
Langit sore yang terpantul dalam paduan biru serta ungu di ujung baskara timur, menghadirkan malam yang akan segera tiba pada wilayah Bulan. Suasana sunyi yang menjadi melodi tak di nanti bagi seorang pria yang masih setia berdiri di tepian danau ber pancar permata, hanya mampu terdiam menatap kekosongan.
Terhitung, genap 100 tahun berlalu sejak peristiwa itu. Sebuah insiden serta kepergian Lucy yang bukan sekedar tertidur lalu esok akan bangun. Bukan juga sekedar pertengkaran kecil yang terjadi kemarin, ataupun masalah besar yang terasa singkat dan terselesaikan dengan sebuah hal keajaiban.
Tapi keputusan Lucy merubah segalanya. ia menyatukan kedua bangsa siang dan malam dalam tali perdamaian. Menjadikan sosoknya di kenang sebagai ibu pelita----bintang bagi para mahluk fana dalam prasasti sejarah.
Dan sekarang, di tempat yang sama. Kendric kembali dan terus datang tidak perduli berapa banyak burung yang bersarang di pohon plum menghitung kehadiran nya, pada taman belakang Istana Bulan, Selena Lighty.
Masih dengan keteguhan nya dalam menanti seorang Melati yang tertidur di dasar danau, dan akan bangun menyapanya. Tidak perduli mau berapa pun waktu yang di perlukan dalam 100 tahun terakhir.
Ia akan tetap menjadi sosok yang sama untuk Tuan Putri nya. Bahkan saat ini Kendric tidak memerlukan nasehat untuk di teguhkan hatinya dalam penantian panjang. Entah bagaimana pandangan iba yang di tunjukan dari keluarga Lucy, ia akan tetap menemaninya dalam waktu tidur nya.
Jika memang harus 1000 tahun, maka ia akan menyanggupi nya karena Kendric hanya akan jatuh cinta sekali dan berpisah sekali, tapi ia akan tetap kembali bersamanya sebanyak sisa hidupnya.
Kendric melangkah berjalan---berpijak pada permukaan danau. Sudah banyak bunga teratai putih bermekaran memenuhi permukaan danau. Setiap datang Kendric akan menaruh sebuah teratai dengan terdapat ukiran tanggal serta tahun di setiap kelopaknya.
Kendric meletakkan bunga teratai ditangan nya ke danau membiarkan ia membaur dengan teratai yang lain, dan secara perlahan dari dalam danau muncul sebuah permata besar berbentuk kuncup teratai yang membungkus wanita jelita di dalam perlindungan nya. Dan saat kuncup permata nya terbuka sempurna, Kendric mendekati kekasih melati nya yang tak sadarkan diri.
"Ini sudah bunga teratai ke-36,500 yang ku letakan bersama dengan hari yang berlalu."
"Sudah 1200 kali langit bergilir---membiarkan rasi bintang mengganti bulan."
"Selama 400 musim berganti, dan sebanyak 876,000 waktu berputar----"
Kendric meraih helaian rambut sutranya yang masih mengeluarkan semerbak wangi kecanduan yang selalu di rindukan, dalam tatapan wajah yang sangat terluka serta kecewa bahwa sepertinya ini bukan waktu yang tepat untuk mengucapkan selamat pagi kepada bintang fajar nya, Kendric lagi-lagi harus tetap memasang wajah tersenyum bahwa semua akan baik-baik saja jika dia bersabar sedikit lagi.
__ADS_1
"----Aku masih harus berharap, bahwa esok hari adalah waktu mu untuk terbangun."
Kendric melukai telapak tangan nya dan membiarkan darahnya menetes pada lambang Mate di kening Lucy. Jika saja dia bisa melewati batasan dunia, dia akan benar-benar menentang langit dan menarik paksa jiwa kekasihnya untuk tetap di sisinya, dan jika pun ia hanya tersisa serpihan roh, ia juga akan mengumpulkan tiap benih bintangnya.
Kendric menatap langit. "Apa kau tahu? Aku punya cerita konyol untuk mu hari ini. Meski saat ini kita berada di wilayah yang penuh akan kasih sayang rembulan, tapi lihat lah, tidak ada sedikitpun tanda kehadiran nya malam ini. Selama 100 tahun ini---tidak perduli bagaimana langit malam terlihat cerah dengan orbit bintang yang bersinar terang. Bulan sungguh tidak akan hadir, seakan ia pun meninggalkan Matahari di ujung kegelapan."
Kendric duduk di tepian altar peristirahatan pada permata teratai, sembari mengelus wajah jelitanya. Kali ini pun wanita itu tidak akan merespon cerita hidupnya yang penuh kebosanan. Kendric menghela nafas dengan sangat berat hati.
"Ada pepatah yang bilang---kalau kita akan membutuhkan 10 abad untuk melihat reinkarnasi dari seseorang." Kendric tertawa seakan menyindir, "Jadi, apa aku sungguh harus menunggu selama 1000 tahun, hanya untuk melihat mu kembali?"
Argh! Perasaan sakit akan kesunyian ini datang lagi. Dada yang terasa sesak membuat keinginan terpendam Kendric menjadi berontak, meski ia bilang ia sanggup tapi ia tetap mahluk yang punya batasan kesabaran.
Satu hal yang perlu di ketahui. Dalam 100 tahun ia mendirikan kembali kejayaan Imorrtal dan keseimbangan dunia dalam perdamaian antar kedua bangsa, tidak sedikit pun Kendric benar-benar menunjukkan sosoknya sebagai Kaisar langit. Meski itu untuk perjamuan penting.
Mereka tau Dewa Matahari adalah Mahadewa, tapi apakah ada yang melihat wujud dan rupanya? Tidak. Hanya sebuah lukisan sosoknya yang mengenakan topeng pada istana utama di kerajaan Litch.
50 tahun yang lalu, Kendric memutuskan untuk menghancurkan pulau Apollo dan menyisihkan pulau Rembulan di sisi langit. Keberadaan pulau itu tidak pernah di ketahui oleh Dewa manapun selain Kendric, bahkan Lezzy ataupun Aletha juga tidak mengetahuinya.
Pernah sekali mereka bertanya tapi Kendric tetap bungkam---apa yang terjadi dengan Lucy? Apakah sungguh ia telah tiada? Namun, setiap Fedrick meminta untuk merelakan Putrinya, meski tidak suka tapi mereka ingin menyediakan sebuah tempat terakhir bagi Putri malam tersebut----Kendric akan tetap menolaknya dan akan menjaga raga melati tersebut dengan darah nya.
Ia pasti kembali, dia akan segera bangun, jika mereka menyerah tidak masalah karena dia disini untuk tetap berharap bahwa langit pasti akan mengembalikan nya.
"Aku hanya perlu bersabar, selama lambang mate mu tidak hilang---aku masih punya kesempatan untuk bertemu dengan mu lagi." Kendric mencium punggung tangan Lucy,
Entah bagaimana sejarah mengukir dirinya sebagai Dewa kejam dan tak berbelas kasih. Tapi hanya di sini dan di hadapan kekasihnya ia harus menunjukkan penyesalan nya dan menangisi bahwa semua masih belum adil untuk dirinya.
__ADS_1
Seakan Matahari pun tidak selamanya gagah dengan cahaya teriknya, ketika badai hujan melanda tidak sekalipun kalian dapat melihat sosoknya di langit. Dan seperti inilah kondisi Kendric.
Owl Bird berwarna putih terbang di langit kemudian terbang merendah ke sisi Kendric, ia membawa pesan dari ajudan Kendric yang menyampaikan surat undangan dari Lucifer Kingdom. Sepertinya ini adalah undangan perayaan Festival Asteri yang akan di adakan juga di Kerajaan serta alun-alun kota.
Meski Kendric tidak akan datang ke pusat perayaan tapi setiap Asteri tiba, ia akan selalu mengunjungi kediaman lama Lucy ketika dia kecil. Alasan nya karena pohon yang menjadi pertemuan mereka masih tetap ada dan tumbuh dengan baik. Kendric ingin menunjukkan pohon itu kepada Lucy saat ia kembali nanti, tapi sebelum itu ia perlu pergi ke suatu tempat.
"Hari ini sampai disini dulu, besok aku akan datang lagi. Dan kuharap esok adalah hari terakhir aku melihatmu tertidur, karena bagaimana pun mimpi indah mu menyiksa ku, Lucy." Kendric mencium kening Lucy sebelum pergi.
Dan ketika Kendric benar-benar telah pergi. Suasana di danau tersebut mendadak hening, hal yang paling heran adalah altar peristirahatan itu. Biasanya jika Kendric pergi, bunganya akan kuncup dan membawa tubuh melati tersebut ke dasar danau.
Tapi kini lihat lah, sepertinya akan terjadi sesuatu kepadanya. Seakan langit mengasihi anak-anak permata nya, ia mengabulkan dari raungan mentari yang sudah lama terbenam tanpa pernah menyapa purnama di malam hari.
Angin berhembus cukup kasar, menerbangkan ribuan bahkan jutaan dari tiap kelopak pohon plum berwarna lilac. Angin yang selama ini tak beriak mulai menunjukkan gelombang kecil ke tepian danau akibat angin malam. satu demi satu kelinci putih melompat dan memenuhi seluruh taman dengan spirit sihir dari rembulan.
Sebuah cahaya biru muncul dan memenuhi tubuh wanita melati tersebut---perlahan mengangkat tubuhnya. Rambut hitamnya yang segelap malam mulai berubah menjadi putih bergelombang. Kelopak bunga teratai putih yang memenuhi danau terbang seakan tertarik mengelilingi tubuhnya----merajut gaun mahadewi nya yang sagat penuh gemerlap.
Bunga-bunga minipolis berwarna biru serta buliran air danau membentuk bola kristal kecil, menjadi mahkota keagungan nya yang tersebar di setiap helaian rambutnya. Lucy mulai membuka matanya menunjukkan mata biru seindah samudra dan seterang langit.
Darah Kendric yang tertinggal di keningnya pun turut mendapat anugrah dari cahaya bulan yang hadir selama proses kebangkitan saintes nya.
Karema darah Kendric yang merubah ukiran lambang Mate Lucy menjadi bulan sabit kecil berwarna silver---berada di atas lambang Mate bunga Lily di keningnya. Lucy bergerak turun dengan sangat lambat, ujung jari kananya yang menyentuh danau lebih dulu merubah air tersebut menjadi beku.
Lucy menatap langit dan dapat ia rasakan beberapa saat yang lalu kekasihnya datang menemuinya, jika saja ia berada di sini lebih lama pasti ia akan bertemu tapi Lucy bersyukur mereka tidak bertemu. Karena Lucy ingin dirinya mencari sendiri dan menemuinya sendiri sosok Mate nya.
Kelinci putih melompat mendekati Lucy dengan menggigit selembar kertas. Lucy yang mengambil dan melihat isi surat tersebut tersenyum.
__ADS_1
"----Mari temui Vasilias ku."
...✧༺ 🍁 ༻✧...