The Queen Of Vasellica Moon

The Queen Of Vasellica Moon
Fan ; Pathetic mission


__ADS_3

Kendric mencengkram kuat tangan Muzakka Yang sudah merangkul Lucy. Ia menarik miliknya kembali kedalam pelukannya, seraya memberikan tatapan dingin yang mampu membuat serigala itu diam merinding.


"Jangan sentuh Mate ku! "


Tekanan kuat yang diberikan Kendric memaksa Muzakka untuk berlutut menahan sakit pada tangannya. Seakan pria di hadapannya adalah mahluk pengendali mana terbesar, ia yakin Lord Demon saja tidak akan bisa setara dengannya lalu siapa kah dia?


"Kendric lepaskan, dia adalah Alpha terlebih ia masih remaja---"


"Aku tidak perduli. Jadi, apa kau juga berniat menjadi saingan ku?"


Muzakka mencoba membaca situasi, melihat betapa posesifnya pria di hadapannya untuk wanita itu, bukankah sudah jelas bahwa wanita itu adalah Mate nya. Tapi bagaimana ia bisa menjadi seagresif ini hanya untuk wanita itu, apakah karena parasnya yang cantik atau ada hal lain?


"Aa---baiklah baiklah aku menyerah. Tolong lepaskan cengkraman anda, aku minta maaf telah mengganggu kekasih mu. Jika Nona sudah memiliki Mate, aku tidak akan mengganggunya karena mau bagaimana pun aku ini pria sejati."


Kendric terlihat membaca perkataan Muzakka, apa benar anak ini bisa di percaya? Mungkin karena masih remaja dia terlihat suka usil dan bermain jaim atupun membuat orang kesal. Dengan berpikir begitu Kendric pun melepaskan cengkeramannya.


"Kau baik-baik saja?"


"Aku tidak terluka, kau bisa tenang." Ujar Lucy mencoba menenangkan singa buasnya yang bisa kapan saja memangsa buruannya.


"Akan lebih baik jika kita kembali. " Kendric dengan terang-terangan mengintimidasi Muzakka sebelum akhirnya membawa Lucy untuk pergi.


Tapi sebelum mereka benar-benar pergi Muzakka kembali menghadang pasangan itu dengan ekspresi wajah yang terlihat kagum serta bersemangat tinggi. Lihatlah bagaimana mata emas itu berbinar dengan antusias.


"Apa kau sangat ingin untuk mati?"


"Emhahaha...., ini luar biasa!! "


Bukannya takut Muzakka justru malah tertawa tanpa ada yang membuat lelucon, bahkan Kendric dan Lucy saja khawatir dengan serigala ini.


"Kau tidak merusak akal sehatnya kan?"


"Aku hanya mencengkram tangannya bukan kepalanya atau dia memang sudah gila."


"Kakak! Bagaimana kau bisa sekuat itu? Auramu jauh lebih besar dari Guru dan Lord Demon, anda sangat luar biasa hebat. Bisakah aku menjadi adik mu?" Ujar Muzakka sembari mengibaskan ekornya sebagai tanda ia tertarik.


Melihat kekuatan Kendric yang melebihi mahluk pada umumnya, hal ini membuat Muzakka tertarik dengan Kendric. Ia suka segala bentuk tantangan serta pertarungan yang dapat menguatkan diri.


"Kurasa dia memang sudah gila." Tutur Kendric dan kembali membawa Lucy. Tapi Muzakka tetap mengikuti mereka hingga di depan tenda, tentu hal ini membuat Kendric semakin emosi marah.


"Sebenarnya apa yang kau inginkan?"


"Bisakah aku berguru denganmu?"


"Aku tidak menerima murid."


"Kalau adik----"


"Cepatlah mati!"


"Aa! Aku semakin tersentuh. Ini juga menambah jiwaku untuk mengidolakan mu semakin tinggi. Apa aku harus kuat dulu baru kau akan mengajari----(hening)"


Kendric menjentikkan jari lalu seketika Muzakka hilang di hadapan mereka, pergi entah kemana. Lucy terlihat kaget dengan aksi Kendric yang asal main ngilangin orang begitu saja, apalagi dia adalah Alpha.


"Kau apakan dia?"


"Aku menggantung nya di atas pohon."


"Apa---"


"Astaga, Alpha!! Bagaimana bisa anda tergantung di atas sana?!" Suara teriakan Kepala Suku membuat keramaian yang menghebohkan. Lucy tidak perlu bertanya lagi karena hal ini sudah pasti-----tokoh jahatnya adalah Kendric.


Tapi yang menjadi pelaku justru tersenyum senang dengan perbuatannya. "Apa kau lapar? Aku tadi berburu rusa."

__ADS_1


"Tapi bagaimana dengan Alpha---"


"Biarkan saja bayi itu, ada banyak Werewolf yang akan mengurusnya." Kendric kembali membawa Lucy untuk memasuki tenda mereka.


Peralatan makan tersedia di atas meja, menu dinner kali ini adalah hasil tangkapan buruan Kendric yang tadi pergi sesaat untuk keluar. Tapi saat ia ingin kembali, Kendric justru malah melihat wanitanya sedang di goda.


"Kendric, jangan terlalu keras kepada Alpha itu. Dia bersemangat karena ia satu-satunya wolf di Moonlight Pack termuda selama jabatan Alpha."


"Kau memang memandangnya sebagai anak kecil, tapi mau bagaimana pun dia tetaplah seorang pria, terlebih sosoknya adalah seorang Alpha. Bukankah aku harus lebih waspada?"


Lucy suka melihat Kendric bersikap cemburu seperti ini. Ia akan terlihat seperti kucing yang tidak mau main jika tidak di elus sayang dulu.


"Kau kan sudah lihat, Muzakka tidak terlalu menggubris ku, dia hanya tertarik kepadamu."


"Itu sama saja. Intinya aku tidak suka ada yang dekat dengan mu. Jika seperti ini, aku semakin enggan meninggalkan mu walau hanya sebentar."


Bagaiman ini dia yang sedang cemburu benar-benar sangat menggemaskan, rasanya Lucy semakin jatuh hati. Ah, sungguh surga berpihak kepadanya.


.......


.......


.......


Hari berlalu begitu saja, sudah 3 hari mereka berjaga dan saling mencari informasi musuh. Untunglah penculikan menjadi minim. Tapi yang jadi banyak perhatian bukan lagi soal pergerakan musuh, melainkan sikap Alpha yang selalu kemana-mana mengikuti Kendric.


Sungguh luar biasa, rasa kagumnya terhadap sosok Kendric menjadikanya sebagai panutan untuk menjadi kuat. Lucy saja heran bagaimana bisa Alpha muda itu bisa sefanatik itu mengagumi Kendric. Yah, Lucy akui jika memang Kendric adalah pria yang kuat dan tampan, pasti tidak mungkin ada yang bisa mengabaikan paras kehebatannya. Apalagi pria ini adalah Mate nya.


Lucy juga sekarang merasa tenang dengan keberadaan Muzakka, karena untuk sekarang sikapnya tidak begitu heboh seperti awal pertemuan. Mungkin karena ia juga terus-terusan menerima ancaman dari Kendric-----jika Muzakka mencoba mendekati Lucy, meski itu sekedar membahas rencana penyelamatan anak-anak 2 hari lagi.


Singkatnya, Muzakka adalah murid dari sage melegenda Werewolf. Ia dapat menjadi Alpha berkat didikan Tetua Albert, sejak kecil Muzakka memang selalu mengidolakan sosok hebat! dan impiannya untuk menjadi kuat bukan karena ingin sombong.


Melainkan, ia perlu menjadi kuat agar bisa melindungi bangsa Werewolf. Seperti itulah informasi yang Lucy dapat dari Tetua Albert yang terkadang suka juga suka lelah dengan tekad amatir nya.


Intinya juga dia anak yang baik dan sangat suka bermain dengan anak-anak. Itu sebabnya saat tahu anak - anak Werewolf di culik. Muzakka mengambil inisiatif sebagi Alpha untuk turun langsung.


Perlu di ketahui setiap Wolf yang menjadi Alpha. Mereka dapat mempertahankan kondisi primanya, dimana ia akan menunjukkan sisi wujud manusia dan setengah serigala, hal itu menjadi pembeda untuk siapa Alpha di kawanan Werewolf. Jadi tidak heran jika telinga di atas kepalanya sangat lucu bergerak-gerak ataupun ekor yang mengibas.


"Kakak, apa kau mau bertarung gulat di camp pelatihan Pack kami?"


"Aku sudah bilang berapa kali. Aku bukan Kakak mu!" Kendric berusaha menghindari Muzakka, dia bahkan sampai pernah memindahkan Muzakka dengan sihir teleportasi ke tengah hutan. Tapi layaknya seekor puppy yang mencari majikan, Muzakka akan kembali mendatangi Kendric.


Jika saja bukan karena permintaan Lucy untuk tidak terlalu kasar memperlakukannya, dia pasti sudah di kirim ke akhirat. Sikap antusiasnya itu mirip Robert tangan kanannya yang selalu mengagumi keagungan nya juga.


Apa jadinya jika kedua mahluk itu jadi satu sebagai orang di sisinya? Ih! Kendric saja sudah merinding. Tapi setidaknya dia tahu bahwa Muzakka bukan sosok yang dengan lemahnya terpengaruh pesona Vasilisaa sehingga ia bisa sedikit tenang.


lucy yang sedang duduk membaur bersama penduduk Werewolf untuk menikmati hidangan makan siang---buru buru menghampiri Mate nya berharap ia bisa menyingkirkan kan mahluk ini. Para wanita muda yang menyadari kedatangan Kendric serta Muzakka memilih untuk mengundurkan diri.


"Monna, apa kau bisa membagikan ini untuk anak-anak?" Lucy memberikan beberapa buah segar kepada salah satu wanita muda yang cukup dekat dengan Lucy.


"Baik Putri."


"Tunggu, bisa aku minta satu Apel it---"


"Tidak! Ini untuk anak-anak. Jika Alpha lapar pergilah ke dapur atau mintalah kepada Beta Zasha." Ujar Monna dengan sangat cuek.


"Kau ini dingin sekali, padahal aku adalah seorang Alpha." Cibir Muzakka tapi tidak di gubris Monna, wanita itu hanya berjalan pergi sesuai permintaan Lucy.


"Alpha bisa makan dari piring ini, aku sudah mengupas kan nya untuk kalian."


"Tuan Putri, anda memang yang paling terbaik. Terima-----"


"Jangan sentuh!" Muzakka menjadi diam terpatung seperti orang konyol saat Kendric menjadi protektif terhadap potongan apel yang Lucy kupas kan.

__ADS_1


"Kau kupas sendiri saja." Kendric melempar dua buah apel kepda Muzakka.


"Kakak kau ini begitu pencemburu sekali. Padahal Tuan Putri mengizinkan----"


"Kau mau ku habisi sekarang?"


"Tidak."


Kendric menghela napas, "Aku jadi ragu dengan sosok mu sebagai Alpha, terlebih kau masih terlalu bocah?"


"Kakak jangan salah paham! Aku ini murid kebanggaan Tetua Albert. Beliau selalu memuji kehebatan ku----( sebenarnya tidak ) " Unjuk Muzakka dengan bangga.


Entah mengapa Lucy jadi terbiasa dengan sikap narsis nya yang harus di sayangkan, karena Tetua Albert lebih banyak mengeluh tentangnya daripada memuji.


"Berhenti bertengkar. Dan untuk Alpha------"


"Putri anda tidak perlu formal begitu, anda bisa memanggilku dengan nama Muzakka."


"Tidak. Aku masih membutuhkan mu, akan sangat di sayangkan jika kau mati muda hanya karena aku memanggil nama depan mu." Lucy melirik tegang saat menyadari tatapan Kendric justru terlihat sedang mengutuk kepolosan Muzakka, tapi yang di tatap malah tidak peka.


"Walau aku tidak mengerti kenapa aku akan mati, tapi..., baiklah. Anda bisa memanggilku dengan Alpha saja, Putri "


(づ ̄ ³ ̄)づ


Melihat tingkah menyebalkan Muzakka, Kendric sampai harus melirik sinis atau bahkan dia sudah berkomit untuk mengutuknya. Lucy hanya dapat berharap, Muzakka masih dapat memimpin Werewolf sampai besok dengan selamat.


"Be---begini, aku ingin bertanya mengenai dua hari yang lalu, bukankah Alpha pergi menyelamatkan anak-anak yang di culik. Mengenai itu, aku belum mendapat laporan apapun darimu dan bagaimana hasilnya?"


Mendengar itu sikap Muzakka langsung berubah 180°. Dia terlihat menjadi diam seakan sedang mengingat kejadian kemarin, Lucy terlihat bingung dengan perubahan Muzakka yang bersemangat menjadi tenang. Memangnya apa yang terjadi saat proses penyelamatannya?


"Saya sungguh minta maaf, Putri." Gumam Muzakka dengan tatapan kecewa.


"Saya pergi ke sisi utara hutan, salah satu markas musuh ada di sana. Saat saya berhasil menyusup, ada lebih dari 80 anak-anak di masukan kedalam sebuah tabung ataupun di suntik paksa oleh cairan Miasma. Dan saat cairan itu memasuki tubuh mereka------anak anak itu berubah menjadi monster serigala yang kehilangan akal."


Muzakka terlihat memendam marah terhadap musuh terlihat bagaimana ia mencengkram kuat lututnya. "Mereka begitu kejam dan sangat tidak beradab! King Harlie sudah benar-benar menjadi gila."


"Lalu, apa kau berhasil menyelamatkan sisa dari mereka yang masih terkurung? "


Muzakka semakin diam dan hanya menunduk. Lucy dan Kendric saling melirik kemudian memperhatikan kembali Muzakka yang ternyata terlihat menahan rasa bersalah dengan raut sedih meratapi kebodohannya.


"----mereka semua mati." Kendric dan Lucy menghentikan kegiatan makan mereka. Sedangkan Muzakka kian bertingkah aneh. Ia menundukkan kepalanya, terlihat jelas saat ini tubuhnya bergetar kecil seakan ingin sekali berteriak penyesalan nya.


"Anak-anak itu---mereka semua mati di tangan ku, Putri." Lucy terkejut mendengarnya.


"Saat saya mencoba menghancurkan sel tahanan. Tiba-tiba saja King Harlie muncul dan entah dengan kekuatan apa ia menanamkan semacam benih racun yang sama kepada Anak-anak. Hasilnya mereka semua berubah menjadi serigala tak terkontrol----menyerang dan membunuh habis pasukan ku. Karena pasukan semakin kritis, aku harus mengambil keputusan pengecut untuk membunuh semua anak-anak yang terkena kutukan miasma." Muzakka sangat terpukul dengan tindakannya.


Lucy tidak menyangka di balik keceriaannya dan sikap semangatnya ada sisi lemah seperti ini. Tidak heran jika ia ingin sekali menjadi kuat.


"Saya mengambil tindakan bodoh dengan menghabisi mereka. Itu sebabnya saat sore dua hati lalu, saya ingin menemui Putri untuk meminta hukuman! Tapi aku malah membuat kekacauan---Maaf telah membuat anda merasa tidak nyaman Putri." Muzakka menundukkan kepalanya hingga menyentuh meja.


"Tidak. Yang kau lakukan adalah keputusan benar, " Kendric melirik Muzakka yang berada duduk di sebelahnya. "Membunuh anak-anak serigala itu, adalah pilihan yang tepat."


Muzakka terlihat terpukul pada apa yang Kendric katakan. "Bagaimana bisa Kakak berpikir begitu?!! Padahal bisa saja kita menyelamatkan-----"


"Cih! Kau terlalu bersemangat Alpha. Memangnya dengan cara apa kau bisa menyelamatkan mereka? Mahluk yang sudah terkontraminasi racun miasma tidak akan pernah bisa di sembuhkan kembali, kutukan itu akan memburu kesadaran mereka dan hanya akan tertanam kata membunuh di benaknya. Jadi, membunuh mereka adalah pilihan baik untuk menyelamatkan mereka."


"Tapi aku tidak bisa membiarkan kaum ku terbunuh, bukankah itu berarti aku Alpha yang tidak berguna?"


Kendric menghela napas, "ini sebabnya aku meragukan bocah sepertimu menjadi Alpha. Kau pikir, dengan membawa mereka kembali ke Pack tidak akan menambah penderitaan mereka? Apa kau pikir mereka bisa menjadi normal?"


"Kendric-----"


"Dengar Muzakka, menjadi penguasa bukan hanya mengenai simpati saja. Menyelamatkan tidak harus membuatnya bertahan hidup, ada kalanya membunuh juga dapat menyelamatkan seseorang."

__ADS_1


"Bukankah, melihat mereka hidup menjadi tidak waras akan menambah penderitaan mereka? Kehadirannya juga akan sangat di segani penduduk karena nyawa mereka juga terancam. Apa dengan begitu, kau masih berharap mereka selamat dengan kutukan Miasma di tubuhnya?" Lanjut Kendric, menyadarkan Muzakka bahwa keputusannya tidak lah salah.


...---, -🍁- ,---...


__ADS_2