
Kendric membuka buku milik Carzie dengan sangat terburu-buru. Akhirnya titik terang berhasil membuatnya semangat. Ia yakin di buku ini pasti memiliki cara lain untuk menyelamatkan Lucy ataupun seluruh dunia.
Dengan penuh rasa percaya diri, ia membaca tiap perlembar dari buku jurnal milik Carzie. Ada begitu banyak pemahaman hingga cara menemukan penawar racun sementara dari miasma. Sampai di pertengahan buku, Kendric memasuki bab yang paling ia cari-cari. Terdapat beberapa arsip yang menjelaskan mengenai cara lain untuk mencegah Krhanos berkuasa pada saat Alabasta terjadi.
"Aku menemukannya!"
...----- ⋆ ˚。⋆୨୧˚ 🍁 ˚୨୧⋆。˚ ⋆ -----...
*Moonlight Pack
Kembali pada posisi Lucy. Malam datang dengan sangat gembira, serangan besar yang hampir menghancurkan separuh wilayah Werewolf telah berakhir dengan sangat baik. Miasma yang hampir mengubur pegunungan serigala itu kini menjadi lebih netral.
Pesta kecil atas perayaan kemenangan terlihat sangat ramai, wajah penuh semangat telah meruntuhkan perasaan gelisah beberapa bulan ini. Lucy menerima banyak sekali pujian hingga di juluki sebagai bintang kemenangan nya Darkness World. Hal yang paling menakjubkan adalah kematian Harlie menjadi kabar terindah bagi seluruh kaum Darkness World.
Seakan mereka telah menanti kekalahannya, dan kabar kematiannya juga berhasil tersampaikan ke telinga Kekaisaran. Mendengar kabar ini, Welliam juga sangat bangga, walau ia juga perlu mendengar penjelasan lebih jelas nya setelah Lucy kembali.
Untuk memutus pemberontakan, Lord dengan semangat mengirim pasukan Assasin nya untuk segera menangkap semua kaum Merrmaid dan kaum lain yang terikat dalam aksi Harlie. Lutan menjadi isolasi penjara terbesar saat ini, dan bila jawaban atas pembelaan mereka terhadap Harlie tidak masuk akal, mungkin birunya lautan akan berubah menjadi darah!
Lucy mengamati bagaimana pesta kecil ini terselenggara kan, alunan musik rakyat terdengar sangat membahagiakan saat kaum muda dan tua saling menari. Tawa penuh kelegaan menjadi keramaian yang sangat bising. Meski pemurnian Lucy tidak akan bertahan lama dan miasma akan kembali menutupi alam, setidaknya hal ini baik untuk kesehatan anak-anak dan lingkungan.
Molie mendekati Lucy, terlihat Putri Demon ini masih merasa gelisah. Ia mengasingkan diri dan menuju ketempat yang lebih sepi, dengan duduk di atas batu pada tepian danau. Ia menatap langit malam, bulan purnama terlihat samar dari balik aurora yang kembali menari di atas pegunungan Moonlight Pack.
"Apa anda sudah siap berangkat Putri?"
Lucy memakai jubah berwarna merah yang Molie bawakan untuknya. "Aku sudah siap."
"Apa anda tidak mau mengatakan dulu kepada Alpha?"
"Kita hanya pergi sebentar, kau bilang tempatnya tidak jauh."
Molie mendekati danau, ia menatap pegunungan salju yang terlihat sangat serasi dengan aurora pada malam ini. "Alam roh suci berada di langit lain pada Imorrtal, tetapi di Darkness World dan juga bumi memiliki gerbang portal khusus untuk memasuki alam peri yang tidak banyak di ketahui kaum Dewa. "
"Bebarkah? Laku kemanakah kita harus pergi? Apa wilayah Pixifly?"
"Tidak sejauh itu, wilayah kita saat ini adalah yang paling tepat. Di puncak pegunungan Moonlight Pack terdapat goa. Setiap malam purnama, permata yang menyerupai bintang akan menuntun kita menuju gerbang lain untuk ke daerah pohon dunia. Goa itu juga adalah tempat diriku melakukan tidur panjang ribuan tahun lamanya."
"Kalau di ingat, Tetua Alberd bilang, kau di temukan di sebuah goa di wilayah Moonlight Pack. Jadi begitu, aku paham sekarang. Kalau begitu ayo pergi, perasaan gelisah ini sungguh tidak nyaman untuk ku."
Molie merendahkan tubuhnya agar dapat mempermudah bagi Lucy untuk menaikinya. Dengan posisi nyaman, Molie berlari di atas permukaan danau tanpa tenggelam dan dalam sekali hentakan ia pun melompat tinggi, berpijak pada lapisan sihir di tengah udara mensejajarkan dirinya dengan aurora di malam itu.
Saat berhasil mendarat dengan bersinggah di puncak pegunungan Moonlight Pack. Lucy turun sembari mengamati daerah tinggi bersalju itu. secara samar Lucy juga dapat melihat beberapa pemukiman wilayah lain yang masih di penuhi kabut hitam. Pasti karena miasma di sana jauh lebih buruk.
"Lewat sini, Putri." Molie membimbing jalan terdepan saat mulut goa di belakangnya adalah jalan masuk utama menuju dunia lain.
Lucy memasuki goa tersebut, di dalamnya terlihat sangat gelap, sunyi, serta dingin. bebatuan curam juga menjadi hal identik dari goa tersebut. Dengan langkah yakin Lucy mengikuti langkah Molie. Ia mencoba memeluk dirinya lebih erat saat udara dingin masuk dari arah mulut goa tadi, sepertinya datang di malam hari adalah pilihan yang kurang tepat.
Tapi keadaan itu tidak berlangsung lama, saat Lucy harus melewati celah lain dari dua batu yang sedikit terhimpit, dengan air yang jatuh seperti air terjun mini dari celah bebatuan di langit-langit goa. Pada balik air tersebut terdapat sebuah hal yang membuat Lucy terkagum dengan apa yang ia lihat.
Benar, di sini jauh lebih terang dan begitu sangat hangat, seakan ia berada di tempat yang berbeda. Pada langit-langit goa terdapat pecahan batu kristal berwarna biru yang tersebar menyerupai bintang. Kehangatan yang datang dari stone sihir permata nya, juga menunjukkan jalan menuju jalan keluar----saat di ujung lorong goa nya terdapat mulut goa lainnya yang tersinari oleh cahaya matahari, jauh lebih terang dan sangat menarik untuk di datangi.
__ADS_1
Lucy suka berjalan di atas permukaan air yang terlihat sangat jernih, seakan goa ini melindungi sesuatu yang berharga.
"Pintu keluarnya ada di depan, Putri. Karena ini pertama kalinya untuk anda, saya ucapkan selamat datang di tanah kelahiran ku. Hutan para roh suci. "
Lucy berjalan keluar goa, sinar mentari yang terlihat bersahabat menjadi lighting terbaik dalam menyelinap di tiap dedaunan serta ranting pohon. Alangkah indah dan sangat menakjubkannya hutan para roh suci ini. Seakan ia menyaksikan sendiri dunia dongeng yang selalu ia baca di buku semasa kecil, rasa nostalgia pun berputar dalam benaknya.
Hutan ini seperti permata saat kilauan tiap tumbuhan nya memanjakan mata, beberapa hewan berlari dengan sangat riang di tiap penjuru hutan. Roh-roh suci tidak kunjung berhenti bermain dengan suka cita tanpa adanya rasa beban. Seakan hutannya melindungi semua mahluk yang ada di hutan ini.
Lucy berjalan menyusuri hutan permata alam itu, tidak ada kata yang lebih baik selain menatap kagum dengan ciptaan maha kuasa yang begitu terlampau sempurna. Tiap hembusan anginnya, menyapu perasaan gelisah Lucy dan mencoba mengembalikan sikap positifnya dalam menghadapi masalah.
Kehadiran Lucy begitu mencolok dan sangat mudah di kenali karena aroma Robin begitu manis bagi roh suci. Tidak butuh waktu lama, Lucy kembali di hampiri dan di kelilingi oleh berbagai macam kaum penghuni peri alam.
"Oh, lihat siapa yang datang berkunjung."
"Robin, kau datang untuk bermain dengan kami?"
"Aku sempat khawatir, karena miasma sudah sangat parah. Kami takut kau juga di sandra oleh Krhanos."
"Benar! Jumlah kita juga semakin dikit, karena penculikan dan kutukan nya."
Lucy tersenyum canggung saat banyaknya pertanyaan yang di ajukan untuk dirinya. Terlebih mereka terlalu bersemangat menyapanya. Lucy jadi ingat bagaimana interaksi pertamanya dengan roh suci pada hutan Maple di bumi dulu.
"Robin tinggal lah di sini, Pohon Dunia akan melindungi mu." Roh suci yang memiliki wujud setengah burung pipit dan manusia, terbang mengelilingi Lucy hingga memberikan sambutan manis----saat rangkaian bunga melingkar di kepalanya.
"Aku----"
"Ada apa ini? Kenapa kalian sangat bersemangat hari ini?"
"Robin? Bagaimana anda bisa-----Apa mungkin anda telah, em..., menyadarinya?"
Lucy menghampiri Tyrsha, "Kau kemana saja? bukan kah kau harusnya jadi teman bicara ku di Imorrtal?"
"Miasma nya terlalu buruk untuk bisa ku tinggali Robin, maaf. Tapi apa anda sungguh telah menyadari jati diri anda?" Lucy mengangguk sebagai jawabannya. "Sungguh!! ah, tidak. Maksud ku bagaimana tanggapan Baginda?"
"Kami sedikit bertengkar, tapi sekarang semua telah baik-baik saja."
"Anda yakin? Kalau begitu apa anda juga sudah tahu siapa sosok Vernitysha?"
Lucu terlihat segan untuk mengatakannya karena takut membuat para roh suci kembali sedih bila mengingat kematian Vernitysha.
"Aku sudah tahu semua nya, dan karena itu juga yang menjadi alasan ku datang ke sini. Tyrsha apa kau bisa pandu aku menuju Pohon Dunia?"
"Jadi tamu yang di bilang Pohon Dunia adalah anda? Baiklah, aku akan mengantarkan mu. Di sini juga ada banyak tempat indah lainnya, jauh lebih baik daripada Wilayah Aopollo dan Lucifer Kingdom."
Tyrsha membimbing jalan, sepanjang jalan menuju pohon agung Lucy tersenyum dan tidak henti-hentinya memuji keindahan hutannya. Hingga tiba mereka di sebuah hutan Mapel yang tumbuh mengelilingi sesuatu di bagian tengah hutannya.
Warna daun Mapel yang menyerupai emas begitu sangat persis seperti bintang malam. Lucy mendekati pohon Mapel dan secara serentak, barisan pohon Mapel itu bergerak---membuat jalan untuk Lucy di bagian dalam lingkaran hutan mapel tersebut, terdapat satu buah pohon sangat besar dengan ketinggian yang hampir mencapai lapisan langit pertama.
Lucy mendekatinya, langkahnya yang menyentuh rumput hijau mengugurkan daun Pohon dunia yang juga ternyata berbentuk seperti daun Mapel, hanya saja warnanya biru kehijauan. Daun-daun yang sangat tipis dan sangat transparan seperti serpihan kristal, menghujani Lucy seakan pohon dunia itu telah menyambutnya dengan kesan yang baik.
__ADS_1
Di bawah batang pohon terdapat genangan air, membiarkan akarnya tenggelam di dalamnya. Lucy ragu untuk memulai pembicaraan, tapi akan sangat memakan waktu jika dia diam saja. Seakan Yggdrasil memahami kecemasan Lucy, pohon dunia di hadapannya bersinar---memulai interaksi lebih dahulu.
Sontak melihat hal itu seluruh roh suci termasuk Molie memberi sanjungan hormat kepada sang jantung alam.
"Kau sudah datang, anak ku."
Lucy yang bingung cara menyanjung hanya merendahkan dirinya di hadapan pohon dunia. "Kejayaan menyertaimu, wahai pohon dunia."
Angin menyelimuti pohon dunia dan cahaya yang keluar dari dedaunannya bergabung dengan angin, dari balik cahaya terang itu hadir sesosok peri yang di penuhi cahaya putih. Sang Pohon dunia membuat separuh dari jiwanya membentuk mahluk kecil yang lebih formal untuk berbicara dengan Lucy.
"Karena terasa aneh bila aku berbicara dengan sosok pohon, aku ingin menyesuaikan nya dengan mu Robin." Peri pohon dunia terbang mengelilingi Lucy.
"Kau sudah cukup jauh datang kemari. Akan lebih sopan jika aku menjamu mu dengan dessert kecil."
Lima helai daun dari pohon dunia jatuh dan seketika sebuah sihir menampakkan makanan dessert dan teh yang di suguhkan hanya untuk Lucy. Peri pohon dunia mempersilahkan Lucy untuk duduk, dengan canggung ia oun mengikutinya.
Sembari menyantap jamuan kedatangannya, Lucy memperhatikan betapa imutnya peri kecil yang merupakan bagian dari Pohon dunia yang sangat besar di sebelahnya ini.
"Jadi Robin, apa yang ingin kau tanyakan?"
"Apa aku sungguh bisa menanyakan hal apapun? termasuk hal yang menjadi rahasia alam?"
"Tentu saja, aku memberikan hak khusus kepada Robin. Tetapi hanya satu dari banyaknya misteri dunia, jadi pikirkan baik-baik dengan pertanyaan mu."
Lucy mendapatkan hal yang pasti, ia menatap peri pohon dunia tersebut. "Aku, aku harap kau berkenan memberitahuku, mengenai Alabasta."
"Kau yakin? Apa kau tidak mau tahu seperti apa masa depan?"
Lucy ingin tahu, tapi ini bukan saat nya dia bermain curang. Yang namanya masa depan tidak bisa di prediksi dengan tepat. Jadi, biarkan saja itu menjadi misteri kehidupan seseorang termasuk pada kematian.
"Tidak, meski aku tahu pun, aku tetap tidak tahu bagaimana cara melewatinya."
Peri pohon dunia terdiam selama 5 detik. Kemudian dia menjentikkan jarinya dan seketika dessert di atas meja Lucy pun menghilang menyisihkan secangkir dan teko kaca yang terisi teh hangat. Peri itu duduk di atas penutup tekonya dengan menunjukkan gaya eksistensinya yang begitu tinggi.
"Kau hanya punya 3 pertanyaan mengenai Alabasta."
"Siapakah sosok Krhanos yang menjadi inti dari Alabasta ini, dan kenapa ia begitu mengancam dunia?"
"Krhanos adalah wujud dari kedengkian, kebencian, cemburu, iri, keserakahan, kegilaan, obsesi, dan rasa haus akan darah pendosa. Jika pohon dunia adalah wujud dari pemurni yang menebarkan aura positif. Maka Krhanos adalah kebalikannya, ia akan menyerap semua sifat keserakahan manusia. Mendidik kaum Darkness world sebagai mahluk yang terlalu obsesi akan rasa iri untuk menjadi kuat. Membutakan mata para Dewa dengan kecemburuan sehingga mereka menjadi gila untuk saling mengadu domba dalam darah penuh pendosa."
"Aura negatif yang seperti itulah yang membentuk sosok Krhanos dan bila waktunya memenuhi obsesi, ia akan meledak---dalam artian menodai seluruh alam dengan kegelapan tanpa ada cahaya kembali. Ia akan merubah dunia menjadi kekuasaannya yang begitu gulita dan menanamkan perasaan tamak untuk mengendalikan mahluk di bawah tangannya. Karena tujuannya adalah melawan kehendak langit! "
"Hal itu tidak boleh terjadi, sehingga langit murka. Ia memberikan Dewa matahari serta Dewi bulan sebagai penetral nya dan mengurungnya dalam rantai segel. Tapi hal itu tidak akan cukup, karena mahluk hidup tidak akan pernah lepas dari perasaan dengki serta iri. Sehingga langit membutuhkan sosok lain untuk bisa menjadi pedang yang mampu menghabisinya." Jelas peri pohon dunia.
"Dan itu adalah sosok Robin. Lalu apakah ada cara lain tanpa membuat seorang Robin harus---harus mati?"
"------Tidak boleh, cara kedua itu tidak boleh di lakukan untuk menggantikan tugas robin. Karena pencegahan sementara, tidak akan pernah bisa mengakhiri permasalahan. Kau telah bersumpah dan menerima jiwa mu sebagai Robin, maka lakukan lah seperti kehendaknya."
"Jika kalian menggunakan cara lain----Maka tidak akan ada masa depan. Karena pada dasarnya, Robin di ciptakan memang untuk mati menggantikan mahluk di seluruh dunia. Pengorbanannya akan menjadi satu-satunya harapan pelita di tengah kemalangan mahluk hidup."
Lucy merasa hancur saat jawaban pada kegelisahannya dan hal apa yang paling di khawatirkan Kendric, menjadi tali untuk mengikat lehernya dengan kata tanggung jawab atas takdirnya.
__ADS_1
Lucy hancur saat ia tidak sanggup, harus bagaimana ia melihat wajah kekasihnya yang mengharapkan cara lain untuk menghentikan semua ini---seakan ia di beritahu bahwa usaha Kendric untuk menyelamatkan nya hanyalah hal yang sia-sia. Karena pada akhirnya, takdir di antara mereka adalah Perpisahan!
...✧༺ 🍁 ༻✧...