The Queen Of Vasellica Moon

The Queen Of Vasellica Moon
Secret Statement


__ADS_3

Tok, Tok!


"Yang Mulia, Queen Althenia meminta izin untuk bertemu." Pelayan yang selalu berdiri di depan pintu kediaman Lezzy dan Fedrick, menyampaikan kehadiran Aletha.


"Persilahkan dia masuk," Lezzy memberi tanggapan. Pintu terbuka menampilkan Aletha yang datang dengan sangat menawan, menyapa kedua mertuanya. Dia memberi hormat dengan sangat lembut, kemudian kembali berdiri tegap.


"Duduk lah, sayang." Setelah mendapat izin dari Lezzy, Aletha duduk di sofa yang ada di hadapannya. "Tidak biasanya kau mengunjungi kami seorang diri. Dimana Sofia?"


"Sofia sedang bermain dengan Welliam Ibu, aku tidak enak mengganggu mereka jadi aku putuskan untuk menemui kalian sendirian."


"Tidak mau mengganggu, atau karena ada yang ingin kau bicarakan secara rahasia?"


Aletha tahu tidak mudah menipu Fedrick, ia akan dengan cepat membaca situasi jika dirasa aneh baginya. Karena sudah seperti ini, Aletha tidak bisa lagi berbasa-basi.


"Aku akan mengatakannya terus terang, ini memang harus dirahasiakan dulu dari Welliam. Mengingat sifatnya yang begitu protect, aku berniat memberitahu kalian terlebih dahulu."


"Mengenai?"


"Lucy, ini tentang keadaan Lucy."


"Apa yang terjadi dengannya?" Lezzy terlihat khawatir.


"Ibu tidak perlu khawatir, dia baik-baik saja. Tapi----"


"Apa ikan itu berhasil mengarungi samudra di Bumi? Atau dia masih mengejar Lucy, jika benar aku perlu memanggangnya."


"Fedrick," Lezzy menegur Suaminya agar tidak berbicara sembarangan.


"Ayah juga tidak perlu merasa waspada, Harlie masih belum tahu keberadaan Lucy. Ini juga tidak ada hubungan dengannya."


"Baguslah, sekarang katakan ada apa dengannya?" Fedrick berusaha tenang sembari menuangkan teh favoritnya kedalam cangkirnya.


"Saat ini Lucy sudah tidak lagi berada di Bumi," ucapan Aletha membuat Fedrick berhenti sesaat dalam aksinya menuangkan secangkir teh, kemudian melanjutkannya lagi. "Kalau begitu, sekarang ada dimana dia."


"Itu, Lucy ada di kediaman Apollo. Sebuah Istana yang ditinggali Kendric di Imorrtal, sepertinya mereka tengah membangun sebuah hubungan."


"Kendric? Bukankah dia Dewa peringkat satu di Imorrtal? Bagaimana bisa Lucy bersamanya?"


"Benar, Kendric adalah Dewa terkuat yang pernah ku ceritakan. Dan mengenai kenapa Lucy ada di sana, itu karena mereka adalah pasangan yang sebenarnya ditakdirkan sebagai sepasang kekasih."


Fedrick masih diam mencerna keadaan, sedangkan Lezzy juga merasa bingung. Itu karena dia tidak tahu siapa sosok Kendric.

__ADS_1


"Ah, Ayah tehnya meluap."


Sadar dengan yang di ucapkan Aletha, segera Fedrick meletakkan kembali teko teh yang ada ditangannya. Lezzy membantu mengelap sisa air teh yang tumpah dengan sapu tangannya.


"Lucy dan Dewa itu adalah pasangan Mate?"


"Siapa itu Kendric?"


"Ibu baru mendengarnya, ya? Dia adalah temanku sekaligus Dewa terkuat setelah Dewi Selini Thea. Dia adalah kandidat yang paling mungkin untuk memimpin Imorrtal--ah, malah sekarang dia telah menjadi Maharaja nya setelah kepergian Dewi Selini Thea. Kendric Athananysous Helios, satu-satunya keturunan Dewa Matahari dan Pria yang ditakdirkan untuk Lucy."


"Bagaimana bisa Lucy yang menjadi Mate nya, sedangkan mereka tidak pernah bertemu?"


"Ayah, takdir hidup seseorang telah tertulis secara rahasia di kehidupan ini. Sebenarnya, Kendric sudah menyadarinya bahwa Lucy adalah Mate nya, bahkan sejak Lucy kecil dia sudah lebih dulu mengamatinya. Meski aku sendiri tidak tahu kenapa dia tidak menemuinya secara terang-terangan, tapi aku yakin ini ada sangkut pautnya dengan Octopus."


"Octopus? tidakkah dia Dewa licik yang menggerakkan Tahlia. Kukira karena Tahlia sudah kalah, kejahatannya akan mudah dibuka dan langsung menghukumnya."


"Tidak bisa, Octopus adalah Pria paling licik. Dia punya banyak dukungan besar dari bangsawan dewa yang ada di Imorrtal, dia juga punya seribu taktik untuk memutar balikkan keadaan. Jika pun dia mudah, kami pun tidak perlu waktu puluhan abad untuk mengalahkannya."


"Jadi intinya, Octopus adalah musuh kita yang sebenarnya. Jika Tahlia adalah penulis yang membuat naskah kekacauan ini, maka Octopus adalah dalang yang menggerakkannya di belakang layar. Sungguh ini semakin rumit."


"Lalu apa hubungannya dengan Lucy menjadi Mate Kendric dan Dewa Octopus itu?" Kini giliran Lezzy yang bertanya, setelah memahami permasalahan.


"Ibu, Lucy terlahir spesial. Dia sekarang adalah satu-satunya keturunan Selini Thea, bukankah itu berarti dia akan mewarisi gelar Vasilissa berikutnya? Mengenai apa yang terjadi dengan Lucy saat ini itu aalah bentuk ujiannya sebagai Vasilissa, Ibu juga tahu itu."


"Itu ..., masih belum bisa di tetapkan. Gelar Vasilias hanyalah untuk sosok Raja yang begitu tulus mencintai Lucy, di dunia ini ada begitu banyak gelar Raja yang dapat bersinggungan untuk menjadi kandidat Mate tak sempurnanya. Contohnya Harlie, dia bukan Mate nya tapi karena dia menjadi Raja, secara naluri jiwa Raja nya akan terpikat dengan Lucy yang menjadi Vasilissa."


Lezzy dan Fedrick saling menatap. Benar, dulu hal ini pernah terjadi kepada mereka berdua. Bahkan karena itu Kristof sang Raja Vampire terdahulu pun bersikeras untuk melawan Fedrick hanya untuk mendapatkan Lezzy.


"Terkadang aku berfikir, gelar Vasilissa adalah kutukan untuk keturunan kami. Lucy begitu polos dan sangat berperasaan, aku tidak tega melihatnya harus merasakan ujian ini juga."


"Vasilissa bukanlah kutukan Yang Mulia, tapi itu adalah gelar wanita yang menjadi Maharani untuk sebuah dunia. Dan Lucy telah ditakdirkan untuk menjadi Maharani di Imorrtal, dia dan Kendric adalah pasangan penguasa yang akan mengembalikkan keadaan di Imorrtal. Dewi Selini Thea telah banyak berkorban hanya untuk menanti hari ini tiba, karena peraturan tamak yang Octopus buat jadinya Imorrtal mengalami ke cacatan dalam kepimpinan."


"Jika saja, Kendric dan Lucy dapat menyelesaikan masalahnya sebagai Maharani dan Maharaja kita akan bisa mengalahkan Octopus dan setelah itu seluruh alam ini akan kembali murni dari kejahatan Octopus." Lanjut Aletha, berharap Fedrick dan Lezzy mengerti akan situasi berbahaya ini bahkan mengancam dunia.


"Kirim surat untuk membawa Lucy kembali, untuk masalah Kendric yang menjadi Mate Lucy biar aku sendiri yang menilainya."


"Ayah tidak perlu khawatir, aku sudah mengiriminya surat. Dan menurut kabar besok mereka akan tiba kesini."


"Baguslah, aku bukannya tidak mempercayainya. Hanya saja meski dia teman dekatmu atau sanak saudaramu, jika dia memiliki sikap sama brengs*knya dengan Harlie. Tidak perduli kalaupun dia memang Mate nya, jangan harap aku merestui mereka bersama. Kebahagiaan Lucy adalah hal terpenting dalam hidupku, kuharap kau mengerti maksudku Aletha."


"Aletha sangat paham, ji-jika Kendric melukai Lucy fisik maupun batin. Aku akan memihak keputusan apapun itu Ayahanda ...."

__ADS_1


"Baguslah, jika kau mengerti. Kau juga tidak boleh membantahnya meski rasa keibuan mu ingin menolongnya, Lezzy."


"Kenapa kau bicara seakan Kendric adalah Pria yang tak jauh bedanya dengan Harlie."


"Lezzy, dia Putriku. Dia tumbuh dengan sangat lemah lembut, Lucy akan tetap menjadi permata ku yang seakan bisa hancur kapanpun. Sebagai Ayahnya aku sendiri yang akan menentukan kebahagiaanya."


Lezzy tidak mau berdebat, sikap keras kepala Fedric sama seperti Welliam. Pantas saja jika Aletha ingin menutupinya dari Welliam.


"Aku harap, asumsi mu tidak akan menjadi bumerang untuk melukai Putri kita."


"Ayah, Ibu, mengenai ini tolong jangan beritahu Welliam dulu."


"Kau tidak perlu khawatir, besok dia akan menghadiri patroli bulanan. Jadi untuk waktu seminggu dia tidak akan ada di istana, jadi saat Lucy kembali---pertemuan ini tidak akan melibatkannya, Mungkin ..." Ujar Fedrick.


"Lalu kapan kau akan terus terang dengan Welliam?"


"Waktu yang paling tepat adalah seminggu setelah dia kembali dari patroli----"


"Tidak perlu menunggu sampai seminggu, sekarangpun aku sudah mendapat cerita yang menarik."


Aletha sungguh dibuat kaget saat suara dingin itu menelusuri pendengarannya. Ia pun menoleh kebelakang, dan ternyata Welliam sudah bersandar di pintu dengan pose arrogantnya.


"Welliam--"


"Karena aku penasaran, kenapa Sofia selalu melihat ke jendela aku memutuskan untuk melihat situasi dan mengamatimu. Tidak kusangka Istriku membuat pertemuan rahasia tanpa berdiskusi denganku lebih dulu."


"Ji-jika kau disini, bagaimana dengan Sofia?"


"Apa kau masih perlu mengkhawatirkannya? Tidak perlu dipikirkan, Sofia masih bermain dengan sihir bayanganku--lagipula ada banyak Assasinku yang selalu melindunginya. Yang harusnya kau pikirkan adalah, bagaimana...caranya..kau...menjelaskan ini?!"


Melihat ekspresi Fedrick yang tenang, sepertinya dia sudah sadar kalau Welliam memang sudah ada disana." Tadi aku bilang, mungkin ..."


Aletha melirik bosan, sudah ia duga ayah dan anak ini sangat begitu kompk. Tahu begitu lebih baik ia ajak Welliam dalam diskusi ini, tatapannya sekarang saja sudah sangat mengerikan bagaimana jika dia bertemu dengan Kendric nanti.


Tidak mungkinkan dia akan membunuhnya, hanya karena Kendric menculik Adik satu-satunya? Aletha harap tidak sampai seperti itu.


"Ahaha ..., Welliam." Aletha mendekati Welliam, mencari cara agar si Demon buas ini tidak menjadi liar.


"Jadi, besok, jam berapa mereka akan tiba? Aku juga perlu menyapa Teman lama Istriku ini."


Ah, sepertinya besok akan ada perang dingin -_-

__ADS_1


...---.o 🍁 o.---...


__ADS_2