The Queen Of Vasellica Moon

The Queen Of Vasellica Moon
Moon Goddess ; Thea tou Serenity


__ADS_3

"Boleh, Lucy tanya? Apa saat ini kakak datang membawa hadiah seperti sebelumnya?"


"Tidak."


"Apa kakak sungguh seorang Kesatria?"


"Bukan."


Dari wajah polosnya yang begitu lugu, Putri kecil itu tersenyum sembari tertawa. "Kalau begitu apakah kakak adalah pangeran yang di utus untuk menjemput ku?"


"Menjemputmu?"


"Hm! Mama bilang, Pangeran akan menjemput Tuan Putri untuk bisa hidup bersama. Setelah di lihat Kakak seperti pangeran bagi Lucy, dan memang tidak terlihat seperti penjaga istana."


"Lihat ini, kau masih saja menghayal. Bukankah kau bilang pangeran itu datang dari lautan, tapi aku bukan bagian dari mereka."


"Kakak memang tidak datang dari lautan. Tapi kakak adalah sosok pangeran yang datang dari langit. Di katakan Vasilias di buku dongeng mama begitu tampan dan seperti langit malam. Tapi karena kakak selalu datang di watu pagi, Lucy akan menganggap matahari mengirim kakak untuk Lucy. Dewa to ilialo fos pasti sedang mengabulkan doa Lucy."


"Kau ini masih terlalu dini untuk membahas Mate. Aku khawatir dengan guru akademi mu. Apa saat ini kau masih berimajinasi?"


"Lucy tidak sedang menghayal. Kan Lucy sudah bilang, Lucy ingin menjadi Vasilissa maka itu kakak akan menjadi Vasiliasnya." Lucy kecil menunjuk Kendric hal itu pun membuatnya sempat terkejut. "Lucy sangat menyukai kakak."


"Kau menyukaiku?"


"Sangat..sangat menyukai Kakak."


Ia melihat wajah riang anak kecil itu, dengan sorot mata yang terpancar sangat tulus saat mengatakan nya. Meski ia tahu ini hanya ungkapan omong kosong dari seorag anak kecil yang belum memasuki usia dewasa, terlebih dia belum memahami betul apa itu mate bagi Vasilissa. Tapi bukankah dia juga adalah sosok raja yang bisa saja masuk dalam list calon Mate nya di masa depan?


Sesaat Kendric tersenyum tipis melihat tawa polos dari gadis kecil tersebut. Meski ini hanya pujian sesaat ataupun janji cinta kanak-kanak dan ungkapan tulus mate dari permainan impian darinya. Setidaknya ia bisa menganggap kalimat itu sebagai penanda bahwa dia adalah sosok raja yang mengisi harapan nya, sebagai cinta pertamanya yang terdengar konyol.


Putri Lucy berdiri seraya berkacak pinggang dengan tatapan penuh percaya diri. "Saat Lucy sudah besar dan menjadi Vasilissa nanti. Kakak harus bersiap menjadi Vasilias nya ya, Lucy akan meminta Papa untuk mengadakan pesta meriah di hari pernikahan nya. Sekarang berjanjilah Kakak akan menjadi pangeran vasilias nya." Ujarnya seraya menunjukkan jari kelingking nya.


Mendengar hal itu lantas Kendric pun ikut terhibur dan tertawa cukup keras. Sebuah pemandangan yang sangat mempesona dari seorang Kendric yang terlihat sangat menawan dengan wajah nya yang tertawa puas. Bahkan ia sendiri tidak yakin kapan terakhir kali ia bisa merasakan moment menyenangkan seperti ini.


Sepertinya ia akan suka menerima tawaran Selini Thea yang sempat berpikir ini merepotkan nya. Mungkin saja saat ia dewasa Kendric bisa melihat ucapannya menjadi nyata, haruskah ia ikut andil dalam persaingan para raja untuk mendapatkan nya? Entahlah Kendric masih merasa untuk saat ini ia hanya akan mengikuti permainan yang di buat Tuan Putri bulan tersebut dan melihat perkembangan nya.


Meski ini konyol, tapi entah mengapa sepertinya aku akan menantikan nya.


Kendric pun meraih kelingking mungil tersebut. "Kalau begitu, cepatlah tumbuh dewasa Tuan Putriku ..."


Lucy tidak dapat berkata apa-apa melihat janji yang terlihat seperti permainan anak-anak dalam imajinasi ranah. Tapi janji masa kecilnya terasa begitu menggores hatinya bahwa ia telah menentukan siapa sosok yang cocok untuk ia sandang sebagai Mate, dan malah tumbuh dewasa dengan melupakan nya. Tunggu kalau begitu kenapa dia bisa melupakan nya?


"Kakak sudah berjanji ya,"


"Bagaimana jika nanti kau melupakan nya."


"Em, jika Lucy lupa kan ada Kakak yang akan mengingatkan nya. Tugas Pangeran adalah menjemput Putri di menara hehehe...." Ujarnya polos.


"Kau ini pandai sekali dalam membuat lelucon ya." Kendric mengalihkan pandangan nya.


Lucy kecil melihat seekor kupu-kupu hitam yang terbang di sekeliling Molie bahkan sampai membuat Molie menggerang marah. "Molie apa itu?" Lucy yang penasaran dengan bentuk kupu-kupu hitam yang memiliki motif sayap seperti garis guratan merah, membuat Lucy tergerak untuk menyentuhnya.


"Sebaiknya kita turun, sepertinya kakak mu datang menca-----Lucy jangan di sentuh!"


"Kyaaaaa!!" Lucy terlanjur menyentuh dan hasilnya kupu-kupu itu menyengat Lucy dengan sihir listrik. Akibatnya Lucy pun kehilangan keseimbangannya kemudian jatuh kebelakang.


"Lu---"


"LUCY!!"


Lucy jatuh dari atas pohon. Saat Kendric ingin meraih Lucy, Welliam yang saat itu berusia 10 tahun datang dan menangkap lebih dulu Lucy. tapi sayangnya, sebelum tertangkap kepala belakang lucy juga harus terhantam dahan pohon lain dengan sangat kuat sehingga ia pun kehilangan kesadaran dengan kondisi tubuh yang mulai terasa kejang, dengan beberapa kilatan sihir hitam terlihat mengelilinginya.


Welliam yang panik segera berlari membawa adiknya menuju kediaman nya. Sedangkan Kendric yang tadi juga terlihat panik mencoba mengejar tapi rusa putih milik Soul of life Seleni Thea menghadangnya. Seakan Selini Thea mengetahui segalanya, ia pun menuntun Welliam untuk menyelamatkan Lucy sebelum Kendric yang muncul.


"Untuk saat ini jangan temui cucuku ataupun keluar dari wilayah mu, Baginda."


"Apa? bukankah kau sendiri yang memintaku----"

__ADS_1


"Hanya untuk saat ini saja. Octopus dan Tahlia berencana membangkitkan Katastrofi, terlebih aku mendengar dari Merpati pesan yang memantau kuil suci---Octopus mencoba rencana aneh dan menculik lebih banyak roh suci. Sampai anda bisa menggambil tahta menggantikan ku, tetap lah diam dan mengamati seperti sebelumnya. Jika anda berada lebih sering di Darkness World mungkin saja Tahlia akan menyadari sesuatu hal. Kupu-kupu tadi adalah salah satu sihir gelap milik Tahlia yang mencoba mengontrol wilayah Lorddarks."


"Sial! Aku akan menghabisi tahlia---"


"Jangan. Anda tidak boleh, apa kau lupa kita masih belum tahu tujuan sebenarnya Octopus mengembangkan sihir gelap? Saya mohon kembali lah ke wilayah Apollo, baginda."


Kendric terasa berat hati dan mengumpat kesal kepada mereka yang terus mengotori seluruh dunia. Tapi jika dia kembali ke Apollo, bagaimana dengan Lucy? Ada yang bilang anak-anak mudah melupakan seseorang jika tidak pernah saling bertemu dalam jangka waktu panjang. Tunggu, kenapa dia menjadi enggan? Bukankah sebelumnya ia tidak merasa segelisah ini terhadap sesuatu?


"----Lalu bagaimana dengan luka Lucy?"


"Saya akan mengirim pesan kepada Lezzy."


Haruskah dia pergi dulu? Tapi untuk mengawasi pergerakan Octopus memerlukan waktu yang panjang, dan ia sendiri pun tidak tahu kapan Tahlia akan menunjukkan taringnya untuk bisa di katakan sebagai kesalahan nya dalam bertindak.


Jika saja Aletha bisa ia bujuk dan tidak terlalu menutup diri, dia pasti akan menyeretnya. Tapi saat ini Aletha begitu membatasi dengan segala sesuatu yang berhubungan dengan Imorrtal. "Sial!"


Sejak hari itu Kendric benar-benar memutuskan pergi dan kembali fokus pada tujuan nya kepada Octopus, toh akan aman jika dia tidak menyeret bintang tersebut. siapa tahu Octopus lebih memperhatikan hal menarik dari keturunan demon, dan justru malah menargetkan dirinya.


Untungnya Lezzy mengikuti saran pesan Seleni Thea untuk menyembuhkan luka pada Putri nya, sayangnya hal itu justru berdampak buruk untuk ingatan Lucy yang terlihat hilang sehingga ia tumbuh melupakan janji kecilnya.


Di sepanjang waktu Kendric hanya mampu memperhatikan nya dalam cermin duniawi dari wilayah Apollo. Hingga di sewaktu-waktu, Kendric mencoba mengabaikan larangan Selini Thea dan pergi melihat secara langsung bagaimana Tuan Putrinya memasuki masa debutante di usia 15 tahun, karena ia sangat ingin melihat Putri kecil itu menjadi dewasanya.


Akan tetapi, Kendric menerima pengakuan menyakitkan di sana. Bahwa, Hal paling mengejutkan Lucy menyatakan telah menetapkan siapa Mate untuknya. Mengetahui hal ini Kendric merasa kesal tapi juga berfikir naif. Bahwa janji di masa itu sungguh hanyalah omong kosong seperti kalimat ngelantur anak-anak, apa yang ia harapkan sih?!


Mengetahui bahwa dia sungguh benar-benar telah di lupakan, Kendric memutuskan untuk tidak sedikitpun memberikan hadiah untuk Tuan Putrinya---dalam arti ia justru mengutuk semua Raja yang telah di pilih Lucy menjadi mate nya, sebagai ganti dirinya merelakan pilihan Lucy dan bersikap acuh terhadap semua yang Lucy hatur doakan untuk kehidupan masa depan nya.


Saat itu juga, Kendric harus mengakui bahwa bintang fajar kecil ini telah benar-benar menawan perhatian nya, baik pikiran maupun hatinya.


Kalau begitu, jika dia pergi. Akan kah ada kesempatan baginya untuk bertemu dengan Lucy lagi atau ia berharap, Lucy sendiri yang datang kepadanya? Jika memang kesempatan itu ada, Kendric akan memutuskan nya bahwa di hari itu ia tidak akan melepaskan nya atau merelakan meski itu keinginan Lucy sendiri.


.......


.......


.......


Seluruh ingatan yang sempat ia lupakan dan fakta mengenai segala bentuk sikap acuh Kendric terhadap segala harapan nya mengenai hubungan Harlie, menyadarkan nya. Setelah menyaksikan semuanya ia tahu dialah yang bodoh disini, meminta kasih padahal ada seseorang yang bersedia menjadi rumah singgah untuknya.



"Kau sudah kembali, anak ku." Peri mungil yang menjadi wakil dari wujud pohon dunia terbang menghampiri Lucy sembari menghapus air mata kerinduan yang Lucy jatuhkan untuk ingatan masa lalunya. "Apa kau telah mengingat nya?"


Lucy mengangguk kecil, "Aku tidak ingin mengulang kesalahan yang sama. Aku ingin kembali, aku ingin bersama dirinya, aku ingin mencarinya----aku sangat merindukan nya."


"Siapa?" Lucy menatap Peri kecil tersebut. "Siapa Mate yang sangat kau rindukan, apa itu Harlie?"


Mendengar itu, Lucy menggelengkan kepalanya. "Bukan, Mate ku bukan untuk Raja seperti dia.Tapi Mate yang sangat pas untuk menjadi Vasilias ku ada Kendric----Kendric Athananysus Helios."


"Lalu jika kau bisa kembali, siapakah dirimu saat ini?"


Ucapan yang bermakna ganda, ini seakan ia tengah menguji pilihan Lucy lagi. "Bukankah aku sudah bilang, kau bisa menjadikan diriku sebagai Robin untuk pengorbanan. Tapi, aku akan tetap hidup sebagai Vasilissa---bukan, aku akan menjadi Vasellica dan menerima jiwaku yang lain untuk kembali. Karena sekarang aku memahami semua yang terjadi pada pilihan Vernitysha dan Nenek ku."


"Mengenai?"


"Agar tidak ada kesalahan seperti penyesalan Vernitysha yang harus jatuh cinta dan mati merelakan segalanya. Ia ingin Robin selanjutnya tetap hidup dan bisa tetap bersama mate nya, maka ia ingin keturunan bulan lah yang menjadi penerusnya dengan gelar Vasellica."


Peri pohon dunia itu terlihat terkagum dengan jawaban Lucy apalagi sorot matanya penuh keyakinan. Tapi ia tidak akan mengelak nya, dan inilah hasil kisah yang sangat di nantikan nya. Bahwa semua yang menjadi kehendak langit pasti akan hidup berbahagia.


"Meski kau memahaminya dengan baik, tapi ada sedikit kekeliruan dari dugaan mu, karena mereka tidak hanya ingin kau menjadi Vasellica semata."


"Maksudmu?"


"Boleh kah aku yang memberitahukan nya." Dari jarak yang tak begitu jauh. Peri pohon dunia terbang mendekati sosok wanita jelita di belakang Lucy.


"Tentu saja, dia adalah pilihan mu, Robin ku."


Meski ini pertemuan pertamanya, tapi hanya dengan melihat sosok rupawan nya Lucy tidak akan salah mengenal karena wajah jelita itu begitu persis seperti lukisan di istana terbengkalai pada wilayah Apollo, bukankah sudah jelas bahwa dia adalah Dewi Vernitysha?

__ADS_1


"Senang bertemu dengan mu, bintang kecil ku." Sapa Vernitysha dengan sangat hangat kepada Lucy.


"Ah, aku--aku....,"


"Jangan terlalu canggung, aku sudah lama menanti pertemuan ini." Vernitysha meraih tangan Lucy. "Putraku yang kaku itu sungguh sangat pintar memilih Mate nya ya. Aku sangat senang kalian adalah pasangan, Apa Kendric banyak menyusahkan mu?"


"Tidak, Kendric, em---Kendric sangat perhatian."


"Sayang sekali aku tidak bisa melihat dia menangis saat kepergian mu, apa kau tahu? Sejak kecil anak itu tidak suka menunjukan sisi perasaan nya terhadap diriku ataupun Apolleon. Jika dia sampai perhatian seperti itu, itu berarti kau sangat di cintai nya."


Vernitysha yang terlihat sangat ramah membuat Lucy terheran-heran. Itu karena sifat Ibunya sangat berbeda dengan sifat Kendric. Apa mungkin sifatnya turunan dari Ayah nya?


"Tidak juga, Apolleon pria yang selalu mengutarakan pikiran nya dan sangat bersahabat dengan kaum manapun. Aku juga heran bagiamana bisa Kendric memiliki sifat dingin seperti itu." Ujar Vernitysha seakan membaca pikiran Lucy. Mendengar hal itu Lucy menjadi malu.


Vernitysha meraih wajah Lucy dia terlihat menumpuk banyak pikiran sedari tadi. "Ini akan menjadi pertemuan pertama dan terakhir kita, Lucy."


"Oh, tidak bisakah kita memiliki waktu lebih banyak lagi?"


"Jika aku menahan dirimu lebih lama untuk disini. Maka kau juga membuatnya semakin lama menantimu."


Lucy terlihat sedih tapi berinteraksi dengan Ibu Kendric sangat nyaman apalagi ia wanita yang ceria dan hangat. Meski begitu ia juga tidak mau membuat Kendric semakin lama menunggu.


"Kau ataupun takdir kalian masih belum berakhir, kau harus kembali. Jika ada kesempatan kita pasti akan bertemu kembali Serenity."


"Serenity?"


Vernitysha tersenyum "Selain menginginkan akhir kisah yang baik untuk keturunan Robin, aku serta Seleni Thea mengharapkan kelahiran mu akan membawa cahaya baru bagi Imorrtal dan menjadi pasangan sempurna yang akan memimpin dunia dengan baik bersama Kendric."


Vernitysha memberikan kelinci dengan lambang bulan sabit di kepalanya. "Sekarang ingat baik-baik lah wujud kelinci ini, karena mereka adalah Soul Of Life mu yang sesungguh nya."


"Apa karena Nenek adalah seorang dewi?"


"Bukan karena Nenek mu seorang Dewi, tapi kau adalah generasinya. Dengan menjadi Vasellica kau juga akan mengemban kasih sayang rembulan, karena kau akan kembali menjadi Dewi Bulan yang baru. Bulan membutuhkan Saintes nya sebagai Dewi perantara malam, sayang."


Lucy terkejut mendengar hal itu, "Aku?! Tapi, jika Nenek ingin ada seseorang yang menggantikannya, bukankah Ibu ku adalah yang paling cocok?"


"Ibu mu telah menyandang Dewi dengan gelar yang berbeda, sayang. Dewi Alicia, itulah gelar Dewi Ibu mu, dengan begitu ia tidak akan bisa menerima mahkota bulan."


Lucy diam dan merenungkan segalanya, jika dia adalah Dewi bulan apakah dia sungguh dapat bersanding dengan Kendric sebagai cahaya malam untuknya?


"Seperti yang kau duga, jika kau mati kau akan tetap kembali sebagai jiwa yang baru tanpa harus melupakan kenangan masa hidupmu yang dulu, hanya saja prosesnya sedikit terhambat karena bagaimana pun Robin dan Vasellica adalah dua hal kehidupan yang bertolak belakang."


"Jika Robin adalah kematian maka Vasellica adalah kelahiran. Dengan begitu kau dapat kembali bersama dirinya. Aku tahu ini kejam untuk dirimu, dan sangat egois karena kami memaksa kehendak takdirmu, tapi kami hanya berharap masa depan adalah tempat yang selalu aman untuk seluruh dunia. Aku juga yakin, Kendric juga pasti membenci keputusan ku"


Lucy pernah sempat menyalahkan takdir tanpa tahu bahwa itu adalah pilihan terbaik untuknya, hanya saja proses memang selalu menjadi rumit untuk mencapai tujuan, "---Tidak, aku sangat berterimakasih atas pilihan mu. dan juga, Kendric tidak pernah membenci dirimu."


"Sungguh?"


"Tentu saja, dia bahkan masih menyimpan lukisan anda dan begitu sangat menjaganya."


"----Sepertinya kau jauh lebih mengenalnya daripada aku. Terimakasih telah hadir untuk dirinya. Meski Kendric tidak begitu pandai dalam menyampaikan perasaan nya, tapi dia bukan sosok yang sangat acuh."


Di keheningan waktu yang seakan berjalan lambat dengan desiran angin yang mengelilingi mereka, Lucy maupun Vernitysha begitu ingin memiliki waktu banyak untuk saling mengenal. Tapi sedetik kemudian Lucy merasakan keningnya terasa panas dan saat ia menyentuhnya. Sebuah ukiran bunga teratai dengan lambang bulan sabit di tengahnya terukir di keningnya.


"Demi menjaga jiwamu di alam ini Kendric terus memberikan darahnya, berharap lambang mate itu tidak akan pernah pudar. Sepertinya sudah waktunya kau pergi, aku tidak bisa menahan mu lagi."


Pohon dunia bergerak, akar yang terlihat besar mencoba membentuk sebuah gerbang yang ternyata pintu menuju alam duniawi. Lucy dapat melihat bagaimana pemandangan di sisi lain dari alam perbatasan itu.


"Sekarang, langkah terakhir adalah salam perpisahan."


Lucy melihat Vernitysha ia berjalan mendekati pohon dunia seraya mengiring tangan Lucy untuk menyentuh akar yang di tumbuhi rumput. Mereka saling bergenggaman tangan, dan secara perlahan jiwa Lucy bercahaya---menghilang untuk kembali ke dunia.



"Aku titip Putraku. Aku juga akan menanti suara berisik di Skylitch Kingdom, oleh anak-anak kalian kelak."


Vernitysha menangis pada pertemuan singkat ini, dengan senyuman. "Terimakasih, aku mendoakan kebahagiaan untuk mu Dewi Bulan ku----Thea tou Serenity."

__ADS_1


Tepat di pesan terakhirnya, jiwa Lucy tertarik kedalam pintu dimensi pohon dunia meninggalkan rasa ketenangan kepada orang-orang yang berharap bahwa masa depan akan baik-baik saja meski tanpa mereka. Terlebih, hal yang paling membahagiakan adalah melihat keturunan Matahari dan Rembulan dapat bersama----sebagai penguasa langit.


...✧༺ 🍁 ༻✧...


__ADS_2