The Queen Of Vasellica Moon

The Queen Of Vasellica Moon
I Just Want To Protect You, My Love


__ADS_3

Setelah kembali ke istana kekaisaran, sambutan hangat dari keluarga menyapa Lucy. Kekhawatiran Ibunya yang terlihat sangat jelas dari kerutan keningnya membuat Lucy harus memeluknya terlebih dahulu bahwa semua kekhawatirannya adalah imajinasi karena Putrinya sudah pulang dengan keadaan baik-baik saja. Mereka berkumpul dan saling menceritakan----menjelaskan hal apa yang telah terjadi selama Lucy mengambil alih pasukan untuk wilayah Werewolf.


Lucy pun mengatakan hal yang ia hadapi begitu juga pada pilihannya yang membunuh Harlie, dan pada apa yang telah Octopus rencanakan. Hal ini tentu menuai banyak emosi dan opini yang membuat Welliam serta Fedrick berada di puncak amarah.


Kini musuh mereka hanya dengan Octopus. Sudah begitu banyak musuh yang mereka hadapi tapi itu hanyalah pion yang di kendalikan oleh Octopus, apa mungkin pria tua sepertinya sangat di sayangi alam sehingga ia di beri umur yang panjang?


Setelah mendengar banyak penjelasan dan laporan dari Lucy, Fedrick memutuskan untuk membiarkan Putrinya beristirahat terlebih dahulu. Lucy pun menurutinya dan memberikan salam kepada keluarganya.


...***...


Dengan maksud hati Lucy ingin segera beristirahat di ke dimannya. Tetapi perhatiannya teralihkan saat mendengar suara tawa anak kecil di taman istana, karena lorong istana ini berada di jalur terbuka jadinya Lucy dapat mengetahui siapa yang ada di taman itu. Apalagi anak kecil di istana hanya terdapat satu orang dan itu pasti adalah keponakannya.


"Sofia?" Panggil Lucy saat melihat Keponakannya berada di taman---bermain seorang diri tanpa ada pelaan ataupun kesatria.


"Kenapa kau bisa bermain sendiri? Dimana para pelayan mu?"


"Mereka Sofia suruh untuk istirahat."


"Tapi di luar sangat bahaya, kau juga tidak memakai mantel hangat mu lagi. Uni kan sudah bilang untuk selalu memakai nya saat di luar."


"Tapi saat ini tidak begitu dingin Uni."


"Kau mencoba membohongi ku?"


"Tidak, Sofia tidak berani berbohong. Nenek bilang, itu bukan hal yang baik."


Dengan cepat Lucy melepas sarung tangannya dan benar saja saat ini udara begitu hangat. Apalagi sangat nyaman dan tidak begitu sesak, padahal mereka berada di luar---yang notabene nya sedang dalam rangkulan miasma. Lucy pun tersadar bahwa dalam jarak tertentu terdapat pola sihir penghangat yang terpasang di sekitaran taman. Bahkan untuk salju yang tercampur dengan miasma saja, menjadi sulit melewati batasan tersebut. Alhasil, taman tersebut menjadi aman untuk Sofia bermain.


"Apa kau bermain sendiri?"


"Little Winkly sedang bermain dengan ku, Lucy."


Lucy menoleh melihat pria rupawan yang beberapa saat lalu ia pikirkan. Kendric berjalan mendekati Sofia seraya memakaikan mantel hangat kepadanya. Lucy masih butuh waktu untuk merespon hal yang ia lihat, bukankah Kendric ada urusan di Imorrtal?


"Sejak kapan kau---Bukankah harusnya Kendric sekarang di Imorrtal, bukan?"


"Untuk saat ini beberapa urusanku telah selesai, tapi saat aku kembali kau malah pulang duluan tanpa menunggu ku."


"Aku tidak tahu kau akan kembali cepat. Tunggu, apa menyusup adalah caramu bertamu?"


"Aku berniat datang dengan resmi, tapi kulihat Little Winkly ku menangis saat ia di larang bermain di luar. Jadi ku ajak dia bermain terlebih dahulu."


"Lain kali minta pelayan untuk mengabari kehadiran mu dan untuk Sofia, meski kau bermain dengan orang yang di kenal jangan biarkan pelayan meninggalkan mu."


"Jangan begitu keras dengannya, aku yang salah."


"Kau memang bersalah."


"Baiklah, aku minta maaf----Ng?" Kendric menurunkan tubuhnya saat Sofia menarik tangannya.

__ADS_1


"Uni sangat seram jika marah, apa sebaiknya Sofia berhenti main saja Paman? " Gumam Sofia yang bersembunyi di balik Kendric.


"Baiklah, kau bisa bermain sebentar lagi, Uni akan ikut menemanimu."


"Sungguh, Uni tidak akan bilang Papa? Sofia tidak mau, kalau pelayan Sofia di ganti lagi."


"Di ganti?"


Sofia mengangguk, "Mama bilang Kakak Helny dan Kak Merie sedang pulang, tapi mereka tidak pernah kembali."


Kendric dan Lucy yang tidak tahu mengenai tragedi penyerangan Sofia oleh Octopus hanya saling berpandangan, tapi ada kemungkinan mereka paham. Bahwa kedua pelayan itu bisa saja telah tiada karena kelalaian mereka dalam menjaga Sofia.


"Baiklah, Uni janji tidak akan bilang."


Sofia kembali bersemangat, dengan riang Sofia bermain dan membuat boneka salju bersama beberapa hewan kecil seperti : Tupai merah, burung hantu, dan rakun. Seperti yang di ketahui bahwa Sofia memiliki kelebihan yaitu dapat berkomunikasi dengan para hewan dan menjadikan mereka sebagai teman main Sofia.


Tapi tiba-tiba saja, Sofia berlari kembali "Sofia mau main sama Kakek saja."


"Hm? Kenapa?"


"Sofia lupa nanti Papa akan melihat hasil belajar Sofia. Tapi kemarin Sofia mendapat nilai buruk di filsavat rotach---"


"Jadi, kau mau mencari perlindungan, begitu?" Sofia tertawa. "Baiklah mari Uni antar."


"Tidak perlu, Sofia kan sudah besar. Uni kan baru kembali pasti lelah."


"Baiklah," Lucy memanggil kesatria yang berjaga di sekitaran istana untuk menjaga Sofia menuju istana utama.


Tapi Lucy dan Kendric ingin sekali berpura-pura tidak mengetahui apapun. Tapi, apakah sungguh bisa di tutupi?


"Saat aku kembai ke Pack, Kiara menitipkan ini untuk di berikan kepada mu." Kendric memberikan cincin pemberiannya kepada Lucy----kalau di ingat Lucy lupa mengambilnya lagi setelah melepasnya untuk melindungi Kiara. Lucy mengambil cincin itu dati tangan Kendric dan memakainya kembali.


"Kau melepasnya?"


"Se--sepertinya terjatuh." Lucy gelisah dengan respon Kendric yang terlihat sensitif perihal ini.


Kendric menghela napas "Aku sudah mendengar semuanya dari Muzakka perihal penyerangan kemarin."


"---aku tidak bermaksud mengabaikan peringatan mu."


"Jika saja kau tidak melepas cincinnya, aku akan mengetahui penyerangan itu dan datang membantu mu."


"Kendric, Kiara lebih membutuhkannya."


"Tapi cincinnya tidak bisa membantu orang lain selain melindungi mu."


"Kau tidak perlu khawatir, aku bisa menyelamatkan mereka, lagipula sekarang aku bisa menghadapi miasma itu, tanpa perlindungan cincin nya."


"Lucy, kenapa kau malah bertindak sesukamu? tidak tahu kah, aku selalu khawatir?"

__ADS_1


"Kendric itu hanya sebuah cincin, lagipula aku baik-baik saja---"


"Tidak, aku masih bisa menyampingkan masalah cincin tapi tidak dengan pilihan mu! Bukan kah aku sudah pernah bilang untuk tidak menggunakan darah mu demi menolong orang lain termasuk aku---tapi lihatlah kau malah membangkitkan jiwa mu sebagai Robin dengan darah mu, apa kau tahu bahwa usahaku akan sia-sia?"


"Bukankah memang sudah menjadi sia-sia meski aku tidak membangkitkan nya?"


"Aku sedang berusaha menyelamatkan mu Lucy. Tapi kau malah berjalan sendiri menuju kematian itu, apa kau tidak pernah menanggapi usaha ku?"


"Lalu aku harus diam saja padahal aku bisa menyelamatkan mereka. Kendric, ini bukan soal satu nyawa tapi ada banyak nyawa yang harus di selamatkan."


"Aku tida perduli dengan nyawa yang lain. Aku hanya perduli dengan dirimu, kau seorang Putri Kekaisaran, sudah jadi tugasnya mereka melindungi mu dengan nyawa mereka."


"Apa kau kehilangan akal sehat mu, hanya karena diriku? Kalau begitu aku tanya, bukankah kau pergi untuk mencari buku Kakek ku? Apakah di sana ada jalan keluarnya?"


"Ada----"


"Sungguh? Cara yang seperti apa?" Lucu serta Kendric menjadi hilang kendali sehingga pembicaraan mereka mulai saling terbuka hingga memicu pertengkaran. "Apa dengan membunuh mu sebagai pengganti ku, begitu? Bukankah kau putra Robin terdahulu, sehingga kandidat paling sempurna adalah dirimu. Apa aku benar?"


Kendric menatap tajam Lucy, ia mencengkram kedua bahu Mate nya. Kedua matanya berkilat---mempertanyakan hal yang baru saja Lucy katakan. "Darimana kau tahu hal itu? Aku belum memberitahu apapun dengan isi buku Kakek mu, Lucy."


Sial! Lucy kelepasan. Ia terlalu emosi, Lucy mencoba menghindari tatapan intimidasi Kendric. Ia pun menepis tangan Kendric dan melangkah pergi tapi Kendric kembali meraihnya---menarik Lucy untuk kembali menghadapnya.


"Lihat aku Lucy." Dengan napas berat Kendric punya satu ke terdugaan. "Apa mungkin---kau menemui Pohon Dunia tanpa sepengetahuan ku?"


"Ini sudah terlalu lama, Sofia harus masuk---"


"Lucy!"


"..................."


"Jangan menghindari ku."


"Kendric, tenang kan-----"


"KATAKAN!"


"Benar! Aku menemuinya karena dia selalu memintaku untuk datang, aku tidak punya pilihan lain Kendric. Ini menyiksaku, aku kira cara lain itu adalah pilihan tepat tapi ternyata pilihan kedua memerlukan korban jiwa lain dan aku tidak mau-----jika itu harus membunuh mu!" Dengan berat hati, Lucy harus mengatakannya. Karena menghindar pun percuma.


"ARGH!!" Kendric geram dengan amarah yang sulit tertahankan tapi tidak tahu dengan cara apa ia menyeruakannya. ia frustasi hingga rasanya ingin sekali membunuh segalanya.


"Harusnya aku menumbangkan nya terlebih dahulu sebelum Krhanos. Beraninya pohon sialan itu mempengaruhi Mate ku!!"


"Kendric, hentikan semuanya. Pohon Dunia bilang, Cara kedua pun tidak boleh di lakukan---"


"Lalu aku harus merelakan mu? Oh sungguh, atas nama langit aku tidak bersedia Lucy."


"Dunia memerlukan masa depan. Robin di butuhkan untuk memurnikan miasma Alabasta, Kendric."


"Oh sungguh? Apa Yggdrasil yang bilang seperti itu? Ha! Apa dia sedang mendongeng kisah bahagia?" Kendric menunjukkan tatapan benci setiap nama pohon dunia di utarakan sebagai hakim paling bijak dalam masalah ini.

__ADS_1


"Sayang nya----Robin di butuhkan sebagai tumbal! Ia bukan seorang penyelamat, dan pohon dunia hanya memanfaatkan mu sebagai alat untuk menghadapi Krhanos!"


...✧༺ 🍁 ༻✧...


__ADS_2