The Queen Of Vasellica Moon

The Queen Of Vasellica Moon
A Process That Never Betrays Results


__ADS_3

Lucy terlihat gelisah dan terus menatap kearah pintu masuk ruangan, sejak kepergian Kendric dengan Ayah nya. Mereka akan baik-baik saja kan? Bagaimana jika Ayahnya masih menentang hubungan ini, bukankah terakhir kali Ayah nya terlihat membenci Kendric karena menariknya kedalam bahaya.


"Lucy kau akan menumpahkan teh lebih banyak jika terus seperti itu." Panggilan Aletha menyadarkan Lucy dan segera membenarkan posisi teko teh yang tadi akan ia tuangkan untuk Welliam.


"Maaf kak, Lucy kurang berhati-hati."


"Sudahlah," Welliam mengambil cangkir teh dari tangan Lucy "Tidak ada yang perlu kau khawatirkan." Seakan mengerti dengan kegelisahan Lucy. Welliam memberikan sepatah kata untuk menenangkan adiknya.


Tok, Tok!


Pintu terbuka, menampakkan dua pasang saudara demon---Pangeran dan Tuan Putri Kerajaan Lucifer dan beberapa tamu lain nya. Mereka membungkuk hormat menghadap anggota tua di kerajaan kemudian pandangan sang Putri mengarah kearah Lucy, ia berlari lalu memeluknya dengan erat.


"Uni!" Sudah sangat lama Sofia ingin menjumpai bibi tersayangnya, bahkan kenangan terakhirnya ketika ia masih sangat kecil itupun sering di tinggal Lucy untuk pergi ke Imorrtal. Sekarang bibi nya telah kembali dan yang pasti ia juga telah tumbuh dewasa. "Sofia sangat merindukan mu, Uni."


Lucy menatap baik-baik keponakan cantiknya, sungguh sangat di sayangkan bahwa ia harus melewatkan proses pertumbuhan nya. "Lihatlah Tuan Putri mungilku kini sudah sangat dewasa."


Sofia memeluk dan bersandar pada bahu Lucy, "Tidak, Sofia masih belum dewasa. Uni jangan pergi lagi, Sofia masih ingin bermain dengan Uni."


"Sifat manja mu ini tidak pernah hilang ya."


"Hm! Dasar kekanakan."


"Kau bilang apa?!" Sofia langsung menatap sinis kearah Killian yang terlihat mengejeknya.


Lucy menatap beberapa wajah baru di sini, lantas ia pun menghampiri mereka. "Siapakah pria tampan di hadapan ku ini? Wajahnya terasa familiar." Lucy melirik kearah Kakak nya dengan senyuman jahil.


"Bukankah kalian harus memperkenalkan diri dengan baik?" Ujar Welliam.


Killian mendekati Lucy "Em, Bibi, maaf atas sikap ku yang kurang sopan. izinkan diriku memperkenalkan diri---Nama ku Killian Arestyash Lorddarks, Pangeran muda kerajaan Lucifer Kingdom."


"Pangeran muda? Mungkinkah----" Lucy melihat Aletha dan Killian secara bergantian. "---Lihat ini, setelah kembali aku sudah langsung punya keponakan baru."


Kemudian pemuda yang berdiri di sebelah Killian bergantian memperkenalkan diri. "Salam hormat untuk anda Putri Lucy----em, Dewi. Saya Rezefth Rowant. Putra pertama Marquess Rowant dan dia Adik ku Arissa Rowant." gadis muda di sebelah Rezeft mengangkat gaun nya menunjukkan salam ramahnya kepada Lucy.


Sedangkan Lucy menatap tidak percaya, jika mereka dari keluarga Marquess Rowant itu berarti mereka Putra-Putrinya Loise dan Fivian---tangan kanan kedua kakak nya. Sungguh masa telah banyak berubah ya.


"Ya ampun kalian terlihat mirip dengan kak Fivian, padahal dulu aku hanya mendengar kabar bahwa kak Fivian mengambil cuti karena sedang hamil dan kini mereka sudah punya dua anak saja."


"Sejak Fivian mengandung Nona Arissa, ia mengundurkan diri sebagai kepala pelayan di istana ku dan menjalankan tugasnya sebagai Marchioness di wilayah Witch, kadang sesekali dia datang menemuiku ke istana."


Lucy memberikan salam persahabatan dengan keponakan-keponakan manisnya yang sangat menggemaskan. Terlebih kepada Killian yang menjadi duplikat dari sifat Ayahnya. "Jangan tegang, kalian bisa bersikap non formal kepada ku."

__ADS_1


"Bibi, apa Baginda Kaisar ada disini?"


"Baginda Kaisar? Ah~apa maksudmu adalah Kendric?" Killian mengangguk. "Dia baru saja pergi bersama Kakek mu, ada apa?"


"Uni, Killian adalah salah satu penggemar sosok Paman. Bahkan dia sampai bertekad untuk masuk ke akademi Topollogish yang ada di Imorrtal."


"Diam lah kak!" Killian menahan malu. Sedangkan Sofia tertawa.


"Topollogish?"


"Ah, Uni belum mengetahuinya---em, singkatnya itu adalah akademi yang bisa di tempuh oleh kedua bangsa Darkness World ataupun Imorrtal dalam mempelajari berbagai bidang filsafat dan juga sihir. Paman yang mendirikan nya dan di pimpin oleh Profesor Alchemist Sylvia


"Hoo, itu berarti sekutu ku bertambah satu."


"Sekutu?"


Lucy melihat kearah Welliam. "Tentu saja, jika Ayah masih bersikeras tidak menyukainya---itu berarti ada keponalan ku yang akan mendukung kami." Lucy tertawa.


"Jangan hasut anak-anak ku!"


Ditengah reuni keluarga demon, kehadiran Fedrick menarik perhatian semua yang ada di sana. Langkah besar dan tampang bahagianya yang terpancar jelas dari Ayah nya membuat siapa pun melihat keheranan.


"Ada apa dengan mu?"


"Tidak ada," Fedrick dengan besar hati tersenyum, seakan semua bebannya selama ini telah hilang. "Ah, anak-anak juga ada disini. Kalian kembali lah dan nikmati jamuan nya. Dan kau Killian jangan coba-coba menghindari perjamuan seperti ini."


Killian berdiri---bersembunyi di balik Sofia. "Baik, Kakek."


Fedrick menggenggam tangan Lezzy dan mengajaknya untuk kembali ke perjamuan Festival dengan tawa yang terus terdengar sepanjang perjalanan nya, Lezzy hanya dapat menggelengkan kepalanya melihat tingkah suami nya yang pasti habis bersenang-senang.


"Bisakah aku menganggapnya sebagai kabar baik?" Lucy melirik Aletha yang terlihat satu pemikiran dengannya.


"Sekarang aku tahu maksud respon bahagianya." Welliam menyeruput teh nya.


Lucy berbalik melihat Kendric yang baru saja tiba. "Oh! Kendric....,"


Dengan langkah panik Lucy menghampirinya dan perlahan menyentuh wajah Kendric yang telah terlukis lebam di pipi kirinya dengan sedikit luka pada sudut bibir nya. "Bagaimana bisa kau terluka?"


"Kau terlalu berlebihan Lucy." Welliam memberikan tatapan puas melihat wajah menyebalkan itu sedikit lecet. "Ayo Aletha, kita pergi juga." Aletha tertawa kecil sebelum akhirnya mengikuti Welliam.


"Kenapa mereka terlihat bahagia? Katakan kepada ku, apa Ayah tidak----"

__ADS_1


"Aku baik-baik saja, ini hanya respon restu dari Ayah mu." Kendric menenangkan kekasihnya.


"Sungguh?" Lucy menuntun Kendric untuk duduk. "Jadi, bagaimana hasilnya?"


"Ayah mu meminta waktu 3 bulan sebelum aku datang dengan resmi untuk menikahi mu."


Lucy tersenyum di ikuti tawa riangnya melihat wajah konyol Kendric. bagaiman bisa wajah dewa rupawan nya berubah dengan luka lebam. Lucy berniat menyembuhkan nya tapi Kendric menahan nya. "Aku ingin lukanya sembuh dengan sendirinya---yah, meski itu perlu waktu yang lama. karena ini adalah luka yang cukup membuatku bangga."


Lucy beralih mencium pipi Kendric sebagai ganti dari penyembuhan nya, lalu memeluk manja lengan Kendric. Tidak bisa! Kendric sudah tak bisa menahan nya lebih jauh lagi. wajah mungil dan jelitanya begitu membuai sosok matahari ini.


"Jangan menggoda ku, Lucy." Ujar Kendric saat Lucy mulai bermain main dengan tali di sekitaran dada bidangnya yang cukup terekspos secara sexy.


Kalau di pikir pakaian khas bangsa Imorrtal memang terbilang sangat terbuka, Jadi jangan salahkan Lucy kalau ia juga tidak bisa menjaga matanya untuk bisa berpikir normal.


"---Tapi aku sudah sangat merindukan mu, Kendric." Bisik Lucy.


"Ekhem," Lucy kembali tertawa melihat reaksi Kendric kemudian menghentikan aksinya.


"Baiklah, aku akan berhenti------" Kendric yang kehilangan akal menahan tangan putri bulan tersebut saat hendak beranjak. "Kau mau kemana?"


"Menyusul mereka?"


"Meninggalkan ku yang sudah kau goda ini? Kau harus bertanggungjawab" Kendric menarik Lucy untuk jatuh bersama di atas sebuah ranjang-----secara sepihak Kendric menggunakan sihir teleportasi menuju kamar pada istana Litch, dengan posisi kini Kendric berada di atasnya.


"Aku tadinya benar-benar ingin bersabar. tapi sepertinya kau mengusik semua hasrat terpedam ku selama ini Lucy."


"Kalau begitu, aku akan bertanggungjawab. Yang Mulia."


"Aish, lihat ini. Kau semakin nakal saja."


Lucy maupun Kendric tertawa---merasa malu dengan tindakan kekanakan mereka. Tapi memang salah jika mereka menginginkannya toh mereka adalah pasangan Mate.


Kendric memang sudah snagat terpesona dengan sosok baru Matenya, rambut putihnya begitu indah saat cahaya rembukan menghujani nya seakan wajahnya yang secantik bibtang tidak akan pernah bisa redup walau matahari tak bersinar di gelapnya malam.


Kendric mencium bibir ranumnya, menikmati stiap senti dari tubuh melati tersebut yang sudah sangat ia rindukan. Mengukir banyak tanda seakan menyatakan bahwa dia miliknya dan Maharani nya Seorang. Menggenggam erat tiap jemari gemulainya yang sesekali mencengkram kuat lengan maupun pundaknya, dan membawanya ke dalam perasaan tak terbatas pada puncak kenikmatannya, Baik mata, hidung, bibir, telinga tak ada satupun yang terlewat untuk bisa Kendric rekam di ingatan nya.


Kedua cahaya langit yang saling berbagi kasih serta renjana cinta, menanamkan banyak perasaan dan janji manis di dalam diri---bahwa di kehidupan kali ini mereka tidak akan prnah kehilangan ataupun membiarkan salah satu dari mereka pergi. Cukup sampai di masa lalu saja mereka berpisah.


Tapi kali ini dan seterusnya----Ayo ukir banyak sejarah, bahwa rembulan dan matahari yang hanya dapat bertemu saat gerhana bisa tetap berdampingan walau di langit yang berbeda. Karena cahaya matahari adalah milik bulan dan cahaya bulan adalah milik matahari.


...✧༺ 🍁 ༻✧...

__ADS_1


__ADS_2