
.......
.......
.......
...---•°` 🍁 `°•---...
Kendric yang sudah berada di kamar Lucy----menggenggam tangan sang kekasih, mengecup jemari lentik yang selalu mampu membuatnya nyaman saat ia menyentuh dirinya.
"Aku mengaku salah. Tapi--apa dayaku jika kau sampai pergi dariku lalu melupakan aku untuk selamanya. Padahal aku yang bertemu lebih dulu dari dia, aku yang lebih dulu berjanji akan menjadi pangeran untuk mu. Tapi kenapa kau lebih memilihnya Lucy .... "
Kendric memakaikan sebuah cincin dengan permata biru yang di kedua sisinya terdapat bulan sabit, dan butiran bintang di atasnya. Cincin yang harusnya ia berikan untuk Lucy saat ulang tahunnya yang ke-15 tahun.
"Jangan pernah berikan hatimu untuk pria lain selain diriku, Lucy ...."
Seakan ini adalah hukumannya atas kebohongan yang ia jaga demi menumbuhkan cinta yang ia kasihi. Kendric terus merasakan ketakutan bila suatu saat kebohongan dan kebenaran datang menyadarkan Lucy, bahwa Kendric adalah Dewa Maharaja yang membuatnya mengalami banyak penderitaan tanpa mendengarkan permohonannya untuk melihat Harlie membalas cintanya.
Dengan perasaan bersalah Kendric beranjak pergi tanpa membuat suara gaduh, ia ingin tuan putrinya menikmati waktu tidur dengan nyaman. Sehingga ia tidak akan bermalam di kamar sang kekasih.
.
.
Tanpa sadar kepergian Kendric, menyadarkan seseorang untuk segera membuka kedua matanya dengan lembut---seraya menunjukkan mata permata yang sebiru samudra.
Beberapa saat yang lalu, Lucy terbangun dan melihat kebingungan karena tidak melihat mate tercintanya tertidur di sebelahnya. Tapi perasaan itu hanyalah sesaat, saat dirasa Kendric akan kembali Lucy kembali tertidur dan berniat memgejutkanya.
Tapi alangkah kagetnya Lucy saat mendengar lantunan Kendric yang terdengar seperti lolongan serigala yang tersiksa dan kesepian. Ia memilih untuk tetap berpura-berpura tertidur. Ketika menyadari bahwa Kendric telah pergi, segera Lucy bangun kembali.
Ia mendengar semua ucapan Kendric yang membuatnya bertambah kebingungan. Tapi, kenapa rasanya ada perasaan nyeri pada selumbung jantungnya. Seakan kata-kata Kendric menjadi garam yang di taburkan di atas luka hati yang masih membekas.
"Apa maksud dari ucapannya? " Lucy mencengkram kuat kerah gaunnya dengan perasaan gelisah. Rasanya sakit dan juga terasa seperti ada yang hilang tapi tidak tahu apa.
Lucy melirik cincin pemberian Kendric. Dan tanpa sengaja, dia melihat kearah cermin tak jauh dari ranjang tidurnya. Posisi yang begitu pas membuat Lucy dapat melihat bayangan dirinya yang terpantul dari cermin besar tersebut.
Sosok lain dari bayang Lucy berdiri menatapnya dengan sayu. Ini aneh, biasanya sosok lain dari Lucy akan menatap dingin dan selalu merendahkannya tapi kini bayangan itu hanya berdiri diam tanpa ada sepatah katapun. Mata merah yang begitu indah memendam gumpalan air mata yang penuh gemerlap cahaya.
Saat sosok lain dari Lucy menjatuhkan air matanya, hal itu membuat Lucy kian terdiam. Saat dirasa ia pun ikut menangis juga, padahal ini di luar kendalinya. Lucy menyentuh pipinya yang baru saja di basahi oleh air mata.
Seakan dia dan bayangan lain dari dirinya adalah satu jiwa, mereka saling berbagi perasaan dan rasa sakit. Dan hal ini kian membuatnya bingung. Kenapa sosok Vasselica itu menangis? Apa dia juga mendengar ucapan Kendric?
__ADS_1
Kau harus mengingat janji di masa kecilmu, Lucy ....
Lucy berjalan kearah cermin tersebut, tetapi saat ia menyentuhnya yang terlihat hanyalah bayangannya tidak dengan sosok Vasellica tadi.
Apa dia sudah pergi?
Ini tidak benar, sejak pesta di malam itu. Satu demi satu hal misterius mendatanginya seakan ia harus menyusun puzzle, bahkan sosok lain miliknya yang harusnya di sebut sebagai Vasilissa malah berbeda. Sosok lain dirinya adalah Vasellica yang belum di ketahui Ibunya, dan sepertinya sosoknya terus terhubung dengan kehadiran Kendric.
"Siapa kau sebenarnya, Kendric." Gumam Lucy sembari melihat keluar jendela.
...----. oO🍁Oo .----...
Di sisi lain. Pada pesisir bintang selatan dari dunia Imorrtal. Terdapat lembah yang berada di dasar daratan. sebuah wilayah dengan di kelilingi pegunungan curam yang tak tersentuh oleh tumbuhan. Yang terlihat engan sangat mencolok adalah aliran sungai lava serta tanaman berduri yang sudah mati. Beberapa burung gagak menjadikan lembah mengerikan itu sebagai wilayah mereka.
Bau anyir yang menyeruak dari rawa yang menunjukkan reaksi panas akibat tekanan suhu dari dasar tanah. Membuat lembah kematian ini begitu sangat mengerikan, bahkan jarak letaknya dengan ibu kota Imorrtal begitu sangat jauh. Bagaikan angkasa dan dasar tanah yang tak dapat di gapai, sesosok pria malah turun dari wilayah agungnya untuk menginjakkan kakinya di tanah kematian ini.
Dia adalah Octopus serta rekannya Zabettkha. Seorang Tetua Agung yang cukup berpengaruh di aturan dunia para Dewa ini. Mereka berdua menyusuri lereng gunung yang ternyata terdapat sebuah goa di bawah kaki gunung tersebut.
Berkali-kali daerah itu di sambar petir ganas selayaknya jeruji penjara dengan curah hujan deras yang tidak akan pernah mampu memadamkan pijaran lava panas yang terus menyembur dari dasar tanah.
Octopus memasuki goa tanpa ragu, dia terus menyusuri kearah jalan yang menjadi tujuanya. Dari dalam goa saja tercium aroma belerang yang begitu menusuk, apa karena tempat ini telah di kutuk sehingga apapun yang ada di lereng ini menjadi tempat pembuangan.
Mungkin sebagian bangsa Dewa hampir melupakan daratan ini karena terlalu lama hidup damai tanpa ada yang berani mengungkit tempat ini. Sehingga, Octopus dapat berkeliaran keluar masuk sesuka hatinya tanpa takut ada yang mengawasi.
Itu karena tempat ini telah mengurung mahluk mengerikan yang dapat menghancurkan seluruh dunia dari 3 bagian kehidupan. Sesosok monster yang sangat di takuti hingga rasanya kau bisa merasa putus asa bila berhadapan dengannya.
Octopus berhenti berjalan saat dirinya berada perut gunung dengan berdiri di ujung jurang----karena selanjutnya adalah danau lava panas yang menenggelamkan hampir seluruh tubuh dari monster besar yang memiliki tinggi lebih dari ras raksasa Titan Colloseum.
"Lama tidak berjumpa, Tuanku." Dengan sangat hati-hati Octopus dan rekannya memberikan salam hormat kepada mahluk besar yang tidak dapat dilihat wujudnya dengan jelas. Hanya asap hitam serta mata dark purple nya yang begitu menyilaukan.
"AKHIRNYA KAU DATANG BERKUNJUNG JUGA, OCTOPUS."
Suara lantang dari monster itu menggema dengan sangat keras hingga mampu menggetarkan goa kokoh tersebut.
"INI SUDAH HAMPIR 10.000 TAHUN AKU TERKURUNG DI TEMPAT MENYEDIHKAN INI."
"Anda tidak perlu khawatir Tuan, sebentar lagi waktu yang anda tunggu-tunggu selama 10.000 tahun lamanya, akan segera tiba. Gerhana Alabasta akan menjadi kunci kebebasan mu, Tuan."
"AHAHAHA!! KAU BENAR, HANYA TINGGAL MENGHITUNG HARI. SELURUH DARATAN YANG DI PENUHI CAHAYA KEHIDUPAN, AKAN SEGERA KU HANCURKAN! AKU BERSUMPAH, AKU PASTI AKAN MENYELIMUTI SELURUH DUNIA DENGAN KEGELAPAN KU. HINGGA SUARA KEPUTUSASAAN DARI MEREKA AKAN MENJADI SUMBER KEKUATANKU. "
"Tuanku, saat anda berhasil terbebaskan. Segera bunuh keturunan sombong itu dan jangan pernah biarkan cahaya bulan serta matahari menodai dunia anda kembali."
Teriakan dari Zebettkha menarik perhatian monster buas yang terkurung di dalam lapisan sihir pengekangan. Ia menatap sinis kepada sosok baru yang baru ia lihat. Seakan Octopus mengerti, dia pun berjalan selangkah mendekati Tuannya.
__ADS_1
"Dia adalah Tetua Zebettkha, Terlahir dari keturunan Rotasi Waktu. Ia adalah salah satu pengikut anda Tuan." Octopus menjelaskannya.
"Saya akan sangat setia kepada anda Tuan, katakanlah apa yang anda inginkan."
"APA YANG AKU INGINKAN?"
Sosok mengerikan itu menatap Octopus yang berdiri di belakang Zebettkha. Seakan Octopus mengerti, tarikan senyum penuh kelicikan terukir sangat jelas di wajahnya. Ia pun berjalan mendekati rekannya tanpa ragu.
"Zebettkha."
"Hm? Ada aph----Argh! " Octopus dengan puas mencekik rekannya sendiri.
Dengan kekuatan besarnya dia hampir mematahkan leher Zebettkha. Sedangkan Zebettkha terus meronta-ronta ditengah cekikan dari Octopus. Ia terlihat sangat putus asa saat menatap wajah Octopus yang dengan tanpa dosanya malah tersenyum menyindir.
"Octho----push!"
"Bukankah kau ingin setia? Kalau begitu, tunjukkan rasa setia mu yang begitu besar kepada Tuan. Biarkan Tuan memulihkan kekuatannya sebelum hari Gerhana tiba dengan----memakan mu! "
"Tidak! Aku tidak mau mati! Octopus, lepaskan diriku----OCTOPUS! "
Tanpa rasa iba Octopus melempar rekannya kearah Tuannya. Zebettkha melewati batas pola sihir pengekangan, dan dengan cepat tubuhnya terpotong menjadi beberapa bagian kemudian menghilang di telan monster gila yang menjadi ketakutan bagi seluruh dunia.
Karena mahluk itu akan terus memakan para Dewa, mahluk Darkness World, maupun manusia. Hanya untuk menghilangkan rasa haus akan kekuatan besar, itu lah sebabnya kenapa dia di segel selama 10.000 tahun dan hanya keturunan Robin lah yang dapat menekan aura negatif yang sangat berbahaya dari dirinya.
"Robin telah tiada selama 100 abad yang lalu. Bahkan Selini Thea sang rembulan juga tidak akan mengganggumu. Kini tidak ada lagi hal yang perlu anda khawatirkan Tuan. Anda benar-benar akan bebas saat Gerhana Alabasta tiba! Aku menantikan hari itu Tuan!" Octopus tersenyum sangat berseri hingga terlihat menyeramkan meski ia tersenyum.
"KAU BENAR! MESKI IMORRTAL DI PIMPIN OLEH SEORANG MAHARAJA. TAPI SAAT KEBANGKITAN KU, IA TIDAK JAUH BEDANYA DENGAN SERANGGA. KARENA MATAHARI MAUPUN BULAN TIDAK AKAN PERNAH ADA SELAMA GERHANA ALABASTA TERJADI."
"AKAN KU HABISI MEREKA YANG MENGANGGU KU, DAN SAAT ITU JUGA, SELURUH DUNIA AKAN MENJADI MILIKKU SEUTUHNYA. AHAHAHHAHA!!" Gelak tawa dari seorang raksasa pembawa kehancuran, mengguncang lembah terkutuk itu.
Membuat Octopus semakin menyanjung tinggi Tuan yang menjadi alasannya menghancurkan tatanan alam yang semestinya adil bagi seluruh kaum.
"Oh, sungguh kejayaan adalah kursi terbesarmu Tuan ku Akrham Krhanos. Sang Raja kehancuran." Sanjung Octopus dalam rencana liciknya.
...---. 🍁 .---...
Informasi Karakter Novel
Maaf jika tidak sesuai dengan imajinasi kalian🙏
Catatan!
__ADS_1
Sebelum mengetahui identitasnya, Lezzy memiliki rambut berwarna silver kecoklatan dengan mata savier yang begitu biru mirip permata lautan.
Namun sosoknya berubah saat mengetahui bahwa ia adalah Putri seorang Dewi Bulan dan menunjukkan betapa jelitanya seorang Dewi Kebijaksanaan. Dan sosoknya sebagai Ratu menjadi sangat sempurna ketika jiwa Vasilissa di dalam dirinya bangkit, sehingga jiwa karismanya muncul dan menjadi Ratu Darkness World yang penuh kewibawaan serta bijak dalam memecahkan sebuah masalah.