
...----...
...Kau tidak perlu khawatir, cukup genggam tanganku dan kita akan berlari bersama menuju masa depan yang cerah. ...
...--🌷--...
Waktu menunjukkan pukul delapan malam pada jam dinding. Dentingan jam yang terus mengalun membuat seorang Lucy semakin gelisah, habisnya dia terus-terusan memikirkan ucapan Kendric pagi tadi.
Dia bilang malam ini Kendric akan mencoba menculiknya, meski ia tahu itu terdengar konyol tapi--bagaimana jika dia beneran melakukannya dan langsung saja membawanya kembali ke Imorrtal? Padahal kan dia baru saja kembali, masa secepat ini perginya.
Apalagi jika Ayahnya tahu tindakan sembrono Kendric yang terlihat menantangnya. Oh! Bisakah Kendric tidak mencari masalah dengan Ayahnya sehari saja?!
Menurut rencana sih, Kendric bilang Lucy hanya perlu menunggunya di ruang tunggu Castle utama yang berada di lantai dua kerajaan. Apa yang dia rencanakan sebenarnya, kenap harus menculik jika dia begitu di sambut di keluarganya.
"Sepertinya aku tidak ingat, kalau Ayah mengatakan tidak merestui hubungan kami? Terus kenapa Kendric mau membawaku diam-diam?"
Tak!
Lucy menoleh ke pintu kaca yang sepertinya tadi di lempar sesuatu. Dia memutar kenop pintu lalu berjalan keluar teras dan berhenti di perbatasan pagar balkon. Alangkah terkejutnya Lucy melihat Kendric berada di bawah sana dengan seekor kuda hitam. Apalagi dia menutupi dirinya dengan jubah hitam.
"Kendric, kenapa kau harus diam-diam seperti itu? Kau kan bisa masuk dari pintu utama tanpa di curigai." Lucy memelankan suaranya agar tidak menarik perhatian dari pengawal atau pelayan di luar pintu masuk.
Memang sih, saat ini di luar kerajaan begitu sepi dan gelap. Tapi dia masih harus berhati-hati, melihat Kendric seperti ini saja sudah terlihat mencurigakan. Bagaimana jika Assasin Kakaknya salah paham dan mengira dia penjahat?
"Bukankah aku bilang, malam ini akan menculik mu? Jadi tidak efesien jika aku membawamu lewat pintu utama."
"Kau ini aneh ya. Lalu adakah penculik yang meminta izin dulu?" Lucy memajukan badannya keluar batas balkon, mencoba menatap lebih jelas wajah Kendric yang tertutup oleh Hoodie hitam. "Jadi, rencananya kau akan menculik ku kemana?"
"Jika kau penasaran, melompat lah dari sana, aku akan menangkap mu."
"APAA---" Lucy yang sadar dengan suara kerasnya langsung menutup mulutnya sendiri. "Kendric, kenapa aku harus melompat? Jangan cari masalah lagi, sebaiknya kau kembali ke kediaman mu sa----"
"Kau tidak mau iku?"
Lucy jadi terdiam saat Kendric mematap kesal kearahnya. Sepertinya dia sedang merajuk karena Lucy tidak mau menuruti kata-katanya. Oh ..., melihatnya yang sedang merajuk begitu sangat lucu untuk di lihat, apa benar Kendric sosok yang sama dengan dirinya yang dingin saat mengancam Queen Karollin.
"Aku berniat membawamu melihat Festival Asteri di ibu kota Zainthor."
Lucy mendadak tersipu. untuk pertama kalinya ada seseorang yang mengajaknya melihat Festival Asteri yang berada di luar kerajaan. Jangankan melihat, sejak kecil Lucy selalu berada di dalam istana tanpa tahu seperti apa kehidupan di luar dinding benteng istana itu. Pernah sekali keluar tapi itupun menggunakan sihir teleportasi, jadi belum pernah melewati alun-alun kota.
Tapi, menyelinap keluar istana sangat di tentang oleh Ayah dan Kakaknya. Itu semua karena kejadian memaukan saat pesta di Neptuna beberapa waktu lalu. Apa tidak masalah jika dia pergi begitu saja? Atau haruskan dia meminta izin orangtuanya dulu?
Kalau dia meminta izin, memangnya Fedrick akan menyetujuinya? Dulu dia pernah membujuk Ayahnya tapi hasilnya dia berakhir di dalam kamar dengan beberapa barang serupa yang biasa Ayahnya berikan padanya. Alih-alih alasannya agar dirinya betah berada di istana.
"Lucy ..., kau akan terus terjebak di dalam menara istana ini, jika kau tidak pernah mencoba berani melangkah keluar jendelanya. Untuk bisa melihat dunia luar seperti yang kau inginkan, kau hanya perlu kata nekad untuk meraihnya."
Ucapan Kendric menjadi nasehat paling menyentuh hingga rasanya dia mendengar kalimat pangeran yang hendak membawa putri menara keluar istana. Benar, sudah lebih dari lima abad dia terkurung di penjara berlapis emas ini tanpa mencoba berpikir untuk melarikan diri.
"Kau tidak perlu khawatir, cukup genggam tanganku dan kita akan berlari bersama menuju masa depan yang cerah. Melihat dunia luar yang paling kau impikan untuk menyentuh kata bebas yang sebenarnya."
__ADS_1
Lagi-lagi Lucy tersentuh dengan sikap tulusnya yang begitu hangat untuk ia rasakan. Debaran jantung yang menandakan perasaan suka terus mengalun sangat berirama saat mata merah yang selalu terlihat dingin itu, kini telah berubah menjadi tatapan hangat.
Lucy sempat mengigit bibir bawahnya, lalu memanjat batas balkon sembari menatap Kendric yang berada di bawah sana. Ia hanya perlu mempercayai mate nya, karena kebahagiaannya akan tercipta tergantung pada tindakan yang ia pilih.
"Kendric ..., tangkap aku."
Mata merah delima milik Kendric terpana saat Lucy benar-benar melompat turun dari lantai dua istana. Gaun serta rambut hitam cantiknya yang berkibar akibat aksi melompat nya yang melawan grafitasi, membuat Kendric benar-benar semakin jatuh hati pada kekasihnya.
Ia pun dengan senang mengangkat kedua tangannya---menyambut hangat Lucy yang kini telah berhasil ia dekap kedalam pelukannya. Ia tersenyum melihat kekasihnya memilih pilihan ini bersamanya. Entah mau dia masih kecil ataupun dewasa, wajah rupawan milik Lucy selalu mampu membuat seorang kaisar dewa ini berdebar tak karuan.
Jarak yang hanya sebatas 25 centi, membuat keduanya saling menatap tertegun pada pesona masing-masing. Sudah Lucy duga, mau dilihat bagaimanapun mata Kendric memang sangat indah. Bahkan ia bisa melihat cerahnya warna merah itu akibat pantulan sinar rembulan.
"Em, Ke-Kendric, kau bisa menurunkan aku sekarang." Ucap Lucy dengan malu-malu.
"Ekhem. Kenakanlah jubah ini." Kendric yang terlihat canggung, memberikan jubah merah yang akan di gunakan Lucy saat mereka pergi keluar istana.
Ajaib! Saat Lucy berhasil mengenakannya, seketika gaunnya berubah menjadi lebih sederhana dan ringan untuk melangkah. Tentu saja, Kendric sudah memikirkan hal ini matang-matang. Lagian akan sangat menarik perhatian, jika Lucy mengenakan gaun mewah hanya untuk pergi ke sebuah ibu kota---yang hampir penghuninya adalah rakyat kecil.
"Kenapa hanya ada satu kuda?"
"Memangnya kau bisa menunggangi kuda?"
Lucy cemberut, dia baru ingat bahwa dia tidak bisa menaiki kuda. Dia memang lumayan lihai dalam berpedang atau memanah, tapi tidak dengan menunggangi kuda. Itu karena ulah Fedrick yang terlalu mengkhawatirkannya.
"Naiklah, kita akan menungganginya bersama." Kendric mengulurkan tangannya, membantu Lucy untuk menaiki kuda itu. Lucy pun menyetujuinya lalu dia duduk di depan Kendric, dengan kendali kuda berada ditangan kendric. Sehingga posisi Lucy berada di pelukan sang kekasih.
"Kau siap?"
Kendric tersenyum, "Tentu saja gerbang utama Lucifer Kingdom."
"Tunggu--Apa?!!"
Suara nyinyiran kuda serta tapan kuda yang berlari cepat di jalan utama menuju gerbang istana membuat Lucy kaget. Ini gila! Apa Kendric mau membawanya keluar istana secara terang-terangan?
Lagipula kalau mereka lewat gerbang utama, memangnya Tetua Styvn dan Loise yang menjaga daerah itu akan mengizinkan mereka keluar? Oh, tamat sudah. Ia pasti akan segera mendapatkan hukuman dari Ayahnya, menyelinap keluar istana tanpa izin darinya.
"Kendric, itu mustahil! Penjaga tidak mungkin membukakan gerbangnya." Teriak Lucy dengan panik.
"Ahaha ..., tidak ada hal yang mustahil bagiku Lucy."
"Kau semakin hari semakin gila ya?! Sudah berniat menculik ku, sekarang minta terang-terangan untuk di tangkap."
"Bukankah akan lebih seru jika kita pergi dengan cara yang berbeda? Lagipula aku tidak mungkin bisa di hentikan, termasuk Kakak dan Ayahmu."
"Kau ini terlihat tenang tapi ternyata sangat berba--HAYA!!!!"
Lucy berteriak saat laju kuda gagah itu kian semakin cepat seiring mereka mendekati gerbang besi berukuran raksasa. Tunggu, apa Kendric sungguh ingin mendobrak gerbangnya? Tidak, rolong katakan itu tidak benar.
"Lucy bersiaplah untuk melihat dunia luar yang sebenarnya." bisikan Kendric menghipnotisnya, sehingga Lucy sudah tidak perduli lagi dengan tatapan Tetua Styvn dan Loise yang berdiri dekat gerbang istana---tengah menatap mereka dengan wajah terkejut.
Kendric menggerakkan tangannya dengan cepat keatas membentuk garis vertical. Dan seketika gerbang besi berukiran raksasa itu terbelah menjadi dua lalu jatuh menimbulkan suara dentuman besar. Saat itu juga Styvn serta Loise yang belum sempat mencerna keadaan, hanya dapat berdiri diam seperti orang bodoh.
__ADS_1
Membiarkan Kendric dan Lucy lewat begitu saja. Kejadian itu begitu sangat cepat sehingga mereka hanya dapat melirik dengan gelisah dan melihat pintu gerbang hancur seperti diterpa badai.
Kendric menghancurkan gerbang istana?
Aletha yang melihat kebulan asap dari kamarnya, melirik Welliam yang masih diam mengurusi tumpukan berkas. Biasanya dia yang akan paling heboh jika melihat aksi gila Kendric.
"Welliam---"
"Aku tidak mendengar apapun. Sebaiknya kau tidur duluan saja ini sudah malam, aku masih ada banyak kerjaan. Dan besok tolong minta pengerajin sihir untuk memperbaiki pintu serta gerbang yang di rusak olehnya." Ucap Welliam tanpa mengalihkan perhatiannya dari berkas wilayah.
Aletha yang mendengar itu tersenyum lalu menghampiri sang suami untuk memberikan kecupan good night kepadanya. "Dasar kau ini ...."
Sedangkan di posisi Lezzy serta Fedrick. Mereka yang saat ini tengah bersantai pada balkon kediaman, melihat dengan sangat jelas bagaimana Kendric membawa Lucy melewati gerbang itu dengan brutal.
"Kau tidak mau mencoba menghentikan mereka?"
"Siapa? Aku tidak melihat apapun." Ujar Fedrick cuek. "Lezzy bulannya sudah tidak terlihat, ayo kita masuk. Kau bisa sakit jika terlalu lama di luar." Fedrick berbalik sembari berjalan masuk ke ruangan mereka.
Lezzy melihat kearah gerbang yang sudah mengeluarkan gumpalan asap, lalu kembali melihat punggung suaminya yang mulai menjauh dari balkon kamar.
"Fedrick, apa kau tidak suka melihat Lucy bersama dengan Kendric?"
Pertanyaan Lezzy berhasil membuat Fedrick berhenti melangkah. Dia yang berdiri pada ambang pintu masuk, menatap kosong lantai kamar mereka.
"Aku bukannya tidak suka atau tidak mengakui kalau mereka adalah pasangan Mate. Hanya ..." Fedrick melirik sebuh foto berukiran sedang yang terbingkai khusus di atas meja kerjanya.
"Aku masih belum bisa menerima, bahwa Putriku sudah tumbuh dewasa dengan sangat cepat. Padahal, rasanya baru kemarin dia begitu sangat kecil dan selalu bergantung padaku. Tapi sekarang dia sudah menemukan seseorang yang bisa menggantikan posisi Ayahnya untuk melindunginya."
Lezzy terharu dengan sifat Fedrick yang masih saja sama. Meski selalu bersikap keras tapi sebenarnya dia hanya tidak bisa jujur pada perasaannya sendiri. Lezzy mendekati Fedrick, "Kau sudah menjadi Ayah yang hebat untuk mereka. Welliam ataupun Lucy begitu sangat berterimakasih atas semua yang kau lakukan untuk kebahagiaan mereka."
Fedrick melihat mate yang tercintanya. Ia melepas dunia serta impiannya hanya untuk menemani dirinya di Kerajaan yang sempat menjadi istana membosankan selama ia tumbuh.
"Maka dari itu, kita juga harus rela melepas Putra-Putri kita, dan membiarkan mereka bersama dengan seseorang yang dapat menggantikan posisi kita dalam menjaga mereka."
Fedrick begitu bahagia bisa melewati semua masalah bersama kekasih hatinya dan menghabiskan kehidup abadi ini untuk membesarkan buah hatinya bersama Lezzy.
"Sudahlah. Akan ku siksa dewa sombong itu jika berani membuat putriku menangis! Sekarang waktunya aku melihat cucuku Sofia." Fedrick buru-buru keluar kamar menuku kediaman Sunny.
Lezzy menutup pintu balkon sembari melihat sesaat bintang kejora yang menjadi alasan diadakannya Festival Asteri ini. Satu-satunya bintang yang bercahaya paling terang di malam bersalju. Dan satu-satunya bintang fajar yang setia menyambut matahari saat pagi tiba.
"Teruslah tersenyum, putriku. Karena kau adalah harapan bintang Asteri kami ...."
...---.🍁.---...
*Informasi Karakter Novel.
Berhubung Season ini adalah penutup kisah dari ketiga cerita. Author mau bagi sedikit wajah tokoh pemain, yang hampir mirip dengan imajinasi Author mengenai sosok mereka.
#Maaf jika tidak sesuai dengan imajinasi kalian🙏
...----...
__ADS_1