The Queen Of Vasellica Moon

The Queen Of Vasellica Moon
Offensive I


__ADS_3


.... ...


.... ...


.... ...


...--๐Ÿ--...


*Darkness World


~ Kediaman Castle Sunny


"Tuan Putri jangan lupa mantel hangat anda, " Pelayan muda yang berlari mengejar Putri kecil kekaisaran, mencoba memakaikan mantel tebal untuk melindungi gadis mungil itu dari udara dingin.


"Terimakasih banyak, kakak Helny, hehehe ..."


Melihat senyum merkah terukir di wajah Tuan nya begitu menghangatkan hatinya, hingga mampu membuatnya merasa gemas dengan Putri kecil satu ini.


"Putri Sofia, jangan panggil saya dengan sopan. Anda boleh memanggil saya Helny saja Putri, jika para bangsawan mendengarnya itu bukan hal yang baik karena saya hanya seorang pelayan."


"Hm? Tapi Nenek bilang, mau siapapun orangnya harus tetap menjaga kesopanan. Kakak Helny juga salah satu pelayan Sofia yang cantik, sangat sangat cantik. "


Ugh, kenapa beliau sangat menggemaskan sekali ...


"Saya sangat tersanjung atas pujian anda. Tapi di wilayah Elf ada banyak perempuan cantik, lebih daripada saya, Putri."


"Sofia kan hanya kenal kakak, jadi yang cantik adalah kakak Helny. "


"Aa~Tuan Putri Merie juga ingin menjadi pelayan cantik Putri juga. " Salah satu pelayan lain yang bertugas menemani Sofia bermain di taman menghampiri mereka.


"Jangan khawatir, kakak Merie juga cantik. Jauh lebih cantik dari pada Putri Vivi di kerajaan Mirach."


"Pu-putri itu terlalu berlebihan. Tapi, saya ucapkan terimakasih."


Sofia kembali bermain---berlari-lari di atas tumpukan salju. Beberapa bunga mulai menunjukan tunas di ujung ranting. Bahkan salju yang menutupi pohon cemara tinggi, sedikit demi sedikit menjatuhkan crystal salju dan memperlihatkan kehijauan dari cemara nya.


"Putri, mainnya jangan jauh-jauh. Sebentar lagi pelajaran sosialogi akan di mulai. Kita hanya punya waktu 40 menit bermain di taman."


"Baik ..., " Sofia kembali bermain sendiri di padang salju dekat hutan cemara yang berada di kediaman Castle Sunny.


Helny membantu Merie menyiapkan teh lippe kesukaan Putri Sofia di atas meja, dengan beberapa disert manis yang akan di santap sang Putri jika sudah selesai bermain.


"Oya, Helny, apa kau mendengar kabar yang sedang di perbincangkan di ibu kota?"


"Hm? Memangnya ada apa?"


"Aku dengar dari para petugas dan pelayan yang sering ke pasar ibu kota, katanya ada hal yang meresahkan bahkan sangat jarang terjadi. Ini mengenai turunnya pasak perdagangan pangan."


"Maksudmu? "


"Ku dengar, di wilayah Fairy yang hanya mengalami musim dingin singkat, tahun ini tidak diberkahi musim semi. Hampir semua jenis tumbuhan mengalami krisis stigma (sihir alam), bahkan pohon pinus yang menyimpan energi manna alam saja mulai layu tanpa sebab. Katanya ada beberapa abu hitam yang menempel pada pohonnya dan perlahan pohon itu mati seperti terbakar sesuatu."


"He ..., apa hal itu terjadi juga di wilayah bangsa Fairy? Kemarin aku juga mendengar isu kalau di wilayah Elf, sungai yang mengaliri di bawah hutan Ivyl menjadi hitam dan mengeluarkan aroma yang kurang sedap. Sehingga hal itu mempengaruhi hutan Ivyl."

__ADS_1


"Ah, kalau di pikir, Elf juga hampir sama dengan Fairy. Kalian membutuhkan hutan dan beberapa tumbuhan, untuk tempat tinggal. Karena kalian menyukai stigma alam yang seimbang----tunggu, kalau begitu, apa kerajaan Elvywind baik-baik saja? Kan sungainya mencemari seluruh hutan? "


"Aku dengar ada beberapa hutan yang mati dan berhenti berkembang tanpa sebab, hal ini masih dalam penyelidikan oleh pihak kerajaan. Tapi aku khawatir, karena bayi Elf akan terkena dampak buruk di usia belia mereka. Karena hutan adalah lingkungan kehidupan Elf."


"Para Fairy juga tiba-tiba mengalami kelumpuhan dan tidak bisa terbang, entah mengapa rasanya itu seperti sebuah racun."


"Kira-kira bagaimana dengan wilayah yang lain, ya? Musim dingin hampir selesai, tapi sepertinya musim semi tahun ini akan sangat berbeda. Pasti karena kondisi alam yang berubah, hal ini lah yang menjadi memicu pasak dagang pangan terganggu."


"Tapi aku yakin, pihak kekaisaran sudah mendengarnya dan akan segera menangani hal ini jadi dalam waktu dekat semua pasti akan kembali normal."


"Hem, semoga saja---eh? Dimana Tuan Putri? "


Helny dan Merie saling berpandangan, lalu terlihat raut kekhawatiran yang berhasil membuat mereka berlari panik mencari Tuan Putri kesayangan Lucifer Kingdom. Karena terlalu asik mengobrol, mereka lupa dengan tugas mengawasi Putri Sofia, bisa gawat kalau Lord tahu hal ini.


...---. ๐Ÿ . ---...


Beralih pada posisi Sofia yang terlihat masih asik mengejar tupai hutan yang berlari hingga ketengah hutan cemara. Langkah mungil yang sejak tadi mengikuti arah tujuan tupai tersebut, perlahan melambat saat di rasa tupai berbulu matahari terbenam itu menaiki pohon cemara.


Ia mengangkat wajah mungilnya sembari menggembungkan kedua pipi cuby yang terlihat memerah akibat suhu dingin. Sofia mengetuk pipi gembul nya dengan jari mungilnya---terlihat memikirkan cara agar tupai itu mau turun dari atas pohon.


"Apa sebaiknya aku panggil kak Helny, atau-----"


GERRH!!


Sofia yang berniat untuk kembali menjadi diam dengan tubuh yang menegang ketakutan. Berjarak 5 meter di hadapannya---Sofia di hadapi oleh segerombolan Hyena buas yang berwujud spirit.


Hal yang paling aneh adalah kondisi hewan itu yang terlihat sedang dalam sangat lapar dan berniat mengincar Sofia, padahal harusnya di wilayah Lordarks tidak ada jenis hewan pangsa kecuali spirit hewan milik Welliam yang dapat berubah wujud untuk melindungi wilayah perbatasan.


Sofia tidak pernah berada dalam bahaya seperti ini. Apalagi ia tersesat di hutan cemara karena bermain mengejar tupai, bagaimana jika kedua pelayan itu telat untuk mengetahui posisi Sofia saat ini.


Hewan buas itu mendekati Sofia dengan taring dan hendusan nafas mereka yang begitu liar. Sofia berjalan mundur, dia merasakan bahwa saat ini bukanlah hal yang tepat untuk dirinya diam saja. Saat dirasa bahwa hewan Hyena itu menajamkan instingnya, saat itu juga Sofia berlari kearah berlawanan.


Beberapa kali hewan itu mencoba menggigit Sofia dengan melompat kearahnya, tapi syukurlah Sofia mampu mengelak walau ia harus terpeleset dan bangkit untuk melarikan diri lagi. Tapi keberuntungan tak selalu datang kepadanya, saat di tengah pelariannya Sofia harus terselandung akar pohon yang tidak terlihat karena tertutup tumpukan salju.


Dia tersungkur hingga membuat kening putri kecil itu terluka akibat benturan kasar. Tapi tidak ada waktu untuk meringis sakit karena Hyena itu kini berhasil mengejarnya dan dalam langkah besar sepuluh Hyena itu melompat bersamaan kearah Sofia yang terlihat masih mencerna kejadian dirinya terjatuh.


Rahang Hyena yang terbuka lebar kearahnya dengan beberapa air liur menjijikan yang terlihat begitu menyeramkan membuat Sofia tidak mampu berteriak, yang ia rasakan hanyalah ketakutan yang menyengat seluruh tubuhnya hingga terdiam kaku, sembari melihat mulut Hyena yang semakin dekat dengan wajahnya. Sofia memejamkan matanya berharap akan ada seseorang yang menolongnya.


Keadaan yang sesaat menjadi hening mendatangkan badai angin kencang hingga mampu menghempas jauh sepuluh hewan spirit buas----menjauhi Sofia. Disaat rasa tubuh yang hampir mati rasa, Sofia dapat merasakan kembali kehangatan yang memeluk dirinya.


Sofia cukup terkejut melihat kedatangan pria gagah yang kini sudah mendekap erat dirinya. Tapi ketegangan itu tidak berangsur lama, Putri kecil yang menjadi cerminan Aletha menangis saat menyadari Ayahnya lah yang datang untuk menyelamatkannya.


"Papa hiks, papa...." Sofia mencurahkan perasaan takutnya di dalam dekapan Welliam.


Meski ia kesal, tapi Welliam sangat bersyukur dia datang tepat waktu. Beberapa saat yang lalu, Welliam masih berada di ruang rapat mendiskusikan masalah aneh yang terjadi di berbagai wilayah Darkness World.


Ini tidak masuk akal bagaimana bisa hampir 40% tumbuhan dan lingkungan dunia kegelapan menjadi lemah bahkan hampir tandus dan mati.


Di tengah rapat yang sangat menyibukkannya, Welliam merasakan Putri kecilnya dalam bahaya saat di rasa sihir perlindungan aktif untuk menyadarkan Welliam.


Benar, Welliam memberikan sihir perlindungan pada Sofia yang terhubung langsung ke jantungnya. Sehingga Welliam dapat mengetahui hal apa yang terjadi pada Putri sematawayangnya.


Dan saat sihirnya aktif, dengan tergesa-gesah Welliam meninggalkan ruang rapat, tidak perduli bagaimana dengan reaksi semua bangsawan yang ada di ruangan tersebut melihat Lord pergi saat situasi dalam keadaan genting untuk di atasi. Tapi bagi Welliam Putrinya adalah yang utama.


"Pa-papa, Sofia takut ....hiks," Tangisan Sofia begitu terdengar pilu hingga membuat Welliam terlihat murka.

__ADS_1


"Jangan menangis, sekarang Sofia sudah aman. Ada Papa yang akan melindungi mu." Welliam mendekap erat Putrinya sembari menatap tajam kearah para Hyena yang mulai merangkak bangun dan masih ada niatan untuk menyerag mereka.


Para Hyena itu kian semakin liar saat mata mereka di penuhi tatapan lapar seakan mereka menanamkan kata bunuh di hasrat buas mereka.


Welliam belum pernah lihat jenis Hyena seperti ini, apalagi ini sangat aneh jika para hewan spirit itu memiliki batu stone yang berapa di kepada mereka sebagai penyimpan sihir besar.


"Dengarkan Papa Sofia, sebisa mungkin jangan jauh-jauh dan tetap di belakangku. Sepertinya mereka lebih berbahaya daripada Zymba."


Sofia yang mendengar itu dapat memahaminya, dia menyeka air matanya lalu turun dari pelukan Welliam dan menuruti kata Papanya untuk berdiri di belakang sang Ayah.


"Papa, berhati-hatilah." Mendengar ucapan manis itu, Welliam hanya memberikan senyuman serta usapan lembut kepada Putrinya.


Welliam kembali menatap marah kepada hewan hewan itu. Ia memberikan tekanan kuat atas aura buasnya yang bahkan mampu menyekat udara. Welliam menyerang sekelompok Hyena yang berlari kearahnya, luka yang di dapat hewan spirit itu tidak begitu baik malah sangat fatal.


Dengan kuku Demon---dengan mudahnya Welliam mencabik hingga ke tulang mereka. Satu demi satu mereka tumbang tapi penyerangan tidak ada habisnya, Welliam merasa aneh padahal mereka tak lebih dari 20 ekor tapi kenapa tidak ada habisnya mereka menyerangnya?


Dan seketika Welliam mendapatkan jawabannya saat melihat Hyena yang terkoyak dengan sangat bengis, perlahan-lahan kembali menyatu ke tubuh sempurna mereka. Dengan kata lain hewan hewan ini meski di serang dengan cara apapun mereka akan kembali hidup, dan yang paling mengherankan darah mereka menjadi racun bagi lingkungan.


Beberapa pohon Cemara terlihat rapuh seakan terbakar saat darah Hyena itu mengenainya. Sebenarnya hewan jenis apa mereka ini?


Welliam tidak bisa terus seperti ini, akan lebih baik dia menggunakan kekuatan sesungguhnya. Ia yakin tekanan besar akan mempengaruhi pergerakan Hyena tersebut.


Dengan tanpa toleran, Welliam meningkatkan kekuatan sihir gelapnya. Membuat para Hyena itu tersudut seperti terhisap untuk segera jatuh. Udara disekitaran hutan itu kian mencengkram, Welliam menggerakkan tangannya membiarkan mata demon yang menyalak merah membingkai sekelompok Hyena untuk segera anda dan hancur.


Tapi sepertinya Welliam melupakan sesuatu bahwa di sana masih ada Sofia. Benar, kekuatan Welliam terlalu dahsyat untuk di tanggul seorang anak kecil yang bahkan sihir pertahanannya saja masih belum baik.


Alhasil Sofia pun menjadi tegang dengan wajah yang begitu pucat ia merasakan sesak nafas hingga membuat jantungnya berdenyut sakit, tekanan sihir gelap membuat udara tak begitu bersahabat bagi Putri kecil itu.


Sofia pun menjadi takut bahkan untuk bersuara saja dia sudah kesusahan. Dengan tertatih bocah manis itu pun berjalan mundur sembari menahan sakit sehingga ia membuat jarak yang begitu renggang dari posisi Welliam.


"Pa---pha,"


Suara lirih nan kecil Sofia mampu menyadarkan Welliam dari sikap cerobohnya dalam melawan musuh, sehingga hal itu membuat Welliam kehilangan fokus saat menyadari kebodohan atas tindakannya yang mampu melukai Putri kecilnya.


Karena kelengahan itu salah satu Hyena yang menyadari kesempatan, berhasil lepas dari tekanan sihir. Dengan begitu cepat hewan itu berhasil melewati penjagaan Welliam dan hasilnya hewan spirit buat itu kini kembali menyerang Sofia dengan dirinya sudah berada di hadapan Sofia.


Welliam menggeram saat ia menyadari bahwa akan sangat terlambat baginya untuk bisa sampai keposisi Putrinya. Tidak! Hyena itu akan berhasil lebih dulu menerkam putrinya dan hal itu membuatnya ketakutan.


Welliam tidak mau kehilangan anak tersayangnya, apalagi---bagaimana caranya dia akan menghadapi Aletha jika tahu bahwa putri mereka terluka karena dirinya.


"Kyaaa! Papa."


"Jangan---SOFIA!! "


CRASH!


...---. ๐Ÿ . ---...


*Informasi Karakter Novel



Octopus Rigestie Agriche


Seorang Pemimpin dari para Tetua Agung di Imorrtal, dan pemilik dari Kuil Suci. Ia memiliki perawakan Pria berusia 48 Tahun dan terbilang memiliki karismatik yang menjujung darah murni bangsa Dewa dengan sangat sensitif.

__ADS_1


Octopus memiliki ambisi yang sulit di ketahui hanya dalam sekali pandang, atau tidak mudah di baca arah logis keinginannya dalam tindakannya yang ingin sekali menghancurkan Rembulan serta Mentari (?)


Lalu Dewa seperti apakah dia, hingga begitu di segani setelah kedudukan pemimpin dunia Imortal.


__ADS_2