The Queen Of Vasellica Moon

The Queen Of Vasellica Moon
Restraint ; Mate Marking


__ADS_3

Lucy terlihat akrab dengan Kiara, hal itu menjadi jelas saat dia bermain lari-larian bersamanya dan anak-anak yang lain. Kehadiran Lucy begitu sangat di sambut oleh penduduk, mereka senang jika Putri kekaisaran sepertinya dapat di lihat setiap hari. Hal itu karena, hanya dengan melihat senyum manis tanpa ada beban terasa lebih damai bagi siapapun yang memandangnya.


"Baiklah, sekarang Kiara main dengan yang lain dulu ya."


"Hm, kenapa?"


"Kiara jangan seperti itu, Tuan Putri masih memiliki urusan lain. Sebaiknya main denganku saja ya?" Ujar Monna membantu Lucy.


Dengan wajah cemberut Kiara melipat kedua tangannya di depan dada. "Baiklah. Kalau begitu sampai bertemu nanti Tuan Putri."


Lucy kembali ke tendanya. Tinggal di luar istana memang banyak kesulitan mulai dari lingkungan dan beberapa aspek lainnya yang tidak biasa Lucy lakukan sendiri. Meski begitu dia tidak akan mengeluh.


Berjarak 15 meter darinya, Lucy melihat mate nya tengah berjalan dengan penuh antusias. Mimik wajahnya terukir rasa impulsif yang menggebu. Memangnya dia habis darimana?


"Kendric, ada apa?"


Kendric menoleh ia melihat Lucy dengan tatapan bingung. "Lucy, aku berhasil menemukan buku----" Kendric terlihat waspada terhadap sesuatu, ia menarik Lucu memasuki tenda mereka.


"Lucy, aku berhasil menemukan buku milik Kakek mu. Buku itu ada di wilayah bulan, kita masih memiliki kesempatan. ini tidak bisa di tunda, aku harus pergi----" Kendric berubah menjadi diam, ia menimbang sesuatu. Jika ia ingin tahu tentang buku Carzie bukankah itu berarti Kendric harus meninggalkan Lucy untuk ke istana bulan?


Kendric tidak mungkin membawa Lucy, lagipula ia lebih terlihat nyaman di sini dan juga Lucy sendiri yang ingin menyelesaikan misi penyelamatan anak-anak, hal itu pasti akan membuatnya enggan untuk ikut dengannya.


Lucy mengerti dengan reaksi Kendric. Lucy berjalan ke sebuah meja dengan terdapat cermin berukuran sedang di atas meja. "Kendric bisa pergi tanpa harus khawatir dengan keadaan ku."


"Tapi Lucy, bagaimana jika Harlie mencoba mendekatimu?"


Lucy meletakkan pita putih yang ia gunakan untuk menguncir setengah rambutnya tadi. "Bukankah keinginanku kesini memang untuk menemuinya?"


"Aku tahu kau mau mencoba menghadapinya. Tapi bagaimana-----"


"Kendric, kau percaya padaku bukan?"


Kendric bukannya tidak percaya kalau Lucy akan kembali padanya. Hanya saja ia takut si siluman ikan itu melakukan hal kasar untuk menawannya di dasar laut, atau bagaimana jika dia terluka? Bahkan sebelum ini saja mata-matanya sudah mengawasi dirinya.


Kendric dilema dia ingin segera mencari jalan cepat menyelesaikan bencana Alabasta dengan menemukan buku Carzie. Apalagi sebelumnya Carzie mengatakan hal yang mengganjal hatinya, bahwa sepertinya tidak akan mudah membuat penawar untuk bencana ini. Tapi bagaimana dengan Lucy?


"Kendric, aku bisa menjaga diriku. Mungkin dulu kau bisa khawatir denganku. Tapi percayalah, aku ingin menyelesaikan masalah ini dengan Harlie sebagai Putri kekaisaran dan King Neptuna, aku telah bertekad untuk menjadi milikmu maka tidak mungkin aku kembali terpengaruh kepadanya."


"................"


"Bukankah kemarin kau sendiri yang bilang aku punya potensi untuk menjadi pemimpin?" Lucy berdiri meraih tangan Kendric. "Bukannya aku tidak mau mengikuti mu, tapi jika aku selalu di lindungi lalu siapa yang akan menjamin keselamatan ku jika bukan diriku sendiri. Dalam masa kritis ada kalanya kita menjadi individu untuk memecahkan masalah, Kendric juga perlu memperhatikan Imorrtal bukan?"


"Tapi-----"


"Kendric, Alabasta lebih penting daripada mengkhawatirkan Harlie. Aku akan menunggumu di sini, atau bagaimana jika kau memberikan pengawal sementara agar kau bisa lebih tenang."


Pengawal? Bukan ide yang buruk tapi siapa yang akan ia utus. Robert berada di Leryvora, beberapa bawahannya tengah menyidik Kuil Suci milik Tetua, ia perlu beberapa bukti untuk segera menjatuhkan Octopus.


Melihat bawahan Lucifer Kingdom juga, sepertinya tidak bisa meninggalkan pos jaga mereka di berbagai wilayah Darkness World. Apa sebaiknya ia minta dua pelayan kembar bangsa Mermaid--yang selalu ada di sisi Lezzy saja.


"Baiklah, aku akan coba meminta Kakak mu untuk mengirim---"


"Kenapa harus menghubungi istana? Bukankah di sini ada satu yang bisa kau percaya? Kau juga sudah terlihat akrab dengannya."


"Siapa?"


Lucy melipat kedua tangannya kemudian duduk di tepian ranjang. Dengan senyum percaya dirinya, Lucy memberi isyarat lirikan kearah belati yang memiliki ukiran serigala.

__ADS_1


"----tidak mungkin. Kumohon, jangan dia!" Seakan Kendric paham dia terlihat enggan memilih pria itu untuk menjadi pengawal sementara mate nya.


"Kendric, dia pasti akan mendengarkan mu."


"Tapi Muzakka seorang Alpha, Lucy. Bagaimana jika dia malah justru mengambil kesempatan di saat aku tidak ada?"


"Kendric kau tahu sendiri dia berbeda, meski memang perlu di pertimbangkan, tapi dia jauh lebih baik daripada Harlie. Muzakka terlihat lebih mengagumkan dirimu daripada mendambakan ku."


Kendric masih ragu dan enggan membiarkan Muzakka menjaga Lucy selama ia tidak ada. "Kau tidak perlu khawatir, aku akan baik-baik saja."


Kendric menghela napas dengan terpaksa, "Baiklah, tapi sebelum itu tunggu aku sebentar di sini."


Kendric melesap pergi keluar dengan cepat. Lucy bingung kenapa ia harus menunggu, apa itu keputusan yang sangat sulit? Lucy bukannya tidak merasa waspada bila Muzakka berubah menjadi terobsesi lagi terhadapnya.


Tapi Lucy tidak mau di pandang beban oleh siapapun. Ia telah berubah dan akan lebih mengandalkan dirinya sendiri untuk masalahnya, ia juga ingin meringankan beban Kendric.


Lucy merindukan rembulan dan matahari di langit tempat kelahirannya. Ia benci dengan bau busuk miasma, ia lelah dengan tangisan para rakyat yang selalu meratapi kematian keluarga mereka. Bahkan ia khawatir dengan opini masyarakat yang memandang buruk Kakaknya.


Lucy mengesampingkan perasaan yang selalu menumpuk di benaknya. Ia kembali menyemangati dirinya, pasti ada kekurangan dan kelebihan diantaranya dan Kendric. Jadi tidak masalah jika suatu ketika ia merasa bimbang dengan keputusan yang di ambi, tapi menjadi yakin saat mereka tidak punya pilihan lain.


Waktu semakin cepat bergulir dan bencana Alabasta semakin dekat. Lucy juga mulai sadar entah bagaimana menjelaskannya tapi sudah beberapa hari ini Molie tidak terlihat atau bahkan mengikutinya sampai ke wilayah Moonlight Pack. Sebenarnya apa yang terjadi kepadanya?


Lucy kembali duduk setelah mengganti pakaian dengan lebih ringan, melihat dengan baik-baik rupa wajahnya yang banyak di kagumi mahluk malam, tapi banyak juga yang mencela karena pesonanya.


Apa ini juga merupakan anugrah yang di kutuk juga?


Dengan perasaan lelah ia meraih selendangnya guna menutup gaun piyama nya. Untungnya kamar tidurnya tidak langsung terhubung dengan pintu tenda, sehingga jika ada yang berusaha masuk dengan tergesa-gesa tidak akan langsung menembus ke kamarnya.


Walau sepertinya memang tidak akan ada yang mau cari mati---hanya untuk sekedar menerobos masuk ke tenda pribadi seorang Putri, karena menyampaikan kabar penting sekalipun.


Cuaca di luar tenda semakin kelabu, karena awan hitam menutupi angkasa----mau ini pagi, siang, sore ataupun malam. kondisi alam akan tetap sama; terasa gelap dan dingin, walau malam akan jauh lebih gelap. Miasma ini benar-benar semakin mengikis alam.


Hari ini sangat melelahkan, sejak kemarin mereka membahas mengenai camp musuh dan cara mengatasi penyelamatan anak-anak. Belum lagi dengan menghadapi penduduk serta kesatria Lucifer Kingdom untuk bersikap----bahwa semua akan baik-baik saja.


Lucy mengambil posisi berbaring dengan nyaman di atas ranjangnya. Mungkin tidur sebentar akan membantu rasa lelah dan pusing di kepalanya.


Samar bayangan sosok wanita di hadapnnya terlihat menatap iba. Sosok lain dari dirinya terlihat sedih padahal ia selalu menatap dingin kearahnya.


"Waktu bencana Alabasta akan datang lebih cepat. Kurungan yang menawan Krhanos telah melemah. Selama bencananya terjadi purnama akan melalui fase gerhana dan bulan akan melemah. Aku tidak akan bisa membantu mu untuk mengatasi bencananya."


"Apa maksud mu?"


Sebuah rantai dari genangan di bawah pijakan alam sadar Lucy---naik melilit tubuh dari jiwa Lucy yang lain. Seakan ia harus di belenggu untuk lebih lama, dan akan membatasi interaksinya selama kebangkitan Robin tiba. Karena, mau bagaimana pun Robin dan Vasilissa tidak di peruntukkan menjadi satu jiwa secara berdampingan.


"Diriku, dengarkan ini baik-baik. Jika kau masih belum bisa mengingat janji masa kecil mu saat Alabasta terjadi, itu tidak masalah karena ak---ah!"


Rantai melilit kuat menarik Vasilissa menjauh dari jiwa Lucy. Lucy mencoba mendekatinya tetapi ia juga tidak bisa mendekat seakan dinding tak kasat mata memisahkan mereka.


"----Tetapi ingatlah satu hal ini. Pada dasarnya kita adalah satu jiwa, kau masih memiliki ku. Jadi, jangan pernah arahkan pedangnya ke jantung Mate mu!"


Sesuatu yang kuat menarik Lucy kearah berlawanan dengan keinginannya. Seakan Jiwanya di tarik secara paksa dari alam sadarnya, sehingga ucapan Vasilissa itu menjadi samar-samar terdengar. Dengan kekuatan yang sudah tak sanggup menahan tarikan itu, Lucu pasrah dan membiarkan dirinya berlari menuju arah cahaya terang di belakangnya.


"----Apapun; masa depan, hubungan Mate mu, bencana Alabasta, kehidupan alam, kematian seseorang, takdir, kau bisa menanyanyakan satu dari rahasia dunia. Aku akan memberitahukan nya."


Suara samar dari pohon dunia lagi-lagi terdengar sebelum semuanya menjadi gelap.


...---'๐Ÿ'---...

__ADS_1


Lucy yang terlihat panik memcoba meraih sesuatu di sekitarnya, dan mendapati tangan seseorang. Kendric terlihat khawatir saat ia kembali ke tenda---dirinya sudah mendapati Lucy tertidur dengan kondisi demam tinggi.


Sekarang syukurlah demam nya tidak separah tadi. Ia sendiri juga bingung padahal sebelumnya Lucy baik-baik saja dan terlihat sehat. Alkemist bilang Lucy hanyan sedang kelelahan. Tapi anehnya sihir Alkemist tidak mempan kepada Lucy seakan ia tidak di berkati untuk sembuh padahal hanya demam saja.


Apa karena dia sedang mengalami mimpi buruk? Karena sejak tadi Lucy sampai bergumam memanggil namanya.


"Uh," Lenguhan kecil Lucy mendapat perhatian lebih dari Kendric. Secara perlahan mata Lucy kembali menunjukkan manik permata birunya.


"Kendric,"


"Jangan bicara dulu, kau masih terlihat lemah."


"Kakak, aku membawa air hangat untuk mengganti----Tuan Putri, anda sudah siuman? Sungguh?!" Muzakka terlihat bersemangat mendatanginya seraya menaruh wadah yang menampung air hangat untuk mengompres demam.


Lucy terlihat keheranan, bukankah dia hanya tidur sebentar? Kenapa jadi pada heboh. "Kenapa Alpha juga ada di sini?"


"Putri saat kami kembali, anda terlihat demam tinggi selama 8 jam. Kakak sangat khawatir, karena sihir penyembuh tidak membantu kami hanya bisa mengompres anda secara berkala."


"Aku tidak akan pergi, belum pergi saja kau sudah sangat mengkhawatirkan."


Lucy tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi tapi sungguh ia hanya tertidur sesaat. Dan mengenai mimpi---apa dia memimpikan sesuatu? Samar-samar ada sesuatu yang tersirat ingin mengingatkan tapi seakan pikirannya menolak untuk mengingat reaksi yang terjadi adalah rasa pusing.


"Aku baik-baik saja, mungkin karena kelelahan saja."


"Kau yakin?"


Lucy mengangguk, "Kendric, jangan khawatir aku sungguh baik-baik saja. Tidak ada yang perlu kau cemaskan, wajar bukan jika seseorang merasa kelelahan apalagi ini pertama kalinya aku bekerja sekeras ini di luar istana."


Kendric ragu, ia menatap manik permata samudra Lucy. "Aku tidak tenang. Mungkin memang sudah waktunya, aku tidak bisa menunda ini lagi."


Apanya yang di tunda?


Kendric akhirnya menggubris keberadaan Muzakka. "Kau pergilah, aku sendiri yang akan menjaga Mate ku. Mengenai pembahasan kita tadi, jika sedikit saja kau langgar aku benar-benar akan menghabisi satu Pack kaum mu."


"Tolong tenangkan dirimu Kaka---maksudku Tuan, anda tidak perlu khawatir aku akan menjaga Tuan Putri dengan segenap nyawaku."


Muzakka melirik canggung saat 8 jam lalu ia di beri ancaman hingga ke kehidupannya setelah reinkarnasi, kalau dia sampai mengambil kesempatan mendekati Lucy maka ia akan melewati hidup dengan kesengsaraan selama tujuh turunan hidup.


"Kalau begitu, saya permisi. Semoga anda lekas membaik Putri." Muzakka pamit undur diri.


Suara serangga malam memenuhi nuansa canggung di antara keduanya. Kendric mengambil alih posisi di sebelah Lucy. Dengan perasaan lembut Kendric menyelipkan rambut suri kekasihnya di telinga mungilnya.


Kendric benar-benar tidak tenang. Entah kebenaran apa yang akan ia ketahui mengenai Alabasta dan mengenai arah mana hubungannya dengan Mate nya bertahan. Kendric tetap ingin memilikinya seutuhnya, jika pun satu diantar mereka harus mati ataupun keduanya hidup Kendric tetap ingin menggenggam tangannya.


Seakan ia menjadi gila, Kendric sampai beringin mengukir sejarah untuk di tunjukkan kepada generasinya ataupun anak-anak Dewa yang lain. Bahwasanya dahulu ada seorang Dewa Maharaja yang begitu amat sangat mencintai Mate nya.


"Lucy, dapatkah aku memiliki dirimu secara utuh? Bisakah aku mengukir kepemilikan ku sebagai tanda bahwa aku Vassilika mu malam ini?"


Ungkapan prau serta panas itu membuat Lucy benar-benar malu tapi ia juga perlu sebuah tanda bahwa ia sungguh memiliki Mate secara jelas. Pada dasarnya Mate akan saling memiliki jika keduanya telah melakukan penandaan Mate.


Akan sangat naif jika Lucy berbohong kalau ia tidak menginginkannya. Hatinya telah siap dan telah menyerahkan dirinya kepada sang Mentari, ia percaya bahwa kali ini pilihannya tidak akan salah.


Lucy membalas permintaan Kendric dengan sentuhan manja pada tengkuk kekasihnya yang memberikan sensasi geli yang berujung pada nafsu yang tinggi. Lucy mendekatkan dirinya mengikis jarak tiap centimeter nya, lalu membalas bisikan manja untuk pria yang saat ini terlalu banyak memenuhi hatinya.


"Malam ini ataupun esok dan jutaan tahun yang akan datang. Aku milikmu seorang----Kendric Athananysous Helios."


Kendric merasa gila dengan panggilan namanya yang terdengar sangat sensitif di telinganya. Seakan seluruh pembuluh darah di dalam tubuhnya bergairah untuk segera menawan lebih lama Putri Bulan di dalam sangkar perasaan di hatinya---Hanya untuk dirinya seorang!

__ADS_1


"Pastikan kau tidak pernah menyesali pilihan mu, Lucy."


...---, ๐Ÿ ,---...


__ADS_2