The Queen Of Vasellica Moon

The Queen Of Vasellica Moon
Spies ; Order Carzie's invitation


__ADS_3

"ini sebabnya aku meragukan bocah sepertimu menjadi Alpha. Kau pikir, dengan membawa mereka kembali ke Pack tidak akan menambah penderitaan mereka? Apa kau pikir mereka bisa menjadi normal?"


"Kendric-----"


"Bukankah, melihat mereka hidup menjadi tidak waras akan menambah penderitaan mereka? Kehadirannya juga akan sangat di segani penduduk karena nyawa mereka juga terancam. Apa dengan begitu, kau masih berharap mereka selamat dengan kutukan Miasma di tubuhnya?" Lanjut Kendric, menyadarkan Muzakka bahwa keputusannya tidak lah salah.


Dengan diam tertegun dan mengembalikan pikirannya yang sempat tertanam banyak opini bodoh. Muzakka terlihat mengerti maksud Kendric. Lagipula apa yang di inginkan anak-anak itu adalah menghilangkan rasa sakit.


jadi, aku tidak akan di pandang benci oleh anak-anak itu?


"Daripada lari dengan merasa bersalah. Pergi dan meminta maaf lah kepada orang tua mereka."


Kendric meraih teh hangat di atas meja. Seakan tahu dengan pikiran Muzakka, dia kembali menunjukkan ekspresi tenang. Lagipula, mau bagaimana pun Kendric adalah raja para Dewa, ia akan tetap dapat mendengar harapan terakhir dari roh mati sebelum jiwa mereka pergi untuk bereinkarnasi.


Dan saat ini ia juga tahu, jika jiwa anak-anak itu ingin sekali mengucapkan rasa terimakasih kepada pemimpin bangsa Werewolf . Meski begitu, Kendric juga berharap anak-anak yang lain tetap hidup dalam keadaan normal tanpa ada trauma. Sayangnya itu di luar kemampuannya.


Miasma yang telah menjadi parasit di tubuh mahluk hidup tidak akan bisa di hilangkan, kecuali di murni kan oleh--nya(?) hanya saja untuk melakukannya juga cukup memiliki penukaran yang sepadan.


Lucy yang sejak tadi sempat khawatir dengan ucapan Kendric akan lebih memperburuk mental Muzakka, sekarang menjadi terlihat tenang karena mendengar penjelasannya. Muzakka juga terlihat menerima dengan baik nasehat dari Kendric.


"Aku merasa malu dengan pikiran dangkal ini. Terimakasih banyak untuk pemahaman yang lebih baik kepada ku. Aku pasti akan lebih giat melatih diri menjadi kuat dan menolong bangsa ku. "


Muzakka kian termotivasi bahwa sosok di hadapannya bukan hanya sekedar pria biasa. Ia punya pancaran aura kepimpinan yang sangat tinggi, lalu dari bangsa mana ia berasal?


"Tuan Putri, mengenai penyusupan kita dua hari lagi ke camp musuh. Bisakah anda mempercayai saya dalam penyusunan strateginya? Saya pasti akan memperhitungkan pergerakan dan menyelamatkan anak-anak dengan baik. "


Melihat Muzakka dapat bersikap tenang selayaknya pemimpin membuat Lucy tersenyum ramah. "Baiklah, kali ini kita harus bisa membawa mereka kembali dengan selamat."


Muzakka terlihat antusias, ia pun menunduk hormat dan pergi untuk membuat formasi strategi yang dapat mengelabui musuh serta menyelamatkan anak-anak. Kendric memperhatikan kepergian Muzakka, sebenarnya dia menaruh kepercayaan kepada bocah serigala itu karena ia yakin Alpha itu memiliki potensi yang sangat baik dalam memimpin.


"Jadi, apakah Kendric akan membantu Alpha melatih diri untuk mempersiapkan kebangkitannya saat usia dewasa?"


"Kenapa aku harus repot-repot melakukannya, dia punya seorang guru yang lebih baik."


"Dia itu masih berusia 428 tahun, masih perlu 72 tahun sebelum akhirnya melewati tahap awakening sebagai bangsa serigala. Karena Werewolf hanya akan menjadi dewasa saat ia memasuki usia 500 tahun."


"Dia bisa sendiri." Ujar Kendric cuek.


"Hem, kendric juga bisa tidak jujur ya. Padahal kau ingin memperhatikan nya sebagai Alpha hingga batas terkuatnya, kan?"


"Tidak juga."


"Kalau begitu bagaimana jika begini, " Kendric memperhatikan tingkah mate nya. Lucy meletakan pisau makan kemudian menepuk kedua tangan sebelum akhirnya menggenggam erat tangannya----selayaknya berdoa nya.


"Aku harap, Dewa Matari yang Agung dapat mendengarkan lolongan serigala malang barusan." Lucy yang selesai menjahili Kendric, mengintip dengan membuka satu matanya kemudian tersenyum.


"Kau ini benar-benar tidak bisa di lawan ya. Baiklah, hanya kali ini saja aku kabulkan dan juga untuk kedepannya jangan berdoa untuk orang lain. Aku merasa kau jadi tidak memperhatikan diriku."


"Baiklah, kalau begitu aku akan berdoa juga untuk mu. Siapa tahu, Dewa Apolleon dapat mendengarnya."


"Tidak usah."


"Oh baginda Maharaja bagi Dewa-----"


"Berhenti, jangan menggodaku." Kendric terlihat salting dengan kelakuan Lucy yang terlihat senang menjahilinya.


"----Dewa yang sangat agung. Dapatkah kau mendengarkan ku?"


"Lucy..., berhenti. Baiklah, aku menyerah sekarang hentikan."


Lucy bangun dan mencari jarak aman saat Kendric berusaha mendekatinya untuk menutup mulutnya---tapi Lucy tidak mau berhenti, ia masih terus mengatakan doanya yang ia tunjukkan kepada Dewa Matahari.

__ADS_1


"Lucy kemari lah ...."


"Atas nama langit, aku harap Dewa Matahari dapat--mmm."


Kendric menutup mulut Lucy dengan tangannya lalu memberikan ciuman tak langsung dengan mengecup punggung tangannya. Hal ini sukses membuat Lucy diam atau bahakan sedikit menyesal dengan candaannya.


"Jika saja tidak ada Kiara, aku pasti akan menculik mu dan mengurung mu seharian di tenda." bisik Kendric yang mampu membuat telinga Lucy memerah.


"Tuan Putri, ayo kita main bersama lagi!" Teriak Kiara yang berlari kearahnya. "Em, apa Putri sakit?"


"Ti--tidak, udaranya sangat dingin jadi wajahku sedikit memerah."


"Kalau begitu kita harus cepat mencari Alkemist. Ibu bilang wajah merah di musim dingin bisa menjadi tanda membeku." Kiara terlihat panik. Sedangkan Lucy melirik sinis kearah Kendric mencoba mengancam untuk tidak melakukan hal tadi di hadapan anak-anak. Tapi yang di tatap justru terlihat senang.


"Putri ayo," Kiara menarik tangan Lucy dengan terburu-buru untuk mendatangi Ibunya. "Baiklah, Kiara tolong pandu jalan yaa."


Di sisi lain, jauh dari titik camp pada tengah hutan. Berdiri dua pria berjubah coklat---tengah berdiri di atas pohon. Ia menatap seraya mengamati hal baru apa yang ada di Moonlight Pack. Saat menemukan target dia pun menuliskan sebuah pesan lalu menerbangkan merpati pos untuk di sampaikan kepada Rajanya.


Dua mata-mata itupun turun dari pohon cemara dan mencoba melanjutkan misi lain mereka untuk menculik anak-anak dengan cara lain. Karena tidak mendapat kabar dari rekan yang menyamar di Pack, mereka yakin pasti rekan mereka telah di habisi.


"Apa sudah puas melihatnya?" Ujar seseorang yang sedang bersandar di dekat pohon seakan menanti mereka turun.


"Kau----" kedua musuh itu menatap tidak percaya bahkan terlihat panik saat menyadari siapa yang berdiri di hadapan mereka.


Sosok yang seharusnya masih berada di Pack beberapa saat lalu kini sudah ada di hadapan mereka. Jarak dari Pack dari titik mereka tidak terbilang dekat, bahkan kalian memerlukan kecepatan dua kali lipat dari lari Serigala untuk sampai kesini dan jika pun di ketahui mereka masih memiliki waktu untuk kabur.


Tapi lihatlah siapa yang ada di hadapan mereka, seakan dirinya adalah angin yang tidak akan pernah memiliki ukuran kecepatan setiap bergerak.


Benar, Kendric yang sejak awal menyadari kehadiran mereka yang terus memantau selama 18 jam terakhir----membuatnya terus menanti kapan dua tikus ini siap untuk di buru elang. Jika saja Muzakka tidak terus mengikutinya ia juga sudah bermain-main dengan mereka sejak tadi.


Kedua penyusup itu saling melirik, mereka hanya dapat bertarung untuk menutup mata saksi ini. Tapi mereka terlalu sombong untuk bergerak karena bisa di pastikan 10 menit ke depan adalah jangka waktu mereka untuk hidup.


mencoba mencari celah, satu diantara keduanya mencoba mengecoh Kendric dengan bom asap lalu menyerangnya untuk melumpuhkan dia. Akan tetapi satu hentakan yang membuat Kendric berhasil menangkis mereka hanya dengan tangan kosong berhasil menekuk lutut salah satu diantara mereka.


Ia merinding dan berpikir mahluk seperti apa pria tersebut sampai bisa sebuas itu? Setahunya bangsa Demon tidak memiliki mata permata seperti itu dan untuk bangsa Vampire akan terlalu mencolok karena pada dasarnya mereka memiliki warna yang lebih pudar dari warna dark blood milik Demon.


GERR!!


Erangan dari suara hewan buas menusuk telinganya, derap langkah besar yang terasa terburu-buru membuatnya sempat kebingungan dan dalam waktu 3 detik Seekor Anjing berkepala tiga berukuran lima kali lebih besar dari tubuh Werewolf datang dari arah sisi kanannya.


"ARGH!!" Teriak nya yang mampu merobek keheningan. Tubuhnya terkoyak separuh saat hewan Soul Of Life milik penguasa Hell datang mencegahnya untuk kabur.



Seekor Anjing yang selalu membantu Dewa Hades menjaga pintu penyiksaan bagi mahluk yang berdosa hadir sebagai algojo hidupnya. Pria itu terlihat shock dengan apa yang baru saja terjadi, ia terlihat gila melihat setengah dari kakinya harus menjadi makanan pembuka bagi Monster di hadapannya.


Bahkan, Suluran tangan yang muncul dari dalam tanah terlihat mencengkram tubuhnya agar tidak bergerak, mengukir perasaan takut dalam benaknya.


Dengan rasa keinginan hidup yang tinggi penyusup itu merangkak mencoba lari dan melepaskan diri dari cengkraman tangan mengerikan itu. Dari kejauhan Kendric justru berjalan mendekat seraya menarik jasad temannya lalu melempar tubuh kosong itu di sebelahnya.


Monster Anjing di hadapannya langsung duduk dengan tenang saat Kendric mengambil alih pertemuan atau malah justru takut bila hewan itu bertingkah tanpa seizinnya.


Suara lengkingan burung ber--derik keras. Seekor burung berwarna biru laut dengan jambul mahkotanya yang terlihat menawan di kepalanya datang sembari menjatuhkan Merpati pos milik musuh tadi---kemudian hinggap di pundak Kendric.


Kendric membaca pesan yang ada di kaki merpati, ia lalu menatap dingin kearah pria mengenaskan di bawah kakinya. "Apakah mutiara laut yang di maksud adalah Putri Lucy?"


Pria itu terlalu takut untuk menanggapi Kendric ia hanya terus mencoba merangkak layaknya seekor lintah. "Apa kau sungguh berpikir akan berhasil hidup jika lepas dari ku."


Kendric menekan punggungnya dengan kuat sehingga ia terbatuk berdarah. "To--tolong ampuni ku Tuan. Ss--saya hanya di perintahkan King Harlie untuk melihat kondisi Pack---Argh!"


Kendric sudah menduganya mereka bukanlah mata-mata Octopus, melainkan dari Harlie. Jika mendengar cerita Muzakka, itu berarti Harlie berada cukup dekat dengan wilayah ini. Aku harus cepat!

__ADS_1


Kendric tidak mau terus menahannya karena urusannya telah selesai. "Aku melepaskan mu, kau tidak memiliki banyak informasi."


"Terima ka-----"


"Biar ku beritahu. di dunia ini ada namanya batasan rantai makanan mahluk hidup yang tidak boleh di lewati. Ikan yang hidup di air akan lebih baik tidak muncul kepermukaan, karena, akan ada banyak predator yang sangat ingin memangsa mu."


"He?"


Kendric berbalik dan berjalan menjauh, "Contohnya seperti Cerberus yang begitu lapar melihat seekor ikan mengepak di daratan."


Pria itu menegang ketakutan, wajahnya terlihat kaku hanya untuk sekedar menoleh ke sebelah kiri karena saat itu, Cerberus atau Anjing kematian tengah membuka ketiga rahang mereka---bersiap melahapnya. Lalu, detik selanjutnya hanya ada suara teriakan yang samar berasal dalam mulut Cerberus.


Kendric melepas Cerberus untuk menjaga Pack sejauh 10 Km dari pusat desa. Agar mencegah monster hasil kutukan miasma ataupun roh suci yang Terkontraminasi, mendekati Camp. Cerberus tidak akan terpengaruh juga dengan Miasma karena sosoknya sendiri sudah seperti kutukan kematian bagi mahluk hidup yang melihatnya atau mendengar namanya.


"Jadi, apa yang membuat burung merpati pesan milik Selini Thea datang kepadaku?"


Kendric memulai topik bonus dari kedatangan burung langka yang hanya akan muncul beberapa kali dari puluhan abad----hanya untuk menyampaikan pesan dari kediaman Istana Selena Lighty. Terlebih pemilik burung itu telah tiada lalu siapakah yang mengirimnya?


Burung itu terbang kesebuah dahan pohon, "Saya adalah Carzie Manhive, Baginda Kaisar."


Kendric terkejut bukan main, seorang Mate Seleni Thea yang mati dan menjadi bagian dari roh suci sebagai Soul Of Life miliknya. Sosok yang begitu ingin ia ketahui karena Kendric sendiri pun tidak pernah bertemu ataupun berkomunikasi secara langsung.


"Anda mencari dengan sangat gegabah Yang Mulia. Saya memang memiliki sebuah buku yang tidak pernah di tunjukkan kepada siapapun selain Seleni."


"Kau tahu aku mencarinya, tapi sosok mu baru muncul?"


"Baginda, akan sulit bagiku untuk berkomunikasi tanpa adanya Seleni sebagi objek ku. Saat ini, aku hanyalah separuh dari jiwaku yang kutinggalkan untuk mengatakan kepada siapapun yang mencoba mencari buku itu dalam menghadapi Alabasta, dan Selini pun menyetujuinya."


"Kalau begitu ada dimana buku itu."


"Besok malam akan terjadi malam purnama, Datanglah ke wilayah Lunmarnea Moon. Di bawah Istana Selena Lighty, terdapat ruang rahasia, saya menyimpannya di sana Yang Mulia."


Kalau di pikir Kendric memang tidak mencari kedalam Istana bulan. Karena ia pikir buku itu tidak akan ada di sana karena dulu pernah ia tanyakan kepada Selini Thea mengenai Alabasta dan apakah Mate nya punya penalarannya sendiri?


Selini tidak bilang apapun dia hanya berkata, "Buku itu tidak di diriku, Baginda."


Tentu saja tidak di Seleni Thea karena yang menyimpannya adalah Carzie sendiri. Sejak kematian Selini juga wilayah Lunmarnea Moon tidak bisa di masuki tanpa seizin purnama, ia kira wilayah bulan akan terbuka jika Lucy telah menjadi dewi bulan.


"Baiklah, aku akan pergi."


"Tapi Baginda, bila anda telah mengetahui apa yang anda inginkan. Jangan pernah menuangkannya kedalam kebencian."


"Memangnya ada apa?"


"----Itulah kehendak langit dan takdir yang tidak dapat dirubah. bahkan, meski itu adalah harapan Pohon Dunia sekali pun."


Kendric tidak dapat menebaknya, kalimat sederhana yang bahkan memiliki makna berbahaya. Hatinya ragu untuk mengetahuinya, jiwa nya menolak untuk rela dan raganya berhenti saat jawaban telah di depan matanya.


"Akan lebih baik jika anda segera melakukan penandaan mate sebagai Vassilika bagi cucu perempuan ku. Kehancuran yang datang akan memisahkan seseorang dari sisi kita."


"----tidak mungkin. Kumohon, jangan dia!"


...---, 'šŸ' ,----...


šŸINFORMASI NOVEL



Jadi jenis burung merpati yang di gunakan dalam pendukung cerita untuk Selini Thea, terinspirasi dari burung Merpati Asal Papua.


Bernama Mambruk Victoria, atau bernama latin (Goura Victoria). juga termasuk dalam daftar satwa yang dilindungi, dan memiliki 2 jenis burung Mambruk yang serupa lainnya.

__ADS_1


Lalu kenapa harus jenis burung ini?


author suka dengan bentuk dan warna dari mambruk, ia mirip seperti hewan cantik yang berasal dari cerita dongeng/fantasi gituā¤


__ADS_2