
Chio tersenyum. “Tentu aku akan segera menjelaskannya, perkenalkan aku Chio Alfahrezi, dan kalian bertiga?”
“Panggil saja aku paman Yogi,” ucapnya seraya menyalami.
“Niky si ganteng begitulah orang menyebutku,” ucapnya penuh percaya diri.
“Huaaahhh ... aku tidak begitu peduli dengan nama, tapi panggil saja aku Kafa,” jawabnya masih berbaring di tanah.
“Yosh! Rencanaku yang sekarang adalah membebaskan kita semua dari perbudakan,” ucap Chio menatap mereka serius.
Yogi tersentak. “Apa kau berniat melarikan diri?”
“Tidak, ini jauh lebih baik dari itu, kita akan bebas selamanya,” jawab Chio.
“Kau tampak sangat yakin akan hal itu,” sahut Niky.
“Aku akan bertambah yakin jika kalian semua mau bergambung dangan kami!” jawab Chio.
“Huaaahhh ... aku mencium bau bekerja keras,” sahut Kafa dengan santainya berbaring.
“Benar! Kalian akan bekerja di bawah perintahku,” Chio tersenyum menyeringai.
“Ya ampun kau tampak sangat jahat,” sahut Niky menggeleng seraya tersenyum.
“Tunggu kenapa kalian terlihat setuju dengannya, sudah jelas ini kebohongan, dia sendiri adalah seorang budak sama seperti kita, kalau ini sampai ketelinga Akiyama kita semua akan ...”
“Jelaskan lebih rinci lagi,” potong Yogi membuat peria yang menantang itu tersentak diam.
“Intinya mudah, kalian harus membuatku menjadi kepercayaan Akiyama dalam memimpin pembangunan ini, kalian harus terlihat sangat patuh dengan perintahku, buat dia melihat keuntungan, dengan begitu dia akan menjadikanku sebagai bos di tempat ini,” jawab Chio.
“Seperti yang kalian lihat, di sini tidak ada yang memimpin dan mengatur para pekerjanya, memang Akiyama yang memiliki kita sekarang, tapi tidak ada yang dia perbuat agar kalian bisa bekerja dengan baik, dia tidak pernah memikirkannya sampai ke situ,” sambungnya.
“Jadi itu yang menjadi acuanmu untuk menjadi bosnya?” tanya Yogi.
Chio mengangguk. “Makanya kita akan membuat dia menyadari betapa pentingnya hal itu, lalu kita akan membuatnya melihat batapa besarnya keuntungan yang dia dapat jika aku menjadi bosnya.”
“Huaaahhh ... jadi ketika kau berhasil menjadi bosnya kami akan kau bebaskan?” tanya Kafa.
“Entahlah keputusan itu ada ditangan Akiyama, namun aku akan menjanjikan satu hal, bagaimana jika kalian semua bekerja layaknya seorang pekerja biasa yang mendapatkan upah, bukan sebagai budak pekerja,” jawab Chio.
__ADS_1
“Baik aku terima! Janji ya kau akan memberiku uang jika bekerja dengan baik,” ucap Niky seketika menyalami Chio.
“Ha ha ... dengan uang yang kukumpulkan dari hasil bekerja, akan kubeli semuanya bahkan jika itu diriku sendiri agar bebas, para perempuan pun akan berdatangan minta di pinang,” sambungnya kesenangan sendiri menari-nari.
Semua orang tersentak sadar. “Huaaahhh ... aku hanya ingin makan enak dan tidur,” sahut Kafa.
Saat itu semua orang mulai mengerti dan saling bertanya-tanya, bahkan yang selalu menentang tadi pun dibuat berfikir.
“Yah ... ada hadiah dari pangeran Daichi kalau kau mau ikut, kita akan makan enak siang ini,” jawab Chio pada Kafa.
“Baik aku ikut huaaahhh ...” balasnya mengantuk.
Yogi berjalan maju menghadap Chio. “Apa kau bisa menjamin keselamatan kami?”
Chio mengangguk. “Pangeran Daichi bersama kita, jika kita sudah berhasil merubah tempat ini seperti yang kita inginkan, maka kita akan menaklukan yang lebih besar, menggulingkan kerajaan,” balas Chio tersenyum manatapnya.
Yogi ikut ternsenyum dan berpaling menghadap yang lainnya. “Baik keluargaku sekalian, kita semua sama-sama berasal dari negeri Soma, ini adalah kesempatan kita untuk bebas, sekaranglah saatnya kita bergabung dengan mereka, satukan semua kekuatan, buat mereka sadar dengan siapa mereka berhadapan!” teriak Yogi lantang.
Mereka semua pun saat itu seketika bersorak setuju, sorakan mereka semua menggema di lorong penjara itu. Mereka semua tersenyum dan siap untuk segera menjalankan semua rencananya.
...●●●●...
Secara langsung keduanya bertemu dengan pangeran Daichi meminta gandum, beras, ubi-ubian, dan bahan pokok lainya untuk dimasak dan diberikan kepada para pekerja, Daichi pun memberikan semua yang diminta tanpa perlu menanyakan apa-apa lagi.
Saat membawanya pergi menuju tempat para pekerja, yang bertugas sebagai pemandu pun berhasil membawa mereka sampai ketujuan tanpa bertemu dengan para penjaga yang bertugas berkeliling, mereka berhasil sampai dengan selamat.
Sesaat setelah bahan pokok sampai yaitu mendekati siang, penjaga yang bertugas membantu memasak pun memanggil beberapa perempuan untuk memasakkan mereka di tempat yang telah disediakan agar tidak diketahui.
Sedangkan penjaga sisanya bertugas seperti biasa memantau semuanya termasuk para penjaga lain agar tidak curiga sekaligus membuat mereka tidak mengatahui apa saja yang terjadi dibalik layar.
Chio pun saat itu tengah mengajarkan kepada mereka agar bisa bekerja dengan mudah dan baik, sesuai dengan yang di perintahkan mereka sangat mematuhi apa saja yang diminta Chio.
Saat siang penjaga yang bertugas membantu memasak datang menemui Chio. “Semuanya sudah siap,” ucapnya berbisik.
Chio mengangguk lalu melihat mereka dan menemukan dua orang tua yang terlihat sangat lelah. “Baiklah kau bisa kembali,” pinta Chio pada penjaga, dia mengangguk dan segera pergi.
Chio pun berjalan menemui dua orang kakek itu. “Kakek beristirahatlah dulu, kalian bisa makan dulu untuk memulihkan tenaga kalian, aku akan minta yang lain untuk mengentar,” ucap Chio.
“Terima kasih nak Chio, kami sangat terbantu dengan kehadiranmu sekarang,” jawab salah satunya.
__ADS_1
Chio tersenyum. “Niky antarkan mereka ketempat yang telah kuberi tahu tadi, setelah itu ajak yang lainnya dua sampai tiga orang secara bergantian,” pinta Chio pada Niky yang sedang mendorong gerobak berisi pasir.
“Baik! He he ...” jawabnya tersenyum lebar seraya memberi hormat.
Niky pun membantu kedua kakek itu berjalan menuju tempat makan. Saat itu Yogi datang menghampiri Chio.
“Bagaimana apa semuanya lancar?”
“Alhamdulillah Paman, semua berjalan lancar,” jawab Chio membuat Yogi heran.
Chio menatap ke depan. “Sekarang kita tinggal menunggu Arata dengan tugasnya sebagai pendamping pengawal Akiyama di istana, dari dialah kita akan tahu apa yang akan direncanakan Akiyama selanjutnya,” sambungnya.
Hingga saat itu mendekati senja Arata pun datang dan menyuruh mereka semua berkumpul, beruntung saat itu para penjaga yang bukan bagian dari mereka telah kembali pulang kerna digantikan oleh kelompok Arata.
“Aku rasa ini akan jadi kabar buruk bagi kita, besok Akiyama akan datang berkunjung ke sini, seperti biasa dia akan melihat kinerja kalian, dan juga proses pembangunan telah sampai mana,” ucap Arata pada mereka.
“Ini memang agak terlalu cepat, tapi kita akan tetap menjalankan sesuai rencana,” balas Chio.
“Huaaahhh ... kali ini aku juga akan lebih berusaha,” sahut Kafa sudah terlihat sangat mengantuk.
“Yah pekerjaanmu sangat bagus, sampai aku tidak melihat di mana kau berada sepanjang hari ini ha ha ...” ejek Niky.
“Yah aku mengerjakan yang di atas huaaahhh ...” Balasnya.
“Ha ha ... lucu sekali, padahal aku sering ke atas tapi tidak melihatmu, kecuali saat makan, kau malah lebih dulu berada di sana,” jawab Niky membuat Kafa tersentak berpaling.
“He he ...” Kafa sedikit tertawa malu dan ditertawakan yang lain.
“Besok akan menjadi permulaan untuk kita semua memperlihatkan kehebatan kalian pada Akiyama, jadi jangan sia-siakan ini,” ucap Arata.
“Aku juga akan ikut mengatur yang lain untuk membantu Chio, jangan remehkan kami, kami orang dari negeri Soma sudah biasa dengan pekerjaan ini,” ucap Yogi menyombongkan diri bersama yang lain.
“Yosh! aku serahkan itu pada kalian!” balas Chio.
“Kalian semua tenang saja, masalah Akiyama biar aku yang urus, akan kubuat dia melihat keuntungan yang sangat besar jika Chio dia angkat menjadi bos di tempat ini,” ucapnya Arata penuh percaya diri.
“Aku juga sudah punya senjata untuk ini, dia itu cuma mata duitan, yang terpanting baginya adalah uang,” sambungnya membuat mereka semua tersenyum menyeringai.
-Bersambung-
__ADS_1