
"Krhanos, berada di sana dan tersegel?"
Kendric tersenyum menyeringai dengan beberapa pikiran menumpuk mengenai masalah yang terus tercampur aduk. Dengan sangat besar hati Kendric mengambil kata egois untuk melenyapkan Krhanos berserta pengikutnya di lembah ini. Dengan begitu ia tidak perlu melihat Mate nya mati.
"Berapa waktu lagi yang kita punya untuk Alabasta?"
"Empat hari lagi."
"Itu cukup untuk menghabisi mereka."
Rubah suci itu menatap mata buas dari sang kaisar Dewa---merasakan betapa mengerikan nya tekad yang di ambil olehnya seakan ia adalah langit yang tak mudah di raih ataupun di jatuhkan. Tapi ia juga tidak berniat akan bekerja sama bila rencananya adalah menggagalkan tugas Robin.
"Kau kembali lah ke Darkness World--tapi, aku akan menghabisi mu jika kau mencoba berkhianat."
"Baginda, boleh kah saya bertanya sesuatu?"
"..............."
"Apa yang akan anda lakukan jika berhasil menyingkirkan Krhanos dan Octopus?"
"----Entah lah," Kendric menatap langit, "Hanya saja, aku ingin mengakhiri semua nya dan melepas gelar agung ini. Apa sebaiknya aku ajak Lucy untuk hidup sebagai manusia saja?" gumam Kendric.
Mendengar hal tersebut Molie menghela napas. "Sayangnya hal itu tidak akan bisa. Meski anda membenci tahta---tapi kursi penguasa itu telah di peruntukan untuk anda, begitu juga dengan takdir nya."
"Jadi kau sedang memperingati ku?"
"Saya hanya mengikuti kehendak baik untuk Tuan Putri dan alam ini."
Naga buas yang tadi berada di belakang Molie kini terbang membantu Kendric untuk segera menuju sarang musuh, "Aku tidak butuh alam yang hidup di atas pengorbanan Lucy."
"Satu pertanyaan lagi. Jika rencana anda gagal, lalu bagaimana dengan Imorrtal?"
"-----Setidaknya aku telah menghilangkan hama yang dapat merusak Imorrtal."
"Kursi tahta tidak boleh kosong begitu saja, Baginda."
"Bukankah masih ada keturunan Crownsiamoer?"
Molie memahami satu hal dari rencana Kendric, "Yang Mulia, anda tidak boleh melakukan nya! Tuan Putri juga pasti tidak akan menyukainya----"
"Maka dari itu, aku melarang mu mengatakan nya dan bila Sylfia datang membawa pesan dariku, jangan mencoba untuk membawa Lucy kabur dari istana!!"
"Apa anda ingin melawan kehendak Yggdrasil?"
Kendric melirik tajam kepada Molie, "Aku kaisar nya, Aiden!"
Kendric melompat ke pundak naga spiritnya dan pergi begitu saja, seakan ia mengabaikan peringatan serta nasehat dari Pohon dunia.
Molie tidak akan bisa merubah cara berpikir Kendric yang sudah sangat egois. Karena ia hanyalah perantara untuk membantu Robin mewujudkan alam serta kehidupan yang selalu di impikan seluruh mahluk dalam tutur kata 'Kedamaian'.
Tuan Putri, pasti akan menyadari rencana gila anda baginda.
Molie pun pergi membuka portal dimensi dan kembali ke sisi Tuan Putri nya yang mungkin saat ini sudah cemas karena kepergian nya tanpa ada penjelasan dari Kendric.
...---, o🍁o ,---...
Darkness World
__ADS_1
Waktu bergilir dengan cepat begitu juga dengan Miasma Alabasta yang kian memperburuk dunia kegelapan. Seakan bayangan menelan cahaya di angkasa langit dan menodai daratan dengan racun yang tidak sedikitpun memberikan kesempatan pada tunas musim semi di permukaan nya.
Musim dingin berkepanjangan menjadi mimpi buruk bagi seluruh mahluk hidup. Harapan dan doa menjadi tali kerapuhan di saat akal sehat mulai tergoyah. Bahkan kristal yang memiliki kekuatan Kendric tidak bekerja cukup baik akibat peningkatan siklus sihir gelap yang di bawa oleh Miasma. Lihat lah bagaimana kondisi satu-satunya wilayah ter-agung di Darkness World harus menjadi bangunan serta wilayah arakan tidak terlihat sangat baik.
Miasma berhasil merenggut keseluruhan istana Lucifer Kingdom dan membiarkan segala kegelapan mengikis kejayaan nya. Seluruh prajurit serta kesatria inti bergilir berjaga dan menahan miasma dengan dinding sihir.
Tapi hal itu masi lah kurang karena terlalu banyak tenaga sihir yang di keluarkan. Lucy pun telah berkontribusi dengan kekuatan nya sebagai Robin tapi lagi-lagi hal itu hanya sementara karena ini bukanlah pemurnian yang sebenarnya, jika jantung kehancuran belum di retas dengan baik.
Ditengah kesengsaraan yang bergulir tiap harinya Lucy masih terlihat frustasi dengan banyaknya asumsi yang ia pikirkan. Terlebih Mate nya tidak mengabarinya selama tiga hari ini. Molie juga tidak dapat ia ketahui keberadaan nya. Apa Kendric berusaha merencanakan hal gila yang ia tentang sebelumnya?
"Tuan Putri, Lord besar memanggil anda."
Lucy yang tengah merakit bunga untuk ia susun di dalam vas kaca, menoleh dan terdiam sesaat sebelum akhirnya menerima panggilan sang Ayah. "Beliau sedang ada di mana?"
"Yang Mulia sedang berada di Lorddarks Zone."
"Baiklah, terimakasih sudah menyampaikan nya."
Pelayan itu pergi setelah memberi salam. Sedangkan Lucy bergegas mendatangi sang Ayah yang berada di tanah leluhur Lorddarks. Jika saja miasma tidak ada, ia pasti sudah menyusuri hutan Wisteria bukan hutan tandus.
Di atas dataran tinggi yang berada di tengah wilayah hutan, Lucy dapat melihat dengan sangat baik Ayah nya berdiri menatap langit seakan tengah mempertanyakan dengan kondisi dunia nya yang sekarang terlihat jauh dari kata baik.
"Ayah," Sentuhan dan panggilan dari Lucy menyadarkan Fedrick.
"Kau sudah datang."
"Jika Ayah berlama lama di luar, Lucy takut akan membuat kesehatan Ayah menurun."
"Jangan khawatir, aku masih tahan jika hanya sejam atau dua jam berada di luar."
"Kenapa kita tidak bertemu di ruangan Ayah saja?"
To Iliako Fos, salah satu Dewa yang sangat di percaya di dunia ini, Naga yang melindungi sosok Lord pada Darkness World ingin bertemu dengan nya? Tapi Lucy tidak begitu akrab, bahkan bisa di bilang ini pertemuan kedua nya setelah salam sapa di usianya 10 tahun.
Lucy menatap lurus sosok naga besar di hadapan nya. " !!! "
Lucy berlari mendekati dirinya lebih dekat kepada Dewa yang telah lama menjadi rekan setia Ayah nya. "Ada apa dengan nya Ayah? Kenapa Tuan Alexa terlihat sangat terluka?"
Naga agung itu kini tidak lagi segagah seperti legendanya. Justru Lucy melihat betapa menderitanya dirinya saat tubuh naga itu kian termakan oleh miasma yang mencoba menelan jiwa spirit nya sehingga ia terlihat sangat kritis.
"Sebagai To Iliako Fos, Alexa menuntut rasa tanggung jawab terhadap dunia ini. Sehingga ia mengorbankan jiwa spirit nya untuk membuat lapisan sihir pelindung di sekitaran Lucifer Kingdom dan juga Ibu kota. Tapi Miasma tumbuh sangat kuat dan melahaap sihir nya dan yang terjadi adalah ia telah tercemar oleh kutukan miasma."
"Oh, tidak. Tuan Alexa yang agung, anda tidak perlu berkorban, generasi Lord dan Darkness World membutuhkan sosok anda." Lucy duduk begitu saja di hadapan sang naga, seraya menyentuh nya dengan tatapan sedih.
Bagaimana bisa ia berkorban begitu saja, sedangkan sosok nya sangat di butuhkan. Meski hanya mampu bertahan selama 3 hari tapi itu sudah cukup untuk melambat angka kematian akibat miasma, taoi enath lah, haruskan Lucy bersyukur?
"Ini salah ku,"
"Oh, tolong jangan menangis Vasilissa ku. Aku hanya terlalu tua dan sudah sewajarnya untuk melakukan hibernasi. Pada dasarnya, aku maupun Lunna tercipta dari setetes kasih yang di berikan oleh Nenek mu. Kini Dewi Selini Thea telah tiada dan kekuatan bulan yang berada di istana nya telah menghilang itu berarti sudah tidak ada lagi kekuatan nya yang tersisa untuk tetap menjaga keseimbangan wujud kami."
"Jika To Iliako Fos dan To Fos Tou Fengariou tiada bagaimana jadinya pemimpin Darkness World?"
"Saya tidak akan menghilang untuk selamanya, suatu saat saya akan kembali dan tetap menjadi penjaga pelindung bagi generasi Lord Darkness World. Sejujurnya semua bergantung pada keputusan anda, saya percaya wahyu yang di katakan Dewi Selini Thea akan berakhir dengan bahagia jika anda tidak memilih untuk membiarkan sang matahari tenggelam tanpa ada fajar yang dapat anda lihat di keesokan harinya."
"Aku tidak ingin dirinya mati, tapi aku juga takut jika aku harus pergi dari nya."
"Anda sudah memilih keputusan anda bukan? Maka raih dan jangan pernah lepaskan genggaman nya Vasilissa. Karena pengorbanan ini hanya sementara begitu juga dengan diriku."
__ADS_1
"Lalu, akankah ada masa depan itu jika aku memilih keputusan takdir?"
Alexa, di tengah ia merenggang kesadaran nya, ia menunjukkan tatapan damai kepada Lucy seakan mendukung pilihan nya tanpa harus mengkhawatirkan hal yang sedang ia pikirkan.
"Jangan khawatir, saya percaya langit pun ingin kalian bersama. Meski bukan di kehidupan ini---sepuluh, seratus, seribu, ataupun jutaan tahun yang akan datang. Kalian akan tetap berjodoh, karena kalian adalah Vasilissa dan Visilias bagi suluruh alam."
Tubuh naga yang hampir menyerupai bangkai tersebut perlahan di kelilingi manik-manik cahaya kuning kehijauan. Seakan sosok Naga yang telah lama menyandang sebagai legenda dewa To Iliako Fos kini harus pergi atas pengorbanan nya. Tanpa menunjukkan rasa khawatir terhadap dunia yang akan ia tinggali untuk waktu yang tak menentu.
"Meski saya pergi lebih dahulu, Lunna masih tetap ada hingga Alabasta tiba. Karena ia memiliki satu tugas untuk di sampaikan kepada mu bila waktunya tiba"
"----tolong jangan pergi, hiks. berapa banyak lagi yang harus berkorban." Lucy menyentuhkan keningnya debgan Alexa dengan penuh rasa bersalah.
"Saya sungguh minta maaf, untuk sekarang, saya harus pergi." Alexa menatap Tuan Lord yang telah banyak ia banggakan selama hidupnya menjadi penguasa Darkness World.
"Saya pergi dulu, jangan datang untuk munyusul saya dengan cepat, Lord. Pangeran dan Tuan Putri masih belum boleh kehilangan anda."
"Kau kan bilang ini hanya sementara, kenapa seperti meninggalkan wasiat, ha?"
"Saya hanya takut, bila waktunya tiba. Saya tidak dapat melihat anda."
"Kau yang selalu menggerutu dengan keputusan ku, kini menjadi dangat tulus, ya?" Fedrick menghela nafas, ia enggan untuk melepas teman hidup nya yang selama ini banyak membantu atas kedekatan nya dengan Lezzy.
Meski tahu ini sementara, tapi ia juga tidak tahu berapa ratus tahun yang diperlukan nya untuk bertemu dengan Alexa lagi. Bisa saja kan Alabasta ini menjadi batas usia nya?
"Mari bertemu lagi, jika ada kesempatan waktu."
Di sisa serpihan kepergian nya Alexa perlahan menutup matanya dan membalas belaian Lucy, yang terasa begitu mirip dengan Selini Thea.
"Kita akan bertemu lagi Vasilissa ku, bukan Dewi------"
Lucy meraih beberapa serpihan cahaya dari sisa keberadaan Alexa yang telah pergi. "Aku menanti kehadiran anda kembali, Tuan Alexa. Aku pasti akan melindungi semua nya ketika anda kembali nanti begitu juga dengan dirinya"
Fedrick memeluk Putri nya, ia kini pasti dalam masa puncak masalah terberat dalam hidupnya. Meski semua demi kebaikan nya tapi ada juga yang membuat jiwa Ayah nya tidak bisa mengabaikan rintihan Putri nya. "Lucy, apa dia masih belum mengabari mu?"
"Kendric---tidak, dia tidak pernah mengabariku lagi. Apa kini aku di abaikan?"
"Dia tidak pernah mengabaikan mu, tapi dia berusaha melindungi mu."
"Tapi aku tidak mau jika terus-terusan di lindungi oleh nya, Ayah."
Surat yang datang dari Kendric dua hari lalu, meminta untuk memohon agara Fedrick dan yang lain nya untuk setuju dengan keputusan nya dan jangan membiarkan Lucy keluar dari istana bila mendengar kabar kematian nya. Meski ia tidak suka cara ini, tapi Fedrick juga tidak dapat membantu banyak untuk masalah Alabasta.
Karena ia tahu hanya Kendric yang dapat melakukan nya. Sedangkan Lucy tidak boleh sampai melakukan tugas yang seperti Kendric katakan. Meski ia mendukung hubungan mereka tapi ia lebih mementingkan keselamatan Putri nya----atau saat ini Fedrick justru di buat di lema siapa yang harus ia dukung keputusan Putri nya atau Maharaja itu.
Karena mau bagaimana pun, akhir dari keputusan mereka adalah kematian. Jika harus memilih Fedrick akan memilih kata egois untuk keselamatan Putri nya.
"Lucy mengenai Alabasta-----"
"Ibu?"
Fedrick menoleh kebelakang melihat Lezzy berdiri dengan seekor rubah yang telah hilang dalam waktu tiga hari terakhir. Dan yang lebih mengejutkan nya terdapat satu sosok perempuan lagi yang begitu Lucy kenal.
"Salam untuk mu, Tuan Putri"
"Sylfia?"
"Saya datang membawa kabar mengenai baginda untuk anda."
__ADS_1
...✧༺ 🍁 ༻✧...