
"Helios Group adalah perusahaan nomor 1 di Bumi dan pemiliknya adalah Kaisar Langit, Kendric Athananysous Helios."
"Apa?!! kau yakin dia adalah Dewa yang pernah kau bilang?"
"Tentu saja, sebenarnya selama ini dia yang lebih lama tinggal di Bumi."
"Apa kerena dia membuat masalah, jadinya dia diasingkan?”
“Bukan membuat masalah, tapi seluruh dunia ini miliknya. Dia bebas mau dimana saja, Welliam.”
“Tidak untuk duniaku.”
“Terserah dirimu, tapi sebelum adanya kaum Demon memimpin. Tahah gulita ini miliknya sebagai kaisar langit.”
“Kau sebenarnya hidup berapa lama sih?”
“Kau tahu menanyakan usia kepada perempuan itu hal yang tidak sopan.”
“Cih, kau berusaha mengelak rupanya.”
“Diam lah, malam ini aku mau tidur dengan Sofia saja!”
Aletha berdiri kemudian berjalan pergi dengan tampang kesal. Seakan Welliam mengutuk ucapannya sendiri, ia merasa bersalah dan sangat menyesal membahas soal usia.
“Sayang, aku haya bercan---“
“Bodo amat!”
Aletha langsung menutup keras pintu kamarnya, hingga membuat Welliam geram sendiri melihat balasan Aletha. Fix, malam ini sepertinya diakan bermalam dengan setumpuk tugasnya lagi diruang kerja.
...--.o🍁o.--...
*Bumi, Jepang.
Lucy berdiri dengan raut wajah tengah berpikir seribu cabang pertanyaan. Benar, kali ini ia ingin mengobati rasa penasarannya dengan mimpinya semalam.
Ada banyak pertanyaan dibenaknya yang
sulit ditanyakan secara nyata kepada Carina, satu-satunya cara hanyalah memastikannya sendiri.
Saat ini tepat di depan gerbang Inari yang sama persis seperti yang ada di mimpinya, Lucy mengumpulkan tekad dan kepercayaannya dengan mimpi aneh itu. Bahkan kejadian di penyebrangan jalan begitu terasa dejavu untuknya.
‘ Putri, anda yakin ingin memasuki hutan ini?’
“Jika kita tidak memastikannya lagi. Aku bisa mati penasaran nanti, jika kau tidak mau ikut yasudah.”
Molie menghela nafas, meski Tuan Putri nya ini terkadang kalem. Tapi jika sudah rasa penasaran memburunya. Tingkat rasa ingin tahunya akan aktif seribu kali lipat.
Demi keselamatannya, mau
tidak mau Molie harus mengikuti Tuan Putrinya ini.
Berjalan sembari mengamati lingkungan hutan yang sepi membuat Lucy menatap waspada, namun sudah setengah dari perjalan Lucy tidak menemukan apapun.
Jangankan kehadiran peri bunga seperti lampu neon saja tidak ada yang tumbuh, disini benar-benar hanya ditumbuhi sekumpulan pohon yang sama persis seperti pohon yang tumbuh di sebrang jalan pagi tadi.
Mungkin karena malam itu begitu gelap jadinya ia tidak dapat mengenali bentuk pohonnya, mungkin?
Lucy sudah berjalan sangat jauh dan apa yang dia harapkan tidak kunjung terlihat. Apa semua itu benar hanya mimpi?
“Halo? apa ada seseorang disini?”
‘ Putri mungkin mereka hanyalah khayalan saja. ‘
“Tidak mungkin, Molie. Jelas-jelas kau juga merasakan mengenai hutan ini. Apa kita harus kedalam hutan?”
Lucy berjalan semakin tergesah-gesah dan yang ia temukan hanya sebuah kuil sederhana di tengah hutan ini. Mungkin benar semua yang dia lihat hanyalah mimpi.
Lucy berbalik dengan perasaan kecewa, namun saat dia berbalik tiba-tiba saja dia menabrak sesuatu yang gagah.
“Aduh.” Lucy mengusap pelan keningnya, perlahan dia mengangkat kepalanya dan yang Lucy lihat adalah sososk pria tampan yang ia jumpai tadi pagi.
“Bukankah, anda yang tadi di jalan tadi?”
“Apa yang kau lakukan disini?”
“Aku, sedang—em, sedang jalan-jalan saja. Bagaimana dengan anda Tuan? Bukankah ini kediaman Wisteria?”
“Melihatmu, aku ingin memastikan bahwa ini adalah dirimu.”
“Aku?”
"Maksudku, aku ingin melihat kuil di Wisteria ini.”
“Ah ..., em, maaf apa sebelumnya kita pernah bertemu? Kenapa anda bisa mengenalku?”
“Apa aku terlihat begitu asing bagimu, Lucy?”
“Bagaimana Tuan mengetahui namaku?”
Kendric mendekatkan dirinya, menatap dalam mata savier berwarna langit yang begitu mempesona, ia mencoba meraih wajah jelita Lucy yang tersinari matahari dari celah dedaunan Maple.
“Karena kau sangat berarti ....”
Lucy yang mendengar itu terasa malu dan tiba-tiba degup jantungnya berdetak cepat, degupan ini terasa tak asing baginya. Entah mengapa ada perasaan kebahagiaan yang ingin meluap, dan rasanya dulu dia pernah
merasakan hal ini.
Lucy panik dan salah tingkah saat Kendric menyentuh wajahnya, sebenarnya ada apa dengan dirinya?
__ADS_1
“Kau sangat berarti untuk diriku-----“
“Aa—aku sudah memiliki Mate.”
Kendric yang tadi ingin mengelus sayang wajah Lucy, menjadi terhenti saat Lucy tiba-tiba saja mengatakan hal yang sangat menggores hatinya.
Dengan menahan rasa kecewa Kendric tarik kembali tangannya. Sedangkan Lucy langsung menutup mulutnya. Sangking paniknya dia sepontan mengatakan hal itu.
Padahal dirinya saja sudah ditolak dengan sangat tragis oleh Mate nya sendiri, ah kenapa dia bisa berucap seperti itu sih! Bagaimana jika Pria ini adalah manusia dan salah tanggap mengenai maksudnya.
“Yang ku maksud, kau sangat berarti bagi Aletha. Sehingga dia banyak bercerita tentang dirimu.”
“Ah, maaf telah membuatmu mendengar hal aneh. Tunggu, Tuan mengenal Kak Aletha?"
“Aku dan dia saling kenal, aku juga tahu mengenai dirimu dan aku juga bukan manusia. Jadi anda tidak perlu khawatir, Putri juga tidak perlu formal terhadapku. anda bisa memanggilku Kendric.”
Lucy benar-benar malu saat dia salah mengira dengan tindakan Kendric, tapi sungguh ia merasakan hal berbeda saat bersama dengan Kendric seakan ada hal yang begitu membahagiakan.
Bahkan saat awal bertemu dengan Harlie dia tidak begitu merasa sebahagia ini, apa mungkin ini awal pertanda Mate?
Bukan! Sadarlah, kau sudah memiliki Mate mu sendiri Lucy. Lucy membuang jauh-jauh pikiran anehnya sembari menggelengkan kepalanya.
“Putri baik-baik saja?”
“Ah! Aku baik-baik saja, Ke-kendric juga bisa memanggilku dengan Lucy.”
Suasana tiba-tiba saja menjadi hening dan canggung, entah apa yang harus mereka bicarakan disaat keadaan seperti ini. Entah mengapa Lucy seringkali melihat Kendric dan saat keduanya bertemu tatap mereka langsung mengalihkan perhatian.
“Aa-apa Kendric sudah lama tinggal di Bumi?”
“Benar, jika kau perlu sesuatu atau ingin pergi ke suatu tempat, aku bisa menemanimu.”
“Aku tidak kan merepotkan mu. Aku hanya ingin tahu mengenai pohon ini?” Lucy
menunjuk salah satu pohon yang ada di hutan ini.
“Nama pohon itu adalah Maple, negeri Jepang menyebutnya dengan Momiji. pohon ini tumbuh istimewa di negara yang memiliki empat musim, dan kaum manusia sering menyebutnya sebagai Pohon pengorbanan.”
“Pohon Maple, kenapa disebut sebagai pohon pengorbanan?”
“Karena mereka harus mengorbankan tiap daunnya. Menjatuhkan hal terindah mereka dan berjuang di kesepian saat musim dingin tiba, agar dapat bertemu dengan musim semi dikemudian hari. Membantu manusia yang hampir pasrah pada kerasnya hidup----dengan menghibur mereka dengan musim semi. Pohon Maple ingin menjadi tumbuhan yang mengajarkan arti bertahan ditengah keterpurukan mu.”
Lucy menyentuh pohon Maple yang masih menggugurkan sahabat harinya, daun-daun yang terlihat seperti bintang di siang hari begitu sangat memanjakan matanya.
“Berkorban, ya. Rasanya aku seperti berada di fase mereka, sangat menyedihkan.”
“Kau memang mirip seperti filosofi Maple, tapi yang ku maksud bukanlah tentang kesedihan hidupmu.”
“Maksudmu?”
Kendric berjalan mendekati salah satu pohon lalu duduk di atas tanah yang terselimuti dedaunan.
“Berbaringlah disebelah ku, akan aku tunjukan cara menarik melihat pohon Maple.”
“Jangan khawatir, aku tidak akan melakukan hal aneh kepadamu.”
Awalnya Lucy ragu tapi ia mencoba untuk mempercayai ucapan Kendric, sepertinya akan aman dia juga terlihat pria yang baik.
Lucy duduk lalu mengikuti Kendric untuk tidur berbaring disebelahnya, saat itu juga Lucy paham apa yang dimaksud Kendric. Ternyata daun Maple memiliki warna yang berbeda
tiap pohonnya.
Ada yang berwarna kuning, oren ke'emasan, merah kecoklatan, hijau kekuningan, bahkan ada yang terlihat warna pink. Semua warna daun itu semakin cantik saat bersanding dengan langit biru.
Melihat pohon Maple dari bawah sembari tertidur bukan hal yang buruk bahkan sangat
menyenangkan.
“Lalu kenapa kau bilang, mereka mirip denganku?” Lucy bertanya tanpa mengalihkan pandangannya.
“Namamu memiliki kesamaan dengan Maple. Di dunia manusia kata Lucy adalah nama lain dari Lucifer yang berarti keturunan Demon, tapi nama lain dari Maple adalah bahasa latin dari Lucyasttle yang berarti bintang fajar. Mahluk bumi ada yang percaya bahwa bintang mampu menjadi teman dalam harapan terkasih mereka. Maple juga sering menjadi harapan manusia untuk berharap dapat melihat mereka di musim semi nanti. Kau juga mempunyai banyak warna yang mencerminkan sosok mu di dalam keluarga sebagai harapan mereka. Tanpa sadar kau dinantikan dalam kelahiran dan kehadiranmu di kehidupan seseorang. Jadi, jangan pernah bersedih hanya karena seseorang menyakitimu, karena kau harus seteguh pohon Maple ini. Bila perlu, aku akan menjadi matahari yang akan menghangatkan mu saat musim dingin tiba.”
Entah mengapa Lucy merasa Kendric seperti seseorang yang selalu memperhatikannya, dan sungguh ia merasa Kendric juga mirip dengan seseorang tapi siapa? Terutama untuk kata bintang fajar yang terasa tidak
asing untuknya.
Sepertinya ada seseorang yang sempat ia lupakan, atau mereka benar-benar pernah bertemu?
Lucy tersenyum haru, "Aku sangat tersanjung dengan pemikiran mu mengenai ku. Memang benar Ayah memberiku nama Lucy sebagai harapan dan penantian atas kebahagiaan yang akan ku bawa saat aku beranjak dewasa. Tapi aku sangat suka bila aku seperti bintang fajar seperti pohon ini, terutama untuk bentuk daunnya yang seperti bintang. Apa menurutmu aku bisa menanamnya juga di Darkness World?”
“Jika kau sangat suka, aku bisa mengganti semua pohon Wisteria dengan pohon Maple ini."
Lucy terlihat terkejut dengan ucapan Kendric dan sesaat setelahnya Lucy tertawa riang. "Ahahaha ..., kau sangat lucu Kendric. Aku ucapkan terimakasih telah mau menumbuhkan tanaman ini, tapi kau perlu izin Kak Aletha."
"Kenapa aku perlu izin?"
"Karena kak Aletha akan marah jika Wisteria nya harus tergantikan, apa kau pernah melihatnya marah? dan satu lagi bunga wisteria itu adalah kebanggaan kerajaan di----"
Kendric memiringkan tubuhnya, menjafikan tangan kirinya sebagai penyanggah kepalanya. melihat Lucy tengah asik membicarakan Aletha dan pohon Wisterianya.
ia tidak menyangka, bahwa Kendric dapat berbicara dan seakrab ini dengan jarak sedekat ini. Awalnya ia takut, Lucy akan takut dan merasa waspada kepadanya.
Tapi melihatnya tersenyum sembari bercerita membuatnya bahagia. Meski begitu ia masih terasa jauh, padahal jarak mereka hanya sebatas 10 centi meter berdampingan. Tapi terasa jauh untung ia dekati, apa karena di hati Lucy masih ada dia?
"----Aku yakin, kau akan kalah beragumen dengan kak Aletha."
"Jadi kau tidak percaya?"
"Em, kurasa tidak."
"Jika aku mau, tanpa perintahnya pun aku dapat menggugurkan bunganya. Atau mau kucoba di hutan ini, aku tahu kau sebenarnya datang ke hutan ini bukan untuk sekedar jalan-jalan."
__ADS_1
"La--lalu."
"Kau ingin tahu mengenai kaum roh suci yang ada di hutan ini, bukan?"
"Roh suci?" Lucy menatap Kendric, tak lama Kendric bangun sembari membenarkan jass nya.
"Kenapa kalian masih bersembunyi? keluarlah sekarang juga."
Lucy terlihat bingung, dia ikut bangun lalu menatap lingkungannya. Selang beberapa waktu, peri-peri kecil yang bersembunyi di atas pohon dan di bebatuan, keluar untuk menyambut Lucy.
kupu-kupu dan burung yang bercahaya turut meramaikan hutan musim gugur itu. Peri yang tak memiliki sayap menggunakan daun Maple yang jatuh sebagai alas untuk mereka tumpangi.
Ada juga jamur-jamur yang hidup sebagai mahluk roh suci dari kaum sprigan keluar dari dalam tanah. Lucy tersenyum dia benar-benar senang, entah mengapa ia begitu bahagia jika semua yang ia lihat di mimpinya adalah kenyataan.
Sebenarnya sejak Lucy datang ke hutan para roh suci ini sudah ingin menyapa Lucy. Hanya saja mereka takut kepada Kendric yang sejak awal terus mengamati Lucy dari jarak jauh.
Hai Robin .....
Robin, bolehkan kami duduk di pundak mu?
Robin, saat musim dingin tiba kami akan memberikan batu spirit untuk menghangatkan mu.
Benar, sering-seringlah main ke hutan ini. Aroma mu begitu sangat manis dan kaum seperti kami begitu menyukai kehadiranmu ...
Lucy berkali-kali tertawa saat peri kecil itu menyerbunya dengan berbagai cara. Bahkan Molie sudah berlari-larian mengejar burung yang mampu mengeluarkan serbuk peri yang berkilau.
Kendric tidak mengerti kenapa kau seperti roh suci bisa tertarik dengan Lucy. Padahal mereka mahluk yang paling susah di jumpai, untuk kaum seperti mereka apalagi manusia.
Karena setahu Kendric mereka roh suci yang pemalu dan segan untuk menampakkan diri. Tapi Kendric tidak akan terlalu memikirkannya jika itu bisa membuat Lucy tertawa dengan sangat bahagia.
Daun Maple kian lebat menghujani mereka yang terlihat seperti pertemuan yang telah di takdir kan untuk menjadi pasangan langit.
"Setelah sekian lama, akhirnya aku dapat melihatmu tersenyum dengan tulus, kau juga sudah tumbuh menjadi wanita cantik Tuan Putri ku ...."
Lucy kembali melihat Kendric, rasanya kata-kata itu pernah ia dengar sebelumnya. Tapi kapan?
Ah, perasaan ini hadir kembali. degupan jantung mengalun dengan sangat aneh, membuat Lucy merasa Kendric seorang sosok yang sempat ia lupakan.
Lucy juga entah mengapa merasa nyaman dengan Kendric----padahal mereka baru bertemu, sebenarnya kau siapa Kendric?
Aku pernah bertanya-tanya, jika memang benar Harlie bukanlah Mate ku. Lalu siapakah belahan jiwaku yang sebenarnya?
"Aku datang untuk menjemputmu, Tuan Putriku ..."
...---,'.o 🍁 o.',---...
.......
.......
.......
...-- Next Episode Spoiler --...
"Kenapa para manusia itu melempar koin ke kolam?"
"Menurut kepercayaan mereka, jika kau memasukkan koin kedalam kolam kuil. Harapanmu akan terkabulkan."
"Apa benar terkabul, Kendric?"
"Setiap orang punya pemikirannya masing-masing. Kau mau coba"
"Apa boleh? kita kan punya kekuatan sihir."
"Anggap saja untuk menghargai budaya mereka."
Lucy menerima 10 sen koin dari Kendric, ia tidak tahu ini berhasil atau tidak tapi di coba saja. Lucy menggenggam Koinnya seraya berharap.
"Kuharap, Dia selalu baik-baik saja ..."
Kendric terlihat menahan amarahnya saat Lucy memohon keselamatan pria itu yang tak lain adalah Harlie.
"Kau tidak memohon?"
"Akan kucoba," sebejarnya Kendric tidak percaya dengan seperti ini toh dia adalah Maharajanya. Tapi, dia jadi kesal saat wanitanya memilih memohon untuk pria lain.
"Aku harap ...,"
Semua harapannya,
"Lucy selalu ...,"
Mengenai Pria itu,
"Bahagia."
Tidak pernah terkabul ....
...-- K A M I S | 08 • 10 • 2020 --...
Hai semuanya, Author back lagi nih.
sesuai janji Author Up jam 8 malam, sudah Author up nih yee😘
Tapi Author tidak tahu bakal lulus review jam berapa atau malah bisa saja besok 😣 semoga enggak deh.
Author ucapkan terimakasih banyak, atas penantian dan dukungan kalian semua. Author minta maaf sering lama Up dan gak konsisten waktunya 🤧
Akan Author usahakan untuk bisa menghibur kalian di masa pandemi ini, jadi ditunggu selanjutnya.
Salam Manis
~ Author ❤
__ADS_1