The Queen Of Vasellica Moon

The Queen Of Vasellica Moon
Chain of Problems


__ADS_3


.......


.......


...-----...


...Aku mencoba melindungi mu dari ucapan kosong yang dapat melukaimu. Namun, sikapku justru menjadi pedang bermata dua untukmu .......


....--🌷--....


Setelah melakukan sapaan penuh ketidaksukaan terhadap seorang Matahari. Kini mereka telah berkumpul pada ruang yang selalu menjadi titik kumpul anggota kerajaan Demon.


Ruang yang begitu memancarkan kehangatan dan kenyamanan, bisa Kendric rasakan dalam sekali lihat. Berbeda khas Demon pada umumnya, di ruangan ini lebih banyak menunjukan susunan lukisan keluarga ketimbang miniatur aneh ataupun benda menyeramkan.


Para pelayan yang membawakan beberapa Dissert dan teh hangat menjadi pelengkap pada pertemuan dingin ini. Mungkin karena zaman terus berevolusi sehingga sajian makanan tak begitu lawas, justru sangat menarik bagi Kendric yang baru pertama kali berbaur hingga memakan-makanan khas bangsa Malam.



Cukup klasik, pikir Kendric saat menilai hidangan yang sepertinya sangat bersahabat dengan lidah bangsawannya. Lucy terlihat sangat khawatir dengan pertemuan ini terlebih terhadap Ayah serta Kakaknya yang terlihat kurang menerima kehadiran Kendric, Tapi lihatlah, Kendric justru terlihat sangat tenang meski dipandangi dengan sangat tajam oleh kedua Demon itu.


"Aku kira, kau memutuskan pergi ke Bumi untuk merenungkan masalah ini. Tapi sekarang kau malah membawa pria lain lagi, apa kau tidak pernah belajar dari kejadian sebelumnya?"


"Kakak, jangan bicara seperti itu. Kendric berbeda, aku percaya dia tidak akan seperti dirinya."


"Begitu kah? Dulu kau juga mengatakan hal yang sama tentangnya."


Lucy tak dapat berkata lagi, melawan Kakaknya begitu sangat bertolak belakang. Pasti Welliam sebisa mungkin mencari kesalahan Kendric untuk dapat menjadi alasan menolak hubungan ini.


"Putriku, jika dia sungguh pria baik untukmu setidaknya dia tidak perlu menculik mu dan menahan mu di kediamannya. Apa mungkin kau sudah di ancam?"


"Berhenti berpikiran aneh, Fedrick. Apa dulu tindakanmu membawaku, bukanlah sebuah penculikan juga?"


"Tentu saja bukan. Itu adalah bentuk perhatianku kepadamu."


"Lalu kenapa dulu kau malah menahan ku? Padahal aku sudah minta untuk dipulangkan ke Bumi." Fedrick tak dapat membalasnya karena dirinya memang tak berniat memulangkan Lezzy.


"Ibu, kenapa sekarang Ibu malah membelanya? Bukankah ucapan ayah sangat masuk akal, maksudku, yang Ayah coba katakan adalah sikapnya. Setidaknya dia harus meminta izin terhadap kita atau Lucy dulu sebelum membawanya pergi tanpa sepihak, dan sekarang lihatlah, saat mereka kembali malah membuat ikatan hubungan. sungguh tak masuk akal."


"Oh, bicaramu sangat bijak Welliam. Kalau begitu, apa dulu kau juga meminta izin untuk membawaku? Jangankan itu, pendapatku saja tak pernah kau tanggapi dengan benar. Sekarang malah menyalahkan orang lain."


Fedrick dan Welliam kian tersudutkan, sebenarnya Istri mereka itu memihak kepada siapa sih? Sekarang mereka baru menyesal karena melakukan tindakan seperti itu dulu, jadinya sekarang malah susah untuk menjauhkan bedeb*h itu dari dari Lucy.


"Baiklah anggap saja itu poin tambahan untukmu---tapi hanya 1."


Aletha menggelengkan kepala, tadi saat Kendric menyentuh tangan Lucy, minus poinnya saja sudah sangat jauh sekarang nilai positifnya hanya bertambah 1 poin. Apa mereka benar-benar mengindap sindrom Daddy's Girl dan Sisco?

__ADS_1


"Baiklah kita ubah topiknya. Sekarang, aku ingin tahu tentang dirimu Kendric. Terutama untuk namamu yang sangat berbeda dengan informasi yang kudapat." Fedrick menatap penuh menyelidik, saat dia merasakan keanehan dengan sikap Kendric yang begitu santai padahal dia jelas sudah berbohong saat pertama kali memperkenalkan dirinya.


Apa mungkin Aletha sudah salah orang?


Kendric yang baru saja menyeruput teh hangatnya, membalas tatapan Fedrick dan Welliam tanpa ada rasa gugup sedikitpun. Justru dia memberikan isyarat mata dingin kepada kedua Demon di hadapannya, agar tak melewati batas dalam membongkar rahasianya.


Saat mata permata milik Kendric menatap mereka, saat itu juga Welliam serta Fedrick langsung menegang hingga merinding. Padahal belum pernah mereka merasakan kekuatan besar lebih dari mereka, apa ini karena statusnya sebagai Maharaja Dewa?


Tapi rasanya, ada sesuatu hal dari sosok Kendric yang tak mereka ketahui. Bahkan, mereka sebagai kaum Lord di Darkness World saja rasanya tak dapat melawan tatapan matanya itu.


"Tak ada yang perlu aku jelaskan mengenai diriku, semua informasi yang Paduka Lord dengar mengena diriku adalah kebenaran. Anda hanya perlu bersikap sewajarnya saja saat menghadapi ku, bukan begitu Lucy?"


Lucy sedikit terkejut saat di ajak berpendapat. Meski ia sedikit keheranan dengan alur pembicaraan, tapi yang dapat ia simpulkan, mungkin saja Ayahnya mencari tahu mengenai Kendric dan sedikit ragu dengan fakta kebenarannya soal Kendric yang menjadi bangsawan terpandang di Imorrtal.


Tapi kenapa rasanya ada hal lain, ya?


"Lucy ...."


"Iya? Em, benar, Ayah tidak perlu khawatir. Kendric seorang bangsawan yang sangat di hormati di Imorrtal."


Sepertinya, Lucy tidak paham dengan pembicaraan ini. Apa dia sengaja menyembunyikan identitasnya dari Putri kesayangannya?


"Baiklah, jika kau sudah bicara begitu. Ayah akan coba menilainya sendiri. Lalu, apa kau di perlakukan baik olehnya di sana? Atau ada yang berusaha menyakitimu."


"Ayah, kediaman Kendric sangat aman dan begitu nyaman untukku. Semua yang ada di sana sangat menyukai kehadiranku, bahkan Lucy bertemu dengan Roh Suci yang selalu menghiburku."


"Roh suci?" Lezzy terlihat tertarik dengan ucapan Putrinya.


"Apa? Kau juga melihat roh suci di kediaman Wisteria?"


"Tentu saja. Sampai-sampai, mereka membuat panggilan khusus untukku. Em, ah Tyrsha dan yang lainnya memanggilku dengan nama Robin."


Aletha seperti ditikam sesuatu, ia begitu sangat terkejut dengan ucapan Lucy. Apalagi tak semua mahluk dapat di panggil Robin.


Tunggu, Roh Suci adalah mahluk yang enggan menampakkan dirinya. Aku saja hanya bertemu tiga kali dengan mereka dan itu sudah sangat lama. Tapi ini mereka justru menunjukkan dirinya sendiri kepada Lucy, mungkinkah Lucy adalah ....


Kendric asik menyeruput tehnya tanpa membalas pandangan Aletha yang sudah menatapnya dengan sangat curiga. Seakan ia meminta penjelasan dari Kendric mengenai masalah ini.


Agar topik tidak semakin meluas, yang nantinya bisa membongkar identitasnya juga. Kendric memberi isyarat kepada Aletha, karena tujuannya kesini bukan sekedar menyapa melainkan masih ada masalah serius yang perlu di selesaikan.


Kita punya maslah yang lebih serius Aletha, jadi ubah topiknya!


Perintah Kendric, yang mentelepati diri Aletha. Mau tidak mau Aletha harus mengubur rasa penasarannya. Karena saat ini bencana besar sedang menunggu mereka.


"Kurasa itu pertanda baik untukmu Lucy. Tapi, kenapa sejak tadi kau terlihat gelisah. Apa ada sesuatu yang ingin kau katakan?"


Semua yang ada di ruangan itu memandangi Lucy yang semakin ragu untuk mengatakannya. Benar alasannya kembali juga karena ingin menanyakan sesuatu kepada Ibunya.

__ADS_1


Ini mengenai Soulmate nya. Bukankah sangat aneh jika dia bisa merasakan 2 mate, padahal secara teori dan logika harusnya tidak mungkin. Lucy juga tidak mau membagi cintanya begitu saja kepada Pria yang tak mencintainya.


Tapi jika dia menanyakan hal itu disini, ia takut ucapannya justru menyakiti Kendric dan menganggap, bahwa dirinya menjadikan Kendric sebagai sandaran sementara disaat hatinya sedang terluka.


Tidak! Dia tidak akan sekejam itu, kini perasaannya terhadap Kendric semakin jelas ia rasakan. Tapi di sisi lain, ia juga ingin tahu, alasan kenapa dia bisa begitu yakin bahwa dulu Harlie adalah matenya.


Melihat Lucy yang melirik kearah Lezzy secara ragu-ragu, membuat Aletha sadar apa yang ingin dikatakannya. Pasti saat ini dia sudah sadar dengan apa yang ia katakan dulu.


"Sepertinya, Lucy ingin mengatakannya secara pribadi denganmu Ibu." Lezzy melihat Aletha, apa ini waktu yang tepat untuk mengatakannya?


Aletha menghampiri Lezzy lalu berbisik kecil kepadanya, "Lucy terlahir sebagai bintang fajarnya bu."


Kini Lezzy tersadar, pesan yang Ibunya (Selini Thea) dulu berikan kepadanya, mengenai bintang fajar yang akan segera bertemu dengan matahari, mungkinkah itu adalah Kendric?


"Kalau begitu, ikutlah dengan Ibu. Ada yang ingin Ibu tunjukan juga kepadamu."


"Tapi---" Lucy melihat kearah Kendric.


"Aku akan baik-baik saja, pergilah."


"Jangan membuat Ayah dan Kakak terlalu marah."


Melihat senyuman Kendric sebagai jawaban membuat Lucy beranjak pergi mengikuti Ibunya. Hingga tersisa hanya mereka berempat, dan seketika suasana menjadi canggung bahkan sedikit suram.


Kendric membenarkan posisi duduknya menjadi lebih santai, atau bisa dikatakan berpose dengan arrogant di hadapan Demon ini. Ia mengusap rambutnya kebelakang kemudian menatap tajam hingga membuat mata permata merahnya menyalak dengan sangat pekat.


"Jadi, bisa kita mulai sapaan yang sebenarnya, Yang Mulia?" Ujar Kendric, membuat Welliam serta Fedrick saling melirik. Sudah di duga dia memang datang kesini bukan sekedar menyapa, apa Octopus sudah bergerak?


"Jangan terlalu merendah, gunakan saja identitas mu---Maharaja," sindir Welliam.


"Dengan senang hati."


Melihat sikap mereka yang masih saja tak bersahabat membuat Aletha berharap, semoga saja mereka tak menghancurkan Istana ini.


--.*🍁*.--



Arc. Cover Novel Part { III }


-----


Hai, sudah lama tak menyapa dan tak berkabar. Hampir sebulan ini Author sibuk di dunia real dan sedang dalam proses pembuatan cerita versi fisik buku.


Terimakasih banyak telah senantiasa menanti, maaf juga sudah banyak kecewanya untuk Up cerita🤧 dan terlalu banyak janji.


Jadi author harap kalian masih tetap disana untuk menanti, tanpa kalian karyaku hanyalah kumpulan kata kosong. Nantikan juga kabar gembira dari Author ya❤❤

__ADS_1


Salam manis


~Andrea.Nl😚


__ADS_2