,” ucap Yogi pada Akira dan Harley.
Akira dan Harley mengangguk seraya tersenyum. “Sama-sama Paman,” balas Akira.
Setelah itu Akira, Chio, Shiro dan Harley tengah duduk melingkar bersama di dalam tenda beralas kain. Chio pun memberitahu semuanya mengenai negeri Matahari Ekhad, yaitu mengenai perbudakan, para penyihir kerajaan yang menjadi dalang hilangnya ingatan dan membuat ingatan palsu pada orang-orang dari negeri Sabbat, sehingga mereka bertingkah seperti ingin kembali ke negeri ini, perjalanannya hingga menjadi Bos yang sekarang dan juga bantuan dari Daichi dan para pekerja itu.
Shiro juga ikut menjelaskan tentang dirinya saat menjadi budak petarung, dan kembali berkumpul bersama Chio, Akira dan Harley pun mulai mengerti.
“Lalu bagaimana dengan kalian? aku tahu saat kalian kabur dari penjara kalian pasti sudah pergi kemana-mana,” tanya Chio.
“A’ahh ... saat kami bertekad untuk mencarimu, kami sudah pergi kemana-mana, negeri ini sangat luas, sejauh mata memandang hanya ada bangunan saja, bahkan negeri ini terus bertambah luas,” jawab Akira.
“Perbudakan pun sudah sangat merajalela, bahkan mereka memiliki pasar sendiri untuk memperjual belikan para budak,” ucap Harley.
“Kami mencarimu di tempat itu dan juga di tempat pembangunan seperti ini,” ucap Akira.
“Jadi budak pekerja itu tidak hanya ada di sini, tapi juga tersebar di mana-mana,” jawab Chio dan di angguki keduanya.
“Cih ... lalu bagaimana cara kalian bertahan hidup?” sahut Shiro.
“A’ahh ... kami mencari uang dengan menjadi pesulap jalanan, dan syukurlah tidak ada yang mengenali kami, kerna takut itu terjadi, kami pun memutuskan untuk mencari pekerjaan lain sambil mencarimu, dan akhirnya aku tak sengaja bertemu paman yang ada di depan hingga sekarang berada di sini denganmu,” jawab Akira.
Tiba-tiba Arata datang berlari menemui mereka tergesa-gesa masuk ke tenda. “Maaf kalau aku mengganggu kalian, ada masalah gawat! Pangeran Daichi akan membatasi bantuannya kerna dia sedang berada dalam masalah!” Arata menuju Chio seraya memberikan sepucuk surat.
-Bersambung-
__ADS_1