
"Tolong jangan salah paham dulu, karena aku bukanya tidak ingin ia lahir. Tapi---yang membuat ku cemas adalah diriku yang mungkin bisa saja berdampak buruk untuknya. Maksud ku, kau tahu kelahiran ku adalah sebuah kesalahan bagi alam, karena diriku Ayah dan Ibu ku harus memiliki akhir yang tragis. Ibu di benci oleh kaum yang ia cintai serta Ayah kehilangan sosok Mate nya. Semua karena diriku, bagaimana jika aku juga membuatnya merasa tidak nyaman karena memiliki seorang Ayah seperti ku?"
"Kendric, aku pernah bilang, kelahiran mu adalah sebuah keajaiban baik langit ataupun alam. Jika kau khawatir mengenai kelahiran nya yang mungkin akan berdampak dengan mu, maka kau hanya perlu menjaga tiap langkahnya. Aku sudah bukan lagi Robin----Aku kembali untuk menjadi rembulan mu. Tidak kah kau ingin menyentuh tangan mungil nya? ketika bayi yang memiliki wajah seperti dirimu ataupun aku, berlari kearah mu sembari memanggil mu dengan sebutan Ayah, akan sangat terdengar membahagiakan. Tidak kah kau ingin merasakan hal seperti itu setiap harinya?"
"Tentu saja aku mau---Aku akan sangat menantikan moment membahagiakan seperti itu. Tapi, tidakkah aku akan melukai dirinya yang mungil karena aku tidak yakin apakah aku bisa menuntun nya dengan baik. Maksud ku---Haa...," Kendric menghela nafas dengan penuh khawatir.
"Lucy, dari banyak nya kaum, aku adalah satu-satunya seseorang yang menyentuh darah lebih banyak dengan tangan ku---bahkan lebih sering daripada bangsa Demon. Aku takut aku hanya bisa menghancurkan nya dengan tangan keji ini. Aku tumbuh dengan pandangan keras hanya untuk bertahan hidup."
Lucy tahu kekhawatiran nya, tapi ia juga tidak ingin Kendric mengasingkan diri dan hanya mengamati anak-anak mereka dari jauh hanya karena takut melukai mereka dan merasa bahwa ia belum pantas menjadi orang tua yang baik.
"Kendric, sama seperti yang kau lakukan padaku. Kau menyentuh darah untuk menciptakan dunia dan tempat yang bisa ku sebut rumah---sebuah tempat dimana aku akan merasa aman dan dapat kemana pun yang ku mau dengan bebas. Begitu juga dengan putra-putri kita, kau telah menunjukkan masa depan damai itu dengan tindakan mu. Kau adalah malaikat bagi mereka, kau melindungi mereka tidak perduli berapa banyak kau menerima hinaan dengan kisah kejayaan mu. Kau hanya ingin menciptakan dunia yang jauh lebih bersinar dari masa mu dulu." Lucy menangkup wajah Kendric berharap rasa khawatiran itu hilang.
"Tapi tetap saja. Aku takut bersikap lebih kasar dalam membimbing mereka sehingga mereka membenci ku. Sejak dulu sosok Ayah masih sangat berkabut untuk ku---Ayah ku tidak pernah menunjukan ketertarikan nya kepadaku selain hanya karena aku lahir dari mate nya. pertemuan kami sangat sedikit, dua kali menyapa dalam jarak 4 tahun lalu pertemuan ketiga saat hari dimana Octopus Membunuhnya. Jika kau berharap aku bisa seperti Fedrick ataupun Welliam itu akan mustahil Lucy."
"Lihat aku dan jangan pikirkan apapun selain kehidupan saat ini. Kau adalah sosok ayah yang sempurna untuk anak-anak ku Kendric. Kau boleh menjadi ayah yang egois atau bersikap tegas---tapi jangan pernah merenggangkan hubungan mu dengan mereka. Karena sosok mu akan menjadi tempat mereka berlindung, mengadu banyak cerita dan memberikan saran ketika mereka kesulitan. Hanya sesederhana itu bagi anak-anak untuk bisa melihat---bahwa orangtuaku adalah tempat ku yang paling aman dalam segala kondisi. Kau akan menjadi sosok Ayah yang hebat untuk mereka---percayalah, tidak ada yang perlu kau khawatiran." Lanjut Lucy sembari tersenyum.
Kendric tidak tahu harus bagaimana lagi ia menunjukkan rasa bersyukur nya kepada sosok Mate yang langit berikan untuknya. Wanita yang terlihat lemah dapat sekuat dan seteguh ini dalam menghadapi kondisi yang bahkan ia juga mungkin pernah berpikir, apakah ia siap menjadi ibu yang baik untuk anak-anak nya nanti.
"Kau tidak percaya? Apa kau masih khawatir? Kalau begitu mendekat lah....," Lucy kembali membantu Kendric untuk mendekatkan telinganya kearah perutnya.
"Mungkin saat ini hanya berupa manna yang bisa kau rasakan. Tapi saat mereka memasuki empat bulan, kau akan bisa mendengar detak jantungnya yang lembut. Menendang dengan sangat aktif di usia 5-6 bulan, ketika kau menyentuh perutku. Lalu perasaan mendebarkan setiap hari saat kau merasa rindu tak tertahankan hanya untuk bertemu. Dan ketika mereka lahir, tangisan mereka adalah perwakilan rasa bahagia mu. kau pasti akan terpesona saat jemari mungil mereka menggenggam jari mu, saat itu juga kau akan tahu---bahwa semua pikiran yang kau khawatir bukanlah hal yang perlu kau cemaskan , karena kau pasti akan bersikeras dan begitu posesif untuk mencintai mereka."
Kendric menyukai kata-kata ini. Begitu sangat meyakinkan jika moment itu bisa ia rasakan, seakan semua perasaan dan pikiran kacaunya terhadap dirinya yang bisa saja melukai anaknya, hanya hal bodoh dan omong kosong.
"Aku yakin, itu juga yang dirasakan Ayah mu saat melihat mu lahir di dalam hidupnya. Ia membangun pulau Apollo pasti untuk menciptakan tempat bagi Mate dan Putra nya yang selama ini tidak bisa ia temui lebih sering karena Octopus. Jadi, kau harus menjadi sosok Ayah yang lebih percaya diri lagi Kendric."
Ia memeluk perut Lucy menempelkan telinganya lebih dekat dengan perut rata kekasihnya, memejamkan mata membayangkan hal-hal yang di katakan Lucy hadir di kehidupan baru mereka setiap harinya, tidak kah semua kesedihan dan kesepiannya selama ini akan hilang, hanya dengan kehadiran kebisingan dari anak-anaknya----meramaikan dunia Imorrtal yang sempat membuatnya bosan selama puluhan abad.
"Kau benar, aku akan sangat menantikan mereka. Mencintai mereka dan melindungi mu serta anak-anak kita, tidak ada yang perlu aku khawatirkan," Kendric meraih wajah Lucy yang mendekatkan dirinya karena posisinya jauh lebih tinggi.
Rambut emasnya perlahan berubah menjadi normal begitu juga dengan Kendric ketika sihir penyamaran itu telah mencapai batasnya. Kendric mencium pipi Lucy dengan wajah serinya yang jauh lebih bahagia mendengar kabar hadirnya para bintang kecil di langit luas menemani matahari di balik perlindungan cahayanya yang terang dan rembulan di dalam pelukan sinar temaramnya yang begitu indah di waktu malam.
"---Untuk semua hal kebahagiaan yang kau berikan kepada ku. Terimakasih banyak, karena kau telah bersedia menjadi ibu yang sempurna untuk anak-anak ku, Maharani ku."
"Aku mencintaimu Kendric."
...----- ⋆ ˚。⋆୨୧˚ 🍁 ˚୨୧⋆。˚ ⋆ -----...
*Darkness World
-Perjamuan Makan Malam Keluarga Kerajaan.
Seperti yang sudah direncanakan. Sehari sebelum acara pernikahan, Fedrick akan merayakan pesta kecil dari perjamuan makan malam keluarga kerajaan dengan Kendric untuk memberikan selamat bagi pasangan matahari dan rembulan yang baru.
Seluruh keluarga dan beberapa bangsawan terdekat Lucifer Kingdom duduk memenuhi kursi yang telah di sediakan. Lucy dan Kendric memasuki ruang jamuan dengan sangat mencolok karena mereka benar-benar adalah tamu yang datang terakhir, padahal mereka adalah tokoh utama dari acara ini.
Lucy menerima sambutan ibu nya karena mengurus beberapa hal sebelum mereka menempati kediaman di bumi, dan baru bisa kembali sehari sebelum acara pernikahan nya. Mereka kembali duduk di kursi masing masing, dengan Lucy dan Kendric duduk di sebelah ibunya dari sisi kiri sang Ayah karena ia kepala keluarga di Lucifer Kingdom sedangkan Welliam, Aletha beserta anaknya di sebrang mereka.
Fedrick meraih segelas wine di ikuti seluruh tamu undangan perjamuan makan malam. Sembari mengangkat gelas wine nya, Fedrick dengan sangat bangga tersenyum kepada semua yang hadir.
"Pada malam yang begitu membahagiakan ini, aku sebagai kepala keluarga Lucifer Kingdom mengucapkan terimakasih atas kehadiran kalian. Dan menyambut kalian semua dalam acara besar pernikahan Putri ku yang akan di selenggarakan pada besok pagi. Dengan segala hormat, aku berharap kalian memberikan restu untuk kebahagiaan mereka." Ujar Fedrick.
semua tamu yang hadir meminum sampanye resmi tersebut lalu mengucapkan banyak selamat kepada Lucy dan Kendric. Tak lama para barisan pelayan datang menyiapkan sajian makanan dengan berbagai jenis menu.
"Tuan Putri, Saya sangat bahagia dengan pernikahan anda."
"Kalau begitu sebaiknya kita mulai memanggilnya dengan sebutan Yang Mulia Maharani."
"Oh atau Dewi Serenity?"
"Ah! yang mana pun kami semua sangat bahagia."
__ADS_1
Sanjungan demi sanjungan di terima dengan baik oleh Lucy. jamuan ini hanya bersekitar 25 orang saja, baik dari pihak Kendric ataupun Lucifer Kingdom, seperti Alberd, Styvn, Briant beserta mate mereka. Muzakka dan Mona, Loise, Vivian dan anak-ank mereka. Tidak lupa Robert, Sylvia dan masih banyak lagi.
"Ada apa Sofia?" Tanya Lucy ketika melihat Sofia terus menatap kearah mereka dnegan sangat bersemangat.
"Em, begini. Jika nanti Uni dan Paman sudah menikah, Sofia tidak sabar menanti sepupu perempuan ku----"
"Tidak! Sepupu pertama ku harus laki-laki. Pasti akan sangat mirip dengan Paman Kaisar," Potong Killian.
Sofia melirik kesal kearah Killian. "Aku memang tidak maslah jika sepupu pertama ku laki-laki. Tapi kau pasti akan meracuni pikiran nya dan membuat sikapnya sama menyebalkannya seperti dirimu, jika perempuan kan bisa secantik Uni dan semanis aku."
"Jika mirip Bibi tidak maslah tapi jika sampai sikapnya juga mirip Kak Sofia---Hiii, aku merinding dengar nya, ia pasti akan sangat cerewet seperti dirimu."
"Killian------"
"Sudah hentikan, kalian benar-benar tidak bisa berhenti bertengkar sehari saja ya?"
"Maaf Kakek."
"Ekhem! Tapi Cucu pertama ku dari lucy memang harus perempuan, dan juga aku berharap tidak berambut emas----Aw!"
Lezzy memukul lengan Fedrick. "Kau juga berhenti lah bersikap kekanakkan. Kenapa kau sangat terobsesi dengan cucu perempuan sejak dulu."
"Setidaknya harus ada yang meneruskan posisi Lucy. Jika dia mirip Lucy aku akan melihat putriku yang kembali ke masa kecilnya."
"Kau sudah tua dan tidak bisa memaksa kehendak sesukamu!" Lezzy menggelengkan kepalanya dengan sikap Fedrick. "Lucy, jangan dengarkan Ayah mu. Mau laki-laki atau perempuan, cucu ibu akan sangat menawan nya dengan kalian. Ibu akan sangat menanti kabar bahagia itu suatu saat nanti."
"Baiklah, Kalau begitu sekarang bukankah harusnya kalian menyampaikan sesuatu untuk perayaan pernikahan kalian besok?" Aletha membantu mencairkan suasana.
Lucy dan Kendric saling berpandangan. Bukankah saat ini adalah hal yang tepat untuk mengatakan mengenai kehamilan nya terlebih mereka juga memang tidak berbiat merahasiakannya. mumpung suasana sangat mendukung. Seakan Kendric menyetujuinya juga, ia menggenggam tangan Lucy memberi dukungan untuk Lucy karena memang Licy yang inhin mengatakan nya.
Lantas Lucy menegakkan tubuhnya dengans empurna sembari menarik nafas cukup dalam karena ini berbeda dengan pernyataannya kepada Kendric beberapa jam yang lalu.
"Sebelumnya aku ucapkan terimakasih untuk semua ucapan kalian yang turut senang dengan acara bahagia kami besok. Tapi, saat ini ada yang ingin kami sampaikan mengenai kabar lain yang membuat kami jauh lebih bahagia." Uajr Lezzy dan semua pun menjadi sangat tertarik dengan kabar itu.
Lucy terlihat tersenyum kaku dengan perasaan gugup, tapi sekali ia mencoba meyakinkan dirinya. "Sebentar lagi, kami akan menjadi Orangtua------Karena saat ini aku sedang hamil."
Hening! Kesunyian yang melanda di tengah keramaian tersebut mendadak sangat canggung, bahkan pelayan yang menyiapkan beberapa disert kecil, mendadak berhenti bergerak mendengar kabar yang seharusnya menjadi hal bahagia justru sangat mencekam.
"Lucy ka---kau hamil sayang?" Tanya Lezzy.
"Benar bu, dan sudah memasuki 10 minggu." Lanjut Lucy sedikit malu bahagia, karena tentu ini akan jadi berita mengejutkan untuk orangtuanya.
"KAU KEP*RAT!!!" Teriak Fedrick sembari menggebrak meja dengan sangat keras. ia menunjuk dengan segala macam umpatan kearah Kendric. Yah, Baik Lucy dan Kendric sudah menduga dengan respon apa yang akan di tunjukkan Ayahnya.
"Kau sudah mencuri putri tersayangku dan sekarang kau, kau-----Sekarang jelaskan padaku!" Fedrick berdiri.
"Be--begitulah, Ayah mertua." Kendric melihat Fedrick dengan sangat gugup. Wah baru kali ini ia secanggung ini berhadapan dengan Fedrick. Apa karena ia akan menjadi Ayah mertuanya?
"Aku akan menjadi seorang Ayah." Gumam Kendric sembari mengalihkan pandangannya dengan dahi sudah berkeringat.
"Apanya yang begitu, bodoh! Ough----Kepalaku terasa sangat sakit." Fedrick mencoba bersabar. Sedangkan Lucy menahan tawanya melihat reaksi Kendric yang sepertinya sudah tidak akan bisa bersikap angkuh di hadapan ayahnya.
"Aku sudah menduganya, sejak kau berkeliaran di sekitaran Putriku memang tidak ada hal baik yang datang untuk ku! Bahkan kau mengabaikan permintaan ku untuk tidak membawa putriku selama 3 bulan. Tapi kau malah mengirim lamaran dua minggu setelahnya. Lalu aku hanya meminta mu tetap bersabar selama 3 bulan untuk menjauh dan tidak menyentuh nya, sebagai jaminan atas izin restuku pada lamaran mu itu! Kau paham tidak sih maksudku?"
Kendric mengangguk tapi sepertinya tidak sejalan dengan Fedrick. "Lihatlah, bedeb*h ini pasti dia tidak paham, maksudku----MENJAUH LAH DARI PUTRIKU!!"
Teriakan Fedrick memecah di pendengaran semua kaum yang ada di Lucifer Kingdom. Bahkan ia hampir saja melempar kursi yang ia duduki tadi kearah Kendric, untungnya Ia masih menahan sangat sabar mengingat ada Lucy di sebelahnya.
"Fedrick tenangkan dirimu, kau membuat Lucy terkejut."
Mendengar ucapan Lezzy membuat Fedrick meraih tangan Putrinya. "Oh, sayang apa aku terlalu keras berteriak? Bagaimana dengan cucuku, apa itu mengejutkan nya?" Ucap Fedrick dengan lembut kearah Lucy.
__ADS_1
"Jangan khawatir Ayah, kami baik-baik saja. Lucy bersalah------"
"Tidak, tidak kau tidak perlu meminta maaf. Yang salah adalah si brengs*k ini, karena menyentuh putriku dengan otak udangnya."
"Ayolah, bukankah ini sudah sangat umun bagi pasangan mate, apalagi kami telah saling menandakan mate bahkan lambangnya sudah terukir jelas. Jadi jika aku melakukan nya, itu sudah sangat sah bagi langit, hanya belum ada pesta nya saja. Bukan begitu Ayah mertua?"
"Kau! -----" Fedrick menarik kerah Kendric dan membawanya pergi. "Ikut dengan ku, kau punya satu hutang restu dari ku lagi---tidak, itu tidak cukup bagaiamna jika 100 pukulan?"
"Ayah," panggil Lucy menghentikan Fedrick. "Tolong jangan rusak wajah nya. karena aku butuh wajah tampannya dipernikahan ku besok." Lanjutnta sembari melepaskan genggamannya pada lengan Fedrick.
"Jangan khawatir, ayah tidak akan menyentuh wajahnya."
"Lu--Lucy, bagaimana bisa kau-----"
"Diamlah! Aku juga sudah geram dengannmu. Ayah aku akan membantu mu." Ucap Welliam yang kini ikut menyeret Kendric ke suatu tempat-----ruang bawah tanah?
"Sekarang bukankah kita harus berbicara secara kekeluargaan----Menantu? Hahahahha!!!"
Mendengar tawa keras dari Fedrick yang masih sempat di dengar mereka membuat siapapun yang ada disana saling menggelengkan kepala dengan sikap mereka yang selalu tak sejalan. Lalu tawa keramaian memenuhi ruangan, Lucy sudah bisa menebak bagaimana ekspresi frustasinya Kendric menghadapi kedua demon tersebut.
"Lucy, ibu sangat bahagia. Kau harus lebih berhati-hati lagi dalam beraktivitas besok."
"Baik bu."
"Kau ini benar benar melakukan seperti yang kau saran kan kepadaku dulu ya."
"Apa?"
"Dulu, saat kita pertama bertemu. Kau bilang memberikan cucu sebelum pernikahan akan lebih mudah mendapat restu."
"Apa---apa aku sungguh pernah bilang seperti itu ke kak Aletha?!" Lucy terlihat malu dan Aletha hanya mengangguk lalu tertawa menggoda Lucy. "Berhenti tertawa kak."
"Yang Mulia kami ucapkan selamat untuk anda." Ketika mereka semua tengah memberi selamat untuk Lucy ada satu pangeran yang sibuk melontarkan harapan di depan Lucy.
"Sepupu Laki-laki, sepupu laki-laki, sepupu laki-laki, sepupu laki-laki, sepupu laki-laki."
"Hei berhenti memberi mantra kutukan kepada Uni Lucy." Sofia memukul Killian. "Sepupu ku harus perempuan."
"Tidak aku punya dugaan mereka akan lahir sebagai laki-laki."
"Kalian ini, tolong akurlah dengan anak ku nanti. Jarang sering bertengkar." Ucap Lucy memeluk kedua keponakan nya.
"Boleh Sofia yang mengajar akademi nya Uni?"
"Aku akan mengajarkan nya berpedang!"
"Sepupu ku perempuan, Killian."
"Laki-laki, Kak Sofia!" Sofia dan Killian kembali sibuk mengadu urat mengenai pendapt sosok sepupu kecil yanga akan hadir sebentar lagi.
Sedangkan Lucy sangat menikmati keramaian damai seperti ini. Wilayah yang telah kembali netral dan nuansa tenang tanpa khawatir dengan masalah apapun. Meski beberapa konflik sering terjadi, tapi ia percaya kali ini---semua akan berbeda.
"Apa kau sudah bahagia, Putri ku?"
Lucy melihat Ibunya. "Sangat bahagia ibu."
"Kalau begitu sekarang, kau telah menjadi Ratu yang kuat dan hebat seperti kisah Vasilissa yang kau impikan saat masih kecil. Kau melewati masalah besar dengan sangat baik, dan tetap setia pada satu Vasilias mu---Raja di hatimu."
"Tentu saja, karena Ratu itu adalah dirimu Ibu. Lucy ingin menjadi seperti ibu, dan terimakasih untuk semua hal yang ibu ajarkan pada ku."
"Apapun untuk mu, Bintang kecil ku."
__ADS_1
"Lucy sepertinya kau sudah harus bersiap bermalam di kuil suci. Karena besok pagi Yang Mulia Maharani kita akan sangat sibuk merias dirinya sebagai Dewi Bulan dan Pengantin yang begitu cantik." Ucap Aletha yang di dampingi Sylvia untuk menjemput dirinya.
...✧༺ 🍁 ༻✧...