The Queen Of Vasellica Moon

The Queen Of Vasellica Moon
Date ?


__ADS_3


.


.


"Setelah sekian lama, akhirnya aku dapat melihatmu tersenyum dengan tulus, kau juga sudah tumbuh menjadi wanita cantik Tuan Putri ku ...."


Lucy kembali melihat Kendric, rasanya kata-kata itu pernah ia dengar sebelumnya. Tapi kapan?


Ah, perasaan ini hadir kembali. degupan jantung mengalun dengan sangat aneh, membuat Lucy merasa Kendric seorang sosok yang sempat ia lupakan.


Lucy juga entah mengapa merasa nyaman dengan Kendric----padahal mereka baru bertemu, sebenarnya kau siapa Kendric?


Aku pernah bertanya-tanya, jika memang benar Harlie bukanlah Mate ku. Lalu siapakah belahan jiwaku yang sebenarnya?


"Anda baik-baik saja Putri?"


Karena Lucy terlalu mendalami pikirannya, tanpa sadar Kendric sudah mendekati Lucy hingga menyelipkan helaian rambutnya ke telinganya. Hal ini begitu membuatnya kian salah tingkah, sehingga wajahnya merona merah mencoba menahan perasaan euphoria nya yang tak sanggup di sembunyikan.


Sebenarnya ada apa ini? perasaan senang sekaligus hangat begitu terasa tak asing untuknya, mungkinkah perasaan ini adalah (?)


Ini tidak mungkin, aku tidak mungkin menyukainya kan?


"Putri?"


"Lucy, aku sudah bilang. Panggil aku dengan sebutan Lucy bukan Putri." Lucy berbalik, mencoba menutupi rona merah pada wajahnya.


Kendric tersenyum, melihat Lucy mulai menyadari sedikit siapa dia pada hidupnya. Para roh suci kembali mendekati Lucy membuatnya harus bermain dan tertawa riang---seakan semua penderitaannya sebelum ini hanyalah angin lalu.


Salah satu peri mendekati Kendric yang masih setia memandangi setiap gerakan Lucy yang menurutnya lucu dan menarik.


Hoya, seorang Arlpha seperti anda dapat tersenyum juga?


"Apa yang kau inginkan, Tyrsha."


Tidak ada, hanya saja sejak kepergian Dewi Vernitysa anda tidak pernah menunjukan rasa simpati anda terhadap seseorang.


"Aku tidak suka kau membahas Dewi Vernitysa!"


Saya mohon maaf Baginda, tetapi----anda tidak akan bisa terus seperti ini. Membenci manusia karena insiden itu adalah hal yang dapat di mengerti, tapi kepergian Dewi adalah awal untuk kemajuan hidup Manusia Baginda. Terlebih, sekarang keturunan Robin selanjutnya telah lahir kembali.


"Lucy, adalah Robin?"


Hm, bahkan Dewi Selini Thea ingin kami menjaganya.


Kendric kembali melihat Lucy yang masih bermain bersama sekumpulan roh suci yang menjaga hutan di Bumi ini. Mungkin alasannya untuk tetap tinggal di Bumi karena insiden di waktu itu.


Tapi ia tidak mengira kehidupan yang menurutnya membosankan ini dapat menunjukan hal yang begitu menyenangkan, saat dia yang begitu lugu menyambut tangannya.


Seakan hari membunuh waktu, mereka berada di hutan ini telah lebih dari delapan jam. Dan kini malam hampir menyapa senja, Lucy harus segera kembali jika tidak Carina akan mencarinya.


Berpamitan dengan para roh suci membuatnya sedikit sedih. Ini pertama kalinya dia bisa merasakan alam bebas tanpa di awasi oleh Assassin milik Kakak nya, apalagi ia bertemu dengan mahluk fantasi lainnya selain kaum Darkness World.


Ini begitu menyenangkan apalagi bila saat Kendric menunjukan berbagai banyak pengetahuan yang ada di dunia manusia. Apa dia tidak punya pekerjaan? sejak tadi terus menemaninya.


Kau akan pergi Robin?


"Aku harus pulang, jika tidak Carina dan semua orang di kediaman Wisteria akan mencari ku."


Oh ..., apa besok kau akan bermain bersama kami lagi?


Lucy terlihat ragu, ia tidak tahu apa dia boleh datang ke tempat ini lagi? Seakan Kendric mengerti, dia mendekati Lucy.


"Datanglah lagi, mereka menyukaimu."


"Aku sungguh boleh bertemu dengan mereka?"


"Memangnya siapa yang melarangmu?'


Lucy tersenyum, " Kalau begitu, apa Ken-kendric akan datang juga besok?"


"Jika aku di sambut, aku pasti akan datang lagi. Bagaimana jika sekalian berjalan-jalan melihat kota ini?"


"Sungguh? Jika boleh, aku ingin pergi melihat kuil yang memiliki seribu Inari. Apa boleh?"


"Tentu saja, besok aku akan menjemputmu."


"Terimakasih, kalau begitu aku kembali dulu. Sampai jumpa semuanya."


Besok harus menemui kami lagi ya, Robin ...


Lucy tersenyum, entah mengapa rasanya ia seperti tidak pernah merasa sebahagia ini setelah sekian lama. Apa karena dia atau karena sambutan roh suci?


Senja mewarnai langit negeri sakura. sejumlah pohon Maple yang bergerak mengikuti irama angin mencoba menghujani sang Putri malam yang terjebak dalam menara tak berjendela.


Memberikan sambutan hangat kepadanya yang selalu mendambakan musim semi dalam hidupnya. Kendric terus memandang Lucy hingga ia benar-benar menghilang di ujung gerbang Inari.


"Kembali ke tempat kalian." Kendric memerintah kepada seluruh roh suci yang menampakkan diri di hutan manusia, untuk segera kembali ke alam mereka.


Salam Hormat untuk anda, Baginda Magharatca Apollo.


---, o 🍁 o ,---


Sesuai yang di janjikan sore kemarin. Saat Fajar menyapa matahari, Lucy sudah duduk bersemangat di depan meja rias. Entah mengapa ia begitu menanti pagi hari tiba sejak semalam.


Apa karena ia akan segera jalan-jalan melihat dunia luar manusia? Atau karena kehadiran Kendric? Ah, kenapa tiba-tiba Lucy jadi malu sendiri jika mengingat wajah Kendric.


Kau begitu sangat bersamangat Robin ....


Ditengah kesenangan Lucy, sebuah peri mungil menghampiri Lucy---berdiri di dekat susunan buku tak jauh darinya sembari meletakkan setangkai buah aray di atas meja.



peri itu terlihat malu-malu mendekati Lucy, takut Lucy akan menolaknya. akan tetapi, Licy justru senang mendapat tamu dari kaum Salamander sebagai salah satu roh suci.


"Senang, aku mendapat tamu cantik sepertimu."


Oh, perkenalkan. Namaku Tyrsha Carsestiara, aku peri hutan dari kaum Salamander. Hari ini Robin terlihat lebih ceria, apa mungkin anda tidak sabar menanti kencan nya?


"Kencan?"


Manusia bilang, Kencan sering di sebut saat dua pasangan kekasih berjalan berdampingan, menikmati suasana romantis seharian penuh.


"A-aku dan Kendric bukan sepasang kekasih ..., kami hanya jalan jalan biasa saja."


Hem, jadi anda berpikir seperti itu?


"Memangnya, aku harus seperti apa?"


Padahal kau dan dia adalah takdir langit.

__ADS_1


"Maksudmu?"


Aku harus pergi--pangeran sudah tiba, bye Robin ...


Tepat saat peri kecil itu menghilang, Carina memasuki kamarnya. Sepertinya Kendric sudah datang dan menunggunya di bawah.


Tapi kenapa Lucy yang jadi deg-degan saat ingin bertemu dengannya? Ah, kumohon tenangkan dirimu. Jangan sampai dia sadar bahwa kau malu bertemu dengannya Lucy.


Lucy mencoba menenangkan dirinya, kemudian berjalan turun menuju lantai satu, untuk menemui Kendric yang berada di luar. Hari ini pakaian yang ia kenakan tidak terlalu panjang seperti gaun biasanya.


Hanya mini dress selutut berwarna putih dan biru navy pada roknya, rambut yang di kepang satu dan di kedepankan, membuatnya terlihat sangat manis.


Kendric yang sudah menunggunya di bawah cukup terpesona dengan kecantikan sederhana pada diri Lucy, membuatnya begitu menyukai sosok Lucy.


"Aku datang untuk menjemputmu, Tuan Putriku. Dan hari ini kau terlihat sangat cantik,"


Pujian Kendric membuat Lucy malu dan salah tingkah dibuatnya, apalagi banyak mata pelayan yang memandang mereka saat ini.


"Ayo, jika sudah siang Inari akan penuh pengunjung."


"Maaf merepotkan mu."


"Tidak masalah, naiklah."


"Aku pergi dulu Carina."


Carina melihat Lucy dan Kendric yang berjalan berdampingan membuatnya tersenyum senang, ia lega setidaknya masih ada harapan untuk kedua insan yang sempat memiliki tragedi hidup yang sama sehingga mereka memilih untuk menjauhi kerumunan.


Carina menunduk hormat, "Semoga Yang Mulia selalu berbahagia ...."


Di dalam Mobil, Lucy cukup bingung dan di buat gugup. pasalnya ia tidak biasa menaiki mobil ini, apalagi cara memakai sabuk pengaman.


Kemarin ada Carina yang membantunya, tapi sekarang dia seperti gadis desa yang datang ke kota. Kendric yang bersiap menginjak gas harus terhenti saat mengerti apa yang di gelisah kan Lucy.


"Mari ku bantu."


"Terimaka------" Lucy diam terkejut saat Kendric begitu sangat dekat dengannya, bahkan ia sempat menahan napasnya saat Kendric mencoba meraih sabuk di sebelah kanan Lucy lalu menariknya ke kiri untuk di kaitkan.


Saat Kendric kembali ke posisinya, Lucy tampak canggung dan hanya bisa menunduk. Sepertinya, jantungnya sedang tidak baik-baik saja.


"Maaf, hanya saja di saat berkendara kita harus mengenakan sabuk."


"Te-terimakasih ...."


Kendric melajukan mobilnya menuju Kuil Inari. saat tiba di tujuan, Lucy merasa suasana di sini begitu sejuk. ia bahkan bisa melihat roh kuil yang tidak bisa di lihat kaum manusia.


Lucy berkeliling dan melihat semua tempat menarik di kuil ini, sedangkan Kendric hanya dapat mengikuti sambil mengamati setiap senyum Lucy yang menghangatkan hatinya.


Meski hari ini daun Maple berguguran, meski hari ini angin berhembus kencang, dan meski musim dingin semakin dekat. tidak membuat kedua insan ini saling berkeluh kesah di cuaca yang sepertinya akan segera turun salju dalam beberapa hari kedepan.


Hingga Lucy diam berdiri di dekat kolam yang ada di belakang kuil, ia memperhatikan sekumpulan manusia melempar koin kedalam kola dan menurutnya itu aneh.


"Kenapa para manusia itu melempar koin ke kolam?"


"Menurut kepercayaan mereka, jika kau memasukkan koin kedalam kolam kuil. Harapanmu akan terkabulkan."


"Apa benar terkabul, Kendric?"


"Setiap orang punya pemikirannya masing-masing. Kau mau coba"


"Apa boleh? kita kan punya kekuatan sihir."


"Anggap saja untuk menghargai budaya mereka."


"Kuharap, Dia selalu baik-baik saja ..."


Kendric terlihat menahan amarahnya saat Lucy memohon keselamatan untuk seseorang, sepertinya yang dimaksud adalah pria itu yang tak lain adalah Harlie.


"Kau tidak memohon?"


"Akan kucoba," sebenarnya Kendric tidak percaya dengan seperti ini toh dia adalah Maharaja nya. Tapi, dia jadi kesal saat wanitanya memilih memohon untuk pria lain.


"Aku harap ...,"


Semua harapannya,


"Lucy selalu ...,"


Mengenai Pria itu,


"Bahagia."


Tidak pernah terkabul ....


Lucy yang mendengar permohonan Kendric hanya dapat bungkam di tengah keramaian, ia tidak mengerti di saat kondisinya sedang tidak baik-baik saja.


Seseorang hadir untuk memberikan kehangatan yang hampir terasa asing untuknya, sebenarnya apa yang ingin takdir tunjukan kepadanya?


Rasanya Lucy ingin sekali bertanya kepada para Dewa mengenai takdir hidupnya. tapi kepada siapa ia akan ungkapkan semua perasaan kecewa serta tidak mengerti nya dengan ini semua?


"Kalau boleh aku tahu. kenapa kau memohon untuk kebahagiaanku?"


"Apa kau tidak suka aku begitu?"


"Bukan, hanya saja---aku rasa aku tidak bisa selalu bahagia seumur hidupku ...."


"Bisa, kau bisa bahagia setiap hari. Kau berhak memiliki kehidupan yang kau inginkan, bila perlu aku yang akan menunjukkannya."


Lagi-lagi Lucy harus di buat bungkam dengan perasaan euphoria nya yang terasa begitu hangat. Ah ..., apa ini rasa yang selalu membuat kedua kakak dan kedua orang tuanya saling mengasihi?


Seandainya, Kendric benar Mate yang ditunjukan untuknya. Mungkin saja Lucy tidak akan merasa sesedih seperti sekarang. Tapi, dia sudah memiliki Mate tidak mungkin jika dia berdampingan dengannya sebagai sepasang kekasih.


Lucy juga takut jika mereka benar-benar bisa bersama, Kendric akan meninggalkannya seperti Harlie, melukai dan menganggap kehadirannya hanyalah permainan di kala kebosanannya.


' Atau, dia memang ditakdir kan untuk ku? aku ingin tahu, aku ingin tahu tentangnya. Kenapa dia bisa hadir di saat hatiku mencoba menutupnya ....'


"Apa kau tidak menyukainya?"


"Tidak---justru aku ucapkan terimakasih, atas hiburannya." Lucy tersenyum.


Entah, Kendric mengerti arti senyuman Lucy atau tidak. Yang ia tahu, cintanya saat ini masih bertepuk sebelah tangan.


"Lucy, boleh aku tahu. Untuk siapa kau memohon tadi?"


"Hm?" Lucy sempat berpikir sejenak kemudian tersenyum lembut sembari menatap langit yang terbingkai oleh pepohonan rimbun Maple.


"Itu untuk Sofia,"


"Sofia?"


"Iya, dia Putri kak Aletha. Aku harap keponakanku selalu baik-baik saja, karena saat aku pergi dia terlihat sedih dan ingin ikut bersamaku."

__ADS_1


Kendric diam melihat Lucy masih tersenyum memandang langit, tak lama dia pun tertawa kecil bukan karena ucapan Lucy---melainkan ia menertawakan pikiran bodohnya yang terlalu cepat menyimpulkan sesuatu, sehingga dia pun cemburu.


' Mungkin, aku terlalu terburu-buru .... '


"Apa ada yang lucu?"


"Tidak, maaf. Aku hanya merasa kau sangat baik terhadap keponakan mu, apalagi saat kau tersenyum seperti itu."


Lucy semakin malu saat Kendric masih tertawa. Apalagi, dia menunjukkannya dengan wajah rupawan yang terkadang terlihat dingin seperti kakaknya.


Tapi sungguh, dia sangat tampan saat sedang tertawa berkarisma seperti itu. Jika seperti ini terus, bisa-bisa Lucy salah mengartikan kedekatan mereka.


setelah mencoba mengambil nafas dalam, Kendric meraih tangan Lucy membawanya untuk kembali menikmati waktu berdua mereka yang sangat langka ini.


"Kau ingin kemana lagi?"


"Hem, bagaimana jika kita bermain bersama roh suci? Sejak memasuki kuil ini, aku banyak melihat mereka."


"Baiklah kebetulan di hutan kuil ini, energi alam begitu kuat. Aku yakin mereka sedang berkumpul di sana, tapi berjanjilah untuk tidak terlalu jauh-jauh dariku karena itu cukup bahaya."


"Kenapa berbahaya?"


"Jika roh suci ada, maka roh jahat pun juga ada. Mereka sering di sebut Ayakashi atau siluman, dan mereka suka memakan energi sihir murni, terutama dirimu yang memiliki aroma manis bagi mereka."


"He? Aku bisa jadi incaran mereka? Tapi kenapa?"


Karena kau adalah Rembulan nya ....


"Karena kau seorang Putri."


"Baiklah, aku tidak akan jauh-jauh darimu."


Seulas senyum mengukir tipis pada sudut bibirnya, Kendric merasa kedekatan sementara ini akan menjadi awal baginya untuk tetap bersama Lucy, hanya tinggal menunggu waktunya tiba ....


"Pastikan, kau tidak akan melepaskan genggamanku."


.


.


.


Pada hutan perimbun alam yang hampir mengikis musim gugur, menghadirkan beberapa roh suci dari berbagai kaum sebagai peri alam yang menetralkan bumi pertiwi dari berbagai hawa jahat.


Lucy kembali menyapa beberapa roh baru yang ia temui, aroma di hutan ini juga begitu harum. Bau tanah yang begitu menyengat serta derai suara air sungai yang mengalir dari sisi bawah pesisir hutan membuat suasana kembali harmonis.


Para kaum Slyph menggunakan sihir angin mereka untuk menjatuhkan lebih banyak daun. Harusnya sejak dulu saja dia main ke bumi jika di sini punya banyak wisata menyenangkan. Bahkan ini baru satu negara saja yang ia datangi.


Bagaimana jika begara lain, oh! pasti sangat menyenangkan. Dari sisi lain, Kendric masih dalam mode stay nya dalam mengamati Lucy, bisa sedekat ini saja dia sudah sangat bersyukur.


"Salam Arlpha, saya datang untuk menghadap."


Robet datang dari arah utara, berdiri sembari menunduk di belakang Kendric. Mungkin karena hawa keberadaannya ia hilangkan jadinya Lucy tidak merasakan ada sosok lain juga yang datang ketempat mereka.


"Katakan."


"Saya sudah mendatangi kediaman Crownsiamoer yang ada di Australia, dan saya mohon maaf kepada anda. Buku yang Baginda inginkan tidak ada di sana."


"Apa kau sudah mencarinya dengan benar?"


"Sudah baginda, bahkan buku itu sepertinya memang tidak ada di Bumi. Mungkinkah Octopus menyimpannya?"


"Bisa jadi, karena kematian Mate Selini Thea ada sangkut pautnya dengan Octopus. Pasti mereka lebih dulu menyembunyikannya!"


"Baginda maaf menyela, bukankah Dewi Polemou pernah memasuki markas Titania yang berada di selmburg Imorrtal, bahkan Dewi sempat menghancurkan benteng mereka. Mungkin saja beliau tahu mengenai buku milik Tuan Carzie."


"Aletha? Benar, bukankah Tahlia dulu bekerja untuk Octopus. Bahkan mereka sempat membuat kaum troll menjadi manipulatif dengan roh jahat."


"Saya, akan coba membuat janji pertemuan dengan Dewi Pole-----"


"Kyaaaa!!!"


Kendric serta Robert yang masih saling berdiskusi harus terusik, saat suara wanita berteriak sangat kuat. Hal yang membuat Kendric terkejut, saat ia tidak lagi melihat Lucy di hadapannya.


Bukankah tadi Lucy sedang bermain dengan para peri Sylph? Lalu dimana dia, bahkan para peri Sylph tidak di temukan di hutan ini?


Mungkinkah----sial! baru saja dia mengalihkan perhatiannya sekitar 15 detik yang lalu dan kini dia berhasil kecolongan.


"Lucy!!"


Kendric menelusuri hutan lebih dalam mencari keberadaan Lucy di susul oleh Robert yang juga membantunya.


Tiba-tiba saja hutan menjadi gelap dan seluruh tumbuhan layu dalam sesaat. seakan tahu siapa dalangnya Kendric membuncah marah.


Baginda, lewat sini. Robin terjebak dalam sihir Siluman


"Ayakashi kepar*t!" Kendric menunjukkan sosok aslinya sebagai seorang Dewa maharaja. Mata hitam yang menutupi identitasnya berubah menjadi merah bak permata delima yang begitu menawan.


Rambut pirang ke'emasannya begitu sangat menusuk kegelapan selayaknya mentari di waktu fajar. sekelebat asap hitam memutari mereka, dengan hawa jahat yang menekan batin.


Tapi bagi Kendric mahluk ini hanya cari perkara dengannya, lihatlah apa yang akan dia lakukan jika berani melukai Maharani nya!


Saat mengikuti Tyrsah menuju pesisir hutan. Kendric melihat Lucy berada di dalam air sungai sedang tak sadarkan diri, beberapa kabut hitam menyelimuti Lucy dan tak lama seekor siluman anjing hitam bertubuh raksasa muncul dari dalam bayangan hutan.


Mencoba menyerap begitu banyak manna kehidupan milik Lucy. dia roh jahat dari kaum Leprechauns yang memiliki sihir kuat, sepertinya mahluk ini terlalu lama memangsa manusia sebagai korbannya----hingga dia bisa sebesar ini.


"Kau sentuh dia berarti siap mati!"


"Baginda, jika anda gunakan kekuatan anda. kaum manusia bisa terkena dampaknya."


"Aku tidak perduli, mereka yang membuatnya terluka harus mati."


"Baginda!"


Kendric maju menyerang roh jahat itu, mencoba menunjukkan siapa yang berkuasa di tanah pertiwi ini.


Siluman itu berusaha menyerang tapi ia tidak tahu yang dihadapannya adalah Raja diatas para Dewa. Sehingga sejentik jari saja, sihir besarnya mampu merobohkan satu hektar lebih pada hutan ini.


"Lucy, sudah kubilang untuk tetap di sisiku ...."


--,' o🍁o ,'--


.


----


.


Chapter selanjutnya akan Up malam ini.


Maaf lama Update nya. Mulai besok akan Up seperti biasanya, dengan satu minggu sekali Up 2-3 chapter seperti Aletha.

__ADS_1


Tapi mohon bersabar ya, Author masih punya kehidupan nyata yang harus di lewati🙏❤


__ADS_2