The Queen Of Vasellica Moon

The Queen Of Vasellica Moon
The Imperial Princess


__ADS_3


...---...


"ARGHH !!"


"Jangan pukul Ayahku!!"


Lucy mendekati kerumunan, ia melihat sekelompok kesatria Lucifer Kingdom yang di utus untuk menjaga keamanan kota. Tapi justru memukul seorang pria tak berdaya yang masih mengerang kesakitan di tanah.


Di sebelah pria itu terdapat anaknya yang sedang menangis memohon, sedangkan Istrinya terus menghalangi kesatria yang ingin menghancurkan toko kecil mereka. Bukankah ada peraturan dimana para kesatria keamanan, dilarang melukai ataupun merugikan rakyat?


"Kalian ini sudah di beri kebaikan selama tiga hari, tapi masih tidak tahu terimakasih ya! Cepat singkirkan barang dagangan kalian jika masih tidak mau membayar pajak!" Ucap salah satu Kesatria dari ras Mirach yang menendang pria itu.


"Kami sudah bayar tiga kali lipat lusa kemarin, kenapa kalian meminta lagi?"


"Wanita hina ini semakin banyak bicara saja, cepat seret dia ke markas. Aku akan menentukan hukumannya sendiri." Pemimpin kelompok itu terlihat menatap dengan wajah mesum keapada istri dari pemilok kedai yang masih tak berdaya.


"Tidak! jangan bawa ibuku."


"Hei, singkirkan anak itu!"


Anak itu di dorong dengan kasar, lalu kesatria itu berjalan mendekat untuk memukulnya dengan tangan yang di lapisi sihir. Ini keterlaluan, Lucy tidak pernah tahu hal ini bisa terjadi di ibu kota.


"Rasakan in---"


PLAK !!


Sebelum anak itu terluka Lucy secara sepontan melindungi anak itu dengan sihir pelindung lalu menampar kuat kesatria yang bersikap semena di ibu kota. Bahkan Kendric saja kaget melihat Lucy yang entah sejak kapan sudah berdiri di hadapan pria bertubuh lebih besar darinya.


Semua orang yang melihat aksi nekad Lucy terpukau bahkan suasana seketika menjadi sunyi. Lucy sudah sangat marah, rakyat yang di lindungi oleh Ayah dan Kakaknya di rusak begitu saja oleh sekelompok mahluk konyol yang tak pantas ia sebut sebagai kesatria Lucifer Kingdom.


Sekarang ia mengerti kenapa Ayah dan Kakaknya selalu saja menyeret bawahan ke penjara bawah tanah, karena semua itu adalah tindakan mereka yang sangat tidak terpuji. Menjijikan! itulah satu kata yang tertanam di kepala Lucy saat melihat orang-orang seperti mereka menyiksa rakyat lemah.


Meski Lucy satu-satunya bangsa Demon yang penuh kelembutan dan kasih sayang. Tapi jangan di kira ia tidak punya sikap simpatik terhadap orang-orang yang berprilaku buruk di hadapannya.


Dia juga adalah Putri bangsa Demon yang selalu melumpuhkan puluhan Kesatria Lucifer Kingdom selama latih tanding di area kamp pelatihan---Kerajaan Lorddarks.


"Siapa wanita tidak tahu diri ini! Beraninya kau menamparku, tidak takut mati ya!"


Kesatria dari ras Elf---yang baru saja Lucy tampar kembali berdiri bersiap menyerang dirinya, tapi Lucy terlalu peka sehingga ia lebih dulu menghindar dengan bergerak kebawah, kemudian berputar membuat kaki kananya menendang pria Elf tersebut.


Mencoba merobohkan keseimbangannya dan membuat pria itu terjatuh kebelakang. Dalam gerakan Cepat Lucy menarik pedang yang tergantung di pinggang pria tersebut, lalu menawan leher kesatria itu tepat saat pria itu terjatuh menghantam tanah dengan sangat memalukan.


Aksi Lucy semakin menambah poin plus bagi yang melihatnya dalam mengalahkan kelompok Kesatria yang selalu mencari gara-gara di sekitaran ibu kota. Bahkan Kendric semakin terpesona dengan tindakan kekasihnya yang begitu menawan di matanya. Ternyata ada sifat kejam yang tersembunyi di balik matanya yang cerah.


"Katakan kepadaku, kenapa kalian memukuli dan bertindak kelewatan kepada mereka?"


"Apa urusannya dengan--Hiik!!"


Lucy menggoreskan mata pedang itu ke kulit pria lemah di bawahnya. Melihat mata tajam Lucy yang terlihat sangat jelas jika dari bawah, begitu membuat kesatria itu ketakutan. Entah mengapa tatapan itu terlihat persis dengan seseorang yang paling kejam di dunia ini.


Melihat situasi yang dapat menolong mereka, Istri dari pemilik kedai itu memohon kepada Lucy berharap dia bisa membantu mereka.


"Nona, anda begitu berjiwa keadilan yang tinggi. Tolong lah kami yang rendah ini."


"Apa yang mereka lakukan kepada kalian."


"Mereka adalah Kesatria kekaisaran yang bertugas untuk menjaga keamanan di Ibu kota. Tapi sudah 4 bulan ini, mereka menyiksa kami para rakyat miskin. Setiap hari kami selalu membayar pajak kepada mereka sebesar 40% beserta bunganya untuk mencukupi kebutuhan mereka. Nona, untuk bertahan hidup saja kami susah apalagi harus membayar sewa kedai dan sewa rumah."


"Tunggu, kekaisaran tidak pernah meminta pajak sebesar 40% atupun bunga dari sewa rumah. Itu karena semua bangunan yang berdiri di tanah Lorddarks adalah milik Lord, sehingga rakyat bebas dari biaya sewa rumah. Untuk para pedang hanya akan di tarik pajak 10% sebulan sekali. Para kesatria di gaji oleh kekaisaran secara langsung--tidak ada sangkut pautnya dengan menerima dana pajak dari rakyat untuk memenuhi kebutuhan hidup."


"Tapi ini lah yang terjadi Nona."


Ujar salah satu pedagang yang juga merasa tertekan dengan sikap para kesatria. Tidak hanya satu, hampir semua rakyat kecil yang mencari kerja di ibu kota terlihat sangat lara dengan kondisi ibu kota yang kian mengikis kehidupan mereka.


"Kenapa tidak ada yang melapornya kepada pihak kekaisaran? Paduka Lord pasti akan bertindak."


"Nona sepertinya anda baru di Ibu Kota Zainthor ini. Kami semua tahu Paduka Lord Welliam sangat mementingkan kemakmuran rakyat, tapi apakah suara kami dapat terdengar hingga ke kursi singgasana Lord? Jika para kesatria selalu menghalangi kami untuk mengeluh, bahkan ketua Kesatria saja meraup keuntungan dari penghasilan kami untuk berfoya-foya."


"Benar, mereka sudah banyak merugikan rakyat. Bahkan dua minggu lalu saja kedai ku harus di hancurkan, hanya karena telat membayar bunganya."


Keadaan semakin rusuh dan terus mengutarakan kekesalan mereka, Sehingga sekelompok kesatria itu menjadi terpojok. Kendric berjalan mendekati Lucy mencoba menenangkan Lucy yang benar-benar sudah tidak bisa melihat rakyatnya menderita.


"Ha! Seperti yang mereka bilang, jika kalian berani melaporkannya. Kalian akan di tahan dan pasti tidak akan merasakan hidup nyaman selama ada di Ibu Kota. Kalian pikir Lord akan mau dengan repot menolong kalian?"


"Dan kau Nona, sebaiknya jangan ikut campur ata---"

__ADS_1


"Berlutut."


"Ha? Kau mengatakan sesuatu canti----"


"Aku bilang berlutut dan meminta maaf kepada mereka semua!"


Lucy menatap dingin kepada kelompok brengs*k yang mencoba menodai kedamaian yang Ayah dan Kakaknya bangun dengan susah payah. Mata savier Lucy menyalak dengan sangat dingin seolah mereka hampir membangkitkan sosok lain Lucy sebagai seorang Vasellica.


Angin di malam itu bergemuruh kencang bahkan hampir memadamkan api yang menyalak pada lilin disepanjang interior Festival. Kendric merasakan aura lain dari Lucy, ini begitu persis seperti kemarahan Selini Thea tapi memiliki kekuatan yang lebih besar.


Gawat! Apa Lucy hilang kendali dan membiarkan jiwanya yang lain mengambil alih posisi tubuhnya sebelum penandaan Mate.


"Kepar*t! Memangnya kau siapa bisa seenaknya menekan kami!"


"Aku? Kau tanya siapa aku? Tidak kah kau yang seenaknya menunjukkan taring di hadapan Putri Kekaisaran, berani berbicara seperti itu?"


Perlahan Lucy membuka Hoodie merah yang menutupi kepala serta wajahnya. Dan saat itu semua orang menatap dengan tak percaya. Meski sosok seorang Putri Lucy tidak pernah di publikasikan secara langsung kepada rakyat karena tindakan Lord dalam melindungi Putrinya.


Tapi mereka pernah melihat lukisannya di istana, itu semua berkat diadakannya pemujaan untuk leluhur di Lorddaks Zone setiap 100 tahun sekali. Karena bertepatan dengan hari itu, rakyat kecil seperti mereka di perbolehkan memasuki Lucifer Kingdom sebagai tamu terhormat Kekaisaran.


Terlebih, di Darkness World orang yang memiliki mata manik Savier berwarna biru cerah seindah permata hanya Queen Alicia dan Putra-Putri nya.


Keadaan semakin gaduh dan ricuh melihat kemunculan Putri yang tak pernah mereka lihat secara langsung---berdiri di tengah-tengah ibu kota.


"Dia--dia tidak mungkin Putri Lucy. Mana ada Putri kekaisaran mau datang ke tempat kumuh seperti ini, dasar penipu!!" Ketua kelompok itu berubah shift menjadi Serigala lalu berlari bersiap melukai Lucy.


Brukh !!


"ARGGHH !!!!"


Lolongan kesakitan terdengar sangat keras, saat serigala itu menghantam tanah hingga menimbulkan retakan yang cukup parah. Serigala berukuran besar itu tak dapat bergerak ataupun sekedar melawan dibawah tekanan kaki Kendric.


Benar! Sebelum mahluk gila ini melukai Mate nya, Kendric lebih dulu melumpuhkan lawannya dan menginjak dengan kuat punggung itu hingga terdengar retakan tulang yang cukup memuaskan pendengaran Kendric.


"Beraninya kau mengincar milik ku! Benar-benar cari mati ya." Kendric mengintimidasi Serigala dibawah pijakannya, mata merahnya bercahaya menuntut detak jantung dari serigala itu segera berhenti.


Seketika tubuh itu merespon keinginan Kendric, hingga membuat pria itu kembali dalam wujud aslinya, dengan ekspresi wajah tengah merenggang kesakitan yang tak tertahan.


"Kendric hentikan, dari pada menghukumnya seperti ini. Aku lebih suka jika mereka di bawa ke penjara bawah tanah dan biarkan Kakak yang mengurus mereka karena ini tugasnya. Tapi sebelum itu, kita perlu memanggil penjaga istana untuk menangkap mereka semua."


"Siapa?"


Tak lama terdengar suara tapakkan kuda mengerumuni mereka. Dan itu adalah Tetua Alberd dengan beberapa penjaga Kerajaan. Tunggu bagaimana mereka bisa ada disini dengan waktu yang sangat tepat?


Lucy sempat menatap Kendric dengan tatapan interogasi. Tapi yang di tatapan malah tersenyum tanpa menjawab. Yaps! itu Karena Kendric menyuruh Robert untuk memberitahu situasi saat ini kepada pihak Kerajaan. Sehingga para kepar*t ini bisa langsung di tangani, meski sejak tadi dia geram ingin membunuh mereka dengan tangannya sendiri.


"Tuan Putri, anda baik-baik saja? Paduka sudah mengetahui mengenai keadaan saat ini dan segera memerintahkan untuk menangkap dan menghukum seluruh pasukan kesatria keamanan ibu kota. Anda tidak perlu khawatir lagi."


"Syukurlah, terimakasih sudah datang tepat waktu Tetua Alberd."


"Daripada ucapan terimakasih, saya justru merasa bersalah karena kurang memperhatikan tindakan kesatria di luar istana."


"Itu bukan kesalahan anda, tapi ...."


Lucy melihat kembali seluruh rakyat serta keluarga kecil yang tadi di tindas. Mereka menatap ketakutan saat tahu bahwa dia adalah Putri Lucy. Mau bagaimana pun dia adalah putri bangsa demon yang begitu di segani.


"Aku, Putri Lucy Daiana Lorddark's, mewakili kekaisaran Lucifer Kingdom untuk meminta maaf kepada seluruh rakyat atas perlakuan buruk yang kalian terima selama 4 bulan ini."


Lucy membungkuk--memberi rasa hormat terhadap rakyatnya sebagai bentuk permintaan maaf kepada mereka yang sudah tersiksa.


"Aku merasa malu. Bagaimana bisa kami menikmati kekayaan melimpah tanpa tahu rakyat sedang menderita, karena kesatria yang di rekrut oleh pihak kekaisaran untuk melindungi kalian, tapi justru membebani kalian. Maaf atas tindakan memalukan ini ...."


Semua yang melihat itu benar-benar tidak mempercayainya, bagaimana bisa Putri terhormat seperti Lucy mau melakukan hal serendah itu hanya untuk meminta maaf. Masalahnya adalah, Ia berasal dari bangsa Demon dan Putri dari Lord Fedrick yang begitu terhormat.


Kastanya yang lebih tinggi dari seluruh bangsawan lain, serta ras Demon adalah yang terkuat dan pemimpin Darkness World selama ratusan abad. Tapi tak merasa malu ataupun sombong kepada rakyat kecil seperti mereka.


"Yang Mulia Putri, anda tidak perlu melakukan hal ini." Seakan hati rakyat tergerak akan permintaan tulus Lucy. Mereka merasa bersalah membiarkan Putri kebanggaan Darkness World harus menanggung beban dari kejahatan kesatria tak bertanggung jawab itu.


"Benar, Yang Mulia Putri angkatlah wajah anda. Anda adalah bintang harapan kami, jangan pernah membungkuk seperti itu kepada kami."


"Tapi ...,"


"Putri, kami tidak pernah menyalahkan kekaisaran. Kami juga tahu Paduka Lord selalu berjuang untuk kedamaian serta kemakmuran kami. Bahkan beliau menjaga keharmonisan antar bangsa ras di berbagai wilayah. Tidak mudah memimpin dunia yang begitu luas ini. Yang salah adalah mereka bukan anda ataupun keluarga kerajaan."


"Putri Lucy, kami justru sangat berterimakasih atas pertolongan anda hari ini. Anda sungguh mirip dengan Queen Alicia yang begitu bijaksana, terimakasih telah terlahir sebagi bintang Asteri kami di Darkness World ini, Yang Mulia."


Sorak kegembiraan serta pujian di tuturkan dengan sangat hangat kepada Lucy. Senyuman serta tepuk tangan yang meriah adalah pemandangan yang paling indah bagi Lucy saat ini, ia mengerti sekarang kenapa Ayahnya begitu menentang Lucy untuk tahu dunia luar.

__ADS_1


Mungkin karena hal ini, dimana tindakan busuk seseorang adalah hal yang paling berbahaya. Tak perduli seberusaha apa kita mencoba membuat dunia sebaik mungkin. Yang nama sikap tamak dan kejahatan tidak akan pernah bisa lepas di kerumunan hidup orang-orang.


Tapi setidaknya ia banyak belajar hal baru tentang dunia yang sebenarnya. Bahwa hidup ini tidak akan pernah selamanya tergambar indah layaknya kisah dongeng yang selalu happy ending.


Alberd serta Kendric tersenyum melihatnya. mereka tidak tahu kalau Lucy yang merupakan keturunan bangsa Demon yang terkenal keji dan bengis, bisa sehangat ini dalam memperlakukan rakyat. Seakan dia adalah bintang harapan yang selalu dinantikan cahayanya, ia terlihat begitu spesial dari keturunan demon yang lainnya.


Kau sungguh Maharani ku yang hebat, Lucy ...


Gawat, perasaan sukanya terhadap Lucy kian bertambah besar. Saat melihat Lycy tersenyum dengan sangat senang di tengah kerumunan masyarakat yang mendekatinya untuk mengucapkan terimakasih. Dia sungguh bintang fajar nya yang sangat berharga, bahkan matahari saja tidak akan sanggup menghalau cahayanya.


"Paduka Lord Fedrick sangat berterimakasih kepada anda karena telah membantu Putri melihat dunia luar yang sebenarnya, dan memperkenalkan arti kebebasan yang bahkan mereka sendiri tidak sanggup mengenalkannya kepada Putri."


"Daripada ucapan terimakasih, aku lebih suka jika dia benar-benar merelakan Putrinya untuk hidup bersamaku."


"Saya rasa hal itu tidak perlu di tanyakan. Karena, melihat anda di biarkan membawa Putri sekarang saja, sudah menjadi bentuk restu dari Yang Mulia."


Kendric tersenyum mendengarnya. "Aku akan menemaninya lagi untuk melihat Festival Asteri sebelum kembali ke istana. Sampaikan saja kepada Lord besar, dia tidak perlu khawatir karena selama ada aku Lucy akan baik-baik saja."


"Kalau begitu, saya pergi dulu untuk mengurus sisanya."


Alberd beserta penjaga kerajaan membawa sekelompok kesatria dan menangkap yang tersisa di markas dekat perbatasan.


Kendric menghampiri Lucy yang masih saja terlarut dalam sapan hangat orang-orang di ibu kota. Lalu menariknya menjauh dari kerumunan.


"Kendric kita mau keman? Aku kan masih harus mengucapkan salam perpisahan dengan sopan kepada mereka. Jangan asal pergi seperti ini--Kendric, kenapa kau diam saja?"


Kendric tidak menanggapi ucapan Lucy, ia hanya terus membawa Lucy mendaki tempat yang lebih tinggi dari alun-alun kota. Hingga sampailah mereka di sebuah taman yang berada di perbukitan kecil--yang mampu memperlihatkan Kota Zainthor secara menyeluruh.


Perlahan dari bawah satu-demi satu lampion kecil melayang dnegan sangat lembut ke udara. Sebagai bentuk perumpamaan bintang Asteri dan juga menjadi akhir dari Festival ini, di lampion itu terdapat tulisan permohonan dari orang-orang yang melayangkannya. Berharap penyambutan di tahun baru yang akan segera datang menjadi lebih baik.



Karena posisi mereka yang berada di tempat tinggi, memungkinkan Lucy melihat lebih dekat dengan pemandangan indah ini. Dulu ia hanya bisa melihatnya dari balkon kamar dan itu masih terasa sangat jauh, tapi ini begitu menakjubkan dapat melihatnya sedekat ini.


"Tulislah permohonanmu, aku sudah menulis punyaku." Kendric memberikan satu lampion dan pena sihir kepada Lucy.


"Kapan kau menyiapkannya? Perasaan tadi belum ada."


"Apa yang tidak bisa ku wujudkan di dunia ini."


"Kau ini. Jadi apa yang kau tulis?"


Lucy membaca tulisan milik Kendric dan terpana dengan harapannya. Lalu dia ikut menambahkan sedikit dari harapan Kendric yang juga akan menjadi harapannya. Mereka saling tersenyum, lalu membiarkan lampion itu terbang ke langit.


"Terimakasih banyak untuk semua kebahagian yang kau berikan selama ini. Dan tahun depan, kau harus menemaniku melihat Festival Asteri lagi. Tidak, pokoknya selamanya kau harus menemaniku dan berada di sisiku."


"Tentu saja, tahun depan kita akan melihat Festival Asteri lagi dan aku akan selalu ada di sisimu."


Setelah aku berhasil menyingkirkan Octopus, aku pasti akan menemuimu lagi---semoga saja ....


Kendric merasa kecewa pada dirinya sendiri, meski semua orang tengah menyambut tahun baru untuk membuka lembar hidup baru. Tidak untuk Kendric, karena Festival Asteri ini hanyalah awal peringatan akan datangnya bencana besar dari Gerhana Alabasta.


Dan Bila itu terjadi, ia sendiri tidak yakin akankah dia masih di beri kesempatan untuk melihat pemandangan hari ini bersama Mate tercintanya lagi.


"Lucy aku mencintaimu ...."


---


...---°•🍁•°---...


...Harapan Lampion....


.......


...Lucy hanya milik Kendric seorang. ...


...Selamanya .......


.......


...-------🍁-------...


---


*Informasi Karakter Novel


__ADS_1


__ADS_2