
...Tiap centi dari cahaya rembulan, berasalah dari ketulusan Matahari yang membagi leora arunika nya...
.......
.......
.......
...--, '🍁' ,--...
"Malam ini ataupun esok dan jutaan tahun yang akan datang. Aku milikmu seorang----Kendric Athananysous Helios."
Kendric merasa gila dengan panggilan namanya yang terdengar sangat sensitif di telinganya. Seakan seluruh pembuluh darah di dalam tubuhnya bergairah untuk segera menawan lebih lama Putri Bulan di dalam sangkar perasaan di hatinya---Hanya untuk dirinya seorang!
"Pastikan kau tidak pernah menyesali pilihan mu, Lucy."
Kendric menyandra bibir ranumnya yang semerkah ceri. Dalam pergerakannya yang sedikit liar membuat Putri menara itu mencoba mengimbanginya. Alunan nafas hangat yang terkesan tergesa-gesa menjamu Kendric untuk memberikan beberapa tanda kepemilikan di bagian gala hingga arumi toraks sang Putri Demon.
Hasratnya bangkit seperti di rasuki, ada sesuatu dalam diri Lucy yang mencoba merangkak naik dari ulu hatinya. Lucy tidak perduli dengan perasaan aneh ini, satu hal yang dapat ia yakini bahwa saat ini leher gagahnya yang bersembunyi di balik kemeja hitam Kendric sangatlah menggoda.
Rasa haus akan sebuah darah menjerat insting Demon nya untuk menguasai Matahari. Lucy hilang kontrol----seakan ia adalah orang yang berbeda. Lucy tidak pernah merasa se haus ini, bahkan bisa di hitung bahwa dia satu-satunya Demon yang hampir selama hidupnya hanya mencicipi darah tak lebih dari 15 kali.
Entah karena dia hanya memiliki separuh keturunan Demon atau ada faktor lain. Tapi malam ini hanya dengan melihat sedikit dari leher nya, hasrat hausnya mengalir hingga naik ke ujung kepalanya. Di luar batas kendalinya, Lucy mencengkram kerah Kendric lalu membuka paksa kemeja tipis itu---sehingga ukiran lekuk ototnya yang sangat menggoda terlihat dengan sangat menawan.
Lucy kembali menatap Kendric dalam frame ingatannya. Jemarinya yang begitu lentik bergerak pelan seakan tengah melukis tiap bentuk wajah prianya yang sangat tampan. Saat tangannya berhenti turun di tengkuk mate nya, senyuman semirk terukir di sudut bibir Kendric seakan ia menyukainya.
Kepekaan Lucy meningkat sensitif, suara detak jantung Kendric yang terdengar sangat terburu-buru membuatnya candu. Perlahan kedua mata samudra itu berubah menjadi merah, tenggorokannya berteriak sakit saat ia melihat bagaimana saraf pembuluh darah di leher Kendric terlihat jelas di mata Lucu.
Kendric dapat mengetahui hasrat apa yang membuncah dari diri wanitanya. Rasa haus yang ia rasakan adalah bentuk lain dari keinginan dirinya sebagai Mate untuk mengikat pasangannya dengan darahnya. Maka Kendric akan mempersilahkannya dengan suka rela.
"Kau tidak perlu ragu. Lakukan sesukamu."
Kalimat Kendric yang terdengar angkuh menarik jiwa lain dari Lucy untuk memiliki pria berkedudukan tinggi sebagai orang yang akan berlutut di hadapnnya sebagai kekasihnya tanpa ada kata pengkhianatan di atara mereka.
Dua taring mungil muncul secara manis di celah senyum Lucy yang puas dengan Mate pilihannya. Ia mengikis jarak memberikan kesan dalam pada interaksinya yang sangat sensitif bagi tubuh Kendric yang menerima tindaka nakal Lucy.
Lucy mulai meraih posisi nyaman----kemudian dapat dirasakan bagaimana dua taring cantik itu berhasil menembus kulit setelah mencumbu nya. membiarkan darah kental milik Kendric mengalir keluar secara melimpah. Lucy meneguknya dalam rasa lapar, ia menyukai aroma manis yang hangat mengalir dengan sangat sempurna di dalam dirinya.
Hanya dengan satu gigitan mampu membuatnya semakin tidak terkendali terhadap perasaan sensitif ini. Dengan sangat candu Kendric mengambil alih semua perlakuan Mate nya, ia mendorong Lucy hingga kembali berbaring di bawahnya.
Tindakannya mampu menarik kembali jiwa kesadaran Lucy, kedua matanya yang kembali normal menatap dengan sangat ambisius dan menerka hal apa yang akan Kendric lakukan kepadanya.
Kendric yang sudah gila benar-benar melepas kemejanya yang terasa gerah. Sehingga darahnya yang masih terlihat mengalir---menetes dengan perlahan-lahan di atas pakian piyama Lucy. Kendric meraih darahnya sendiri lalu mencoba mencicipinya kemudian tersenyum sakarstik kearah Lucy.
"Kini giliran ku!"
Nada menggoda dengan pose sempurna nya yang terbayang sangat sempurna, membuat Lucy malu sehingga ia pun mengalihkan pandangannya. Apa tadi dia terlaku agresif? Jadinya singa yang tidak seharusnya ia usik, tidak akan terlihat selapar ini.
Kendric mencumbu wajah mungil Mate nya dari ujung kepala hingga ke dagu---memberikan lenguhan manis yang terdengar sangat sexy di telinganya. Sekali lagi Kendric membiarkan jemari gagahnya ternodai dengan darahnya sendiri, lalu melukiskan sesuatu pada kening Lucy seperti mengukir lambang kepemilikan.
Benar, ia membuat lambang bunga Lily yang menjadi khas identitas keluarga Helios sebagai kaum abadi dan berkasta tinggi. Darahnya yang pekat sangat cocok untuk warna bunga Lily.
Dengan senyum gairahnya, Kendric terlihat puas pada mahakarya nya. "Kau terlihat sangat cantik dengan tanda ku di wajah mu, sayang!"
Lucy terlihat kagum, sebuah perasaan euphoria yang menggebu di dadanya membuatnya ingin berteriak senang. Bahwa ia telah sepenuhnya mengikat pria di hadapannya sebagai Mate dan secara nyata Lucy adalah miliknya.
"Kini kau milik ku. Jadi, jangan pernah sedikitpin kau ukir nama pria lain di hati mu, Maharani ku!"
Luka bekas gigitan di leher Kendric perlahan menutup, darah yang membekas di sana terlihat bercahaya remang sebelum akhirnya berubah menjadi ukiran nama Lucy yang di wakili dengan lambang bintang tengah di peluk bulan sabit---berwarna hitam. Bagaikan filosofi bahwa lambang kecil itu adalah tanda Kendric juga adalah miliknya.
Lucy meraih wajah puas Kendric yang sangat jelas terlukis bahwa pria itu kini terlihat lega, rasa kekhawatirannya akan kehadiran raja yang akan bersaing----perlahan akan mundur dengan sendirinya. Karena ia adalah Vassilika yang berhasil menawan hati putri bulan, sepenuhnya.
__ADS_1
"Keinginan mu adalah tekad ku untuk mencintaimu, Vassilika ku." Lirih Lucy dalam ketenangan di lubuk hatinya.
Waktu-waktu berikutnya mereka lalui dengan saling berbagi kasih dan sentuhan manis yang mampu membungkam lingkungan. Malam sunyi yang terasa dingin justru menjadi saksi bisu diantara sepasang kekasih yang akan segera memimpin langit.
...---, 🍁 ,---...
*Darkness World
~Markas pasukan Merrmaid.
Bagian timur sisi perbatasan wilayah Moonlight Pack. Terlihat pasukan Merrmaid membangun camp markas mereka. ini sudah lebih dari seminggu sejak invasi pernyataan King Harlie menentang kekaisaran.
Sudah banyak anak-anak dari berbagai ras mereka culik dan merubahnya menjadi monster tak pandang bulu. mereka sudah hampir menyerah tapi Harlie lagi-lagi memaksa mereka untuk tunduk kepadanya karena menyandra sanak keluarga mereka untuk di jadikan bahan percobaan.
di tengah kumpulan Camp terdapat satu tenda yang berdiri paling besar. Di sana terdapat Harlie yang datang untuk meninjau hasil invasi di wilayah Moonlight Pack. mengatur rencana untuk memporak-porandakan kondisi saat ini bukanlah hal yang sulit, dulu saja saat ia menjadi bawahan Katastrofi---yang menjalankan strategi serta mengatur perang di Ibu Kota Zainthor.
Harlie hidup cukup lama di dunia kegelapan. Seakan ia menjadi sombong, menghadapi keluarga Kekaisaran adalah hal yang mudah untuknya. lihatlah bagaimana dulu Ia menghasut mendiang King Vampire---Kristof untuk menculik Lezzy, saat kota Zainthor hampir hancur.
Ia tidak perduli dengan musuhnya dan sehebat apa bangsa Demon yang ia tunduki. tapi sekarang membawa Lucy adalah ambisi terdalamnya untuk mengembalikan apa yang harusnya menjadi miliknya. Setiap malam sejak pesta itu kalimat dari Aletha yang mengatakan, Saat dirinya telah mengetahui siapa Lucy. ia tidak boleh menuntut untuk memintanya kembali.
Membuat Harlie di serang kutukan mimpi buruk; yang membuatnya terus di hantui rasa bersalah sekaligus takut. Belum lagi, ada pria misterius itu yang selalu meracuninya entah dengan cara apa. Ia depresi, satu-satunya yang tersisa dari Lucy telah di rampas juga olehnya belum lagi ia tidak dapat melihat wajah jelita yang hanya selalu melirik dirinya seorang, karena Kekaisaran bersikeras menolaknya.
Harlie kesal sekaligus rindu. Ia telah bertekad untuk merebut miliknya dan menghancurkan Lucifer Kingdom tidak perduli jika Lucy menatapnya dengan benci, selama ia selalu ada di sisinya Harlie tidak mempersalahkan. Itu sebabnya ia menerima tawaran Octopus yang begitu ingin menghancurkan bangsa Demon.
Sayangnya ia tidak bisa menghiduokan Tuan nya seperti halnya yang di lakukan Tahlia dulu. Karena seluruh tubuh Katastrofi hancur tak tersisa. Ia juga sudah tidak begitu obsesi padanya, sekarang yang perlu lakukan adalah merebut Lucy.
"King, ada sebuah kabar bahwa beberapa mahluk miasma yang kita kirim ke Wilayah Pack telah di habisi oleh hewan raksasa yang sangat mengerikan."
"Coba kau atur nafas mu. Monster macam apa yang bisa menghancurkan mereka." Harlie terlihat tidak percaya.
"Saya berkata jujur King." Ujar Beta terpercayanya.
Harlie terlihat tidak terlalu menggubris. Saat ini yang menjadi ketertarikan nya adakah tangan kirinya yang kembali utuh berkat percobaan yang ia lakukan dengan Octopus; menjadi King cacat bukan lah kemauannya. Saat bertemu dengannya lagi Harlie yakini untuk mememnggal kepalanya sebagai balasan.
Tangan kiri yang masih belum sempurna terbalut perban putih, rasa keram juga terkadang ia rasakan sebagai efek samping untuk menyatukan tangannya tersebut.
"Apa kau bodoh?! Mereka di ciptakan dari kutukan Dewa jadi akan sangat konyol jika kau mengatakan kalau hewan-hewan itu mati karena monster biasa."
"Tapi King dia mahluk yang berbeda bahkan saya tidak pernah lihat yang seperti itu."
"Kalau begitu mahluk seperti apa dia, sampai kau sepengecut ini!"
"Wujudnya melebihi ukuran bangsa Werewolf. Seekor anjing berkepala tiga, kami sudah mengerahkan banyak roh jahat untuk membunuhnya tapi ia berhasil memnunuh mereka seakan miasma adalah makanannya."
"Darkness World tidak memiliki mahluk menyerupai anjing. Lalu siapa Tuan nya? Apakah itu Welliam?"
"YANG MULIA!" Salah satu prajurit berteriak dengan menerobos tenda pemimpin.
"Beraninya kau bersikap gegabah begitu!" Ucap Beta.
Prajurit itu langsung berlutut ketika melihat King Harlie menatapnya dengan benci. "Saya mohon ampun King."
Harlie menjambak rambut pria itu lalu menatapnya dengan sinis."Katakan beritamu! Kuharap itu penting jika tidak, kau tahu akan jadi apa jika benih Miasma memasuki tubuh mu!"
Pria itu terlihat merinding ketakutan. "Pasukan kita yang menyamar di Pack untuk menculik anak-anak, semuanya mati--mereka telah di habisi atas perintah Putri Lucy."
Harlie menjadi semanga saat nama Putri Demon di sebut. "Apa kau yakin dengan ucapan mu?! Putri yang selalu berada di istana kini berada di Moonlight Pack?"
"Benar King. ada satu mata-mata yang berhasil selamat dari terkaman Monster aneh---ia mengatakan bahwa Putri menjadi komandan pasukan di wilayah Werewolf."
Harlie nampak tidak mempercayainya, dia adalah wanita lemah di matanya dan selalu menjadi manja tidak berdaya jika berada di situasi bahaya. Apa yang membuat pihak Kekaisaran mengirimnya? Terlebih ada banyak miasma yang bisa saja melukai Lucy.
Keluarga Demon kepar*t!
__ADS_1
Tapi Harlie akan sangat memanfaatkan kondisi ini. Jika keluarga Lorddarks tidak mampu menjaganya maka dia yang akan melindunginya. Akan dia buat Lucy terus berpihak padanya karena dia wanita yang tidak dapat lepas darinya.
"Apa kita perlu mengerahkan pasukan King?"
"Tidak, aku sendiri yang akan menjemputnya. Culik beberapa anak-anak lagi dan ubah langsung mereka saat kalian mendapatkannya."
"Tapi kita sudah tidak punya pasukan di Pack. "
"Gunakan otak mu, bodoh! Suruh para Siren, pancing anak-anak itu untuk keluar sendiri dari Pack---dengan nyanyian pengendali pikiran!" Harlie menunjuk-nunjuk kesalahan Beta nya dengan sangat kasar.
"Segera saya laksanakan, King."
Beta beserta prajurit tadi pergi meninggalkan tenda menyisihkan Harlie seorang diri dengan tatapan obsesi yang terlihat menggila saat ia mendengar nama Lucy tadi. Ia tertawa besar, melihat kesempatan yang mungkin dewa masih menyayanginya, sehingga jalan yang ia ambil berjalan mulus.
Dari sekian malam yang ia lalui dengan siksaan, hanya malam ini yang terasa damai. Ia pasti akan mengambil miliknya dan akan langsung menandai Lucy sebagai Mate nya. Akan tetapi, malam sunyi berubah menjadi badai saat angin dan hujan salju turun dengan sangat lebat.
Perasaan gelisah mengusiknya batin yang Menyimpan nama Lucy---perlahan menjadi samar. Harlie tidak mengerti, seperti ada sesuatu yang perlahan hilang dari benaknya. Apa mungkin karena miasma yang menjadi sangat tinggi di Darkness World---ataukah sesuatu telah benar-benar hilang, tapi apa?
"Kau terlihat sangat bersemangat." Suara pria tua yang penuh nada kesombongan mengalihkan perhatian Harlie.
Sekutu yang saling manfaatkan untuk tujuan yang berbeda, berjalan keluar dari persembunyian nya di sana. Benar, Octopus membiarkan dirinya kembali lagi ke tanah hina yang dulu sempat ia jadikan panggung pertunjukkn. Harlie tidak sepenuhnya mempercayai pria licik ini. Selagi bisa di memanfaatkannya kenapa tidak!
"Apa yang membuat mu datang?"
"Aku merasa gelisah. Sesuatu yang tidak boleh bersatu justru malah mengikat takdir."
"Apa maksudmu?"
Octopus merasa pria di hadapannya hanyalah mahluk terbodoh karena tidak dapat membaca situasi. "Bukan hal yang penting. Ini masih ke terdugaan saja---ah, daripada itu. Aku ingin kau berhenti memburu Putri Sofia."
"Kenapa? bukankah kau yang paling menginginkannya?"
"Dia bukan Robin."
"Aku masih belum paham kenapa kau sekhawatir itu dengan sosok Robin. memangnya seberapa pengaruhnya dia hingga kau begitu takut."
Octopus tertawa, "Mahluk malam sepertimu tidak akan pernah mengerti." Octopus berjalan melihat beberapa aset kembangan temuan Harlie dalam merevolusi benih miasma. "Tadi aku mendengar percakapan menarik dari bawahan mu."
Harlie menjadi sensitif, ia menatap benci kearah Octopus. "Jangan sentuh dia!"
"Lihatlah, kau begitu mirip dengan Katastrofi. Aku mungkin tahu Putri Selini Thea itu memiliki anak perempuan, tapi ini pertama kalinya aku mendengar namanya. Lucy? Nama yang memiliki arti besar sebagai bintang di kegelapan Darkness World."
"Octopus! jangan berpikir macam-macam untuk menyentuhnya."
"Wow, tenang lah." Octopus duduk di kursi Harlie sebagai pemimpin pasukan. "Tidak kah ini aneh? "
"Apanya?"
Octopus memakan potongan buah yang di suguhkan untuk Harlie. "Harusnya kau menyadari keganjalan ini. Aku telah lama mengetahuinya, dulu Tahlia pernah bilang bawahannya adalah Mate mu yang sebenarnya. Wanita yang berasal dari kediaman Maidery Polemou---menyamar menjadi Putri angkat Kerajaan Elf. Apa karena dia sudah mati jadi kau melupakannya? "
Harlie baru sadar, bagaimana bisa ia lupa. Wanita yang di maksud adalah Erca Wisteria. Dulu ia menyadari wanita yang mengikuti Katstrofi dari dunia Tuan nya adalah sosok yang sempat ia akui sebagai Mate nya. Sayangnya sebelum ia menyatakan dan menandainya, Erca di bunuh oleh Styvn karena kebohongannya. Kalau begitu perasaan obsesinya terhadap Lucy yang sekarang di sebut apa?
"Tidak kah kau harusnya berpikir. Jika Lucy adalah Putri dari Queen Lezzy, itu berarti ada kemungkinan dia mewarisi Vasilissa. Harusnya kau tidak asing lagi dengan gelar itu bukan?"
Harlie menatap kecewa tetapi hatinya menolak mempercayainya. Itu karena saat ini, wanita itu pasti hanya menatapnya seorang!
"Harlie memyerah lah. Tuan Putri telah memiliki seorang Mate!"
Ucapan sang Ibu---Queen Karolin. Menusuk ke hatinya seakan ia di buat sadar, dia melewati fase yang Tuannya rasakan saat memiliki obsesi cinta kepada keturunan Vasilissa.
...---, 🍁 ,---...
Sekilas info.
__ADS_1
Agar cerita ini tetap Up dan dapat membagi watu dengan dunia real. Up di ubah menjadi dua hari sekali, hehehehe ٩( ᐛ )( ᐖ )۶
~ see you next chapter❤