
...Terkadang orang-orang terdekat Anda adalah pengkhianat yang sebenarnya, dan rumahmu bukan tempatmu untuk bisa bahagia lagi....
...- Kristin Cast -...
...---, -🍁- ,---...
.... ...
.... ...
.... ...
...---...
Kendric jatuh terduduk---berlutut di hadapan lukisan wanita yang sangat ia sanjungkan.
"Aku tidak bisa mengatakannya, bahwa tugasnya menjadi Robin adalah pengorbanan untuk mencegah kehancuran. Aku tidak akan sanggup melihatnya berakhir---pergi seperti dirimu, Ibu."
Sosoknya yang sangat di rindukan, membuat Kendric semakin hancur. Kendric masih belum bisa terima atas kepergian kedua orangtuanya. Hidup dan tumbuh seorang diri tanpa menerima penjelasan apapun dari kematian Ayah dan Ibunya.
Agar tidak melupakan rupanya, Kendric menyimpan baik-baik lukisan wajah sang ibu yang Ayahnya lukis sendiri dahulu. Benar, fakta bahwa Dewi Vernitysha adalah ibunya tidak pernah di ketahui seluruh kaum Dewa di Imorrtal selain Selini Thea, Aletha, dan Robert.
Bahkan Octopus saja tidak tahu bahwa Apolleon Dewa Matahari sebelumnya memiliki seorang anak dengan Vernitysha. Ia mengira bahwa Kendric hanyalah Dewa pemula yang memiliki keberuntungan besar---menerima anugrah mewarisi gelar Matahari.
Sebelum mengenal dan menyadari kehadiran Lucy. Kendric jauh lebih tak beretika, dan tidak pernah ada satupun pelayan di istana Apollo--hidup dengan sangat buruk memandang tanpa pandang bulu. tetapi pada suatu waktu, ia memutuskan untuk berhenti jatuh lebih dalam dati lubang hitam pada masa lalunya.
Kendric memutuskan membuat istana baru di seberang hutan, meninggalkan masa lalu dan mencoba hidup baru bersama Matenya. Meski begitu ia masih sering menhunjungi istana lama hanya untuk berbagi cerita serta mengadu pada Ibunya---yang ia sendiri pun sadar bahwa lukisan itu tetap tidak akan menjadi seprti ibunya yang dapat memberikan solusi dan pelukan hangat sewaktu kecil dulu.
Hanya karena satu pelayan yang pernah membawakan bingkai lukisan baru mendatangi Kendric di lantai empat, tersebar luas rumor tak masuk akal bahwa ia memiliki seorang kekasih yang di rindukan. Kendric saja tertawa mendengar hal konyol seprti itu, bahkan ia berani mempertaruhkan kepalanya bahwa mereka tidak akan tahu siapa yang ada di lukisan itu.
Itu semua karena mereka gelah melupakan seperti apa wajah dan tindakan apa yang Vernitysha ambil untuk menjaga keseimbangan dunia. Kendric tidak suka ada lalat yang terbang di sekitarnya seakan mereka terus mencari bangkai untuk dijadikan bahan gunjingan, jadi Kendric berpikir---bunuh saja lalatnya jika kau tidak mau mereka mengotori wilayah teritorial mu.
Dan seiring berjalannya waktu, rumor berkembang layaknya sebuah bunga, lalu bagaimana bisa kalian dengan mudahnya mempercayai rumor yang bahkan kebenatannya masih simpang-siur. Benar-benar merepotkan!
Molie yang masih berada di tempat, memperhatikan bagaimana Maharaja nya meraung kasih dari sosok Vernitysha yang tidak lain adalah sosok Ibu bagi Matahari Imorrtal. Dia tidak bisa berbuat apapun karena tugasnya hanya mengamati perkembangan dari kedua penguasa ini, Molie mendekati Kendric.
"Anda tidak punya pilihan selain mengatakannya, Baginda."
"Lalu apa kau ingin melihat Tuan mu mati seperti Ibuku?"
"Meski kepergiannya membuatku sedih, tapi saya yakin Tuan Putriku tidak akan seperti itu. Dan, Dewi Vernitysha hanya ingin Putranya bahagia, itu sebabnya ia menitipkannya kepada keturunan Bulan."
"Cih! Setelah membuatku berjanji dengan para Manusia, dan dia pergi mati begitu saja, Ibu ingin aku melupakan masa lalu?"
Molie memperhatikan sebentar wajah kesal yang masih tersimpan padanya. Ia tidak bisa menjawabnya karena ia tidak pernah di beri izin "Saya akan membantu Putri pulang, tolong izinkan sihir dimensi terbuka Baginda."
Molie kembali pergi menyusul Lucy yang sudah lebih dulu meninggalkan istana dengan perasaan penuh tekanan. Sedangkan Kendric masih terselimuti perasaan bimbang untuk masalah seperti bencana yang jauh lebih berbahaya daripada Alabasta sendiri.
...--🍁--...
*Darkness World
~Lucifer Kingdom
Lucy benar-benar kembali, ia menginjak tanah kelahirannya lagi. Setelah memutuskan menjadi burung liar yang memaksakan diri kabur dari sangkar emas yang begitu aman. Kini Lucy sadar bahwa apa yang ia lihat dan dengar, adalah kenyataan.
Dunia nya tidak baik-baik saja, alam Darkness World yang perlahan mati membuat Lucy diam, udara yang tercemar menuntut Lucy untuk segera sadar sepenuhnya. Bahwa bencana besar yang dulu ibunya bilang akan segera ia jumpai dan sekarang benar-benar terjadi di depan mata.
Ini jauh dari kata cukup dan sangat terbilang buruk karena alam hijau negeri malam itu hanya terhiasi warna coklat kehitaman, seakan bayangan melahap dunia. Lucy berjalan memasuki lorong istana dengan tatapan kosong, mengabaikan bagaimana pelayan istana melihatnya yang datang tanpa ada kabar.
__ADS_1
Pikiran Lucy sedang berantakan dia perlu seseorang untuk mendengar keluh-kesahnya. Pintu berwarna putih di hadapannya adalah penghubung dengan ruang keluarga yang dapat ia rasakan bahwa keluarganya sedang berkumpul.
Lucy membuka pintu. Kehadirannya pun menarik perhatian semua orang, entah bagaimana situasinya tetapi ini adalah sebuah kebetulan yang pas. Dimana anggota keluarga kerajaan Demon berkumpul dalam ruangan yang sama.
Lezzy menurunkan Sofia yang ada di pangkuannya, ia berjalan dengan penuh keresahan melihat putrinya kembali tanpa ada kabar yang datang. Lucy melihat wajah ibunya seakan ia siap mengadu dengan segala macam bentuk kelelahannya.
"Ibu ...," Lezzy semakin khawatir saat Putri manisnya---tiba tiba saja memeluk sembari menangis dalam pelukannya.
Semua keluarga menjadi sangat perhatian serta kebingungan, sedangkan Aletha tengah menerka kepulangan Lucy yang begitu tiba-tiba---apa mungkin karena semua rahasia Kendric?
"Ada apa dengan mu sayang?" Fendrick yang lebih mengkhawatirkan anak bungsunya menjadi sangat panik. "Kenapa kau kembali sendirian? Dimana Kendric."
"Ayah, Ibu, Lucy tidak tahu harus bagaimana menanggapi hal ini. Aku tidak mengerti mengapa dia tidak mengatakannya bahwa sebenarnya Kendric adalah seorang Dewa terlebih dia adalah Maharaja nya."
"Memangnya, apa salahnya jika dia bangsa Dewa?" Welliam bertanya tanpa mengetahui apapun.
"Tentu saja ada masalahnya. Itu karena selama ini aku selalu menyalahkan keadaan dengan menunjuk bahwa bangsa Dewa bersalah!"
Ucapan Lucy membuat semua terdiam, terlebih untuk Lezzy yang terasa menerima tamparan dari buah hatinya. Bagaimana bisa dia sebenci itu padahal di dalam dirinya mengalir darah Imorrtal juga.
"Kenapa kau sampai berpikir seperti itu?"
"Apa Kak Welliam tahu? Sebelum aku tahu bahwa aku seorang Vasilissa, aku terlalu bodoh mencintai Harlie tumbuh mengharapkan cinta kasihnya berharap dan berdoa atas namanya, bahwa Mate ku akan melihatku. Ini membuatku frustasi, selama hidupku aku selalu bertanya-tanya. Kenapa hanya aku yang tidak seperti kalian? Aku hanya ingin dia mengatakannya dan kenapa dia hanya diam saat aku membutuhkan jawaban itu? Ibu apa aku salah?"
Mendengar perkataan Lucy hal ini masih berada di situasi canggung. Lucy yang melihat situasi aneh ini menjadi curiga. "Kenapa kalian diam? Apa Lucy salah karena berpikir seperti itu?"
Lizzy tidak berani menatap mata Putrinya. Bahkan Aletha menjadi lebih mengerti hal apa yang ia takuti bila Lucy tahu.
"Ayah, kenapa kau tidak mengatakan apapun?"
"Putriku, kau tidak salah. Kendric berhak di salahkan atas kebohongannya. Tetapi---tidak dengan statusnya menjadi Dewa."
Reaksi yang diberikan Ayahnya begitu aneh. Biasanya dia akan marah besar, bahkan Kakaknya memilih diam. Sedangkan Ibu dan Aletha terlihat sangat cemas akan sesuatu hal. Mungkinkah, "Apa kalian sebenarnya sudah tahu bahwa Kendric adalah bangsa Dewa?"
"Lucy, aku tidak tahu kau bisa memiliki rasa benci sebesar itu, kau bisa berhak membenci bangsa Imorrtal karena tidak ada hal baik dari ras sombong seperti mereka. Tapi akankah kau membenci keluarga dan dirimu?"
"Apa maksud kak Aletha?"
Lezzy meraih tangan putrinya ini juga merupakan kesalahan Lezzy yang tidak pernah mengatakan apapun mengenai bangsa Dewa. "Jika kau membenci Kendric, maka kau bisa membenciku juga. Karena ibu juga bagian dari mereka, Lucy."
"Ibu?"
"Nenek mu, adalah seorang Dewi Bulan. Sosok Dewi yang pernah memimpin Imorrtal sebagai penguasanya. Dengan kata lain kau juga bagian dari mereka. Keturunan Vasilissa ada karena kita adalah bagian dari Seleni Thea, Putriku."
"Lalu kenapa ibu tidak pernah menceritakannya, ini sebabnya Lucy perlu penjelasan. Apa ibu kira Lucy akan mengerti jika tidak di beritahu?"
"Ibu tidak tahu harus darimana menjelaskannya karena kau terlalu berharga untuk ibu lukai."
"Kenap ibu harus melukai ku hanya karena sebuah kebenaran?"
"Lucy bangsa imorrtal tidak seprti yang kau bayangkan, mereka terlalu egois untuk mendengarkan rintihan mahluk lemah di bawah mereka. Tapi bukan berarti Kendric ingin mengabaikanmu juga. Dia hanya ingin melindungimu dari takdirmu menjadi Vasilissa, begitu juga dengan Ibu."
"Tapi bukan berarti dia harus diam saja bu? Jika dia mengatakannya Lucy akan mencoba memahaminya."
"Lucy mengatakan rahasia terbesarnya tidaklah semudah itu sayang. Kau memerlukan keberanian lebih dalam untuk mengungkapkanya, Kendric pun tahu apa yang dia lakukan salah tapi apa kau sudah memikirkan konsekuensi yang di dapat sebagai hukumannya?"
"Dia juga menderita sayang. Dia takut melukaimu meski hanya bersebelahan denganmu, dia takut membuatmu menangis meski hanya diam, dia takut kau semakin jauh jika mendekat. Dia tidak benar-benar mengabaikanmu, dia hanya ingin melihatmu bahagia---mungkin karena kau lebih menunjukkan perasaanmu kepada Harlie, dia menjadi tidak berarti saat keberadaannya tidak mungkin kau rasakan. Sehingga Kendric harus berpikir melerakanmu, dia diam karena percaya pada pilihanmu meski harus terluka melihat Matenya bersama pria lain."
"Lucy lihat ibu, dengarkan ibu. Meski aku juga bersalah karena diam mengenai masalah ini, semua karena Ibu hanya ingin buah hatinya memiliki hidup yang layak meski ia harus membuat batas bermainnya. Semua karena dunia luar tidak sebaik itu untuk memanjakanmu, dunia luar terlalu gelap untuk bisa kau lihat."
__ADS_1
Lizzy merasa buruk menjadi ibu karena tidak bisa melindunginya dari takdir kejam seorang Vasilissa, sehingga ia pun melihat cerminannya dulu yang selalu menyalahkan keadaan karena masalah pasangan hidup.
"Berulang kali, Ibu mencoba melarikan diri dari kenyataan bahwa Ibu pun pernah berada di posisimu----membenci bangsa mereka hanya karena merasa tidak adil dengan situasi apa yang ibu rasakan. Untuk apa kau mencintai seseorang jika langit menghafirkan kandidat pasangan lain, sedangkan ia tahu bahwa Matenya hanya satu dan hanya dia yang kau percayai. Semua itu karena ujian, Lucy. Karena langit tengah melihat, tindakan apa yang akan kau lakukan jika ujian ini terjadi padamu.
"Bukan hanya dirimu, Ibu maupun Nenek kita prmah berada di posisi yang sama bahkan jauh lebih buruk darimu. Itu sebabnya, karena ia tahu bahwa pilihanmu menyianyiakan sosokmu yang seperti pelita, Kendric memetuskan untuk mengambil apa yang menjadi miliknya tidak perduli meski ia harus di pandang benci sebagai penjahat di dalam hubungan itu."
"Kau berhak marah dengan segala bentuk kebohongan yang di berikan kepadamu. Kau berhak kecewa atas sikapnya yang seperti pengekang untuk mu, tapi dia tidak akan sampai setega Harlie untuk melukaimu berulang kali."
Lucy menjadi diam, ia menangis atas dasar kekecewaannya tanpa memikirkan sudut pandang Kendric yang mungkin lebih berat darinya. Ia fokus pada konflik hidupnya, Lucy terlalu menyalahkan seseorang tanpa menilai apakah dia juga salah dimata orang lain.
Hidup ini berputar seperti roda, hidup ini menilai atas dari pandangan seseorang dan konflik muncul saat penilaian seseorang masuk kedalam hatinya dan merubahnya menjadi permasalahan yang tak berujung. Saat dirimu di kendalikan emosi apa kau bisa berpokir dengan benar?
Tapi rasa kekecewaannya saat ini telah menjadi api yang tertanam dalam hatinya, ia akan dengan sangat mengerti jika miss komunikasi ini terpecahkan dengan masalah penjelasan.
"Lucy hanya ingin penjelasan darinya, Ibu. Lucy tidak membencinya ataupun terlalu menyalahkanya," Lizzy menghapus air mata Putri tunggalnya.
"Percayalah, dia akan datang, dia akan kembali kepadamu, dia akan meraih sendiri kepercayaan yang hilang darimu. Dia akan lebih berusaha menarikmu----membautmu memperhatikan dirinya lagi. Karena Kendric merasa lemah saat tidak bisa menjadi Mate yang baik untukmu."
Lucy mulai merasa lebih baik, saat pelukan seorang ibu dapat menjadi obat untuk meringankan rasa sakit anak-anaknya. Saat ia dapat menjadi tempat keluh kesah, ia akan menasehati hingga solusi yang baik untuknya. Lucy juga merasa bersalah, jika dulu ia langsung cerita mengenai masalah Harlie pasti jauh lebih ringan daripada saat itu.
"Istirahatlah Putriku---kau perlu merenungkan masalah ini. Ayah juga berharap kau lebih mengandalkan Ayah sebagai tempatmu berlindung saat tidak ada tempat yang menerimamu. Karena disini adalah tempatmu untuk pulang."
Fedrick memeluk Putrinya, memberikan kecupan sayang pada pucuk kepalaya yang sudah sangat banyak memupuk pikiran. Seakan Lucy dapt bernafas dengan baik, seakan semua perasaan rumit hilang. Lucy meruahkan lelahnya dengan bersandar pada Ayahnya.
...--, -🍁- ,--...
Hari terasa berlarut dengan sangat cepat. Untungnya beberap kristal yang berhasil di tanam masih mampu melawan miasma bencana, sehingga udara tidak begitu terlalu sesak. Meski harus di sayangkan, Matahari dan rembulan tidak akan bisa di lihat karena awan tebal menutupinya.
Perlahan kesadaran Lucy kembali, setelah memutuskan untuk beristirahat. Lucy juga akhirnya dapat tidur dengan baik karena tiga hari lalu ia habiskan waktunya lebih lama di perpustakaan.
Lucy melihat kamarnya, rasa sunyi serta remang cahaya yang hadir membuat semuanya kembali pada pikirannya yang lain. Jujur, Lucy tidak ingin pulang begitu saja tapi Lucy akan sangat tidak tahu bagaiama menghadapi Kendric bila bertemu tanpa ada penjelasan. Sehingga Lucy pun ingin tahu apa yang akan Kendric lakukan jika tidak ada dieinya.
Kuharap, dia bebar-benar akan datang.
Lucy turun dari ranjang tidurnya, setelah banyak hal yang ia lalui rasanya mulutnya begitu kering karena ia habisi waktunya dengan menangis juga. Lucy berniat memanggil pelayan tapi ia tidak mau mereka melihatnya seperti ini, ia pun tidak suka jadi bahan pembicaraan hanya karena masalah Mate.
Semua karena Lucy takut di tatap sinis seperti halnya pada pesta acara Harlie dulu. Jadi akan lebih baik jika dia pergi sendiri saja, toh saat ini sudah tengah malam. Lucy berjalan mendekati pintu seraya memakai selendangnya.
Tok, tok, tok ...,
Lucy berhenti melangkah tepat di depan pintu. Suara ketukan itu membuat Lucy bingung saat sosok pengetuk di sebrangnya tidak kunjung mengatakan sesuatu.
"Lucy ..., ini aku."
Lucy berdiri diam saat suara itu mengetuk hatinya hingga menghentikan aksi Lucy untuk membuka pintu.
"Aku datang untuk meminta maaf dengan benar kepada mu. Kau tidak perlu melihatku jika tidak ingin, kau tidak perlu berbicara jika tidak sanggup. Tapi aku hanya ingin kau tetap disana sembari mendengarkan segala penjelasanku---Alasanku menjadi sepengecut ini untuk bisa mengatakannya mengenai sosok Robin."
Kendric yang datang dengan diam diam, menyusup ke istana Estell berdiri menghadap pintu coklat yangvtertutup fapat. "Jika kau berkenan, memberikan kesempatan untuk ku jelaskan, bisakah kau mengetuk pintu."
Kendric cukup cemas, ia sebenarnya tidak yakin bahwa Lucy benar-benar akan menurutinya karena ia tahu betap marahnya Lucy atas perbuatannya yang sudah sangat keterlaluan.
Tok ..., Tok.
Selang 15 detik, akhirnya Lucy merespon Kendric. Bahwa saat ini kekasihnya memberikan kesempatan atas hubungan mereka. "Terimakasih," Guman Kendric saat mendekati pintu seakan berbisik kepada Lucy yang sedang mendengarkan sembari bersandar membelakangi pintu.
"Rumor yang ada di istanaku, tidak lah benar. Aku juga sangat senang jika kau tidak memprcayainya, tetapi jika kau tanya apa aku memiliki hubungan? Ya, aku memiliki hubungan dengan Dewi Vernitysha, jauh sebelum bertemu denganmu aku sudah sangat mengenalnya. Setiap saat aku akan mendatangi istana lama hanya untuk bertemu dengannya, meski hanya sekedar melihat lukisannya saja."
Lucy semakin tertatik dengan penjelasan Kendric, ia mendengarkan semua kata kata Kendric apapun hal yang tidak ia ketahui selama ini. Dengan perasaan penuh gugup mengenai hal apa yang akan di katakan Kendric atas hubungannya dengan Dewi Vernitysha.
__ADS_1
"---Lucy, hubunganku dengan Dewi Vernitysha, Robin terdahulu. Beliau adalah mendiang Ibuku."
...--- ••°🍁°•• ---...