The Queen Of Vasellica Moon

The Queen Of Vasellica Moon
Robin ; Destiny of Unattainable Love


__ADS_3

..."Aku hanya ingin kau tahu, pilihan ini menyiksa ku."...


...----- ⋆ ˚。⋆୨୧˚ 🍁 ˚୨୧⋆。˚ ⋆ -----...


"----Lalu apakah ada cara lain tanpa membuat seorang Robin harus---harus mati?"


"Tidak ada."


"Tapi, Kendric bilang Kakek ku memiliki cara lain. Aku yakin itu adalah hal yang baik."


"Robin, Kakek mu adalah satu-satunya manusia yang di beri kelebihan untuk menuang segala bentuk pengetahuan mengenai dunia seperti kita. Tapi, ada beberapa hal yang tidak boleh ia lakukan. Manusia adalah mahluk yang bisa berpikir melebihi langit, dengan batasan yang bebas ia menemukan sebuah cara yang menentang langit. Itu sebabnya aku menurunkan wahyu kepada para bangsa Imorrtal bahwa buku pengetahuannya yang meneliti kegelapan serta langit harus di munaskan."


"Jadi, apakah Kakek ku----mati karena titah mu?"


"Aku tidak pernah memberi perintah untuk membunuhnya. Aku hanya ingin buku itu musnah, kematiannya adalah usulan dari Octopus. Anak ku, meski pun memang ada cara lain. Kalian tetap tidak boleh melakukannya."


"Kenapa? "


"Pada dasarnya, Robin di ciptakan memang untuk mati ------"


"Apa yang salah dengan seorang Robin sehingga ia harus menjadi korban untuk menghentikan Krhanos?! Apa kau sedang mempermainkan takdir mahluk hidup? Aku hanya ingin hidup bersama Mate ku, lalu apa gunanya semua prasaan ini jika aku harus menghilang darinya---aku hiks, tidak ingin meninggalkannya." Lucy frustasi serta marah pada kondisi yang terus berputar, seakan masalah ini adalah labirin yang tertuju pada satu jalan keluar---yaitu kematian.


Peri pohon dunia itu menghela nafas. "Mungkin sudah waktunya kau harus memahami ini."


"Apa---apa yang harus aku pahami?"


"----Seorang Robin tidak boleh jatuh cinta terhadap mahluk hidup, Anak ku. Dahulu, Matahari begitu menyayangi kaum Imorrtal. Bumi mencintai Manusia. Bulan selalu melindungi Darkness World dalam malam nya. mereka tidak rela jika satu dari kaum mereka harus menjadi pengorbanan. Maka Langit menghendaki ku dengan menciptakan satu sosok mahluk mungil yang memiliki hati bersih seputih awan, ia di berikan jiwa, raga serta perasaan untuk mengasihani ketiga mahluk berbeda dunia. Agar kelak, ia rela untuk mengorbnkan dirinya demi melindungi ketiga dunia dari kekejaman Krhanos."


"Ia satu-satunya mahluk yang tidak boleh memiliki seorang Mate. Karena ia di ciptakan untuk menjadi tumbal di atas altar suci, pengorbananya akan memurnikan alam dan menyelamatkan banyak bangsa. Sehingga masa depan tetap tersambung dengan damai. "


Lucy berjalan lebih dekat ketepian danau kecil di bawah pohon dunia. Pandangannya menatap bingung serta kecewa dengan hal yang di katakan peri barusan. "Tapi---jika Robin tidak di izinkan memiliki Mate. lalu bagaimana dengan orangtua Kendric?"

__ADS_1


"Inilah rahasia Vernitysha yang tidak pernah di katakan oleh siapa pun. Bahwa Kelahiran Kendric adalah sebuah kesalahan bagi alam, tetapi bagi Langit ia adalah sebuah keajaiban. Sejak awal Vernitysha mengetahuinya, jika ia menerima Apolleon sebagai kekasihnya maka rule masa depan akan berubah, dimana ia tidak akan bisa lagi menjadi pemurni bagi Alabasta."


"Dan, bila ia melahirkan buah hatinya, maka kekuatannya akan terbagi juga untuk sang bayi. Perlahan-lahan, Vernitysha akan kehilangan eksistensi nya sebagai seorang Robin. Itu sebabnya ia menemui Nenek mu untuk menitipkan masa depan yang telah berubah ini kepada Robin yang baru, dan dengan rela menyerahkan dirinya kepada Manusia untuk meredakan sesaat kedengkian serta kebencian yang di kendalikan oleh Krhanos melalui Octopus. Karena keputusannya, maka cara untuk menghentikan Alabasta menjadi ganda, dan itu tidak boleh di lakukan."


"Ganda?"


"Seperti yang aku bilang, hanya kematian Robin yang mampu menghentikan Alabasta. Dan bila kau tidak siap untuk berkorban---maka harus ada pengganti yang setara dengan Robin untuk mati di altar suci."


"Robin pengganti? Tapi,, hanya aku yang---"


"Ada. Bukankah masih ada satu sosok yang mendapatkan sedikit dari kehendak Robin?"


Seakan Lucy mengerti dengan pembicaraan ini. Ia berjalan mundur dengan tatapan ketakutan pada ke terdugannya, seakan ia ingin berteriak untuk menolaknya. "Tidak mungkin, cara lain yang kau maksud adalah----"


"Anak ku, jika kau tidak bersedia. Maka kau harus membunuh Mate mu---karena dia adalah Putra dari Vernitysha, Robin terdahulu."


Lucy jatuh terduduk dengan segala macam pemahaman yang masuk secara kasar kedalam benaknya. Seakan ia di paksa untuk melihat segala yang terjadi pada masa lalu---adalah tali takdir yang saling terhubung. Mau itu kisah Ayah, Ibunya. Kakek, Neneknya ataupun Kakaknya.


"Ia pasti akan mati jika berkorban tapi tidak dengan Krhanos karena ia hanya akan tersegel untuk sementara. Sedangkan dunia membutuhkan sosok Matahari untuk mencegah kegelapan menguasai waktu siang. Kau telah bersumpah dan menerima jiwa mu sebagai Robin, maka lakukan lah seperti kehendaknya."


"Jika kalian tetap menggunakan cara lain----Maka tidak akan ada masa depan. Robin memang harus mengemban tanggung jawab itu, Anak ku. Pengorbanannya akan menjadi satu-satunya harapan pelita di tengah kemalangan mahluk hidup."


Lucy merasa hancur saat jawaban pada kegelisahannya dan hal apa yang paling di khawatirkan Kendric, menjadi tali untuk mengikat lehernya dengan kata tanggung jawab atas takdirnya.


Lucy hancur saat ia tidak sanggup, harus bagaimana ia melihat wajah kekasihnya yang mengharapkan cara lain untuk menghentikan semua ini---seakan ia di beritahu bahwa usaha Kendric untuk menyelamatkan nya hanyalah hal yang sia-sia. Karena pada akhirnya, takdir di antara mereka adalah Perpisahan!


Dia atau Kendric yang akan mati di altar suci?!


"Jika---jika aku mengorbankan diriku pada hari Alabasta tiba. Apakah masih ada masa depan untuk ku dengannya---tetap bersama?" Lucy menatap rala seakan tidak tahu harus pada siapa lagi ia mengadu dengan kesedihan ini.


"Aku sungguh minta maaf, Masa depan itu tidak bisa ku katakan, karena kau tidak memilihnya. Kau memiliki petunjuk untuk masa depan itu Robin. Sekarang pilihan ada pada dirimu."

__ADS_1


"Tidak bisakah kau membantu kami?"


"Cara yang paling tepat adalah kewajiban mu."


".................."


"Sudah waktunya kau kembali, utusan Lucifer Kingdom akan datang menjemput mu. Aku sudah menjawab semua yang ingin kau ketahui----Kau juga telah melebihi batas pertanyaan yang telah ku tentukan."


Lucu terlihat sedih dan lemah, ia hanya menatap bingung pada rumput yang ada di bawah pijakan kakinya. Dengan sangat tidak rela Lucy berjalan kembali, menjauhi pohon dunia dan hutan para Roh auci.


"Robin...,"


Seakan Pohon Dunia tidak kuasa melihat kesedihan bintang pelita nya, Ia pun memberikan anugrah kepadanya. Meneteskan setetes embun yang jatuh daru dedaunan permata tersebut ke lambang Mate Lucy.


"Anak ku, dengarkan ini. Kau berbeda dengan Vernitysha---kau satu satunya mahluk malam yang menerima cinta kasih dari seluruh alam, bahkan rembulan mengakui mu. Aku harap kau tidak salah memilih."


"-----terimakasih, nasehat mu akan ku dengar dengan baik." Lucy kembali melanjutkan jalannya dengan segala macam perasaan. Molie memberikan salam perpisahan kepada Pohon Dunia kemudian kembali mengiringi langkah Lucy.


"Yggdrasil yang agung. Aku ingin tahu, apa yang membuat Dewi Vernitysha memilih nya sebagai Robin?"


"----Karena Lucy di penuhi cinta rembulan."


"Hm? memangnya apa yang spesial dengan itu?"


Peri itu diam dengan senyuman kemudian kembali bersatu dengan pohon dunia. Mencoba tetap diam dan menjadi pengamat untuk melihat pilihan apa yang akan di ambil Robin, masa depan dunia ini atau masa depan dirinya seorang.


...✧༺ 🍁 ༻✧...


*Maaf blm bisa up banyak, karena signal.


crazy up nya nyusul yaa kalau sudah balik dari mudik😁😘❤

__ADS_1


__ADS_2