The Queen Of Vasellica Moon

The Queen Of Vasellica Moon
The Cunning Behind Octopus' Plan


__ADS_3

BOOM


Ledakan dahsyat kembali membuncah hingga memporak-porandakan tanah kematian tersebut. Kendric tidak sedikit pun mundur untuk menghabisi lawan nya. Pasukan naga spirit berhasil ia hadirkan untuk menghabisi seluruh Troll hingga pasukan roh suci yang telah terkutuk oleh miasma.


Badai kehancuran serta miasma bercampur menjadi rantai pengekang bagi mereka yang terseret kedalam perang. Octopus ataupun Kendric telah berhasil bertahan hingga mampu menggores prestasi yang membanggakan pada tubuh lawannya masing-masing. darah yang menjadi pengganti keringat di abaikan begitu saja oleh mereka dan dengan perasaan acuh, keduanya masih tetap saling menyerang.


Robert dan seluruh rekannya (pasukan Asassin cahaya matahari) menumbangkan lawan dengan membabi buta seakan mereka ingin menjadi berguna bagi sang kaisar, dan semua perasaan dendam yang mereka simpan selama ini meluap tumpah menjadi semangat untuk membinasakan pasukan Titania.


Tapi meski mereka sekuat tenaga menghabisi musuh, lain halnya dengan para Goblin serta roh suci yang telah di manipulasi oleh Octopus---mereka sangat merepotkan ketimbang para pasukan Titania.


"Racun Gravos yang telah bercampur dengan miasma ini sangat berbahaya."


Robert terlihat menatap ngeri dengan racun yang berhasil meraup tubuh rekannya hingga tewas. Sepertinya di senjata mereka ada begitu banyak racun Gravos untuk melumpuhkan mereka sebagai bentuk pembalasan.


"Berhati-hatilah dengan senjata mereka dan biarkan delapan pasukan Asassin untuk menjadi pundak Baginda agar senjata itu tidak terbidik kearahnya."


"Akan lebih baik jika Dewa Hannës saja yang memimpin Asassin untuk Baginda. Biar saya yang menahan mereka."


"Baiklah, aku percayakan kepadamu." Robert segera pergi menuju sang Kaisar seraya menyampaikan bahwa pihak musuh memiliki senjata yang mampu melumpuhkan hingga berakibat kematian.


Kembali pada posisi Octopus serta Kendric yang masih saling merajam hingga mendesak dunia untuk ikut hancur dan mati bersama mereka. Kendric yang masih menjadi Putra Matahari tersebut terlihat sangat tangguh dan itu membuat Octopus kesal.


Meski begitu ia memiliki rencana untuk melumpuhkan vital sihirnya yang sangat luar biasa. Octopus melihat Tuan nya yang terlihat gerah untuk meraih Kendric sendiri tetapi rantai di lehernya masih mendesak bahwa ini bukanlah waktu kebebasan nya.


Benar mereka memulai perang lebih cepat karena Alabasta baru akan tiba tiga hari lagi dan itu membuat Krhanos sangat menggila.


"OCTOPUS! KENAPA KAU BEGITU LAMA MENGHABISINYA?!"


Suara lantang bak trompet kematian menggema di langit serta daratan---mengguncang alam dengan aura kehadirannya bahwa monster bencana yang melebihi tanah jahanam itu sudah sangat gelisah.


Octopus berdecak tidak suka dengan suara itu seakan ia terlihat sangat lemah dibandingkan sosok Kendric. Kalau begitu bagaimana jika kita mulai ritualnya. Otak cerdik Octopus mulai menunjukan pikiran angkuh---bahwa, siapa yang seharusnya memimpin arus pertarungan tersebut.


Ia menunjukan kekuatan yang telah lama ia sembunyikan atas hasil manipulasi gilanya. Octopus menunjukan sayap yang tercipta dari sekumpulan tangan yang begitu sangat mengerikan, di tambah muncul sebuah senjata artefak yang mampu melawan langit dan menunjukkan sosoknya yang jauh lebih kuat daripada kaum legenda.


Lihat lah, mahakarya ku kaisar langit!!


Kendric mendapatkan ancaman dari aura lawan nya. Perubahan Octopus menimbulkan kepekaan insting marabahaya dari sebelumnya. "Cih, menyebalkan."


"Bersiap lah mati kali ini, bocah!!" Kendric dan Octopus sekali lagi menguji serangan mereka.


Hantaman dari kedua kekuatan besar itu saling mengikis udara dan gravitasi yang hampir menciptakan percikan kerusakan pada area sekitaran. Octopus tahu ini akan terjadi seimbang, tapi dia tidak boleh sampai kalah, sehingga kelicikan pun akan menjadi tameng yang paling pas untuk melindunginya.


Kendric menekan lebih kuat dan mengumpulkan kekuatannya pada satu titik sehingga Octopus terdorong sedikit kebelakang, merasa ini tidak akan mudah Octopus menggunakan artefak dewa buatannya yang menyerupai pedang dengan memiliki delapan mata monster di tiap penjuru pedangnya.


Seakan paham, Kendric dengan gelap mata menahan pedang itu dengan tangannya sendiri, meski itu akan melukainya tapi Kendric lebih segan jika ia sampai harus jatuh.


" Kau tidak akan mampu menumbangkan ku."


Kendric menunjukan eksistensinya sebagai maha dewa dan dengan kuat pedang mataharinya menusuk perut Octopus dan membuatnya sampai jatuh menghantam tanah.


Octopus menyeka darah dan menarik pedang tersebut. "Aku memang tidak mampu, tapi setidaknya itu berhasil."


"Baginda, jatuhkan pedangnya. Octopus menggunakan racun Gravos sebagai pertahanannya!!" Teriakan Robert di sela ia melawan musuh untuk menuju kearah Kendric, terdengar sangat menyenangkan bagi Octopus karena informasi itu datang terlambat.


Kendric mulai mengerti saat miasma serta racun itu mulai menyebar ke seluruh tangan kanannya. Kalau di ingat dulu sewaktu ia menyusup kuil, Kendric juga pernah sempat terkena racun Gravos.


Hanya saja reaktif dari racun saat ini lebih ganas dari perkiraan nya. Bahkan ia sampai berpikir, mampukah keberuntungan datang secara berturut-turut kepadanya?

__ADS_1


"Egh!" Kendric dengan sigap melepaskannya, dan baru saja terlepas. Racun itu bergerak cepat melahap tangan nya---terus hingga ke seluruh tubuh.



"Kau terlalu lengah bocah---"


"Yang Mulia!!!"


Di saat Kendric mencoba menetralisir rasa nyerinya. Lagi-lagi Octopus berbuat licik dan memanfaatkan momen ini sehingga rencana nya pun membuahkan hasil.


Selayaknya hidup pedang mengerikan itu memunculkan empat tangan untuk menyerang Kendric. Tentu Kendric mampu menangkis nya hanya saja tidak untuk mata pedang yang berhasil menusuk hingga hampir mengenai jantung Kendric. jika saja Robert tidak berteriak seraya melempar tombak untuk membuat arah tikaman nya menjadi melesat. Meski begitu Kendric berhasil di buat goyah, sehingga kondisi tubuh dan mana nya terguncang.


Kendric nekad menarik pedangnya dan membakarnya seakan ingin menghancurkannya, karena kekuatan racun yang semakin menjarah pada luar serta dalam tubuh nya mengunci pertahanan nya.


Dan hal itu mampu membuat Kendric harus memijaki tanah serta meraih bebatuan untuk menompang tubuh remah nya. Untungnya Robert berhasil berada di sisinya---sebagai perisai menjaga sang kaisar dari tatapan buas musuh yang mencoba memanfaatkan celah dari penguasa langit.


"Kau memang kuat tapi kau lengah dengan hal kecil." Octopus meregangkan ototnya,


Seakan ia mendekati kata sempurna--luka yang di buat Kendric seketika hilang dan menjadikan nya baik baik saja. Itu semua karena ramuan dari hasil sihir gelap yang ia teliti sendiri, "Ahahahaha!! Aku akan menjadi langit hari ini juga!!"


Di tengah kewaspadaan terhadap anak buah Octopus. Kendric dan Robert saling berpandangan tidak memahami dengan ucapan Octopus barusan.


"Apa kau berniat melangkahi Tuan mu, Octopus?" Sindir Kendric.


Mendengar hal itu membuat Krhanos yang masih terjebak, tertarik dengan topik yang sedang Octopus katakan. Dengan wajah yang memandang iba serta remeh, Octopus kembali tertawa hingga terlihat sangat tidak waras.


Ia merentangkan kedua tangan nya sembari menatap langit gulita. "Tuan? Siapa yang mampu menjadi Tuan ku?" Octopus menatap Krhanos serta Kendric secara bergantian.


"Tidak ada yang bisa mengendalikan diriku---Kau ataupun Krhanos. Kalian semua hanyalah umpan untuk membantuku mencapai tujuan ku menjadi langit yang mutlak!! Ahahahaha!!!"


"Lalu apa yang akan kau lakukan? meski waktu mu adalah 3 hari lagi tapi untuk saat ini kau masih belum cukup kuat untuk keluar dari sana, bukan? Mahluk tua seperti mu tidak akan bisa lagi mengatur diriku! Aku sudah muak!"


Kendric mencoba untuk tetap terjaga pada kondisi buruknya saat ini, ia menatap tajam kearah Octopus. "Sekarang aku paham. Kau mencoba meraih langit sebagai wujud Krhanos itu sendiri." Semua menjadi jelas, dengan semua hal konflik yang berputar-putar tapi nyatanya Octopus mencoba mengelabui mereka semua termasuk Tuan nya sendiri.


"MENJADI DIRIKU? MAHLUK REMAHAN SEPERTIMU INGIN MENJADI DIRIKU? AHAHAHAHA!!! KAU MEMANG HANYA BISA MEMBUAL OCTOPUS!"


"Kalau begitu biar aku tunjukan----Hem, akan lebih bagus juga jika Alabasta datang lebih cepat. Bagaimana menurut mu Putra Vernitysha?"


Mendatangkan Alabasta lebih cepat? Apa dia yakin? Kendric ingin tertawa tapi melihat raut wajah nya sepertinya dia telah memperhitungkan hal ini juga. Kendric seakan berpikir memutar otaknya dengan keadaan yang menjadi terbalik, bahwa ia memang sudah terdesak.


"Apa masih belum ada signal dari Aletha."


"Amulet nya bereaksi tapi belum ada tanda bahwa gerbang dimensi terbuka."


"Aku harus menutup semua pintu yang terhubung ke Imorrtal. Sepertinya Octopus benar-benar akan menjadi monster."


"Lihat dan saksikan, bagaimana sejarah akan mencatat diriku sebagai penguasa langit dan menjadi satu-satunya mahluk paling agung di seluruh dunia!!"


Suara Octopus menggema angkasa, dan seketika angin berhembus dengan sangat kasar. Petir mengguncang hingga merobek segala hal di bawahnya. Awan hitam yang menggumpal menutupi matahari serta rembulan selama beberapa minggu ini mulai bergerak.



Octopus kembali terbang ke langit seakan ia menjinakkan alam. Tidak sedikitpun cambukan petir mengenai dirinya. "Aku hanya butuh darah dan kematian mu."


Octopus menjentikkan jarinya dan hasilnya pedang yang tadi sempat di bakar Kendric kembali utuh seperti tidak terbakar---kemudian kembali ke tangan Octopus. Ia menatap bahagia saat melihat ada begitu banyak noda darah Kendric akibat tusukan itu yang terserap ke seluruh pedang.


"APA YANG AKAN KAU LAKUKAN DENGAN PEDANG ITU?"

__ADS_1


"Bukankah sudah jelas. Aku ingin jantung mu Tuan Krhanos."


"TIDAK----OCTOPUS!!!"


Krhanos memberontak tapi rantai pada lehernya kian mengunci. Sial! Octopus memanfaatkan situasi ini untuk mencoba membunuhnya, itu berarti semua kepatuhan nya hanyalah topeng kesabaran nya untuk mendapatkan moment di hari ini, karena untuk membunuh Krhanos membutuhkan kuasa Bulan dan Matahari--dan hal itu cukup dengan darah mereka maka segala sesuatu akan menjadi kuat. Sangat disayangkan ia tidak bisa menyeret Robin itu!


Octopus menggunakan kekuatan nya dan seketika suluran akar pohon yang menyimpan racun Gravos berhasil melilit Kendric maupun Robert. Ia mengangkat tinggi pedangnya dan kemudian petir petir itu seakan tertarik untuk menyatu dengan senjata artefak buatan nya. Octopus membidik monster besar yang berada di gunung merapi.


"Terimakasih telah banyak menghiburku Krhanos."


"KAU BRENGS*K OCTOPUS!! AKU AKAN MELAHAP MU, DAN BILA WAKTUNYA ROBIN ITU MENGHUKUM MU. KAU AKAN-----ARG!!"


Pedang Octopus terlempar selayaknya anak panah yang melesat cepat lalu menghancurkan Krhanos dari ujung kepala hingga kedalam tubuhnya--membagi dua tubuh monster itu dan memperlihatkan sebuah kristal stone berwarna ungu gelap yang melayang di tengah pusaran arus larva.


Krhanos menjadi kepingan batu yang terkikis asap akibat rantai pengikat pada lehernya masih berfungsi dan bila terdapat mana maupun darah dari penguasa langit, rantai suci itu akan menjadi tali gantung serta listrik yang mampu mengoyak habis tubuh nya!


Octopus tertawa melihat bagaimana ia membalaskan semua rasa amarahnya menahan diri di pandang rendah selayaknya budak oleh Krhanos selama ratusan hingga ribuan tahun oleh nya. Tuan yang pada awalnya ingin ia puja menjadi batu pijakan untuk rencana nya yang sangat sempurna.


"Kini giliran ku yang naik sebagai sorotan dunia."


Dalam sekejap Octopus berhasil meraih bongkahan batu kristal stone yang tidak lain adalah jantung Krhanos. Ia memakan dan menyerap seluruh mana kegelapan yang ada pada stone tersebut.


Kendric berkeringat melihat bagaimana Octopus tahu cara memanfaat kan waktu serta membunuh Krhanos dengan tepat. Membuatnya merasakan bahwa ini tidak akan mudah dan kehancuran tidak dapat dielakan.


"Yang Mulia signal dari Aletha telah masuk. Amulet berhasil menyerap 98% Miasma di seluruh Darkness World dan juga Bumi."


Mendengar itu Kendric mengambil tindakan ia menggunakan seluruh kekuatan serta imunity kristal kehidupan nya untuk menyerap membawa semua miasma ke dunia Imorrtal. Sihir besar merangkak menjulang hingga menembus awan. Lambang kekaisaran Dewa Matahari terbentang dengan sangat besar, dimensi Dreamcatcher terbuka.


Amulet itu menarik dan memindahkan semua miasma. Kendric harus segera cepat menyerap dan menutup gerbang dimensi sebelum Octopus selesai dengan ritual gilanya.


Kendric mengeluarkan cukup banyak darah dari mulutnya saat racun Gravos masih menawan nyawa nya. Ia menyeka mencoba tetap bertahan hingga Amulet benar-benar berhasil menyerap seluruh Miasma.


"Baginda," Robert terlihat khawatir.


"Segera bentuk formasi dinding segel. Kalian semua harus berada di luar formasi lalu kurung diriku bersama dengan Octopus, target kita berubah menjadi dia. Aku yakin ia akan menjadi monster yang sebenarnya dan Alabasta----" Kendric terdiam. "----Alabasta akan tiba lebih cepat dari perkiraan. Maaf, aku telah menyeret kalian dalam rencana ku yang terlalu berisiko."


"Baginda, izinkan saya berada di sisi anda."


"Raja tidak memerlukan perisai untuk melindungi kepalanya, mahkota yang tersinggah adalah pedang yang memang selalu membahayakan nyawa pemiliknya. Tapi Raja butuh perisai untuk melindungi dunia dan rakyatnya, Dewa Hannës." Ujar Kendric seakan menekan kan ia butuh komandan untuk melindungi nyawa yang ingin mereka lindungi.


"Meski anda selalu bilang tidak perduli dengan yang lain. Tapi sejujurnya anda selalu melindungi kami dari para musuh---Baginda tetaplah hidup kami membutuhkan anda sebagai pemimpin kami."


Dengan berat hati Robert serta para Asassin bergerak pergi berpencar untuk membuat lingkaran dinding segel selama Kendric berupaya menghabisi Octopus serta bencana Alabasta ini.


Kendric tertawa konyol saat mendengar hal itu. Dan sosok paling ia rindukan di ujung hayatnya tergambar dengan sangat jelas, bahwa rasanya ia ingin menangis dan menjerit sekuat-kuatnya. Kendric yang terlahir sebagai penerus pimpinan dunia ingin tetap hidup dan kembali kedalam pelukan Mate terkasih nya, memeluk erat sosok dambaan nya.


Tapi ia tidak boleh lemah dan mundur. Ini adalah pilihan nya dan ia siap dengan kekecewaan dari keputusan nya. Jika ia mundur, maka ia hanya akan kehilangan segalanya.


"Maaf---maaf kan aku, kali ini aku kembali melukai kepercayaan mu, Lucy."


Robert dan seluruh pasukan Asassin berhasil merapal kan mantra sihir. Dan separuh dari lembah tersebut di kelilingi oleh pilar-pilar emas yang perlahan membentuk lingkaran sihir penyegelan. Bahwa Hal itu mengurung Kendric dan Octopus serta semua miasma yang terus terserap dari amulet di angkasa.


Octopus menatap Kendric setelah ia berhasil melahap seluruh jantung Krhanos. "Kali ini kau tidak akan bisa melukai ataupun menumbangkan ku, bocah!"


"Kalau begitu, setidaknya aku bisa membawa mu mati bersama ku kepar*t!!"


...✧༺ 🍁 ༻✧...

__ADS_1


__ADS_2