
...Kamu tahu? Luka masa lalu ku adalah tombak yang merubah masa depan ku. ...
...----...
.... ...
.... ...
.... ...
....--π--....
*Villa Kaca, Keluarga Kerajaan
Lezzy terlihat berjalan dengan penuh kecemasan. Ini sudah lewat 40 menit sejak pelayan mengantarkan pesan kepada Putrinya. Apa Lucy masih enggan untuk menunjukkan dirinya perihal kejadian kemarin, atau Kendric gagal memperbaiki hubungan mereka?
Pesan yang datang terlambat dari Kaisar langit membuatnya kian risau, takut bila mereka masih enggan berbaikan. Apalagi Lezzy semakin khawatir bila Putrinya jadi semakin menutup diri seperti waktu itu, meski kemarin sempat ia jelaskan semua masalah yang ia hadapi tapi Putrinya tetaplah wanita yang terluka karena kebohongan yang mungkin memang dia juga sudah menjadi bagian dari dinding pengekang untuknya.
Berbeda jauh dengan Lezzy. Fedrick serta putra dan menantunya terlihat lebih santai bukannya karena tidak perduli, tapi mereka memang tahu bahwa Kendric pasti akan segera menyelesaikan masalah mereka.
Fedrick sudah mencoba untuk menenangkan Istrinya tapi Lezzy terlalu khawatir sehingga mengabaikan rujukan kekasihnya untuk lebih tenang. Bahkan yang lebih menjadi korban adalah Sofia yang sejak tadi hanya melihat perlakuan Nenek nya yang sudah membuatnya pusing karena berjalan mondar-mandir.
"Ibu, duduk dan makanlah lebih dulu. Mungkin mereka akan datang terlambat, sup nya nanti keburu dingin." Aletha mencoba membantu mengurangi kegelisahan Lezzy.
"Kalin saja yang makan duluan, aku akan menunggu mereka."
"----Baiklah, tapi jangan terlalu memaksakan diri. Lucy akan baik-baik saja."
Di tengah kegelisahan mereka saat hendak menyantap hidangan sarapan pagi. Albert datang memberi hormat kepada seluruh anggota keluarga Kekaisaran. Tetapi ia sedikit terhambat saat melihat sikap Ratu Lezzy yang sepertinya mengabaikan kehadirannya.
"Kau bisa melanjutkan, " Ujar Welliam kepada Albert.
"Baginda Lord, maaf bila mengganggu santap warana kekaisaran. Tetapi balai pasukan sekutu di wilayah Warewolf sangat membutuhkan tanggapan kekaisaran mengenai pergerakan bangsa Merrmaid."
"Apa lagi yang di lakukan Raja ikan itu?" Tanya Fedrick.
Terlihat Albert ragu mengatakannya saat Tuan Putri kecil ada di sana, karena rasanya ini kurang baik untuk di dengar anak kecil. Terlebih Tuan Putri mereka sangat cerdas dalam memahami sebuah berita meski ia tidak begitu mengerti maksud dan tujuan.
Aletha yang merasa mengerti dengan maksud Albert bergegas membawa Putrinya melihat taman bunga pada Villa kaca di sana.
"Sekarang kau bisa mengatakannya."
"---Paduka saat ini King Harlie menargetkan anak-anak bangsa Wolf untuk di ikut sertakan dalam uji coba sihir gelap pada miasma. Setiap jam nya ada banyak laporan dari wilayah Moonlight Pack yang berada di bawah kaki gunung mengenai penculikan ini, saya harap Baginda tegas dalam mengambil tindakan untuk mengirimkan bantuan sesegera mungkin."
Welliam yang sejak tadi sudah lebih dulu menyantap sarapan nya----mengelap mulutnya dengan serbet lalu membanting nya keatas meja dengan sedikit kasar. "Ikan itu semakin bertingkah. Aku mulai muak dengannya!"
"Setelah bangsa Warewolf aku yakin ia akan segera menargetkan kaum Mirach. Briant, Loise dan Styvn sedang bertugas di wilayah lain. Albert harus berjaga di bagian Neptuna, jika mengirim pasukan kerajaan kita mungkin bisa bantu tapi hal ini tidak akan bertahan lama. Bagaimana menurutmu Welliam, siapa yang akan kau utus untuk pergi ke Moonlight Pack? "
"Aku akan ke sana sen----"
"Tidak, biarkan Lucy yang pergi menggantikan Kakak kesana."
kedatangan Lucy dengan membawa kabar pernyataan diri kepada Ayah dan Kakaknya menuai banyak pertanyaan. Terlebih Lezzy yang lebih tidak rela jika Putrinya yang harus turun sendiri.
__ADS_1
Lucy berjalan masuk beriringan dengan Kendric yang mendapingi langkahnya, suasana diantara mereka begitu canggung apalagi kemarin ada banyak pengakuan yang sempat menghebohkan istana dan sekarang Lucy ingin pergi sendiri kemedan perang.
Lezzy memang terlihat sedikit lega saat Putrinya datang dengan Kendric sepertinya masalah mereka sudah membaik. Tapi ia tidak rela dengan pengakuan terburu-buru putrinya.
"Lucy kau tidak harus pergi kesana menggantikan Kakak mu."
"Ibu benar. Aku bisa mengurus rakyat ku sendiri tanpa harus membuat Adik ku turun langsung, apa kau sedang mempermalukanku? Terlebih lawan mu adalah King Harlie."
"Kakak, ini sudah bukan masalah harga diri. Apa kakak tidak lihat bagaiaman jadinya alam di luar sana? Dan apa yang sudah Kakak lakukan? Bukankah kita masih belum bisa menemukan solusi untuk Miasma nya?"
"Tapi Lucy, kau adalah target utama Harlie. Jika kau pergi kesana bukankah itu berarti sama saja menyerahkan diri?"
"Ayah, Lucy tidak berniat menyerahkan diri. Tapi satu-satunya pemecah masalah untuk saat ini---peran ku lebih menguntungkan daripada mencegahnya terus menerus. Lucy adalah seorang Robin dan peran nya lebih di butuhkan untuk memurnikan miasma. Meski aku perlu banyak belajar mengenainya, tapi setidaknya Lucy ingin berusaha membantu. "
"Mau kau seorang Robin atau Dewi murni sekalipun. Ayah tidak akan mengizinkannya."
Lucy mendekati Ayah nya. "Lucy tidak mau menjadi Putri yang buta. Ini masalah serius, ada banyak nyawa melayang di luar sana hanya untuk menyembunyikan satu Putri di istana. Bahkan anak-anak pun ikut menjadi korban, aku akan pergi sebagai Putri Kekaisaran bukan sebagai seorang Lucy. Ayah putri mu sudah berubah, aku tidak mau menjadi lemah hanya karena tak mampu menghadapinya. Jadi, bisakah Ayah akan menyutujuinya? "
Fedrick terlihat kalah berdebat---ia lalu melihat Kendric yang berdiri di belakang Lucy. "Bagaimana tanggapan mu? Apakau akan membiarkannya?"
"Aku tidak ingin mengulangi kesalahan yang sama. Lucy adalah Tuan Putri yang tangguh, bukan karena sosoknya sebagai Robin ataupun Vasilissa. Tapi sebagai Lucy Daiana Lorddarks, Putri Kekaisaran bangsa Demon. Terlebih, tidak akan kubiarkan mereka melukainya ataupun membuatnya kembali di rebut Harlie."
Kendric memberikan dukungan penuh pada apa yang akan Lucy ambil dan akan dengan senang hati berbagi resiko bila hal itu sangat berbahaya untuk mereka. Ini lebih baik daripada membuatnya kembali terkekang.
Lucy membalas tanggapan Kendric dengan senyuman hangat, ia kira Kendric akan ikut menolak keputusannya yang terlalu tiba-tiba. Lucy merasa harus ikut bertanggung jawab pada apa yang sudah Harlie lakukan. Kabar yang dibawa Albert begitu tidak masuk akal dan menurutnya Harlie memang sudah sangat keterlaluan.
"Saya juga akan mendukung keinginan Lucy."
"Sofia juga! Uni Lucy pasti bisa mengalahkan penjahatnya," Teriak Sofia dengan polos.
"Ayah...,"
"Baiklah, lakukan apa yang ingin kau lakukan Putriku. Ayah akan selalu ada untuk mu, tapi ingatlah kau bagian dari bangsa Demon juga. Ini adalah medan perang dan juga bangsa Demon tidak akan berbelas kasih kepada musuh kita, jadi jangan biarkan pengkhianat seperti mereka semakin sombong."
Lucy berlari memeluk Fedrick. Sedikit demi sedikit Lucy semakin bisa melihat masa depan dengan penuh rasa percaya diri dan ia tahu keputusan apa yang akan ia ambil untuk kedepannya---sembari mencari hal apa yang ala inginkan dari sosoknya.
"Izinkan Lucy membawa pasukan sayap merah pleton kiri untuk membantu mengamankan wilayah kaki hunung Moonlight Pack."
"Di luar sangat berbahaya Lucy."
"Lalu apakah istana juga adalah tempat yang aman untuk saat ini kakak?"
Welliam menghela nafas, bahkan ia harus mengakui bahwa miasma ini juga menjadikan kerajaan tidak baik-baik saja.
Welliam berdiri tegas di hadapan Lucy, sulit mempercayai Adik satu-satunya yang selalu menangis sewaktu kecil. Kini telah tumbuh menjadi wanita tangguh tanpa perlu seorang Kakak yang menjadi tamengnya ketika ia lemah.
Welliam juga akan turut senang jika Lucy memang benar-benar sudah banyak berubah, dan berani menghadapi dunia yang tengah terguncang saat ini.
"Putri Lucy Daiana Lorddarks. Sebagai Lord Darkness World. Aku meminta bantuan darimu untuk menjaga wilayah Moonlight Pack serta keselamatan anak-anak bangsa Warewolf yang menjadi incaran King Harlie atas pemberontakannya. Aku tidak terlalu mengharapkan kemenangan, kembalilah dengan selamat itulah misi utama mu. Atas pengadian mu sebagai Putri kekaisaran, bangsa Darkness Wolrd berterimakasih."
Lucy penuh rasa bangga mendengar dekrit titah Lord yang tidak lain adalah Kakak nya, yang kini telah mempercayai nya tanpa memandang dirinya sebagai adik kecil lemah melayun.
Karena ia tahu sejak dulu Welliam akan selalu menentang apapun keputusan Lucy yang berhubungan dengan Harlie atau hal-hal yang mengancam nyawanya. Tapi kini Kakak nya---bukan, sebagai Lord penguasa ia memberikan kepercayaan untuk terjun kemedan perang yang di dasari konflik terhadapnya.
__ADS_1
"Saya menerima dekrit Baginda Lord dengan lapang hati."
Lucy memberikan salam pengyjormatan sebagai wanita bangsawan. Kemudian menatap Kendric yang terlihat bangga dengan sosok Lucy yang kini berbeda dengan sebelumnya jauh lebih tangguh dan berkarisma.
"Aku akan menemanimu."
...---, oπo ,---...
Pasukan balai tentara kesatria sayap merah Lucifer Kingdom berkumpul dengan sangat gagah di depan halaman istana. Bersekitar tiga ribu pasukan akan di bawah komando Lucy. Bukan hal yang bisa dielakan, bahwasanya Lucy bukan hanya sebagai Putri lembut berbudi luhur tetapi dia juga begitu di hormati oleh seluruh kesatria kekaisaran karena ketangguhan nya.
Terlihat saat ia dulu sering sekali mengikuti pelatihan di camp kesatria istana, walau semenjak kematian komandan Haikal terbunuh di medan perang dahulu. Lucy jadi jarang datang ke pelatihan camp meski hanya sekedar mengamati proses pelatihan.
Lucy telah bersiap, apalagi dengan pakaian komandannya yang terlihat jauh cantik baik daripada balutan gaun. Jiwa kepimpinannya terlihat jelas hingga Kendric sampai-sampai jadi merasa cemburu dengan tatapan para kesatria yang terlihat terpesona dengan ke elokan Mate nya.
"Sekarang masalahnya adalah perjalanan. Akan sangat terlambat jika kita pergi dengan menunggang kuda."
"Bukankah bisa di persingkat dengan sihir teleportasi? "
"Kendric, pasukan yang akan pergi adalah tiga ribu. Pasti akan membutuhkan mana besar untuk melakukannya bahkan aku yakin penyihir menara juga tidak akan sanggup meski di lakukan oleh 100 orang dari bangsa Witch."
"Kau tidak memprlukan mereka, cukup satu orang saja."
"Siapa? "
Kendric tersenyum sakarstik, tak lama pola sihir dengan sangat besar terukir di atas istana Lucifer Kingdom membuat siapa pun yang melihatnya pasti terkagum-kagum dengan kekuatan mengerikan yang ia punya. Apalagi orang itu pasti memerlukan mana yang besar untuk membuatnya.
Welliam serta keluarga kerajaan yang lain, sampai harus merasa merinding dengan sihir Kendric yang terlihat memamerkan kekuatan Dewa nya yang berdiri sebagai Raja bagi para Dewa.
"Lihatlah sikap angkuhnya itu. Apa seperti ini caranya dia mengambil hati Lucy, cara berdamai yang membuatku kesal." Sindir Welliam.
"Ini bukan hanya sebagai bentuk kepamerannya saja. Melihat Kaisar menunjukkan sihirnya itu berarti dia mengumumkan kepada pihak musuh bahwa Maharaja Dewa berpihak pada Lucifer Kingdom. Aku yakin ada banyak mata-mata Octopus di sekitaran wilayah Lucifer ini yang siap menyampaikan berita besar ini." sambung Aletha.
"Dia pria tua yang lebih menyebalkan."
Lucy memandang kagum pada Kendric. Keduanya saling begandengan tangan, bersiap melompati sihir teleportasi yang membawa tiga ribu pasukan Lucifer Kingdom.
"Kau siap?"
"Aku selalu siap jika bersama mu."
"Jangan menggodaku, karena aku bisa gila sekarang."
Lucy tertawa kecil setidaknya Mate nya tetap menggenggam tangannya meski ia bersikap konyol sekalipun. Dan detik itu juga mereka serta pasukan menhilang dalam sekejap pergi menuju wilayah Moonlight Pack, meski begitu ini bukanlah medan perang yang sebenarnya.
Karena Kendric tahu hanya Bencana Alabasta lah yang menjadi puncak peperangan yang mungkin atau malah pasti akan merenggut lebih banyak korban jiwa di ketiga dunia berbeda alam ini.
...----, π ,----...
...Cerita Akan Kembali Aktif dan Up ...
...jadi tetap tunggu kelanjutannya yaπβ€ππ»...
__ADS_1