
...^.--.--.🍁.--.--.^...
".... izinkan aku untuk mencintaimu, Lucy."
Dari celah jemari Kendric, air mata Lucy turun melewatinya---membasahi pipi mulus Lucy. Kendric menyingkirkan tangannya seraya menghapus air matanya.
Perasaan euphoria yang begitu melonjak dalam hati Lucy membuatnya menangis bahagia, ia juga tidak tahu kenapa dia sampai menangis hanya karena mendengar kalimat sederhana itu.
Apa aku masih bisa merasakan dicintai dan di butuhkan? Jika aku sungguh bisa berharap, dapatkah Dewa mengabulkan harapanku kali ini?
" Bukankah, aku pernah bilang. Bahwa aku yang akan mengabulkan semua harapan kecilmu itu, bintang fajar ku."
.
.
.
Sejak kejadian di waktu senja yang terasa seperti golden memory terindah bagi Lucy. Mereka terlihat mulai menunjukkan perasaan sesungguhnya meski dalam zona malu-malu.
Bahkan, Lucy setiap bertemu dengan Kendric selalu dibuat malu sendiri dan yang pasti hatinya seakan termuat nama Kendric lebih banyak, apa benar dia mulai jatuh hati kepadanya?
Namun sudah lebih dari tiga hari mereka tidak bertemu lagi, dan yang pasti Lucy masih berada di kediaman milik Kendric. Meski begitu perlakuan orang-orang di kediaman ini begitu sangat lembut kepadanya.
Singkat ceritanya, Lucy hanya tahu tempat ini bernama Imorrtal tanpa tahu spesifiknya secara detail. Sebuah tempat yang hampir mirip Darkness World dan yang pasti tidak untuk di kunjungi kaum Manusia.
Dan untuk kaum apa di Imorrtal Lucy masih belum tahu, semua di jelaskan secara singkat oleh Sylfia seorang pelayan yang di tugaskan Kendric untuk melayaninya. Oya mengenai kediaman Kendric, Lucy cukup terkejut bahkan kagum dengan tempat tinggal Kendric.
Bagaimana tidak terkejut, jika untuk Castle nya sudah seluas ibu kota. bahkan Lucy serasa bisa membangun Kerajaan dengan negaranya sendiri.
Wilayah terbagi menjadi lima bagian. Bagian pertama untuk wilayah camp pelatihan pengawal, bagian kedua untuk taman yang memiliki jenis bunga yang belum pernah Lucy lihat, bagian ketiga untuk pengolahan kebutuhan mulai dari : tenun pakaian, olahan makanan atau perkebunan, berbagai alat dan masih banyak lagi.
Seakan mereka tidak perlu keluar wilayah jika sudah punya stok sendiri untuk hidup, sedangkan bagian keempat digunakan untuk tempat akademik dan alkemis.
Semacam sebuah tempat yang menyimpan berbagai buku sihir dan ensiklopedia mengenai dunia ini. Dan yang terakhir adalah bagian terdalam yaitu Castle Kendric sendiri, atau disebut sebagai Apollo Westlight.
Untuk Castle-nya saja sudah sangat besar lebih dari Lucifer Kingdom. Lucy tidak mengerti lagi mengenai sosok Kendric di dunia ini, siapa dia dan identitasnya semua pelayan sedikit merahasiakan sosoknya.
Tapi ia diberi tahu oleh Sylfia kalau Kendric adalah salah satu Danke (Mentri) yang cukup berpengaruh bagi dunia ini.
Lucy jadi penasaran seperti apa ibu kato di Imorrtal, jika kediaman Kendric saja sudah seluas sebuah negara. Bahkan ia saja baru 2% menelusuri Castle Kendric.
Mungkin dia butuh satu tahun untuk mendatangi semua tempat. Lebih parahnya lagi disini hanya terdapat 100 penghuni, itu sudah termasuk pelayan, prajurit dan bawahan yang lainnya saja.
Entah karena ditempat ini memang aman atau disini adalah tempat yang paling strategis dalam pertahanan wilayah, sehingga pelayannya saja hanya sebatas 1% dari pelayan di Lucifer Kingdom.
Tapi saat ini yang membuat Lucy banyak pikiran adalah pemilik kediaman ini yang sudah tiga hari tidak kelihatan, Sylfia bilang Kendric sedang pergi untuk sebuah urusan.
Apalagi dia juga tidak bertemu dengan Molie, oh sungguh rasanya membosankan jika tidak melihatnya, dan juga rasanya begitu sangat sepi saat kehadiran Kendric menjadi tak asing untuknya.
Lucy duduk di sebuah jendela berbingkai bunga, ia tatap matahari yang seakan hanya menjadi miniatur di langit. Karena wilayah ini melayang jadinya yang Lucy lihat hanyalah angkasa dan daratan rendah yang ada di kediaman ini.
Sepertinya baru kemarin dia tiba di bumi sekarang sudah berpindah dimensi lagi, ha---apa sebaiknya Lucy pulang saja?
Tok ..., Tok ....
Seorang pelayan wanita memasuki kamar Lucy sembari menunduk hormat. "Salam Putri, sarapan anda sudah kami sediakan. Mari saya antar."
"Terimakasih, maaf merepotkan mu Sylfia."
Lucy mengikuti langkah Sylfia yang begitu nyaman untuk di imbangi, tapi sepertinya arah mereka tidak ketempat ruang makan seperti biasanya. karena saat ini, Lucy malah berjalan menuju arah belakang istana.
"Maaf, sepertinya kita tidak akan makan di ruang Dennatur?"
"Maaf Putri, untuk hari ini kita tidak akan makan di ruang makan Dennatur. Tapi di taman istana."
__ADS_1
"Ah, kenapa?"
"Karena Yang Mulia meminta untuk jam makan dilakukan di luar istana----"
"Kendric sudah kembali?!"
Sylfia sempat terlonjak kaget saat Lucy tiba-tiba saja menegas pada pertanyaannya. "Be-benar Putri."
"Ma-maaf, aku membuatmu terkejut."
"Tidak apa, Putri."
Seiring di perjalan menuju tamannya yang letaknya begitu jauh bagi Lucy. ia memandangi tiap corak dan tema dari istana ini. Nuansa di sini begitu sangat berbeda dengan di Lucifer Kingdom.
Seakan tempat ini berada di sebuah desa yang di kelilingi tumbuhan hijau yang begitu menyejukkan hati. Sesekali ia melihat para roh suci yang terlihat bersembunyi malu-malu, untuk melihatnya.
Kira-kira seperti apa tempat ini jika di lihat secara keseluruhan, apa mungkin jauh lebih luas lagi? Lucy terasa tak sabar ingin mengetahui tentang dunia ini.
Mereka tiba disebuah taman musim gugur yang begitu memanjakan mata. Ini aneh, bukankah saat ini tengah memasuki musim dingin tapi tempat ini malah terasa hangat.
Apa ini salah satu dari kekuatan mereka?
Meja makan yang di sediakan begitu mewah untuk dirinya, membuat Lucy merasa terhormat menerima sajian ini.
Tapi hal yang membuat Lucy lebih kagum adalah seorang pria yang berdiri dengan sangat menawan, apalagi iris matanya yang memabukkan hati Lucy yang sempat hancur.
"Kau sudah datang?" Kendrick merendahkan hati dengan mengulurkan tangannya, menunggu belai tangan mungil Lucy meraihnya.
Dalam perlahan, Luvy menggapai tangan hangat pria ini. Suluran kehangatn pada hatinya hadir kembali hingga terasa panas pada wajahnya.
Ini sungguh dirinya ...., kukira aku sedang berkhayal.
Kendric, menuntun Lucy untuk duduk di kursinya kemudian dia duduk di kursi yang ada di sebrang meja----menghadap Lucy yang masih terlihat malu-malu.
Para Maidery yang menjadi sebutan bagi pelayan di Imorrtal, bergerak lembut untuk menyajikan yang terbaik dalam sarapan pagi ini.
"Bagaimana kabarmu selama tiga hari ini?"
Suasana begitu canggung pada keduanya, habisnya setelah sore itu---dimana Kendric menyatakan perasaannya, Lucy masih belum mengatakan isi hatinya.
"Ka-kalay boleh saya tahu, Kendric pergi kemana selama tiga hari ini?"
"Aku menemui Aletha, untuk mengabari bahwa kau ada di kediamanku. Dan juga, aku membawa Molie untuk menemanimu selama disini."
"disini? memangnya, sampai kapan aku ada di kediaman mu?"
"Bukankah kau sudah tahu perasaanku?"
"Ka-kau tak bermaksud untuk membuatku tinggal selamanya kan?"
"Untuk hari ini belum, tapi mulai besok akan seperti itu."
"Ha?!"
"Kau tidak suka tinggal disini, atau mau kubuat Castle yang sama dengan milikmu yang ada di Darkness World?"
"Jangan berlebihan, kediaman yang sekarang juga sudah termasuk nyaman untuk ku. Hanya saja ...." Lucy melirik ragu pada bayangannya di secangkir teh. "Kendric, boleh aku tanya sesuatu kepadamu."
"Katakan saja."
"Em, aku tidak tahu apakah sopan menanyakan ini. Tapi----apa kau telah memiliki seorang Mate?"
Kendric yang tengah menikmati teh nya, mendadak diam. Tatapan dingin yang masih berwibawa membuat Lucy takut, benar ia takut salah bicara di hadapan Kendric.
Tapi Lucy hanya ingin meluruskan dan mengambil keputusan yang baik untuk mereka. Seakan pernyataan itu tak menyinggungnya, Kendric meletakkan dengan pelan secangkir teh ditangannya kembali.
"Sudah, aku sudah memiliki seorang Mate."
__ADS_1
Lucy terlihat kecewa mendengar ucapan itu, apalagi dia mengatakannya dengan begitu santai. Dia sudah memiliki Mate tapi masih bersikeras menyatakan perasaannya kepadanya.
Ataukah, Kendric sama seperti Harlie?
"Ka-----"
"Dan Mate ku, saat ini sedang duduk di hadapanku."
Pengakuan hangat datang bergantian, mengisi kembali hati yang sempat kosong. mencoba merenggut kebencian yang hampir merusak kepercayaan Lucy, benar Kendric berusaha mengenalkan kembali arti cinta pada lubuk hatinya.
"Tapi, aku sudah memiliki mate ...."
"Aku sudah tahu. Sebenarnya aku telah melakukan tindakan kurang sopan kepadamu, karena aku menyelidikinya dan mengerti akan sesuatu."
"Kau sudah tahu, tapi masih ingin aku menerimamu."
"Bukan ingin, tapi kau memang Mate ku. Lucy kau tahu bahwa tidak ada pasangan Mate yang saling melukai, bukankah dia selalu menolak keberadaan mu?"
"Bukan maksudku untuk menghina semua harapanmu tentangnya, tapi inilah kenyataannya. Kau dan dia memang bukanlah pasangan yang di kehendaki takdir sebagai Mate."
Benar, dia yang selalu direndahkan hingga memuakkan untuk terus di ingat---merasa malu pada dirinya yang dulu, dengan begitu bodohnya mengharapkan belas cinta dari seorang Harlie.
Kendric bangun dari tempatnya, dia berjalan mendekati Lucy lalu duduk berlutut layaknya pangeran yang menyanjung seorang putri. Ia raih tangan Lucy seraya menatapnya yang lebih tinggi karena Lucy masih duduk dikursinya.
"Kau adalah Mate yang kutunggu. Setelah sekian lama, aku selalu mengamatimu disaat kau beranjak dewasa. Awalnya aku hanya mengira semua hanyalah rencananya tapi sepertinya bukan begitu, melainkan dia ingin kita memimpin dunia ini sebagai pasangan penguasa yang sebenarnya. Setidaknya aku ingin kau menepati janjimu sewaktu kecil ...."
"Mungkin kau masih bingung, tapi percayalah bahwa aku adalah pria yang akan menyanggupi semua harapanmu di masa depan. Jadi, bisakah aku memilikimu? Baik dirimu dan juga hatimu, Lucy ...."
Lucy menahan sesuatu yang telah lama ia nantikan, kata-kata hangat yang mampu menggentarkan hati sunyi nya membuatnya bahagia. Entah sudah berapa abad dia ingin di perlakukan selembut ini oleh seseorang yang tulus mencintainya.
Detak jantungnya yang berdegup kencang dan genggaman hangat dari Kendric membuat Lucy harus menyadari dan mengakuinya, bahwa perasaan ini adalah bukti bahwa semua yang ia sangkal sebagai perasaan Mate hadir kedalam hidupnya untuk kedua kalinya.
Bukan, tapi sepertinya dia memang Mate nya!
" .... kau boleh menganggap ini sebuah omong kosong. Tapi ingatlah, saat kau telah menemukan pasangan yang ditakdirkan untukmu. Temui lah Ibumu, tanyakan hal yang membuatmu tidak mengerti, termasuk apa yang terjadi pada hidupmu, Lucy."
Mungkin, hari ini adalah maksud dari ucapan Kak Aletha di wakti itu. Bahwa sebenarnya Harlie mungkin saja memang benar bukanlah Mate ku, melainkan Kendric ....
Meski Lucy masih bingung, meski ia masih butuh penjelasan secara rinci pada hidupnya yang begitu rumit. Tapi Lucy tetap meraih tangan Kendric yang menggenggam erat jemarinya.
Ia tersenyum, seraya berharap bahwa Kendric tidak akan mengulangi kesalahan besar yang dilalukan Harlie kepadanya dulu.
"Buktikan, buktikan kepadaku jika kau memang mencintaiku. Jangan pernah pergi, jangan pernah abaikan diriku, jangan pernah mengalihkan pandanganmu saat bersamaku, dan juga---jangan khianati semua kepercayaan ku Kendric."
Lucy ingin menjadi wanita yang kuat, Lucy ingin tegar dan mengatasi semua masalahnya tanpa ada air mata lagi. Akan tetapi, terlalu banyak penderitaan yang sudah tak sanggup ia tahan.
Sehingga ia menangis bahagia saat lantunan kalimat dongeng yang selalu ia nantikan di setiap malam menemaninya sejak kecil. Benar, Jika dia ingin benar-benar terbebaskan ia harus bangkit dan melangkah bersama pria yang sanggup menuntun dirinya hingga akhir hayatnya.
Kendric berdiri dia membungkukkan sedikit tubuhnya untuk mengecup kening kekasihnya, meraih surai hitamnya yang mirip dengan langit malam.
"Aku mencintaimu, Maharaniku ...."
...---.' o°🍁°o '.---...
...Art. Cover Novel || Prt. 2...
...--,🍁,--...
.......
.......
.......
...Terimakasih banyak, atas penantian kalian pada karya ini. Author minta maaf atas kurang nyaman dalam segi Update atau Typo pada cerita🙏 ...
__ADS_1
...Salam Manis...
...- AndreaNl🍁 -...