The Queen Of Vasellica Moon

The Queen Of Vasellica Moon
The Sun's Love For The Moon


__ADS_3

Lucy menyukai wajah Kendric ketika tertidur pulas di sebelahnya. Apalagi saat matahari menyinarinya, ia seperti permata yang begitu penuh kilauan. Oh! Bagaimana ini perasannya tiba tiba saja meluap ruah saat menyadari pria tampan rupawan dengan status Maharaja nya adalah mate nya dan hanya miliknya!


Sekarang wajah Kendric sudah di ketahui banyak kaum karena kedatangan mereka semalam. Tidak bisa! Lucy benar-benar hanya ingin dia saja yang melihat wajah tampan ini, apa dia hapus saja ingatan tamu undangan yang datang semalam? Ah, bagaiman ini---Lucy sudah sangat mencintainya dan tak bisa mengontrol pikiran nya yang bercabang akibat rasa cemburu.


"Bagaiman jika ada yang mengincarnya?"


"Maka Mate ku harus memeluk diriku agar tidak di rebut."


Lucy terdiam saat Kendric berkicau dengan suara serak khas bangun tidur, apalagi ia menatapnya dengan mata merahnya yang sudah jadi nilai satu triliunan poin untuk memuji wajah kharismanya ini. jika seperti ini, bisa bisa Lucy mati karena usianya terus terpotong akibat serangan wajah rupawan nya.


Kendric tanpa berniat bangun memilih melingkarkan tangan gagahnya pada pinggang kekasihnya. Mencari posisi ternyaman untuk tidur di sela tengkuk Mate nya. "Apa jangan-jangan selama ini kau melirik wanita lain?"


"Siapa----Aku?" kendric mengangkat sedikit kepalanya melihat wajah Lucy yang curiga lalu mengecup bibir nya. "Jangan khawatir, aku hanya milik mu."


"Kau tahu, biasanya pria menawan itu beracun."


"Aku tidak akan beracun untuk mu. Atau, mau ku tunjukkan ketulusan ku?" Kendric menggigit pita yang mengikat bagian atas gaun malam Lucy.


"Oh tidak, aku sudah tidak sanggup lagi. Kau sudah memaksaku mengikuti permainan mu sepanjang malam. Aku mau istirahat..."


"Sebentar saja, mumpung ini masih pagi"


Lucy mendorong Kendric sambil menggelengkan kepalanya lalu menarik sebanyak mungkin selimut. "Jangan mencoba mendekat, lagipula ini sudah sangat siang. Ayah pasti akan menyuruh anak anak untuk mencari keberadaan ku."


"Kau ini polos sekali, kita kan sudah saling melihat---"


"Diam. Cepat bangun, sebelum Sofia atau Killian yang mendatangani kita. Aku merasa sepertinya hewan spirit Sofia berterbangan di sekitar istana."


Kendric bangkit dan duduk, seketika Lucy menjadi gelagapan antara malu atau sangat senang melihat masih tersisa bekas cumbuannya yang hampir tersebar di tubuh berotot kekasihnya.


Lucy menutup wajahnya sesekali ia mengintip dari celah jemarinya lalu menutupnya lagi merutuki ingatan mengenai semalam, sampai rasanya ia ingin berteriak karena meluapnya perasaan euphoria ini.


"Apa kau senang telah membuatnya?"


"Apa? Me--memangnya aku senang karena apa."


"Ah, sepertinya kau melupakan nya. Apa perlu kita lakukan lagi?"


"Kau----"


Tok.., Tok...,


"Uni, apa kau ada di dalam?"


"Kenapa kakak tidak langsung membukanya saja? Talitta kan sudah mengkonfirmasi kalau Bibi ada di dalam."


"Kau ini masih saja bodoh ya. Ini kamar Uni, jangan main asal masuk."


Lucy menoleh kearah pintu, mendengar keributan di luar sana. Sesusai dugaannya, dan sekarang keponakannya datang mencarinya, pasti Ayahnya menyuruh mereka mencari sekitaran istana ini karena semalam ia tidak kelihatan di perjamuan.


"Kendric kau harus sembunyi."


"Kenapa? Aku bukan simpanan mu."


"Bu--bukan seperti itu. Bagaimana jika anak anak melihatnya?"

__ADS_1


"Apa itu jadi maslaah?"


"Kendric----"


"Tidak ada jawaban. Sepertinya perlu ku dobrak."


"Pangeran tolong jaga sikap anda. Mungkin saja beliau masih tertidur."


"Ini sudah hampir tengah hari. Kakek meminta untuk segera menemui Bibi karena Kakek bilang Bibi bisa saja sedang di terkam monster!"


Sial! Lucy benar gelagapan dia mencoba menarik Kendric untuk mengarahkannya ke kamar mandi, mengumpulkan secepat mungkin pakaian mereka yang----ouh! Tolong jangan di perjelas karena itu sudah tidak layak pakai. Ia membuat gardigan dari kelopak bunga tulip untuk menutupi gaun tidurnya dan buru buru berlari menuju pintu.


"Tidak bisa kak, mungkin saja Bibi benar-benar sedang dalam bahaya. Aku akan----"


"Oh, ada apa anak-anak." Lucy mendadak membuka pintu dengan senyum canggungnya.


"Syukurlah, Uni baik-baik saja. Apa semalam Uni juga berada di sini?"


"Ten--tentu saja. Uni---sangat merindukan istana semasa kecil, oya kalian juga ikut menjaga istana ini bukan?"


Sofia mengangguk, "benar. Ayah mengizinkan Sofia mengatur pelayan untuk mengurus istana ini."


"Dan aku yang mengatur penjagaan istana bibi." Sambung killian. Sedangkan kedua putra dan putri Loise serta Vivian hanya membungkuk memberi hormat.


"Oh, Uni ucapkan terimakasih banyak."


"Em---Bibi, apa Bibi tahu dimana Baginda Kaisar?" Tanya Killian masih dengan wajah kagum nya karena kemarin ia hanya berbicara sebentar. Kan kapan lagi bisa bertemu dengan sosok Raja para Dewa itu, pikir Killian yang sangat mengidolakan sosok Kendric.


"Oh, itu..., em--Kendric sedang...sedang---emm"


"Sedang...bersama Paduka Lord----"


"Ada apa Killian?"


Kedatangan Kendric yang di luar rencana membuat keempat anak muda itu shock berat. Apalagi penampilan Kendric yang berantakan dengan tubuh bagian atas terekspos polos, hanya sebatas kain hitam panjang yang di ikat seadanya untuk menutupi bagian bawah. Ia berpose dengan bersandar pada kusen pintu selayaknya model dengan segala pesona nya.


"Apa kalian bisa bilang pada Kakek kalian. Bahwa Uni perlu beristirahat, karena ia butuh waktu untuk pulih setelah tidur panjangnya?" Ucap Kendric mengarahkan jari telunjuknya di depan mulut.


Dengan lugu mereka mengangguk nurut. Lucy memukul Kendric sekeras mungkin sambil mendorong paksa Kendric untuk masuk kedalam. Dan menatap canggung, apa yang harus ia jelaskan mengenai penampilan Kendric yang---argh!! Tolong jangan di katakan karena ini sudah membuat Lucy malu sampai rasanya ia ingin menghilang saja.


"Begini, anak-anak. Uni---"


"Jangan khawatir Uni. Kami bisa menjaga rahasia dengan baik." Balas Sofia sembari menggerakkan tangannya seolah mengunci mulutnya.


Sofia menarik kerah Killian untuk segera menjauh begitu juga dengan Rezeft dan Arissa berjalan canggung mencoba tidak melihat hal memalukan apa yang baru saja di lihat mereka. Lucy menutup pintu kemudian melihat Kendric yang masih dengan tampang tak bersalahnya.


"Kendric!!" Lucy berteriak sembari mencari sesuatu untuk bisa menambah lebam di wajahnya. ia tidak perduli lagi dengan wajah tampan nya.


...----- ⋆ ˚。⋆୨୧˚ 🍁 ˚୨୧⋆。˚ ⋆ -----...


Seperti yang di minta Fedrick bahwa ia ingin waktu tiga bulan agar Lucy tetap berada di Lucifer Kingdom. Namun Kendric tetap mengirim lamaran resmi dua minggu setelahnya, hal itu tentu sukses membuat Fedrick hampir mendeklarasikan perang sedangkan Kendric menanggapinya dengan sikap yang cuek. Hasilnya, lamaran tetap di terima dengan upeti pernikahan yang datang setiap harinya hampir memenuhi gedung gold di kerajaan, tetapi pernikahan tetap di tunda sampai 3 bulan kedepan.


Kendric harus menurutinya apalagi para Tetua dan Robert sudah orotes bahwa upacara pernikahan dan pengakatan Permaisuri tidak bisa di lakukan sebelum Lucy di lantik secara resmi sebagai Dewi bulan yang baru. Jadinya Kendric memberikan toleransi bahwa pelantikan dewi bulan dan pernikahan harus di lakukan di hari yang sama, sedangkan waktunya hanya 3 bulan.


Meski ini termasuk terlalu cepat tapi mau bagaimana lagi. Kendric tidak akan punya kesabaran yang cukup untuk menunggu selama 6 bulan pengangkatan Dewi dan 2 bulan pernikahan.

__ADS_1


Selama satu bulan awal Kendric tetap menemui Lucy secara resmi dan secara sembunyi pada malam hari setiap ada kesempatan, karena sejak saat pertemuannya----Kendric selu di ikuti Killian yang selalu bilang akan menjadi bagian dari sayap kirinya di Imorrtal.


Hebatnya lagi, Killian yang masih sangat belia dan berpotensi sebagai Lord masa depan, meminta izin kepada Ayah serta Kakeknya untuk tinggal di Imorrtal sebagai penerus Wisteria----Artcha (Kepala Keluarga) karena ia anak laki-laki dari Aletha. Dan menyerah atas suksesi kursi tahta kepada Sofia.


Ini memang bukan masalah besar, tapi Welliam tidak suka dengan tekad yang bisa saja berubah. maka ia memberi waktu sampai usianya 118 tahun---Jika dia bisa membuktikan sebagai Artcha di kediaman Wisteria dan berpotensi menggantikan kedudukan Aletha sebagai Dewi perang maka Welliam akan memberikan restunya. Sedangkan Sofia mendukung keinginan Adik nya dan bisa menjadi kepercayaan Ayah nya sebagai Lordy (Penguasa Wanita) pertama dunia Darkness World.


Meski begitu, Sofia akan senang hati turun dari kursi putri mahkota bila Adiknya benar-benar bertekad untuk menjadi Lord. Karena ia hanya ingin melindungi keluarganya tanpa harus serakah dengan kursi penguasa. Namun itu tidak akan terjadi, karena Killian yang begitu mengagumi sosok Kendric mengikar janji pada keluarga Demon bahwa ia tidak akan menarik kata-katanya.


Waktu bergulir secara natura dengan beberapa konflik dan maslah kecil selama bulan kedua berjalan. Kendric selalu mengirim surat kepada Lucy bahwa ia tertekan dengan banyaknya urusan yang harus mereka persiapkan untuk acara pernikahan dan pelantikan Lucy, sehingga waktu bersama sangatlah sedikit. Belum lagi semenjak Fedrick tahu kalau Kendric sering menemui putrinya tanpa ada kabar kepadanya, ia jadi sangat sering menemui dan menghabiskan waktu santainya dengan Lucy.


Lezzy sudah beberapa kali menghentikan aksi kekanakan suaminya itu tapi Fedrick selalu berdebat dan bilang "----Putri ku pasti tidak akan bisa menemui ku setelah ia memasuki Istana kekaisaran Imorrtal. Hanya tersisa 2 bulan lagi dan mereka jangan bertemu dulu. Jika ingin bertemu, aku harus ada di anatara mereka."


Lezzy tidak akan bisa menang debat jika Fedrick sudah memasang mode cemburu dengan Putri tersayangnya. Hasilnya Pertemuan mereka di lakukan seminggu sekali untuk membahas beberapa hal yang masih di perlukan saat acara pernikahan nanti, kadang kadang mereka juga pergi ke dunia manusia untuk sekedar kencan dan yang pasti menghindari Fedrick, walau tetap dalam pengawasannya.


Karena Briant dan Styvn yang menjadi pengawal untuk mengamati Lucy dan Kendric selama di bumi. Ini menjadi peluang moment terbaik bahwa mereka berhasil menemukan Mate mereka yang berasal dari kaum Witch dan Elf karena memang ada juga beberapa kaum Darkness World memilih tinggal di bumi dengan mengikuti peraturan langit mengenai identitas diri.


Sedangkan Alberd sudah lebih lama memutuskan berhenti dari seorang Tetua dan memilih kembali ke Moonlight Pack melihat dan memberikan karunia restu untuk Muzakka dan Mona di hari pernikahan mereka sebagai Alpha dan Luna.


Dan ternyata terdapat kabar bahwa alasan lain Alberd memilih berhenti sebagai Tetua juga karena ia telah menemukan Mate nya yang berasal dari werewolf juga. Mungkin karena selama ini Alberd selalu berada di istana dan jarang mengunjungi Pack sehingga ia pun baru menyadari bahwa Mate nya berada di sana.


Selama dua bulan ini Lucy rutin melakukan kunjungan sosial ke ibu kota dan meninjau bagaimana perkembangan atas kerajaan baru bagi kaum Merrmaid yang sekarang di kenal sebagai Kerajaan Sealuce---Di pimpin langsung oleh King Wild, Kakek Ariel dan Auriel yang dulunya adalah mantan admiral tentara lautan Neptuna.


Lalu bagaimana dengan Molie? Sejak kematian sosok Robin pada jiwa Lucy maka tugas Molie juga berakhir untuk menjadi Soul Of Life seorang Robin tapi seakan Yggdrasil mengasihi kesetiaan Molie, ia di lahirkan kembali sebagai Soul Of Life Lucy dalam wujud kelinci.


Lucy benar benar merasakan hidup dalam kebebasan, pergi kemana pun yang ia mau. membantu rakyat Darkness World atupun Imorrta tanpa harus merasa takut ataupun kekangan yang membuatnya seperti putri yang tertawan. Ia juga masih sering menemui para Peri alam yang kini mulai menunjukjan sosoknya----bahkan berbicara dengan pohon dunia di kuil suci Imorrtal.


Dan sekarang dengan banyaknya aktifitas yang mereka lakukan dengan berbagai macam kegiatan yang begitu menyibukan, Hari pernikahan dan pelantikan Dewi bulan hampir tiba. Hanya tinggal 1 minggu lagi maka waktu perjanjian 3 bulan telah berakhir dan Kendric akan bisa memiliki waktu sebanyak mungkin dengan Lucy.


Namun selama 1 minggu menuju hari besar mereka, Kendric susah banyak mengeluh melebihi saat di awal bulan pertamajdan kadang kala mencoba kabur hanya untuk beristirahat sejenak di kediaman Matenya lalu pada dini hari harus kembali ke kekaisaran untuk menyelesaikan berkas menumpuk di istana nya.


Seprti hari ini Kendric terlelap di atas pangkuan nya sebelumnya ia bilang ibygin membunub Robert dan tetua kuil suci jika berani meminta izin untuk menambah 3 hari masa pernikahan karena beberapa persiapan belum terkumpul secara 100% walau saat ini proses sedang memasuki proses 98% sesuai rencana. Tapi tiga bulan adalah waktu yang terburu-buru sehingga mereka harus bekerja tiga kali lipat untuk memebereskan hal yangs semestinya di selesaikan sesuai jadwal.


"Kendric...." Bisik Lucy ang masih mengelus kepala Kendric.


Dengan sangat tidak rela Kendric harus membuka kedua matanya---masihs sangat mengantuk. "Kau harus kembali ke istana mu. Bukankah ada pertemuan pra dewa?"


"Tidak biskaan aku istirahat dulu."


"Nanti jika di tunda terus, waktunya akan semakin lama. Dan juga jangan datang ke kekediaman ku lagi untuk sementara ini."


"Kenapa?"


"Aku juga akan sibuk dengan persiapan gaun dan beberapa prosedur pngangkatan Dewibku."


Kendric mengacak-acak rambutnya "Aku yakin Yggdrasil sedang mempersulit ku!"


"Ayolah, jangan mengeluh semua pasti sedang kelelahan. Kau sebagai pemimpin tidak boleh mengeluh terus, dan kali ini jangan menambab jam kerja para dewan karena itu akan menyiksa mereka."


"-----Haa..., baiklah. Pastikan kau membalas surat ku nanti." Kendric mengecup kening lucy dan meraih piyama nya di lantai kemudian membuka portal dimensi. "Saat kau akan mencoba gaun mu, aku akan datang."


"Sylvia bilang gaun nya baru bisa di coba tiga hari lagi."


Kendric mengangguk lalu memasuk portal Imorrtal, meninggalkan Lucy yang masih terlelap dalam suasana bahagianya. Ia kemudian memilih melanjutkan tidurnya.


"Aku mohon, tolong tetap jagalah keseharian ini pohon dunia." Gumam Lucy sebelum tertidur pulas.

__ADS_1


...✧༺ 🍁 ༻✧...


__ADS_2