
*Istana Utama, Lucifer Kingdom
- Perjamuan
Keluarga kerajaan Lucifer menatap lampion harapan dari berbagai penjuru menuju angkasa gulita. Beberapa kenangan terlewati sebanyak api yang membakar lilin untuk menerbangkan harapan nya. Selepas ini acara utama akan di mulai dimana perayaan pesta dansa dan jamuan makan akan di selenggarakan, sehingga mereka harus kembali menuju aula utama.
Lezzy melihat bagaimana keluarga nya masih tetap bersandagurau selama perjalanan menuju aula, ditambah kelahiran Pangeran muda di keluarga ini sungguh sangat membahagiakan.
Akan tetapi, entah mengapa---rasanya seperti tidak bisa menggantikan sesuatu hal yang kurang dalam keseharian Lezzy. Beberapa kali Welliam mendengar ibunya menghela nafas dan terus ter kalut dalam pikiran nya. Lantas Welliam pun memberikan kode pandangan kearah Ayahnya, menyadari itu Fedrick menyentuh bahu Lezzy.
"Kau baik-baik saja?" Tanya nya di sambung dengan anggukan kecil dari Lezzy sebagai jawaban nya.
"Wah, Kak lihat! Musim semi telah tiba." Sofia melihat keluar jendela tanpa kaca setelah mendengar Killian menunjuk sesuatu, dan mendapati bagaimana bunga-bunga dari segala macam tumbuhan telah bersemi secara menakjubkan. "Musim semi di malam Asteri?"
Lezzy berjalan mendekati jendela, namun yang mencuri perhatiannya bukan tumbuhan yang tengah bermekaran, melainkan hadirnya bulan purnama di langit Darkness World mencuri hatinya, seakan berbisik bahwa Putri malam nya akan segera pulang. Sedangkan Aletha sangat terkagum dapat melihat kembali mutiara malam yang sempat hilang selama 100 tahun ini. Mungkinkah sosok Dewi Bulan yang baru telah kembali?
"Paduka Lord," Albert datang dengan sangat tergesa-gesa kepada keluarga Kerajaan. "Pihak Lighty Kingdom menjawab undangan perjamauan, dan Kaisar langit akan segera memasuki aula istana."
Semua yang mendengar itu terkejut, bukan karena apa---tapi sudah 80 tahun Kendric memutus komunikasi dengan mereka bahkan hanya mengirim utusan nya sebagai ganti dirinya. Sekali lagi Lezzy melihat rembulan dan seakan ikatan batinnya masih sangat kuat dengan purnama, Lezzy lantas mengambil langkah cepat tanpa memperhatikan lagi status sosialnya sebagai Ibu suri Darkness World yang begitu tinggi.
Melihat ada yang berbeda dengan sang istri, Fedrick pun menyusulnya di ikuti oleh Welliam dan Aletha.
"Kak, bukankah tadi Kaisar Dewa bilang tidak akan datang?"
Sofia mengangkat bahunya, meski bingung tapi siapa tahu ada kabar baik yang di bawa oleh paman nya. "Jika penasaran, kita harus lihat sendiri. Ayo...," Sofia serta Killian bergegas menyusul.
Aula perjamuan istana yang di hadiri oleh seluruh bangsawan baik Imorrtal ataupun Darkness World----terlihat sangat bersahabat menikmati suasana festival. Alunan musik dan tarian dansa berbagai kaum menjadi hal yang selalu di impikan oleh para penguasa---melihat perdamaian indah ini.
Namun seketika, suasana menjadi ambigu ketika lampu penerangan yang ada di seluruh istana menjadi padam, beberapa dari mereka mencoba menggunakan sihir nya tapi semua menjadi sia-sia seakan seluruh istana tidak di perkenankan adanya kekuatan magis.
Lezzy berhasil sampai ke perjamuan tanpa ada yang menyadari kedatangan mereka, karena pdamnya penerangan di sana. "Ibu, kenapa lampunya padam? Mungkinkah akan ada penyerangan?"
"Killian kau tidak boleh bicara seperti itu. Siapa yang berani melakukan nya?"
__ADS_1
"Aku kan hanya menerka saja kak."
"Kalia diam lah." Ujar Aletha mencoba menenangkan anak-anak nya.
"Tetap berada di sisi Ayah, dan jika terjadi sesuatu kau tidak boleh bertindak duluan Killian."
"Baik Ayah."
Meski suasana gelap, tapi remang cahaya dari rembulan menarangi ruangan dari pintu pintu balkon yang berada di lantai dua---yang memang tidak ter desain tertutup. Fedrick menahan tangan Lezzy saat ia hanya tertuju menatap pintu masuk ruangan yang tertutup sembari berjalan mendekat.
"Lezzy kau mau kemana?"
"................... " Lezzy diam masih tetap manatap pintu tersebut.
Albert, Styvn, Briant, serta Loise datang guna menjaga keluarga kerajaan. Perasaa hening yang canggung ini sungguh di luar perkiraan dan sebenarnya apa yag terjadi?
Tapi suasana itu tidak berlangsung lama, saat Robert---utusa Kaisar lagit hadir membawa puluhan bunga Lily berwarna emas terbang melayang dan tersebar ke seluruh aula sehingga penerangan menjadi jelas kembali.
Robert menunduk hormat kepada Lord dan Ratu Darkness World, kemudian menatap seluruh tamu. "Kepada seluruh tamu undangan, sambutlah dengan kehormatan mu kepada Kaisar mahadewa yang menghadiri acara malam penuh berkat, setelah 100 tahun lamanya dunia mengalami bencana."
"Yang Mulia Kaisar langit, baginda Kendric Athananisus Helios telah tiba!"
Suara lantang ajudan yang berjaga di luar pintu terdengar sangat keras memberitahukan nama Dewa Matahari, dan karena hal itu juga, semua mata dari berbagai kaum tertuju padanya.
"Lihat lah, apa dia ingin membuat pehatian besar dari kedatangan nya ini?" bisik Fedrick sedikit menyindir tanpa ada rasa tertarik, justru malah membalikkan tubuhnya membelakangi pintu.
Robert membukakan pintu menampakkan sosok mahadewa yang begitu sangat sempurna----tengah berdiri di ambang pintu masuk, seorang diri. Aletha menajamkan penglihatan nya saat menyadari sang kaisar datang tanpa menggunakan topeng yang selalu ia gunakan setiap kali menunjukkan diri ke publik.
Ada apa dengan nya?
"----Dan, calon Maharani Kekaisaran langit. Dewi Thea tou Serenity bersama Kaisar akan memasuki ruangan!" sambung ajudan istana.
Mendengar hal paling gila dari kabar seorang kaisar yang datang---menarik perhatian lebih tinggi lagi saat kaisar datang bersama pasangan nya ke festival asteri pada malam ini. Tapi bukankah Kaisar adalah Mate Putri Demon yang berjuang melawan Krhanos seperti legenda yang tercatat pada prasasti kuil Suci pohon dunia?
__ADS_1
Fedrick yang awalnya tidak tertarik dengan kedatangan Kendric---menaruh perhatian kepada sosok yang akan ia bawa. Apa dia sedang mempermainkan nya? Maksudnya, bukankah ini sama saja dengan dirinya yang memperkenalkan wanita lain untuk menggantikan posisi putrinya yang sampai detik ini----Ia ketahui, bahwa Lucy berkorban demi menggantikan dirinya?!
"Beraninya dia menghina Putri----"
"Fedrick berhenti," Kini giliran Lezzy yang menahan Fedrick dengan memberi pandangan untuk menghentikan aksi nekat suaminya. "Mungkin saja wanita itu adalah sosok yang paling kau rindukan."
"Maksud mu?"
"---Tidak kusangka, hari itu akan benar-benar tiba." Lezzy mengabaikan tatapan Fedrick dan justru terlihat sangat bersahabat dengan kabar yang dibawa Kaisar.
Kembali kepadanya, Kendric tergerak mengulurkan tangan nya sembari menghadap ke sisi kanan nya, seakan mengajak partner untuk segera menunjukkan sosok yang begitu di nanti semua tamu undangan. Lantas wanita tersebut menyambut tangan nya, kemudian berjalan mendekati Kendric.
Ia yang terlihat seperti duplikat rembulan begitu sangat mencolok. Sang Putri malam yang tertampik dengan sangat serasi berdampingan dengan Kaisar langit---mempercayakan segala bentuk jati dirinya dan secara bersama melangkah memasuki istana seakan menunjukkan bahwa ia adalah sosok yang patut di perhatikan.
Setiap langkah, setiap pandangan, dan setiap kali mencengkram kuat genggaman mereka---beribu kali para tamu undangan menatap terkagum dan sangat tidak percaya dengan apa yang di lihat. Meski penampilan wanita itu berbeda tapi mereka akan tahu, bahwa ia adalah Tuan Putri Demon yang begitu sangat di cintai mahluk fana.
Kendric berhenti tepat di tengah hall dansa, "Sebagai Kaisar para Dewa dan pelindung segala semesta. Aku perkenalkan kepada kalian wahai mahluk mahoni," Kendric menatap kekasihnya.
"---Pasangan Mate ku yang akan bersanding dengan matahari, serta ia akan menjadi cahaya malam yang baru. Tuan Putri Lucy Daiana Lorddark's telah kembali atas izin Pohon Dunia, sebagai Dewi Bulan dengan gelar agungnya---Thea tou Serenity; dan juga sebagai calon Maharani Immortal."
Pernyataan sang Kaisar yang sangat menggemparkan, membuat seluruh kaum bangsawan tinggi saling berargumen mengenai hal yang sulit di percayai, bahwa Putri yang sempat menjadi Robin itu benar-benar kembali.
Tapi mereka juga tidak akan mencegah faktanya karena siapa yang tidak tahu dengan kisah romansa antara kaisar dewa dan putri demon ini? selama 100 tahun kisah mereka adalah cerita yang sangat di kagumi oleh kaum manapun, apalagi keduanya harus saling berbagi suka maupun duka untuk memikul bencana dunia meski berakhir dengan merelakan salah satunya berkorban---mungkin inilah alasan pohon dunia mempersatukan mereka kembali.
Seakan semua menjadi bahagia atas kembalinya kedua pasangan langit. Mereka, secara serentak merendahkan diri hingga berlutut, memberikan penghormatan tinggi atas kabar gembira tersebut.
"Kami memberi salam kepada Kaisar dan Maharani langit. Terangilah seluruh alam dengan cahaya anugrah mu yang agung, Yang Mulia."
"Bangun lah, kami ucapkan terimakasih atas sambutan hangat kalian yang begitu indah." ujar Lucy.
"Jangan merasa terbebani, silahkan nikmati perjamuan nya. Maaf telah menyita waktu kalian di malam Asteri ini."
"Terimakasih, baginda Kaisar."
__ADS_1
...✧༺ 🍁 ༻✧...