
...---...
.......
.......
.......
...---...
"Maaf Ayah, sepertinya aku lupa menceritakan sesuatu kepada kalian."
"Mengenai?"
"Sebenarnya, Dewa Agung itu adalah Dewa Matahari terdahulu, Apolleon Aerthernitas Helios. Beliau adalah Ayah dari Baginda Kendric Athananysous Helios."
"APAA !!!"
Fedrick dan Welliam seketika berdiri, bahkan teriakan mereka mampu memudarkan dimensi itu dan perlahan ruangan itu kembali menjadi ruang keluarga lagi.
"Ini mengagumkan, teriakan mereka saja bisa menghancurkan sihir dimensi ini. Apalagi jika aku menikahi putrinya."
"Kendric, keadaan sedang serius."
"Tidak! ini tidak mungkin. Dari banyaknya dewa kenapa harus kau yang jadi putranya! kalau begini jadi semakin susah menjauhkan mu dari Lucy. Aku benci perjanjian ini!"
"Jangan khawatir, aku tahu ras kalian begitu menjunjung tinggi harga diri. Kau tak perlu merendahkan dirimu untuk mengatakan terimakasih, tapi cukup kau relakan saja putrimu menjadi Mate ku."
"Tidak sudi!!" Welliam dan Fedrick kembali kompak menolak pernyataan Kendric. "Aku lebih tak sudi jika rasa terimakasihnya harus di ganti dengan putriku. Sudah kiduga kau ini pria licik!"
"Kalian tak berhak membantahnya, ingatlah leluhur kalian melakukan sumpah setia kepada Dewa Matahari. Jadi, bukankah aku Tuan kalian?"
"Yang melakukan sumpahnya adalah leluhur dan Dewa nya saja sudah mati saat ini! Lalu kenapa kami masih harus mendengarkan perintah mu?"
"Bukankah saat ini kalian memiliki mata yang dianugerahkan? Lagipula Aku penerusnya dan saat ini adalah Maharaja nya, Selagi masih ada keturunan Matahari mereka yang melakukan sumpah setia akan tetap menerima anugerahnya. Jadi, janji setia akan tetap ada, itu tidak akan hilang jika bukan aku yang membatalkannya atau waktu kematianku yang memutusnya."
"Kalau begitu kau juga tak punya hak memerintah sesukamu kepada kami."
"Kenapa aku tak bisa?"
"Jika kau bersama dengan Lucy, kau tetap tak akan bisa melakukan sesukamu. Karena secara rasional kau akan menjadi Adik Ipar dan Menantu Lorddarks? Lucy juga tak akan suka jika kau memperlakukan Kakak dan Ayahnya serendah itu." Balas Welliam dengan penuh kebanggaan.
Sial! Kenapa sekarang jadi dia yang terpojokkan. Tapi bukankah yang dikatakn Welliam benar, itu berarti statusnya 1 tingkat dibawah mereka?
"Bagaimana? Jika kau tak suka, kau boleh mundur sejauh mungkin dari Adikku."
"Kau pikir siapa dirimu, sampai berani mengaturku?!"
"Kau pikir, siapa dirimu hingga berani memerintah ku?!" Kendric, Fedrick dan juga Welliam saling menatap tajam.
"Aletha, katakan sesuatu kepada Demon menyebalkan ini!!"
"Aletha, katakan sesuatu kepada dewa menyebalkan ini!!"
Ini gawat untuk hubungan mereka, bukannya membaik malah menjadi ruwet. Mereka bertiga malah jadi adu argumen yang begitu panjang, bahkan Aletha sampai dibuat pusing dengan sikap mereka, lihat gaya kompak mereka itu.
Ia kira mereka akan baik-baik saja setelah mengobrol, tahunya malah semakin ruyam. Oh, ini membuatnya dilema sekaligus stress. Yang satunya Teman dan Maharajanya, tapi yang satunya lagi keluarga dan Suaminya.
Kenapa topiknya jadi berubah ke Lucy sih -_-"
Aletha menghela nafas, "bukankah yang lebih penting adalah Octopus? Jadi mari bahas ke jalur yang benar jangan berbelok seperti ini."
"Cih!" Mereka bertiga kembali duduk, meski ingin sekali melanjutkannya tapi lebih baik masalah kakek lampir dulu saja yang dipikirkan.
__ADS_1
"Intinya, kita harus menjadi sekutu
Dan untuk rencana selanjutnya. kami sedang menunggu waktu yang tepat, dan sampai waktunya tiba kita harus segera mencari buku Carzie."
"Bukankah buku itu milik Ayah Lezzy."
"Benar, buku itu akan sangat bermanfaat jika digunakan untuk hal baik. Tapi menjadi bahaya saat digunakan orang yang mempunyai maksud jahat, Octopus sedang melakukan sebuah penemuan gila untuk melawan kekaisaran serta merubah dunia."
"Bahkan, tidak untuk Imorrtal. Darkness World serta Bumi pun bisa terkena dampaknya, kita harus segera bergerak." jelas Aletha.
"Baiklah, secara garis besar aku memahaminya. Kami akan membantu."
"Untuk jaga-jaga dan berbagi informasi, Robert akan menjadi ajudan dari pihak ku yang akan berkerja ama dengan bawahan mu, Paduka Welliam."
"Aku juga akan mengirim empat bawahan ku untuk menjadi ajudan dalam masalah ini. Tapi apa yang kau maksud dengan waktu yang akan tiba?"
Kendric dan Aletha saling melirik, "Kita tak punya banyak waktu Welliam. Selama 98 abad ini kami telah mengawasi, dan mengetahui bahwa Octopus akan bergerak secara total dan menunjukkan maksud dari tujuan rencananya. Tepat disaat Gerhana Alabasta terjadi."
"Gerhana Alabasta?"
"Gerhana Alabasta, adalah sebuah bencana untuk ketiga dunia ini. Sebuah peristiwa dimana Matahari dan Bulan mengalami gerhana total diwaktu yang bersamaan selama tiga hari penuh, saat itu terjadi kegelapan akan menutupi seluruh dunia. Baik Bumi, Darkness World, maupun Imorrtal. Ini adalah waktu yang tepat untuk membangkitkan sihir gelap menjadi sangat kuat."
"Octopus berusaha menjadikan penemuan gilanya untuk merubah dirinya menjadi seorang Krhanos."
"Apa kuatnya Krhanos? bukankah saat ini ada Maharaja para Dewa serta kami. Kenapa harus takut, dan kau tak akan selemah itu kan Kendric?" tanya Welliam.
"Sayangnya, Yang kuat tak akan selamanya menjadi kuat. Yang lemah tak selamanya akan lemah, yang di atas pun tak akan selamanya akan berdiri. Sekuat apapun dirimu, kau tetaplah tak sesempurna sang pencipta. Ini adalah hukuman untuk mereka yang menjadi penguasa besar, aku dan Selini Thea hidup dalam perlindungan matahari serta rembulan. Jika gerhana itu tiba, itu akan menjadi malapetaka karena penguasa dunia tidak akan dapat menggunakan kekuatan mereka secara menyeluruh, untuk melindungi seluruh rakyat mereka."
"Itu sebabnya, Octopus menggunakan kesempatan ini untuk membunuh kami dan merubah dunia karena dia sadar tak banyak kekuatan yang bisa ia andalkan untuk melukai kami meski hanya sebatas goresan. Jadinya dia menggunakan sihir terlarang untuk merubahnya menjadi sangat kuat dan ini bisa sangat berbahaya!" Lanjut Kendric.
"Apa yang akan terjadi jika dia menjadi seorang Khranos?"
"Sejarah menuliskan, bahwa sihir Khranos adalah cara untuk bisa mengutuk dunia. Sihir gelap sama seperti racun Jika pengguna sihir Khranos hidup atau mati, seluruh dunia akan tetap tercemari sihir gelap. Dan secara perlahan kau akan mati, lalu membuat dunia ini tandus tanpa ada kehidupan. itu sebabnya sihir hitam begitu dilarang karena mereka akan melahap apapun di dunia ini."
"Aku yakin, ini alasannya kenapa dia mencari tahu sihir gelap dari mendiang keluarga Thalia dulu. Lalu membunuh mereka setelah tahu bahwa Tahlia adalah Putrinya dan membiarkan Tahlia menjadi kelinci percobaannya sewaktu perang dulu!" Sambung Aletha.
"Jika dia berhasil menjadi Khranos, apa ada cara lain untuk mengalahkannya?" tanya Fedrick.
"Ada, caranya adalah mengurungnya di penjara sihir Tartanos. Gerhana hanya bekerja selama tiga hari, itu berarti kita harus bertahan selama gerhana terjadi. Untuk membuatku dapat menggunakan kekuatanku lagi."
"Tapi mungkin selama satu hari dia sudah membunuh jutaan atau yang lebih parahnya dunia benar-benar berakhir, apalagi manusia begitu sangat lemah."
"Kita masih bisa membagi pasukan untuk melindungi bumi, sisanya harus berperang. Jadi, bagaimana caranya mengurung Octopus di Tartanos?"
"Itu sedikit rumit, Ayah. Karena yang dapat membuka penjara Tartanos hanya mereka yang menajadi Dewa matahari dan Dewi bulan."
"Kenapa Rumit, kan ada Kendric---"
"Tapi tidak dengan Dewi bulannya."
"Apa maksudmu? Bukankah Lezzy adalah putri Selini Thea?"
"Sepertinya anda melupakan sesuatu, Ayah. Ibu diberi gelar sebagai Dewi Alice, yang berarti Dewi Bijaksana bukan sebagai Serenity yang mampu mewarisi gelar Dewi Bulan."
"Lalu bagaimana dengan sosoknya sebagai Vasilissa dan lambang bulan di keningnya?"
"Semua keturunan Crownsiamoer terutama untuk seorang Putri, pasti akan mewarisi gelar Vasilissa. Dengan kata lain, Vasilissa hanya anugrah sebagai Ratu penguasa di sebuah dunia. Dan Ibu adalah Vasilissa nya Darkness World, dia menjadi bulan yang hanya untuk menjadi seorang ratu tidak untuk seorang Dewi bulan."
"Ini tidak masuk akal! Bagaimana bisa hal itu terjadi disaat dunia akan benar-benar terancam. Lalu sekarang apa yang akan kita lakukan?!"
"Itu sebabnya, kita harus segera temukan buku Carzie dan mencegah Octopus membangkitkan sihir gelapnya. Dan bila gagal, aku masih punya satu rencana lagi tanpa harus menunggu gerhana berakhir."
"Tidak, itu akan sangat bahaya jika kau melakukan hal itu disaat gernahana matahari, Kendric. Dengar, kau mungkin adalah putranya. Tapi ingatlah kau juga adalah keturunan terakhir matahari. Jika sudah tak ada lagi keturunannya, apa kau pikir matahari akan terbit? Malam akan menjadi lebih panjang untuk selamanya."
"Setidaknya masih ada bulan karena keturunan Crownsiamoer masih hidup."
__ADS_1
"Tapi, keseimbangan alam akan goyah. Mereka yang hidup dibawah mentari akan sulit untuk bertahan saat malam hari. Bulan juga tak akan sanggup menahan beban malam, karena cahaya bulan adalah cahaya matahari juga."
"Lebih baik satu yang berkorban daripada satu juta korban yang berjatuhan. Tak ada cara lain, selain----"
"Selain keturunan Robin yang memurnikan sihir gelapnya." ujar Aletha dengan pelan, namun dapat di dengar Kendric. "Sayangnya, tak ada keturunan Robin yang lahir setelah kematiannya." Kendric langsung membantah, agar Aletha tak berpikir menggunakan rencana Saintes itu.
"Kendric---"
"Intinya, hanya itu yang bisa di lakukan jika tak ada harapan lagi."
"Aku tak mau melihat putriku menangisi pria kepar*t sepertimu, jadi jangan gunakan rencana itu saat hari itu terjadi."
Kendric tersenyum kecil mendengar ucapan Fedrick. Sepertinya Fedrick tak begitu membencinya dan berharap jika dia bisa menjadi harapan mate untuk Lucy. Dasar, bilang saja jika dia tak mau Kendric mati untuk menyelamatkan dunia.
"Terkadang aku berpikir, temuan Carzie ini membawa keuntungan atau malah kerugian?! Pantas saja Octopus begitu ingin membunuh Carzie karena dia menemukan cara untuk membangkitkan sihir Khranos dan merubah dunia menjadi keinginannya!" lanjut Fedrick.
"Baiklah, kita pikirkan itu nanti. Kalau begitu, kapan gerhana itu terjadi?"
"Gerhana akan terjadi setiap 10.000 tahun sekali."
"Baguslah, kita masih punya 2000 tahun."
"Aku sudah mengatakannya kita tak punya babyak waktu! sekarang terhitung dari tanggalan rasi bintang, sudah 98 abad lebih waktu berlalu. Dan sayangnya kali ini keberuntungan tak memihak kita, dimana Gerhana Alabasta akan tiba 100 tahun lebih cepat itu berarti genap di tahun 99 abad mimpi buruk itu akan segera terjadi."
" Jadi maksudmu, kita hanya punya waktu 3 bulan karena sebentar lagi 9899 tahun rasi bintang akan berakhir."
"Benar Ayah, bukankah Festival Astèri dilaksanakan pada musim dingin untuk menyambut kelahiran bintang sebelum tahun berakhir? Berharap bahwa bintang utara akan menunjukan harapan perlindungan di tahun yang akan datang."
"Aku kira tradisi ini hanya sekedar tradisi, tapi ternyata bertujuan untuk menyambut malapetaka. Baiklah, dalam waktu 3 bulan--bukan dalam waktu dua bulan ini segera temukan bukunya lalu susun rencana untuk membunuh Octopus! Aku sudah muak dengan pria tua itu."
"Dan untukmu, Kendric. jangan harap kau bisa bersama dengan Lucy jika kau berpikir untuk melakukan ide cadangan mu itu!"
"Entahlah, kita lihat saja nanti," Kendric kembali meminum cangkir tehnya.
"Baiklah kita akhiri pembahasan ini, aku perlu banyak persiapan untuk hal yang akan terjadi." ujar Fedrick kemudian berjalan pergi.
"Kau mungkin aman, tapi tetap jaga jarakmu dengan Adik ku. Jika tidak, jangan salahkan aku bila para Assassin ku mematahkan tangan atau kakimu."
"Aku tidak perduli." jawab Kendric dengan tenang.
"Ayo Aletha, kita perlu membahas masalah ini dengan para bangsawan di rapat akhir pekan nanti."
"Maaf Welliam, aku masih punya urusan dengan beliau."
"Kalau begitu cepatlah selesaikan, lalu temui aku." Sembari berjalan pergi Welliam terus menatap tajam Kendric, seakan memperingatinya untuk tetap ingat kata-katanya tadi kemudian menghilang menggunakan teleportasi.
"Kalau begitu, kini giliran urusanmu denganku. Kendric."
"Apa yang mau dibahas?"
"Ini mengenai Lucy. Sejak tadi aku menahannya agar tak membahas hal ini, tapi sejak pertemuan tadi ini selalu mengusikku."
"Apa?"
"Kau bilang, tidak ada keturunan Robin yang lahir setelah kematiannya. Lalu kenapa Tyrsha bisa bertemu dan memanggil Lucy dengan nama Robin, mungkinkah----"
"Kau tak perlu tahu, dan satu hal lagi. Jangan pernah katakan apapun mengenai sosokku sebagai Dewa kepada Licy."
"Kenapa? sampai kapan kau akan merahasiakannya?!"
Kendric terlihat diam sembari menatap dingin Aletha dengan tenang, "Sampai aku mati, aku akan terus merahasiakannya!"
"Apa kau sudah gila, Kendric?!" Aletha terlihat marah setelah mendengar pengakuan yang mengejutkannya.
"Ya, sangking gilanya. Aku sampai takut jika dia tahu yang sebenarnya, Lucy akan benar-benar pergi dariku hanya karena tahu bahwa aku Maharaja para Dewa!"
__ADS_1
--.•° 🍁°•.--