
“Alhudari Bik dari negeri Ilmu?” ucap Akira heran.
“Yah … dialah orang yang menolong negeri kami,” jawab Hana.
“Menurut cerita yang beredar di negeri kami, Alhudari Bik adalah seorang musafir pertama yang menghubungkan beberapa negeri sebelumnya,” sahut Hozy.
“Menurut kalian apa orang ini berhubungan dengan Thalib dan juga tentang Islam?” tanya Ayumi.
“Itu sudah jelas dan tidak diragukan lagi, maka dari itu menurutku bagaimana jika kita mencoba mencari tahu lebih jauh tentang cerita orang ini,” jawab Akira.
Chio mengangguk. “Apa kalian bisa menceritakan orang ini juga?” Chio bertanya pada Hana.
“Kami tidak begitu tahu, akan tetapi kalian bisa pergi ke kota sebelah untuk menceri tahunya, Hozy sudah sering kesana.”
“Tidak, aku tidak mau kesana lagi, raja itu selalu mengerjaiku,” sahut Hozy ketakutan.
“Hozy! Dia hanya bermain-main denganmu,” jawab Hana.
“Bermain-main apanya, dia bahkan menyuruhku menjadi pelayannya, jika aku tidak mau dia akan menjadikanku makanan singanya!” Hozy semakin ketakutan membuat Akira dan lainnya penasaran raja seperti apa dia.
“Apa benar begitu,” ucap Ayumi.
Hozy tiba-tiba mendekat pada Ayumi. “Dia bahkan seorang maniak wanita. Jadi apa kau yakin ingin kesana.” Dengan wajah seramnya membuat Ayumi kaget.
“Hozy! Dia itu tidak serius, aku sering kesana untuk mengantarkan pesanannya, dia orang yang baik dan ramah,” sahut Hana.
“Tentu saja dia Baik padamu kerna kau seorang wanita, jika kau melihat bagaimana dia memperlakukan Gozali kau pasti akan melihat sfat aslinya!” bantah Hozy.
“Hah … terserah kau saja aku akan menyuruh Gozali saja, yah tentunya kau telah melepas kesempatan untuk bertemu Akiko,” jawab Hana membuat Hozy terpancing.
“Baik-baik! Biar aku saja, demi Akiko aku Rila jadi babu raja lagi kali ini,” ucap Hozy mengepalkan tangan mencoba bersemangat.
Melihat sikap mereka berdua membuat mereka tertawa, bahkan sangat penasaran seperti apa raja itu, sehingga mereka pun memutuskan untuk pergi ke kota Shukufuku untuk mencari Informasi tentang Alhudari Bik.
Akira dan lainnya pun berangkat menuju kota sebelah untuk mendapat izin dari raja terlebih dulu, seperti halnya kota Megumi, Kota Shukufuku ini pun para warganya sangat ramah dan suka berbagi, sepanjang jalan menuju istana mereka semua selalu saja makan, lagi-lagi Shirolah yang paling banyak.
Saat itu Akira dan Chio asik melihat-lihat hingga tertinggal di belakang. “Ambilah,” ucap seorang perempuan menyodorkan nampan berisi kue pada keduanya.
Akira mengambilnya tanpa melihat siapa perempuan ini. “Makasih,” ucap Akira tersenyum hendak menatapnya, namun malah dibuat terkejut kerna perempuan itu terlihat marah.
“Kalian yang kemarin … dasar si tukang ngintip!” teriak perempuan itu.
__ADS_1
Chio seketika terkejut ketika menyadarinya. “Dia orang yang kita pandangi kemarin, ups!”
“Lari!” teriak Akira berlari lebih dulu dan disusul Chio.
“Mau kemana kalian!” Perempuan itu mengejar mereka.
Akira dan Chio berlari kebelakang Shiro, perempuan itu malah melimpar satu kuenya sambil terus berlari. “Akira menunduk!” teriak Chio.
Bukannya menunduk Akira malah memejamkan matanya, beruntung lemparan kue itu meleset dan malah mengenai Hozy yang berada di depan, kerna kaget Hozy pun terjatuh. Melihat hal itu Ayumi dan Shiro berpaling kebelakang untuk melihat siapa yang melimpar.
Saat itu Akira masih berpejam . “Akira buka matamu dan menyingkir!” teriak Chio yang sudah berada jauh disamping.
Saat membuka matanya Akira benar-benar terkejut ketika melihat perempuan itu sudah berada di depan dan ingin memukul dengan kue ditelapak tangannya, sontak saja Akira seketika menunduk hingga pukulan itu meleset.
Malang bagi Shiro yang berada di belakang Akira kue itu tersumpal dimulutnya, perempuan itu kaget ketika membuka mata melihat Shiro yang sangat marah. “Haaa …!” ucap Shiro.
“Maaf …!” teriak perempuan itu berlari ketakutan ke arah Hozy dan berlindung di belakang.
“Naya apa yang kau lakukan pada mereka?” tanya Hozy.
“Mereka lebih dulu mengintipku,” jawab perampuan bernama Akiko Annaya itu.
“Mengintip!” teriak Ayumi kaget dan seketika menatap marah pada Akira dan Chio.
“Maafkan kami!” teriak Akira dan Chio menunduk bersama menghadap Naya.
“Jadi kalian berdua benar-benar mengintipnya,” tanya Shiro.
“Tidak begitu kami hanya memandangnya di luar gerbang saat ingin menemui tetua, bukan mengintip,” jawab Chio.
“Apa benar begitu Naya?” tanya Hozy.
“Apa Kak Hozy mengenal mereka?”
“Mereka adalah seorang musafir, dia Ayumi, Akira, Chio dan juga Shiro,” ucap Hozy memperkenalkan mereka.
“Maafkan aku! Kerna aku salah berucap malah mengakibatkan kesalah pahaman,” jawab Naya.
“Hahh … Syukurlah kalau begitu, aku pikir kalian benaran mengintipnya,” sahut Ayumi.
“Mana mungkin kami melakukan itu yakan Akira?” balas Chio.
__ADS_1
“A’ahh iya.”
“Oh ya kalian emang mau kemana?” tanya Naya.
“Kami mau ke istana menemui raja,” jawab Hozy.
“Kalau begitu kita bareng aja, sebenarnya aku juga mau mengantarkan kue kesukaanya,” balas Naya.
“Kau jangan ikut, raja itu maniak wanita dia akan meapa-apakanmu!”
“Kak Hozy ini bicara apa, dia itu laki-laki yang baik tidak seperti Kak Hozy,” bantah Naya membuat Hozy tertunduk lesu.
“Ayo kak Ayumi kita berjalan lebih dulu, apa kak Ayumi tidak malu jalan bersama para laki-laki ini mana sendirian lagi,” ucap Naya membuat Ayumi tak bisa menjawab selain mengiyakannya.
Setelah itu mereka pun sampai dan langsung dipersilahkan untuk menghadap raja di meja makannya yang sangat panjang, raja itu sedang duduk dan membelakangi mereka.
“Hozy! Kenapa kau baru sekarang datang kesini bukankah aku sudah sering menyuruhmu untuk datang berkunjung,” ucap Raja itu.
“Maafkan aku Raja, aku sangat sibuk jadi ....”
“Sudah tak perlu banyak bicara, cepat kesini bantu aku mengupaskan buah-buahan ini,” pintanya.
Dengan rasa takut Hozy pun menghamipiri. “Kalian tunggu disini,” ucap Hozy pada mereka sedangkan Naya lebih dulu berlari mengahampiri raja itu dan terlihat sangat senang.
Akira dan lainnya sedikit heran melihat raja itu. “Kau dengar suaranya, dia nampak masih sangat muda,” ucap Chio.
“A’ahh … apa yang kau bilang benar.” Akira terus melihat raja itu.
“Kenapa kau lama sekali cepat lap piring itu untuk Akiko,” suruh Raja lagi pada Hozy, “Oh iya sekalian sepatuku.”
“Ba-baik!” ucap Hozy pasrah.
Saat melihat raja itu memperlakukan Hozy membuat Shiro sedikit kesal.
“Cih … dasar raja macam apa kau ini, Hozy kau tak perlu melakukannya, masih banyak pelayan lainnya!” teriak Shiro membuat raja itu terhenti makan.
“Shiro …!” teriak Chio dan Ayumi.
“Wah … aku sampai lupa dengan para musafir ini, aku penasaran orang seperti apa mereka hingga baru memasuki istana sudah berani menegurku.” Raja itu berdiri dan berpaling menghadap Akira dan lainnya dengan senyum licik.
Betapa terkejutnya mereka ketika melihat raja itu yang bertampang muda seumuran dengan mereka. “Ehhh …!” teriak mereka serempak.
__ADS_1
-Bersambung-