The Queen Of Vasellica Moon

The Queen Of Vasellica Moon
Ruler Above Disaster


__ADS_3


....'•°🌷 °•'....


...Bolehkah aku menjadi orang kedua di hatimu?...


...Bukan sebagai pelarian ataupun pelampiasan mu, melainkan menjadi orang kedua yang mampu memilikimu setelah dia yang pergi menyakitimu....


...Tetapi ..., menjadi orang pertama yang membahagiakan hidupmu....


...--,🌷•°🍁°•🌷,-- ...


.......


.......


...-----...


"Aku mencintaimu, Maharani ku ...."


Lucy merasa kupingnya panas akibat kalimat itu, mata Kendrick yang begitu menatapnya dengan antusias menghiasi kembali cahaya harapan yang sempat mengikis kebahagiaannya.


"Aku ..., aku ju-----"


"Salam Baginda."


Robert datang diwaktu yang kurang tepat sehingga Kendric yang mendengarnya dengan penuh penasaran, harus terbungkam dan kecewa saat tangan kanan bodohnya ini datang begitu saja.


Apa sebaiknya dia kirim Robert ke wilayah Bintang Timur untuk menyelidiki musuh? Robert terlihat canggung saat tatapan buas itu mengintimidasinya secara berlebihan.


"Ada apa?"


"Maaf mengganggu anda Yang Mulia, tapi sudah waktunya kita berangkat."


Meski Kendric ingin lebih lama bersama dengan Lucy tapi ia juga tidak bisa mengabaikan soal pertemuan bangsawan yang terjadi di Imorrtal. Ini merepotkan! Ia harus cepat menyelesaikan rapat ini setelah itu kembali untuk bisa menemani Lucy.


Sudah tiga hari dia bosan diceramahi Aletha hanya karena dia membawa lari Putri yang sedang di lindungi, entah ia harus seperti apa untuk bisa menghadap keluarga Demon itu nanti.


Tapi untungnya Aletha mau bekerjasama, sehingga urusan di Darkness World akan ia jelaskan kepada keluarga Lorddarks secara pelan-pelan. Meski ia yakin, Aletha juga akan kena marah.


"Pergilah Kendric, aku akan menunggumu."


"Lucy, jika kau bosan di dalam Castle. Kau boleh pergi jalan-jalan keseluruh wilayah Apollo. Tapi ingat, kau dilarang pergi dari wilayah ini terutama jangan dekati pesisir wilayah yang telah ku batasi sihir."


"Kenapa?"


Kendric terlihat diam, "Karena---wilayah ini masih terlalu awam untukmu. Jika sudah waktunya kau akan kuajak keluar wilayah."


"Hm, baiklah ...."


"Untuk membuatmu nyaman, aku membawa Molie untuk menemanimu."


Lucy melihat kebelakang Kendric, yang ternyata Molie tadi sudah ada di sana berdiri bersebelahan dengan Robert. Molie berlari, menghampiri Lucy sehingga Lucy menyambut sahabat baiknya dengan senyum ceria.


"Molie!"


'Tuan Putri, bagaimana kabarmu?'


"Aku baik-baik saja, kau pasti kerepotan,kan? karena mengkhawatirkan ku. Maaf,"


Hoo, Robin sekarang mengabaikan saya juga ya?


Tyrsha terlihat cemberut dan merajuk sembari duduk di atas bunga yang ada di Vas bunga meja makan.


"Tyrsha, kau juga ada disini?"


"Karena saat kau bertemu dengan Roh Suci begitu senang, jadi kubiarkan Tyrsha bersama mu. Apa kau terganggu?"

__ADS_1


Lucy tidak tahu pria misterius yang selalu tidak bisa ia tebak sikapnya, dapat bersikap jauh lebih pengertian. Sepertinya dia harus bersyukur pada kesempatan kedua ini.


"Terimakasih banyak, Kendrick."


Kendric begitu merindukan senyuman tanpa ada beban yang sedang terukir di bibir mungilnya, mau di masa kecil atau dimasa kini. Senyuman itu yang mampu membuatnya goyah.


Dengan canggung, Kendric berbalik memunggungi Lucy. "Aku akan segera kembali." Saat Kendric berjalan melewati Robert.


Robert begitu terkejut melihat Tuan yang ia layani selama lebih dari dua ribu abad. Dapat tersenyum malu-malu begitu, apalagi tersirat rona merah pada wajahnya.


Membuatnya terbungkam, akhirnya ia sadar. Putri Demon itu adalah wanita yang ditunggu Maharaja nya selama persembunyiannya menyembunyikan jati dirinya.


Atau karena, mereka sudah ditakdirkan?


Tanpa sadar ia justru malah tersenyum lega, "Kalau begitu, saya mohon undur diri, Putri."


Lucy menatap kepergian Kendric dan bawahannya. Meski ia sudah dijelaskan singkat mengenai sosok Kendric di dunia ini, yang menyandang sebagai salah satu Danke (Mentri).


Tapi identitasnya begitu mencurigakan, apa seorang Danke di dunia ini bisa memiliki tempat seluas ini? Terlebih, banyak pelayan dan bawahannya yang memanggilnya dengan sebutan Baginda.


Apa dia masih menyembunyikan sesuatu dariku?


'Putri, entah hanya perasaan saya atau anda memang seicantik ini? '


"Maksudmu?


' Saya hanya merasa, sejak anda bertemu dengan Tuan Kendric. Anda lebih terlihat bersinar dan begitu berkarisma, apa mungkin kini anda sudah menemukan musim semi pada hidup anda.'


Lucy membulatkan matanya, dia mungkin bukan seorang putri yang memiliki kisah semenarik cerita penghantar tidur. Akan tetapi, ia juga masih berharap seorang Pangeran dapat membawanya dari menara istana.


Ketertarikannya kepada Kendric sudah tidak bisa ia elak. Bahwa saat ini hatinya pun telah berhasil dimilikinya, Lucy menatap langit yang bersembunyi dengan malu-malu dari balik rimbunan pohon Maple yang terlihat seperti emas yang berkilau.



Tyrsha yang melihat wajah Lucy tersenyum dengan malu-malu, mengerti perasaan bahagia apa yang sedang ia rasakan.


...----,•°🍁°•,----...


*Imorrtal


~Light'æthepolus Kingdom


[ - Ruang Konverensi Keagungan - ]


Berdiri di tengah lingkaran saintes kota Leryvora, sebagai Kerajaan utama dunia Imorrtal. Light'æthepolus menjadi satu-satunya Kerajaan yang berdiri, dan tempat tinggal dimana penguasa berkedudukan.


Tapi meski sudah sewajarnya penguasa sebagai pemimpin dunia tinggal di Kerajaan utama---hal itu justru di tolak oleh Kendric. Ia lebih suka tinggal di Istananya sendiri, toh wilayahnya jauh lebih besar daripada Kerajaan utama ini.


Itu karena, kediaman Kendric berada lebih tinggi di angkasa Imorrtal. Dia juga membuat Castle nya tidak dapat di lihat oleh siapapun sehingga tidak pernah ada yang tahu dimana Arlpha tinggal.


Meski begitu, ia akan tetap mendatangi Kerajaan sebagai penguasa yang menjalankan tugasnya. Kendric juga sejak menyatakan diri sebagai Maharaja tidak pernah menunjukan wajah aslinya, hanya sebatas topeng hitam dengan ukiran emas pada hiasannya---yang membatunya menutupi sosok jati dirinya.


Bahkan Octopus yang sebagai ketua Tetua Agung saja tidak dapat melihat wajah asli Kendric, meski ia sudah pernah mencoba menerawang nya dengan sihir tinggi sekalipun.


Saat ini para Bangsawan berclaster tinggi menghadiri Konverensi pembahasan mengenai sebuah hal besar yang sempat menggemparkan jagat Imorrtal. Mengenai tindakan Tahlia yang bersikap tidak berkasta tinggi sebagai Dewi terhormat keluarga Wisteria.


Benar, Tahlia melakukan hal memalukan dengan menjadikan kaum Darkness World sebagai pasukan Carlitos dan juga membentuk Titania yang mengkhianati Imorrtal, lalu melakukan aksi pemberontakan dan perang dengan bangsa rendahan seperti Darkness World.


Lebih gilanya lagi, Aletha yang berkedudukan sebagai Dewi tertinggi tingkat III. Saat ini malah menjadi Ratu di dunia kegelapan itu, hal ini didebat kan karena mereka bertindak melawan hukum alam yang sudah di rancang oleh Octopus selaku Tetua Agung di para Dewa.


Meski sudah lewat berbulan-bulan, masalah ini masih saja menjadi kerusuhan di setiap rapat yang di selenggarakan. Mereka mencoba mengatasi bagaimana jika Dewi Polemou melakukan aksi balas dendam dan menyerang Imorrtal, mengingat dia adalah pengkhianat bangsa Dewa karena dia memilih meninggalkan tanah suci ini.


Yang paling mencekat adalah sosok penguasa yang menggantikan Selini Thea setelah kematiannya. Pria misterius ini muncul tepat di hari kematian sanga Dewi Bulan, lalu duduk dengan sangat angkuh di kursi penguasa lalu menyatakan sendiri--bahwa dia adalah Maharaja yang selama ini mengamati dari jauh perkembangan Imorrtal.


Mengerikannya lagi, dia memiliki kekuatan sihir jauh lebih besar daripada Selini Thea. Sehingga para Tetua yang telah lama bersusah payah menundukkan Selini Thea harus di buat repot oleh sosok Kendric.


"Harusnya sejak dulu, Dewa yang memiliki kasta rendah di bunuh saja. Jika mereka musnah pasti mereka semua tidak perlu membuat pasukan Titania sebagai pengkhianat bangsa."

__ADS_1


Dewa Bahmût yang menjadi keharmonisan di tatanan para Dewa, angkat bicara karena kesal dengan sikap tak sopan dari Dewa berdarah campur (kasta rendah).


"Aku setuju, seorang Dewa haruslah memiliki darah murni. mereka yang tak memiliki gelar bangsawan tidak layak menjadi bagian Imorrtal, sekarang dunia kegelapan itu mengetahui tentang dunia kita."


"Dewa Baträñ, sebaiknya anda tenang. Meski aku membenci kasta rendah, tapi kita harus mengakui kalau mereka pun juga adalah bagian dari Imorrtal."


"Tidak perduli siapa yang salah, tetapi semua ini murni kesalahan Maharani Selini Thea. Beliau terlalu lembut dalam memimpin hingga hal seperti ini tak bisa dielakkan, bukan begitu Baginda?"


Octopus menatap tajam kearah Kendric yang duduk di hadapannya, meski jarak diantara mereka begitu jauh mengingat meja rapat ini begitu besar.


Dari balik topengnya---Kendric tersenyum menyeringai. Ia mengerti arah bicara Octopus, yang mencoba menegaskan bajwa Maharani atau Maharaja jika tidak bisa memimpin dia pun bisa menggantikan posisi itu.


Lagipula, bukan karena Selini Thea tidak berguna sebagai Maharani terdahulu melainkan, karena hukumannya yang telah memiliki asmara dengan Manusia.


Ia pun harus menyerahkan segala bentuk kekuasaan kepada para Tetua, meski begitu mereka tidak bisa menurunkan jabatan Selini karena dia adalah darah murni dari rembulan.


Bersusah payah berdalih, menyalahkan Aletha hingga menjebak Tahlia sebagai kambing hitamnya. Kemudian menyeret Selini Thea agar seluruh bangsawan lebih memihak nya ketimbang penguasa yang sebenarnya.


Kendric akui, dia hama yang paling cerdik hingga dapat memutar balikkan fakta. Seakan dialah yang paling suci disini.


"Mungkin Selini Thea adalah faktor kesalahannya, akan tetapi bukan dia dalangnya."


"Maksud anda, Baginda?"


"Terkadang kau membutuhkan bidik lain untuk kau tunjuk sebagai tokoh utama yang dapat kalian kendalikan, sehingga peranmu sebagai antagonis akan sempurna."


"Jadi maksud anda, tindakan yang Dewi Timoris (Tahlia) lakukan. Masih ada dalang yang mengendalikannya?"


"Benar, Tahlia hanyalah Dewi yang tak memiliki kasta bangsawan setinggi kalian. Hanya karena dia Putri angkat keluarga Wisteria, ia dipandang secara rasional dan di perlakukan baik oleh kaum Imorrtal. Akan tetapi, bukankah sedikit berlebihan jika dia bisa memprovokasi hingga mampu membentuk pasukan Titania yang begitu besar?"


"Tapi Baginda hal itu bisa saja terjadi jika dia mencuci otak mereka, lagipula dia berasal dari keluarga kasta rendah sebelum di adopsi. Saya yakin mendiang Maharani pasti tahu, lalu kenapa dia diam saja?"


"Hentikan perdebatan ini, Tahlia telah di hukum atas dosanya dengan kematian. Jangan pernah ungkit orang yang telah tiada, Selini mengorbankan dirinya untuk bisa menetralkan bencana. Sedangkan Dewi Polemou tidak bersalah, meski telah di usir dia masih menjalankan perannya sebagai seorang Polemou dengan mengadili adiknya sendiri. Itu berarti dia masih bagian Imorrtal.".


"Saya tidak setuju Baginda! Bagaimana bisa seorang Arthena memilih menikahi bangsa Iblis dan malah menjadi Ratu di dunia menjijikan itu! Ini sama saja dengan pencemaran."


"Kami sungguh tidak sudi, bila disandingkan dengan mahluk malam seperti mereka. Dewi Arthena akan menjadi musuh bagi Imorrtal dan juga ia harus di hukum karena melanggar peraturan alam, karena ia menikahi bangsa di luar kaum suci seperti kita."


"Memang benar, alam melarang hubungan diluar bangsa. akan tetapi jika itu adalah Mate nya, alam pun tak akan pernah bisa melawan takdir." Kendric terus menahan sabar, menghadapi sekumpulan kaum yang selalu memandang tinggi diri mereka.


Ditengah ketegangan itu, Octopus tertawa kecil hingga menarik perhatian. "Anda bilang, jika mereka pasangan Mate maka takdir tak bisa dilawan? Yang Mulia anda sungguh lupa, bahwa kita mahluk suci yang memiliki kehormatan tinggi. Kita menentukan pasangan tak melalui sosok Mate, demi menjaga keturunan Dewa dan Dewi berdarah murni bangsawan. Terkadang, kita harus melakukan hubungan sedarah agar melestarikan kekuatan yang dianugrahkan Dewi Vernitysa."


Kendric tidak suka dengan opini Octopus yang seolah bisa mengatur alur pertemuan ini, karena kaum seperti mereka selalu menjunjung tinggi darah murni sebagai klan bangsawan dan terlalu membedakan kaum rendahan.


Anugrah Dewi Vernitysa begitu besar, tapi untuk bisa mendapatkan kekuatan dari Vernytisa mereka rela untuk membunuh Dewi pertama yang mampu menghidupkan alam dengan kekuatan besarnya.


Dan Kendric benci saat mereka membahas Dewi itu, karena terlalu banyak luka yang ia derita akibat kepergiannya.


"Justru, aku menolak peraturan yang seperti itu. Dengarkan ini baik-baik, aku sebagai Maharaja kalian. Akan merubah sistem peraturan di Imorrtal yang tidak masuk akal! Dan juga, semua hukum di Imorrtal akan kuambil alih karena Tahlia telah tiada. Lalu tidak ada yang boleh berperang tanpa seizin Dewi Polemou."


Semua bangsawan terkejut, terutama Octopus. Selama ribuan abad, semua peraturan di Imorrtal di ambil alih oleh Octopus karena kasus Selini Thea.


Tapi bisa gawat jika peraturannya di rubah oleh Kendric, Apalagi dia tipikal yang sulit di kendalikan. Octopus sudah merasakan firasat buruk, sejak Kendric menunjukkan diri sebagai Maharaja.


Ia menggeram kesal, jika Raja baru ini merubah semuanya. Maka dia tidak akan bisa mengendalikkan Imorrtal.


Sikap penolakannya yang begitu tegas, menyatakan secara tersirat. Bahwa, Maharaja ini berniat menantangnya dan juga berusaha menyingkirkannya.


"Tetua Octopus."


"Dia akan sulit untuk kita lawan, Lewir. Sebisa mungkin cari tahu latar belakang dan seperti apa sosoknya! aku khawatir dia memiliki kerjasama dengan selini Thea."


Semua menjadi gaduh dan mulai memicu opini berdebatan yang sangat panjang. Tapi Kendric lebih benci saat Tau Bangka itu masih saja berulah kepadanya.


Dunianya sedang tidak baik-baik saja, Imorrtal perlu ditata ulang. Tapi Kendric yakin, ini bukanlah perlawanan yang mudah.


"Yang menentang, maka harus membayarnya dengan kepala kalian, dan aku harus mengambil paksa kekuatan Dewa kalian!!"

__ADS_1


---,•°🍁°•,---


__ADS_2