
.......
.......
.......
...--'•° 🍁 °•'--...
...Bisakah kau tetap menjadi bintang? ...
...Sebuah rumah untuk tempatku pulang ...
...-- •🍁• --...
*Imorrtal
~Light'æthepolus Kingdom
Dalam sebuah ruang kaca berada di dalam Kerajaan Imorrtal. Kendric berdiri dengan gagah menatap alun-alun kota yang terlukis jelas dari ruangan tersebut. Menatap dengan perasaan dingin tanpa ada rasa senang seperti yang di rasakan bangsa Dewa yang masih asik menelusuri ibu kota Imorrtal.
Waktu terlewati dengan begitu cepat, Benar, sudah empat hari setelah Kendric berpamitan dengan Lucy dan dia masih tertawan untuk mengurusi beberapa hal yang sangat merepotkan.
Bahkan beberapa tumpukan dokumen dan laporan masih menimbun tinggi di atas meja kerjanya. Apalagi, yang paling melelahkan adalah kabar heboh beberapa hari lalu.
Para kesatria istana di gerakan secara menyeluruh ke setiap pesisir bintang semenanjung Imorrtal. Tapi lokasi bunyi raungan monster yang sempat mengguncang dunia para dewa tidak di temukan.
Wilayah itu bukannya tidak di temukan tapi bisa saja sebuah tempat yang tidak terkira atau terpikirkan. Atau malah tempat yang berada jauh dari ibu kota, seperti halnya dasar lautan atau ujung dataran. Tapi semua daratan yang berada di Imorrtal terbuka, bahkan tidak begitu menaruh curiga karena di bawah sana hanya ada batuan curam dan beberapa rawa serta pegunungan tandus.
Jauh sebelum Kendric terlahir---malah ia rasa sangat jauh dari tahun yang ia perkirakan. Untuk pertama kalinya Krhanos di segel oleh Selini Thea dan Ayahnya untuk mendamaikan dunia Imorrtal. Lalu kekangan itu hanya bertahan selama 10.000 tahun karena akan ada Gerhana Alabasta dan itu sangat mengkhawatirkan.
Kendric sering dengar kisah itu tapi sepertinya para Dewa sekarang justru malah melupakan mitos yang sebenarnya adalah fakta. Lebih mengesalkannya lagi Kendric juga tidak tahu dimana Krhanos di kurung oleh kedua Dewa dan Dewi tertinggi Imorrtal.
Kendric pernah sekali mencari data tentang Krhanos di perpustakaan yang ada di Castle lama Apollo tapi hasil mengenai Krhanos tidak lah banyak. Mungkin karena Ayahnya menyingkirkan semua hal yang berkaitan dengan Krhanos. Meski ia tipe anak yang tidak begitu dekat dengan mendiang kedua orangtuanya tapi setidaknya Kendric tahu rahasia kecil dari kedua orangtuanya.
Selini Thea sudah tiada, saat ini satu-satunya cara, hanya perlu memperluas pencarian dan memerintahkan Ksatria istana untuk memasuki daratan di ujung hulu Ibu kota. Tapi sayangnya, sudah empat hari belum ada kabar baik dari para bawahannya.
Kendric juga sudah begitu lelah menghadapi para Tetua serta Bangsawan yang terus merengek meminta hasil dari pencarian sosok Krhanos.
Cih! Jika tidak sabar kenapa mereka tidak pergi sendiri saja?! Bikin kesal!
Tapi Kendric juga tahu mereka tidak akan meminta hal yang lebih merepotkan kepada pihak kekaisaran. Karena mereka tidak akan membuang nyawa mereka dengan sia-sia, hanya untuk otoritas memuaskan pertanyaan yang menurut Kendric adalah retorik!
Tok,, tok,,
"Saya mohon permisi, Baginda Magharatcha."
Suara pelan yang datang dari seberang pintu masuk tidak sedikitpun mengganggu aktivitas Kendric yang setia menatap alun-alun kota.
Pintu terbuka pelan, Maidery yang membawa sampanye berupa minuman keras berjalan dengan hati-hati serta gugup. Untuk beberapa waktu terakhir, para Maidery di istana ini tidak bisa seenaknya bersikap malas seperti biasanya.
Itu karena Kendric mengetahui semua yang berada di sekitarnya tanpa melihat secara langsung. Seakan semua daratan yang tersirami cahaya mentari telah menjadi zona pengetahuannya.
__ADS_1
Maidery itu menuangkan minuman tersebut kesebuah gelas ramping. Suasana di sana begitu mencengkram dan sangat hening, sampai sampai Maidery itu tak fokus menuangkan minuman itu. Tapi, dia harus segera menyelesaikan misinya untuk membunuh pria yang tiba-tiba saja menyatakan diri sebagai Maharaja.
Padahal sosoknya tidak pernah di ketahui oleh bangsa Imorrtal manapun. Maharaja ini juga selalu memakai topeng yang menutupi bagian matanya sehingga rupawan nya tidak begitu jelas, hanya saja Tuan yang menyuruhnya untuk membunuh Maharaja menginginkan kedudukan tinggi.
Meski terkadang menyeramkan, tapi apa pria ini pantas di sebut Maharaja? Bahkan dia jarang ada di istana. Atau pria ini hanya pura-pura menjadi dewa matahari dan mengambil kesempatan dari kematian Dewi Bulan?
Seketika Maidery yang merupakan seorang wanita penggila darah, tersenyum layaknya penjahat licik yang tergila-gila akan mangsa. Wanita itu di bayar oleh salah satu pria bangsawan tinggi untuk mencoba membunuh Kendric. Itu sudah pasti, ada sebagian para orang-orang bodoh yang tidak tahu dimana akal mereka dalam melawan musuh.
Dan mencoba melakukan hal nekat yang sangat di sayangkannya----Kendric sudah tahu tujuan dan maksud dari kedatangan wanita itu. Karena, selama ada Kendric di Light'æthepolus Kingdom. Tidak ada satupun Maidery yang datang walau hanya sekedar melayaninya.
Karena Kendric benci sesuatu hal yang berisik dan keramaian. Yang ada dia bisa-bisa memenggal habis kepala pelayan itu seperti yang pernah ia lakukan di malam penobatannya sebagai Maharaja Imorrtal dan dengan tenangnya dia meninggalkan acara pesta sebelum selesai. Disaat Itu ia bertemu lagi dengan Lucy di dimensi Apologis Dreamchater.
Wanita itu mencoba menenangkan dirinya dia kembali melakukan aksi gilanya dengan menyerang Kendric menggunakan belati perak berlumur racun pelumpuh. Dia bergerak sangat efesien dan melesapkan pisaunya untuk menusuk leher bagian belakang Kendric.
" Egh? "
Tapi hal itu tidak akan berhasil, karena wanita itu terdiam menegang dengan belati pisau yang hanya kurang dari 5cm untuk menggores kulit sang matahari. Tubuhnya kaku sampai-sampai seluruh saraf ototnya seperti membeku.
Dengan jemari yang bergetar, wanita itu menjatuhkan belati tersebut dan seketika ia mencekik lehernya sendiri hingga untuk meringis saja tidak bisa. Tubuhnya bergerak tanpa disadarinya, dan semua itu telah menyadarkannya bahwa pria yang menjadi targetnya adalah pelakunya.
Kendric tanpa berbelas kasih hanya diam sembari menatap dingin kearah wanita itu. Dia kemudian duduk di kursi kekuasaannya pada ruang kerjanya di istana.
Dengan tangan kanan yang menompang kepalanya. Kendric menyaksikan bagaimana pelayan wanita yang merupakan mata-mata dari bangsawan Dewa yang sepertinya sudah bosan hidup.
Wanita yang mencekik dirinya sendiri terus memberontak dalam kesakitan, kedua matanya hampir memutih akibat pasokan oksigen yang menipis. Tapi Kendrick tak selembut itu kepada siapapun. Mau seperti apa wujud musuhnya pasti akan tetap sama dimatanya.
Merasakan masih ada satu rekan bodoh dari wanita itu, Kendric melirik dingin kearah luar jendela. Berjarak 10 km dari posisi istana utama, terdapat bangunan tinggi yang menjadi tempat ketepatan waktu, yaitu menara lonceng besar yang tinggi hampir menandingi pilar-pilar istana.
Di menara itu Kendric dapat melihat dengan sangat jelas terdapat satu pria yang menggunakan jubah coklat yang sedang mencoba membidiknya dengan panah sihir Dewa. Sepertinya mereka hanyalah dewa kecil dari kalangan rendahan.
Tapi terdapat satu hal yang membuat jiwa kejinya memuncak saat mengetahui bahwa mereka adalah pasangan Mate. Itu terlihat jelas jika melihat lambang lingkaran sihir yang ada di pergelangan tangan mereka.
Di Imorrtal pasangan mate yang saling berbagi tanda akan memiliki lambang pasangan takdir yang sama dengan ukiran yang kembar pula.
Kendric yang selalu bersikap dingin kepada lawannya mencoba menggunakan kesempatan emas ini untuk menghabisi mata-mata tersebut. Yah lagipula dia suka melihat keputusasaan dari musuhnya.
Mari kita lihat, reaksi menyedihkan yang akan kalian tunjukan.
Kendric menyeringai dan saat kedua mata merah delima itu menyalak dengan sangat gelap, aura kegelapan menyelimuti kedua pasangan penyusup tersebut. Masing-masing dari mereka saling menggerakkan tubuhnya tanpa di sadari.
Wanita itu melepaskan tangan yang mencengkram lehernya, lalu dengan tertatih berjalan mendekati jendela kaca mengarah ke posisi pria yang ada di atas menara.
Sedangkan pria berjubah coklat merubah bidikan busur panahnya, dari yang ke Kendric menjadi ke arah wanita tersebut. Mereka saling mengerti apa yang akan terjadi dan mulai merinding satu sama lain dengan apa yang telah Kendric lakukan tanpa memperdulikan tindakan di luar nalar mereka.
Pria itu dengan berat hati mencoba menghentikan tangannya yang terus menarik kuat busur panah sihir miliknya, dan berusaha keras tidak melepaskan anak panahnya. Karena sepertinya dia sadar bahwa panah itu akan menjadi algojo hukuman untuk kekasihnya.
Kendric mengambil gelas berisi wine yang di tuang oleh wanita tadi, dia melihat kearah pelayan tersebut yang sudah menatapnya dengan permohonan untuk di ampuni. Kedua matanya yang berwarna jingga terlihat frustasi hingga hampir menangis darah.
Tapi Kendric malah tersenyum kemudian mengatakan sesuatu yang mampu membuat wanita itu ketakutan hingga tak mampu berteriak! Dan hal yang di katakan Kendric adalah ....
"Aku tidak merestui benang takdir kalian, jadi tidurlah dengan tenang kupu-kupu malam." Kiasan perpisahan itu terdengar menyedihkan untuk kedua pasangan yang begitu sial karena mengusik seorang Kendric.
"Ti--Tidak! HENTIKAN !! "
__ADS_1
Pria berjubah coklat yang berada di menara berteriak frustrasi saat panah di tangannya terlepas hingga menelusup dengan sangat cepat---menghantam jendela kaca yang telah hancur lalu menghunus jantung wanita tersebut.
Kejinya lagi, panah yang di gunakan untuk membunuh wanita itu tidak satu, atas kehendak Kendric pria itu terus memanah Mate nya sendiri sampai-samapai rasanya dia menjadi gila karena melihat kekasihnya mati di tangannya sendiri.
Wanita itu tergeletak tak bernyawa, dengan terdapat lima belas anak panah yang menghujaninya. Kendric meneguk habis sampanye terakhir pemberian pelayan itu.
"Aku turut bersenang hati, atas kematiannya." Sindir Kendric dengan puas.
"ARGH!! "
Pria mata-mata itu berteriak histeris hingga mencakar tangannya yang terdapat lambang pasangan mate. Benar, Kendric membakar lambang yang menjadi bukti bahwa mereka adalah pasangan Mate dan perlahan menghancurkannya seperti memotong benang merah dari takdir seorang kekasih.
Di seluruh alam penghuni dunia fana, mereka yang memiliki pasangan Mate akan selalu terikat sehidup semati dan tidak akan ada yang memisahkan selain maut.
Tapi perlu di garis bawahi dengan sangat tebal, bahwasanya hanya ada satu-satunya mahluk di seluruh dunia yang mampu menghancurkan sihir takdir hidup dari pasangan mate yang telah di tentukan langit. Dan dia adalah Dewa Maharaja yang melampaui langit itu sendiri.
Tidak perduli sekuat apa cinta seseorang, sebukti apa pasangan itu tertanda dalam lambang Mate. Selama Maharaja itu bertitah dalam kehendaknya, maka benang merah itu harus terputus---bahkan yang menyeramkan nya salah satu dari pasangan Mate tersebut harus mati!
Kendric melihat saputangan bersulam bunga Lily milik Harlie yang ia rebut secara paksa, membuatnya semakin membenci sosok mahluk remahan yang tak lebih lemah dari buih lautan saja. Jika dia dapat dengan mudah mengakhiri benang takdir Mate, kenapa dia masih belum bisa mengakhiri Harlie.
Apa dia takut kalau Lucy mengetahui yang sebenarnya, wajah jelita yang selalu tersenyum hangat kepadanya akan sirna dan memandang benci kepadanya? Cih! Memikirkannya saja sudah membuatnya kesal tak karuan.
Yah, sekarang dia telah menempati hati Lucy, dia harus tenang dan jangan terlalu memikirkan masalah itu. Toh, menyiksa Harlie perlahan-lahan juga cukup menghiburnya.
Sekarang yang paling ingin dia urusi adalah keberadaan Krhanos yang harus segera dia kalahkan tanpa membuat Lucy berkorban sebagai Robin.
"Urus wanita itu." Kendric memberi perintah kepada Robert yang berdiri dari balik pilar, mengamati semua yang terjadi tanpa di sadari oleh mata-mata tersebut.
"Apakah ada hal yang anda inginkan, untuk menghilangkan jejaknya, Baginda? "
"Terserah kau saja. Aku akan pergi ke kuil suci." Kendric melihat saputangan di genggamannya, lalu menyimpannya kembali di dalam saku pakaiannya.
"Pastikan kau mengirim pesan kepada Alberd untuk memberi kabar yang telah terjadi di sini. Mereka juga perlu waspada lebih cepat."
Robert membukuk hormat---menghantarkan kepergian Kendric yang sudah meninggalkan ruang kerjanya. Saat dirasa Tuan nya telah pergi ke kuil suci, dia berdiri tegak seraya merapikan setelan jasnya.
"Sekarang bagaimana cara menghilangkannya. Jika aku menyeretnya keluar, itu akan menjadi hal yang mencolok dan bisa saja Imorrtal semakin heboh---" Robert mendekati mayat itu lalu menggaruk kepalanya, "----kali ini pun beliau tidak kenal ampun, ya."
Robert menghela napas saat melihat rekan mata-mata yang masih berada di atas menara, tengah menatap mereka--bukan. Lebih tepatnya menatap wanita tak bernyawa itu dengan frustasi dan hampa.
"Karena aku perlu membereskan yang di luar sana, kalian saja yang membersihkan tempat ini. Pastikan tidak ada bekas yang tersisa di ruangan ini."
Robert menghilang, dan secara bersamaan muncul serigala bersiluet abu-abu yang terlihat begitu lapar. Hewan buas yang menjadi soul of life nya Robert sebagai seorang Dewa. Dari pantulan bayangan matahari, terlihat serigala itu mencabik sedemikian rupa parahnya wanita itu untuk di makan begitu saja----tanpa ada yang tersisa bahkan untuk sekedar noda darah sekalipun.
...---. o🍁o .---...
Informasi Novel.
#Ibu Kota Leryvora (Imorrtal)
...-----...
__ADS_1
# Ibu Kota Zainthor (Darkness World)