
"Baginda, Maharani pasti akan kembali. Karena itu anda harus bertahan, tolong pimpin dunia ini sekali lagi. Kembalikan apa yang seharusnya menjadi milik Imorrtal, dengan begitu dunia aman yang selalu ingin anda ciptakan untuk nya akan terwujud saat dia kembali."
Aletha memberikan belati hitam yang tadi di gunakan Lucy untuk menghunus jantungnya sendiri. Kendric meraih belati tesebut dengan pikiran yang kosong, "Apa menurutmu dia akan kembali?"
"Meski saya tidak bisa memastikan nya, tapi Lucy terlahir untuk dirimu Baginda."
Perlahan belati hitam tersebut kembali berubah menjadi kristal mawar hitam. Kendric sempat memperhatikan setangkai bunga tersebut dalam perdebatan pikiran nya, kemudian ia berdiri sembari membawa Lucy bersama dalam dekapan nya.
"Baginda?"
"Aku akan membawanya bersama ku. Kau bersiaplah untuk kembali sementara waktu ke kediaman Wisteria, Aletha."
Welliam yang mendengar itu sedikit memandang curiga kepada Aletha. Apa maksudnya kembali? Aletha mengabaikan tatapan Suami nya yang seakan meminta penjelasan.
"Saya akan mengisi kembali kursi Polemou untuk sementara waktu. Dalam waktu satu tahun, saya akan membantu anda Baginda."
"Apa---" Welliam diam saat Aletha menyikutnya, "Nanti ku jelaskan." Jelasnya
Kendric terbang keluar dari lembah tersebut. Ia melewati goa yang sebelumnya menjadi pilar pilar bebatuan hampa, kini telah banyak di tumbuhi tanaman cantik---bahkan di huni para roh suci seakan menjadikan goa tersebut sebagai rumah kedua setelah Negeri Peri.
Meski lokasi lembah tersebut cukup jauh dari pusat Ibu kota, tapi rasanya akan baik jika dia menjadikan lokasi itu sebagai referensi kuil suci yang baru untuk masa depan.
Setelah berhasil keluar dari lembah tersebut. Kendric mengepakkan sayapnya sekali lagi, hingga mereka bergerak menjulang tinggi menembus awan malam.
Dengan tatapan datar ia melihat bagaimana pulau-pulau melayang kebanggaan bangsa Dewa telah hancur lebur dalam invasi yang ia lakukan. Ditambah lagi dengan Bencana Alabasta beberapa saat yang lalu----turut memporak-porandakan pulau tersebut.
Kendric dengan segala keagungan nya, memilih tetap menghancurkan tiap puing bangunan dan pulau melayang tersebut untuk jatuh hingga ke dasar dataran. Seakan ia membersihkan langit dan merevolusi tatanan Imorrtal yang baru. Terlihat pola-pola sihir mengukir dengan sangat besar di angkasa, mengiring kepergian para Dewa yang telah tiada menuju langit malam.
__ADS_1
Ia bertekad untuk merubah dunia yang penuh dengan kekacauan, kedalam aturan yang sesungguhnya. Karena pada dasarnya tidak ada satupun pulau melayang selain Istana Kekaisaran. Dengan sangat berambisi Kendric meratakan Ibukota palsu tersebut beserta Istana nya jatuh menjadi reruntuhan sejarah.
"Memang sebaiknya kau berada di tempat yang aman. Akan ku tunjukan Ibu Kota terindah yang akan membuatmu terhibur, jauh lebih nyaman daripada kota replika ku."
Dari balik celah angkasa permata, turun hujan bunga Wisteria yang berasal dari kehendak Aletha sebagai Dewi Polemou sang penjaga kedamaian dalam sayap perlindungan nya. Benar seperti yang sudah mereka rencanakan dengan Selini Thea jauh sebelum semua konflik ini terjadi---ribuan tahun yang lalu.
Bahwasanya, setelah mereka mengalahkan Octopus. Istana penguasa akan di munculkan sebagai Kekaisaran yang sesungguhnya. Sebuah istana megah dengan dilapisi permata cahyani surya dan rembulan dalam satu waktu yang bersamaan, menerangi kegelapan Imorrral dalam pelita penguasa yang di pimpin langsung oleh Raja Matahari dan Ratu Rembulan.
Sudah sangat lama istana itu di sembunyikan agar Octopus tidak juga menghancurkan nya, karena mau bagaimana pun Octopus tidak suka jika Matahari dan Rembulan menjadi penguasa dalam status Raja dan Ratu. Jadi, sampai waktunya tiba, keberadaan istana cahaya tersebut hanyalah menjadi cerita legenda tanpa tahu ada atau tidak nya bangunan tersebut.
Aletha yang berhasil menjelaskan dan membujuk Welliam kembali memimpin atas perintah Kendric. Ia melayang di antara angin yang menerpanya. Kejadian dengan banyaknya peristiwa yang mereka lalui dalam satu hari akhirnya menunjukkan puncak ******* dari segala macam penantian.
Pedang Wisteria Aletha terbagi menjadi enam sudut persegi, mencoba saling menghubungkan sihir untuk membentuk suatu pola misterius. Dari balik pola cantik di angkasa, sebuah bayangan dan gerangan dari raungan mahluk besar terdengar menggemparkan Imorrtal. Para Dewa yang tersisa hanya dapat diam terkagum melihat apa yang terjadi di atas sana.
Seekor naga dengan wujud yang sangat besar keluar dari pola sihir tersebut dan secara bertahap terbang memutari sihir Wisteria yang di kendalikan Aletha di bantu oleh Robert yang menjaga arus angin di sekitaran nya.
Di atas pulaunya berdiri Istana megah yang pernah menjadi legenda selama berabad abad. Benar, itu adalah Istana Kekaisaran Langit (para Dewa) Skylitch Kingdom .
Istana yang terbalut dalam cahaya keemasan dari gumpalan awan menyerupai permen kapas---terlihat seperti permata terbesar dan jauh lebih terang daripada miniature di sekitar nya. Istana kekaisaran yang sesungguhnya telah muncul, dimana bendera kekaisaran berkibar dengan sangat berjaya. Menyatakan bahwa pemerintahan telah berubah, sehingga seluruh mahluk di sana berlutut menyanjung sosok keagungan Kendric.
Tapi bukan nya terkesima dengan sambutan hormat tersebut. Kendric justru pergi secepat kilat menggunakan sihir perpindahan tempat menuju sebuah pulau yang hanya diperkenankan mendekati rembulan, yang masih terlihat samar-samar dari balik awan.
Kendric membawa Lucy ke istana bulan milik Seleni Thea. Ia berjalan melewati tiap bunga Nemophila Menziesii. Menaiki anak tangga yang telah termakan oleh ilalang---sebuah Castle kebanggaan rembulan kini semakin termakan oleh alam.
Keheningan yang membawa banyak penyesalan dari tiap suara langkah kaki yang menggema, menggetarkan hati Kendric. Bahwa kini ia berjalan seorang diri menuju tempat peristirahatan terakhir mate nya.
Di area taman belakang istana bulan, terdapat sebuah danau tenang dan cukup luas. Hutan pohon Plum Blossom berwarna putih berguguran bagaikan sebuah salju--memenuhi permukaan danau nya.
__ADS_1
Kendric berjalan begitu saja di permukaan nya lalu berhenti tepat di tengah danau. Kunang-kunang bercahaya dan bertebaran di sekitaran mereka.
Kendric mengusap darah Lucy yang telah melukis penampilan nya, ia menatap terluka melihat kondisi Lucy. Mungkin secara mental ia sudah terguncang, secara fisik ia terluka, tapi secara batin ia harus merelakan nya.
"Sesuai janji ku, saat dunia telah baik-baik saja aku akan membawamu melihat istana bulan, Lucy." Kendric merubah penampilan Lucy jauh lebih baik dan rapih dengan sihirnya.
"---jadi kumohon, buka lah matamu. Lihat aku lihat dunia luar biasa yang ku jaga hanya untuk dirimu." Ia memeluk erat sosok mungil tersebut dalam dekapan nya, seraya menyatukan keningnya mereka dengan segala pikiran frustasi nya.
Sungguh, Kendric benci kesunyian ini, ia benci ketenangan yang datang secara tiba-tiba kedalam hidup mereka! rasanya ia ingin berteriak hingga tertawa, bahwa pada akhirnya mereka tetap harus berpisah lagi dan lagi.
"Aku tidak ingin merelakan mu, tapi aku juga gila melihatmu hanya diam dalam tidur mu----" Air danau bergerak membentuk sebuah tumpuan menyerupai teratai air berukuran besar, dan saat itu juga Kendric membaringkan Lucy di atasnya. "---Aku ingin melihat mu, kembali."
Seakan ia mengerti maksud pesan Aletha dari Dewi Alice (Lezzy). Ia pun menggunakan setangkai kristal mawar hitam untuk menggores pergelangan tangannya sendiri, hasilnya pun darah sang mentari harus menetes dengan sangat cepat jatuh keatas lambang Mate pada kening Lucy.
Setelah itu Kendric meletakan mawar tersebut di atas tubuh Lucy sembari mencium kekasihnya, dengan berat hati ia harus benar-benar merelakan Lucy untuk pergi.
"Aku akan menantinya, tidak perduli berapa banyak musim yang berganti, berapa lama tahun akan berlalu. Setahun, puluhan, ribuan atau jika kau membutuhkan satu abad pun----Aku akan tetap disini menunggu mu, hanya untuk mu." Kendric merasakan sesak yang terasa sangat mencekik lehernya, ia menggapai wajah damai Lucy yang tengah terlelap dalam tidur panjangnya.
"Meski begitu, aku tidak akan pernah bisa menahan rasa rindu ku untuk mu---jadi ku mohon, cepatlah kembali Maharani ku." Kendric tidak rela tapi ia harus melepasnya, sehingga cinta mereka di uji untuk melihat---akan kah janji di masa kecilnya akan mempertemukan mereka kembali(?)
Kendric berjalan mundur sebanyak tiga langkah dan seketika Kristal mawar hitam tersebut bersinar lalu air yang membentuk teratai air bergerak menutup seakan melindungi raga melati tersebut dalam pelukan nya. Kemudian secara perlahan jatuh tenggelam---membiarkan air menelan Lucy secara utuh.
Dari balik celah awan, sinar rembulan menyinari sekitaran area danau tersebut. Dan dalam waktu panjang hingga matahari kembali terbit di ufuk timur, Kendric memutuskan untuk pergi meninggalkan wilayah rembulan untuk melanjutkan tugasnya dalam mendirikan Imorrtal kembali.
Benar, ia kembali memimpin Imorrtal dan membiarkan namanya mengukir sejarah sebagai Kaisar Dewa paling berpengaruh dalam menyatukan kedua dunia yang bertolak belakang, dan mampu menciptakan sikap toleransi antar bangsa Dewa dengan bangsa Darkness World.
Lambat laun waktu terus bergulir---hingga sejarah kisahnya dengan sosok Robin terkenang dalam peristiwa kelahiran cahaya 100 tahun lama nya.
...✧༺ 🍁 ༻✧...
__ADS_1