The Queen Of Vasellica Moon

The Queen Of Vasellica Moon
Lucy's Escape To Imorrtal II


__ADS_3

"Oh, sungguh. Siapa saja tolong aku----"


"Tunggu kalian tidak bisa---Argh!! Tetua Styvn."


Suara keributan yang terdengar dari luar istana menarik perhatian Lucy, dengan rasa penasaran Lucy berlari menuju balkon dan betapa terkejutnya dia saat melihat seluruh penjaga termasuk Tetua Styvn terbaring tidak sadarkan diri. Belum juga mengungkap rasa heran nya, Lucy di buat kebingungan lagi, saat melihat dinding sihir buatan Ayahnya perlahan menghilang. Tunggu, bukankah sihir Ayahnya begitu kuat. Lalu siapa orang yang berani menerobos masuk melawan perintah Ayah nya?


Seketika Lucy langsung berbalik saat merasakan ada kehadiran seseorang memasuki kamarnya. Pintu besar berwarna coklat itu perlahan bergerak terbuka menunjukkan dalang yang menjadi keributan di istana nya.


Lucy terlihat menatap waspada, akan tetapi rasa ketegangan itu berubah menjadi penuh tanda tanya saat ia melihat satu-satunya sahabat kesayangan nya berlari menerjangnya. Yaps, benar, Molie mengeluskan dirinya ke tubuh Lucy hingga terjatuh dengan penuh rasa rindu.


Sedangkan Lucy masih di buat terheran, bukankah harusnya Molie berada di penjara bawah tanah?


"Putri aku sangat merindukan mu. Maaf saya tidak bisa melindungi anda."


"Tidak aku yang harusnya minta maaf atas perlakuan Ayah. Tapi, bagaimana kau bisa keluar? Ruang bawah tanah Ayah adalah tempat yang paling tidak mungkin bisa di lewati dengan mudah."


"Benar, bagi saya ataupun orang biasa memang tidak bisa melepaskan diri. Tapi tidak untuk dirinya."


"Dirinya?"


Molie membalikan tubuhnya, saat itu juga Lucy melihat seorang wanita dengan balutan tudung hitam yang masih berdiri di depan pintu. Sosok itu berjalan mendekati Lucy, melihat rambutnya yang berwarna putih Lucy berpikir apakah dia adalah kak Aletha? Tapi saat wanita tersebut membuka tudung kepala, Lucy menatap tidak percaya.


"Ibu ...,"


"Lucy, kau baik-baik saja. Apa Ayah mu melakukan hal yang kasar terhadap mu?" Lezzy meraih wajah Putrinya.


"Ibu apa yang terjadi dengan penampilan mu----" Lucy tidak yakin, tapi ia pernah dengar bahwa ibu nya punya wujud lain saat menjadi Ratu yang sangat agung dan bijaksana dalam cerita legenda di kalangan bangsawan ataupun rakyat. Dan hari ini ia melihat nya.


Benar Lezzy tidak akan bisa menerobos dan melawan kekuatan Fedrick jika dia tidak menggunakan kekuatan nya sebagai Vasilissa. Kini dalam wujud nya siapa yang akan berani menentangnya. "Setiap keturunan Vasilissa, pasti mempunyai jati dirinya yang lain, Lucy."


Vasilissa? Kalau tidak salah ada sosok yang sempat Lucy lupakan dalam ingatan buramnya---mengenai dirinya yang lain, sayangnya ia tidak pernah bertemu dengan nya akhir-akhir ini.


"---Tidak, daripada itu. Ibu jika Ayah tahu ibu melakukan hal yang di tentang Ayah, ia pasti tidak akan menyukainya---bagaimana jika Ayah menyakiti ibu atau malah mengurung ibu seperti diriku? Lucy tidak mau merepotkan ibu."


"Tidak ada seorang Ibu mana pun, yang akan tega melihat Putri nya terkurung Lucy."


"Tapi bu, aku..., aku menentang Ayah karena-----"


"Ibu tahu," Lezzy memandang lara keputusan Putri nya. "Ibu tahu, kau akan menghilang jika aku biarkan dirimu pergi sekarang. Ibu tahu, kau tidak akan kembali ke pelukan ibu atau bahkan melihat keseharian mu."


"Tapi, Putri ku pasti akan kembali. Kau pergi bukan untuk mati begitu saja, kau melakukan nya untuk menyelamatkan mereka termasuk Mate mu. Berjanji lah, kau pasti akan kembali tidak perduli berapa lama ibu harus melihat mu atau bahkan menunggu kau berenkarnasi, ibu hanya ingin kau berjanji kepada ibu, nak." Lanjutnya.


Lucy terlihat bersalah, sayang nya ia tidak bisa memastikan atau menjanjikan bahwa ia benar-benar akan kembali atau bahkan berenkarnasi. Karena mau bagaimana pun kehendak langit tidak ada yang tahu. "Ibu----"


"Ibu tidak mau mendengar yang lain, ibu hanya ingin kau berjanji."


"Kenapa? Kenapa ibu begitu yakin dan sangat rela melepaskan ku pergi?"


"Karena kau berbeda dengan ibu nak. Kau punya banyak hal yang dapat kau wujudkan meski itu mustahil," Lezzy merapikan rambut Lucy yang terlihat sedikit berantakan karena ulahnya saat menjambak rambut nya di tengah rasa frustasi. "Jika kau berjanji, ibu akan membantu mu."


Lucy masih terlihat ragu, tapi ia tidak mau membuat Ibu nya bersedih. Anggap saja ini hiburan, "Baiklah, meski aku tidak yakin. Lucy akan mencoba nya dan akan tetap pulang meski itu hal yang mustahil. Jadi Ibu tidak perlu bersedih jika aku tidak ada untuk waktu yang lama."


Lezzy tersenyum, "Terima kasih, Putriku. Tapi sebelum kau pergi-----" Lezzy menatap langit dengan sangat serius.


Saat itu juga ledakan sihir besar terjadi di angkasa Darkness World. Langit hitam itu perlahan bertambah semakin gelap dan berubah menjadi warna ungu kegelapan. Hawa dingin semakin arah sampai-sampai menusuk hingga ke tulang. Seluruh pohon yang telah layu semakin mati dan berubah menjadi beku.

__ADS_1


Lucy menatap merinding saat Matahari di balik awan itu kini tertutup oleh kegelapan menandakan bahwa Gerhana Alabasta yang sejak akhir ini di bicarakan terjadi lebih cepat dari dugaan. Molie menggeram marah dan merubah wujudnya menjadi sosok Aiden.


"Kendric ..., pasti terjadi sesuatu dengan dirinya." Lucy begitu ketakutan membayangkan bagaimana jika Kendric justru yang tersudutkan. "Ibu, kau bilang akan membantu ku. bisakah ibu mengirim ku ke Imorrtal?"


"Bisa, jika saja Kendric tidak menutup akses sihir portal dimensi menuju Imorrtal. Sayang nya dia sudah memperhitungkan hal ini sehingga tidak ada yang bisa Ibu lakukan, selain membantu ritual pensucian mu."


Lucy semakin kecewa, rasanya dia sedang memendam banyak umpatan untuk mate nya tersebut. "Kenapa dia sangat menyebalkan sih?!!"


Tiba-tiba saja teriakan para penjaga yang sempat pingsan di bawah sana---terdengar jeritan kesakitan. Benar turun nya salju abu menjadi bentuk pedang yang mencoba membantai semua mahluk hidup yang di lindungi oleh anugrah cahaya matahari serta rembulan.


Perlahan mereka akan termakan oleh miasma dan merubah seluruh tubuh mereka menjadi batu yang begitu sangat dingin melebihi es, lalu hancur menjadi abu. Bencana ini sangat berbahaya bagaimana mereka bisa bertahan dari badainya?


Lezzy menatap langit ia sangat-sangat frustasi. Lucy berlutut memandang langit yang sudah ternodai oleh miasma kematian dari Albasta. Ia menggenggam kedua tangan nya selayaknya memohon---memanjatkan doa untuk meminta petunjuk kepada langit yang telah menghendaki banyaknya takdir mahluk hidup.


"Jika ini yang engkau tuntut pada hidup ku. Kau bisa mengambil nyawaku, tapi tolong jangan mereka ataupun dia."


Jemari Lucy menggenggam semakin erat dan menangisi segala hal kebodohan nya terhadap sosok Dewa paling ia benci, justru malah memohon untuk tetap mencintai sosok Maha Dewa itu.


"Tolong selamatkan cahaya nya---kumohon jangan abaikan permohonan dari anak mu ini wahai Pohon Dunia."


Tring...


" Robin bagaimana jika kau tinggal di sini saja, Negeri peri begitu indah. Hutan ini juga terhubung dengan gerbang menuju Imorrtal. Dan hanya dapat di akses oleh mereka yang menjadi seorang Robin, "


Di tengah keputusasaan nya, di saat itu juga lambang mate di kening Lezzy pun bersinar, di iringi dengan jatuhnya daun Mapel berwarna biru bercahaya di hadapan Lucy.


Benar, Lucy sekarang paham dengan hadiah dari Pohon Dunia. Jadi saat itu---saat dimana setetes embun dari daun Pohon Dunia jatuh ke lembang yang ada di keningnya. Untuk membantu dirinya menemukan hal yang hilang serta mencoba melindungi satu-satunya cahaya pelita yang tersisa di tengah gelapnya dunia (Alabasta).


Terlebih pada ingatan lama kepada sosok mungil di mimpinya pada saat ia mencoba tinggal di Bumi. Seakan Pohon Dunia masih mengharapkan sang Robin kembali, ia memberikan jawaban kasih sayangnya untuk Lucy.


Lucy lantas berdiri tegap ketika mendapat ingatan tersebut. Ia melihat Molie yang justru menatap nya dengan keheranan, lalu kembali melihat Ibu nya. "Ibu hanya tidak bisa membawaku ke Imorrtal saja kan? Bagaimana dengan Bumi---lebih tepatnya ke kediaman kak Aletha di Bumi?"


"Apa anda punya cara lain Putri?"


"Oh Molie, sungguh, apa kau ingat saat kita datang ke bumi. kau dan aku berada di mimpi menuju hutan di kuil belakang kediaman Kak Aletha?" Lucy terlihat senang.


"Saat itu, salah satu roh suci yang membimbing kita tidak lain adalah Tyrsha---dia bilang bahwa hutan itu terhubung dengan dunia Imorrtal dan hanya Robin yang bisa memasukinya. Pasti ada kemungkinan Kendric tidak bisa memblokir gerbang dimensi tersebut."


"Jadi begitu, ini adalah tujuan maksud dari mimpi tersebut rupanya."


Tapi Molie rasa sosok Rusa Putih di ujung hutan pada waktu itu---pasti merupakan permintaan dari Dewi Seleni Thea untuk memberikan petunjuk terakhirnya kepada cucu nya dan atas izin pohon dunia, ia mengutus Tyrsha untuk membimbing mereka.


"Syukurlah jika kita bisa mengatasinya. Sekarang kau bisa pergi. Tapi saat kau ingin melakukan pemurnian, gunakan ini untuk menjadi media mu."


Lezzy memberikan setangkai mawar hitam berupa kristal. Lucy terlihat masih dalam kebingungan, sebenarnya Lucy pergi untuk mengorbankan diri, apakah mawar hitam ini adalah ungkapan rasa berkabung sebelum ia menjadi jasad.


Bu, apa kau sungguh lera putri mu pergi -, -


"Kau bisa merubah bentuknya sesukamu. Tapi satu hal yang pasti. Sekarang, dengarkan Ibu Lucy, Mawar nya akan membawa mu kembali tapi juga tergantung bagaimana kau menemukan jawaban yang hilang."


"Maksud ibu?"


"Ibu selalu bilang. Kau Putriku yang terlahir sangat spesial, kau di penuhi cinta sehingga keberadaan mu begitu sangat di nanti. Lihat lah, bencana luar biasa yang kau percayai untuk menjadi sosok yang sangat kau inginkan---telah kau rasakan sendiri bukan? Dan kini kau harus memilih satu diantara takdir mu."


Lucy kembali mengerti dengan semua hal yang terjadi dan kenapa harus dirinya. "Ibu aku-------"

__ADS_1


Lucy merasakan tekanan kuat dari kekuatan sang Ayah yang mencoba menetralisir miasma dari gerhana Alabasta dan membuat batasan kurungan di Lucifer Kingdom, agar Lucy tidak bisa keluar dari zona teritorial nya.


"Kau harus segera pergi, Ayah mu akan segera menuju ke sini."


"Lalu bagaimana dengan Ibu?"


"Kau pikir, Ayah mu bisa melukai ibu? Jangan khawatir, ibu yang akan mengurusinya. Sekarang pergilah. Kau itu kuat Lucy dan kau mampu bersanding dengan Kendric. Jangan seperti ibu di masa lalu---yang memilih diam di kirim kembali padahal ibu mampu membantu Ayah mu."


"Tidak, Ibu bukan beban dan Ayah pernah bilang, memisahkan ibu mungkin adalah keputusan salah tapi Ayah bersyukur, setidaknya Ibu tidak terluka karena keegoisan nya menahan Ibu di sini."


"Jadi, apa kau juga mau tetap di istana, menunggunya sampai dia menjemput mu?" Lucy langsung menggelengkan kepala. "Kalau begitu pergilah."


Lucy memeluk sang Ibu. "Ibu, terimakasih telah memahami ku. Maaf aku harus meninggalkan mu lebih dahulu."


"Ibu yakin kita akan bertemu kembali." Lezzy tersenyum, mendengar kalimat itu Lucy pun semakin percaya diri. Ia dan Molie bergegas pergi. Namun Fedrick datang lebih cepat, ia terlihat murka dengan apa keputusan Lezzy.


"Mau kemana kau Lucy?"


Lucy melirik Ibunya, ia terlihat khawatir. Tapi Lezzy sekali lagi melindungi pilihan Lucy. "Pergi Lucy."


"Ayah tidak akan merestui mu dengannya jika kau sampai pergi!"


Lucy terlihat kebingungan, "Kenapa kau ragu? pergi sekarang juga Lucy!"


"Tidak akan ku biarkan----"


"LUNA!!" Teriakan Lezzy menghadirkan sosok hewan legenda bagi Darkness World sebagai Dewa pelindung rembulan bagi para ratu nya.


"Mari Putri, saya akan membantu mu keluar dari sini." Luna terbang ke angkasa menjauhi kerajaan.


"Maaf Ayah, Lucy harus melakukan nya. Tolong jangan bertengkar, karena aku menyayangi kalian." Lucy pun pergi menyusul Luna yang sudah berada di atas bersama Molie.


"Tidak, Jika kau sungguh persuli terhadapp Ayah---jangan pergi, Putri ku." Fedrick terluka melihat Putri mungilnya harus pergi dari sisinya dalam keadaan seperti ini.


Dengan perasaan bercampur aduk, Fedrick kembali melihat Istrinya. "Lezzy! Aku tidak akan bersikap lembut lagi. Kau sekarang menentang ku?!" Tatapan marah yang di tunjukan Fedrick bukan sebuah peringatan saja. Tapi Lezzy juga tidak bisa diam menurut lagi.


"Maaf Fedrick aku tidak bisa."


Di tengah pertengkaran dingin itu, Welliam serta Aletha datang melerai kedua orang tua mereka takut bila hal yang tidak di inginkan sampai terjadi pada hubungan harmonis mereka.


"Ayah, tenang lah." Welliam menahan Ayah nya yang terlihat akan membawa Ibu nya untuk menjadi tawanan istana dingin, karena menentang kehendaknya, tapi sepertinya akan sangat sulit.


"Apa kau mencoba menyuruh putri mu untuk mati? Lezzy, aku tidak mengerti dengan keputusan mu. Aku begitu kecewa, tapi aku tidak bisa melampiaskan kemarahan ku kepada mu!! Kau tahu itu dan tetap mencoba membantunya bukan?"


"Aku juga terluka dengan keputusan Lucy. Hati seorang ibu yang mendengar bahwa putrinya dilahirkan untuk menjadi tumbal dunia---aku pun tidak terima dengan keputusan langit, Fedrick!!"


"Lantas kenapa kau membantunya dan bukannya mengutuk langit dengan keputusan gila itu?!"


"Karena ia berbeda Fedrick----" Lezzy menurunkan tubuhnya mengambil sosok mungil yang mendatanginya---kelinci putih yang terlihat melompat sebelum bersandar dalam pelukan Lezzy.


"Semua akan baik-baik saja, karena dia akan-------"


Mereka semua terdiam begitu juga dengan Fedrick yang terlihat jauh lebih tenang saat mendengar ucapan Lezzy, apalagi ia tersenyum lega sembari mencium kelinci putih di tangan nya. Dan saat kelinci itu menatap mereka, Aletha terlihat meluapkan rindunya terhadap sosok yang pernah ia junjung selama hidupnya menjadi Polemou.


"-----Itu sebabnya aku percaya, dengan keputusan nya Fedrick."

__ADS_1


...✧༺ 🍁 ༻✧...


...Hayoo, sudah mulai ada titik terang mengenai endingnya akan seperti apa, dang...., deng...., dang...., deng..., JOSH!! 😚😚...


__ADS_2