
Info Hilang nya Author😢
Jadi di awal agustus author kelupaan sandi akun saat ingin login ulang, sehingga butuh proses untuk pemulihan nya. Sembari menunggu author dah nabung banyak episode menuju epilog, mohon maaf atas gantung nya cerita ini🙏🏻🙏🏻
...----🍁----...
Lucy terdorong kecil ketika memasuki kediamannya---lebih tepatnya ruang kamar nya. Alberd dengan berat hati menutup pintu kediaman sang putri setelah menatapnya dengan perasaan bersalah.
"Tunggu---Tetua Alberd!" Lucy segera menahannya. "Tetua anda yang memberikan Molie kepada ku setidaknya jangan kurung dia biarkan dia bersama ku."
"Putri, jika saya tahu itu akan membahayakan anda, saya tidak akan pernah menyerahkan rubah tersebut kepada anda."
Lucy tidak mau menyerah ia mencoba menahan pintu sekali lagi ketika Styvn ingin menutupnya. "Tetua Styvn. Tolong bujuk Ayah, Seluruh dunia akan dalam bahaya jika aku tidak pergi----"
"Kami tidak bisa melanggar perintah Lord Agung, Putri. Tolong mengertilah ini demi keselamatan anda."
"Tidak, tunggu, jangan kurung aku-----Tetua!!"
Pintu berhasil tertutup dengan rapat, Lucy mencoba sekuat mungkin mendobrak hingga memukul pintu seraya berteriak berharap Ayah nya mau melepaskan nya. Tapi yang terjadi Lucy merasakan pusing serta tekanan dari sihir seseorang.
Seakan ia memahami situasi, Lucy berlari keluar balkon melihat Ayah nya tengah menatap dingin kearah dirinya dari luar istana. "Ayah, jangan!!"
Fedrick menggunakan kekuatan nya sebagai seorang Lord Demon. Sihir merah berpadu dengan hawa kegelapan---memutari seluruh kastil istana milik Putri tercinta. Satu demi satu pilar yang membentuk persegi enam menjadi dinding pengurung, memberikan batas serta pernyataan bahwa Lucy saat ini adalah Putri yang tertawan dalam lapisan permata!
Lucy merasa menjadi lemah, nafasnya mengalun pelan dan tidak bertenaga. Jadi selain di kurung Fedrick juga membatasi sihir Lucy, kini ia sungguh benar-benar muak dengan semua kata perlindungan. Lucy yang melihat tidak ada lagi harapan untuk bisa melarikan diri, jatuh berlutut melihat bagaimana sang Ayah pergi setelah mengurungnya begitu saja.
"Kau lagi-lagi membohongi ku, Kendric. Kau mengkhianati kepercayaan ku---" jatuhnya air mata Lucy menjadi tanda bahwa ia kecewa sekaligus berambisi pada sosok maha Dewa yang membuatnya berkali-kali terluka atas pilihan nya yang begitu sangat egois.
Tidak lama perhatian nya teralihkan dengan sihir Aletha yang mengaktifkan artefak sihir dari kristal yang di berikan Kendric melalui Sylfia. Cahaya putih kebiruan itu menembus langit hingga hampir menerangi seluruh wilayah Darkness World yang terlahap oleh kegelapan.
__ADS_1
Pedang wisteria Aletha yang menjadi penopang sebagai jalur masuknya portal menuju Imorrtal----menarik seluruh energi gelap (miasma) yang menodai dunia tersebut untuk terhisap menuju dunia Imorrtal, sehingga mereka akan hancur bersama rencana gila Kendric.
Lucy memandang dingin dengan apa yang dilakukan keluarganya, yang justru malah mendukung Kendric. Dengan keputusan nya yang telah menjadi bulat, Lucy kembali memasuki kediaman nya untuk menenangkan diri atau lebih tepatnya memutar otak untuk bisa keluar dari sini.
"----Kendric, jangan salahkan aku, jika kau harus kehilangan ku untuk sekali lagi!"
...---, 'o🍁o' ,---...
Kembali pada posisi Kendric yang berhasil menyusup dan mengamati setiap pergerakan musuh. Informasi dan kabar telah ia sebarkan kepada bawahan setia nya untuk segera mendekati lokasi ini, terkecuali Robert yang sudah lebih dulu sampai.
Di dalam goa gunung merapi tersebut, berhasil di kuasai oleh Titania pasukan Octopus dan 20% nya adalah para Tetua yang berhasil melarikan diri dari pembantaian yang di pimpin Robert beberapa jam yang lalu.
Kendric serta Robert memasuki ruang segel Krhanos dan bersembunyi pada bebatuan di langit langit gunung merapi. menunggu seseorang untuk membuka pintu yang menjadi inti pertemuan nya dengan Krhanos.
Tidak lama Octopus pun datang. Dengan angkuh ia menyentuh pintu batu tersebut dan kemudian secara perlahan pintu bergerak melebar, dapat Kendric rasakan aura mengerikan saat melihat beberapa tangan menjulur keluar dari celah batunya mencoba untuk membuka lebih cepat pintu tersebut.
Melihat bagaimana sosok dari wujud Krhanos yang begitu sangat besar---sepuluh kali lipat lebih besar daripada mahluk Troll. Rantai yang mengikat Krhanos telah hancur satu demi satu seiring mendekati waktu kebebasan nya.
Tersisa satu rantai pada lehernya selebihnya ia mampu bergerak dengan leluasa dari pada 10,000 tahun ini. Sebagian tangan Krhanos mengunyah para Dewa yang telah Octopus siapkan sebagai menu pembuka untuk sang tuan.
"KAU LEBIH LAMBAT DARI YANG KUDUGA, OCTOPUS."
"Saya masih belum berhasil menyusup Kekacauan di Ibu kota, mohon maaf Tuan."
"BOCAH MATAHARI ITU SEMAKIN BESAR KEPALA! APA SEKARANG KAU HANYA MEMILIKI KEPALA YANG BESAR SAJA!?? SEGERA BAWA DEWA SOMBONG ITU KEPADA KU."
"Itu tidak mudah Tuan."
__ADS_1
"KAU MEMBUAT KU SEMAKIN LAPAR OCTOPUS! KAU TIDAK DAPAT MEMBAWA ROBIN ITU DAN KINI KAU JUGA TIDAK BISA MENYERET KEPALA MATE NYA! APA KAU LUPA BAGAIMANA RASANYA MATI?"
Octopus mengumpat kesal, ia semakin muak mendengar tengkorak itu berbicara besar di hadapan nya. Tapi dia harus bersabar hanya tinggal sedikit lagi maka mahluk legenda mengerikan di hadapan nya akan ia lahap dan tinggal sosoknya saja yang akan menjadi paling kuat melebihi langit itu sendiri.
Ia akui rencana nya untuk membawa Robin tersebut gagal itu karena begitu banyaknya lapisan sihir yang di pasang oleh bangsa Demon tersebut. Tapi kabar baik juga datang secara bersamaan. Jika sesuai yang ia pikirkan Maha Dewa itu pasti tidak akan hanya duduk diam di kursinya bukan?
Aku hanya memerlukan darahnya!
"BERANINYA KAU MENGABAIKAN KU!!"
"Saya mohon ampun Tuan. Saya akan segera membawa kepalanya---"
"Kau tidak perlu repot-repot menemui ku, serangga!"
Mereka semua diam dan melihat sosok paling bercahaya di balik kegelapan. Rambut emas nya serta mata permata delima nya yang begitu mencolok membuat Krhanos ataupun Octopus menatap tidak percaya, melihat bagaimana matahari itu bersikeras menerobos malam menggantikan bulan yang tertidur lama.
Kendric menunjukan dirinya di hadapan dua musuh dalam hidupnya. Sedangkan Robert membisu seraya menjambak rambutnya melihat sang Kaisar turun dengan cepat dan menyatakan perang tanpa diskusi kepadanya.
"AHAHAHAHHA!! BISA-BISANYA KAU BERJALAN DENGAN KAKI MU SENDIRI, APA KAU SANGAT INGIN AKU MAKAN?!"
"Kalau begitu, biar ku sajikan makanan penutup untuk mu." Ujarnya dengan angkuh.
Hal ini membuat Krhanos merasa jengkel dengan sikap angkuhnya. Dan dalam sekejap Kendric menyerang Krhanos dengan serangan cepat tapi sayangnya serangan itu di tepis oleh Octopus.
"KALI INI KAU TIDAK BOLEH GAGAL! BUNUH DIA UNTUK KU OCTOPUS."
Tanpa bergeming, Octopus pun menunjukan eksistensi nya sebagai Dewa paling tertua di dunia Imorrtal ini. Ia membabi buta dan terus berhadapan dengan Kendric, sayangnya Kaisar Dewa itupun tidak berniat mengalah.
Kendric membalas serta menangkis serangan yang mencoba menggores kulitnya. Mereka bertarung hebat bahkan sampai hampir meruntuhkan langit bebatuan gunung merapi tersebut. Sedangkan Robert membantu Tuan nya menahan rombongan pasukan Titania serta para mayat hidup yang di bangkitkan oleh Krhanos.
__ADS_1
Serangan yang sungguh mirip dengan sihir Katastrofi sewaktu melawan Fedrick. Jadi mari mulai peperangan ini! Begitu kata yang tertanam pada benak mereka semua!
...✧༺ 🍁 ༻✧...