
"Kiara----" Lucy terlihat goyah dan merasa kalah melihat anak-anak tidak ada satupun yang mampu ia selamatkan, justru ia malah menambah situasi menjadi buruk.
Mereka menyerang dengan membabi buta tanpa ada perasaan ataupun pola pikir dalam memburu. Satu-satunya yang terangsang dalam pikiran mereka adalah memangsa dan mengoyak santapan makan siang mereka.
Lucy mencoba bertahan dan menyerang bila di perlukan, selebihnya di lakukan oleh Muzakka untuk menjaga keselamatan sang Tuan Putri.
"Putri, anda pasti mampu kabur---kembali lah ke camp. Saya akan menangani mereka."
"Mereka berjumlah 128 monster, apa menurutmu ini mudah?"
"Saya adalah seorang Alpha. Biar saya yang menyelamatkan mereka."
Muzakka menunjukkan senyum candaannya seperti biasanya. Hal ini justru membuat Lucy benci saat ia malah menambah masalah, apalagi, Muzakka harus membunuh anak-anak generasi Werewolf!
Lucy tengah berpikir----manakah hal terbaik, yang harus ia pilih, jika dia kabur apakah Muzakka akan baik-baik saja. Tapi jika dia tetap di sini, sanggupkah dia membunuh anak-anak yang selalu Lucy lindungi. Terlebih Kiara menjadi satu dengan mereka.
"Putri, saya mohon, kembalilah!" Teriak Muzakka di tengah pertarungannya.
Keringat mengalir dari dahi Lucy menandakan ia sangat cemas. Apalagi udara yang pengap membuatnya gerah dan sulit berkonsentrasi. Apa pada akhirnya tidak ada cara untuk menyelamatkan anak-anak dari miasma.
Jika saja ada Kendric mungkin----tidak! Dia tidak boleh terus bergantung pada orang lain. Ini masalah yang ia hadapi, apapun, ia harus menyelesaikan nya sendiri. Lucy terlihat berlari dan membantu Muzakka untuk menyerang kawanan serigala dan monster lainnya.
"Putri kenapa anda tetap di sini?"
"Jika aku lari, apa kau bisa menjamin keselamatan mu? Apa kau bisa bersumpah bahwa kau akan kembali?! Jangan membuatku terlihat seperti pecundang. Kematian Harlie akan sia-sia jika aku terus melarikan diri!" Lucy bertekad bahwa ia akan menjadi dirinya sendiri----sosok yang dapat di andalkan bukan sebuah beban.
Pola sihir terukir cantik dan beberapa kilatan petir mengoyak monster terkutuk di hadapan Lucy, tapi sejak tadi entah kenapa Lucy terus menghindari agar tidak melukai kawanan serigala. Ia hanya menyerang monster seram dari wujud Merrmaid, tapi melukai anak-anak lugu rasanya masih belum ada keberanian yang pantas untuk menghakimi anak-anak itu.
Sesekali mereka dalam maslah, hutan yang memiliki energi miasma terbanyak mencoba menjadi satu dengan para monster dan kekuatan mereka bertambah sepuluh kali lipat. Langkah mereka bagaikan dentuman gempa, cakaran mereka mampu menumbangkan pohon. Terlebih, tidak ada pijakan aman yang dapat Muzakka maupun Lucy raih---bahkan di berikan jeda untuk merapal kan mantra saja tidak!
Di saat mereka terpojok, keduanya saling mengatur strategi yang baik untuk menyerang balik. Muzakka terluka terlalu parah? pikir Lucy. lihatlah bagaimana sebelah matanya terdapat satu goresan cakaran yang membuatnya harus menutup mata kirinya.
"Apa kau bisa bertahan?"
"Stamina saya adalah yang terbaik di Moonlight Pack, anda tidak perlu khawatir Putri."
Lagi! Muzakka menunjukkan senyum riangnya seolah tidak terjadi masalah. Padahal ia sedang menahan sakit dan sangat bekerja keras untuk mencari titik terang menghabisi lawan.
Dari arah belakang seekor serigala besar berbulu hitam di selimuti aura kegelapan, mencoba menyerang Muzakka yang tengah lengah. Lucy yang tahu akan situasi bahaya---langsung mendorong Muzakka menjauhi lokasi titik penerkaman, sebagai gantinya Lucy lah yang harus tersungkur di tanah menggantikan Muzakka.
Lucy terlihat meringis perih saat telapak tangannya tergores beberapa bebatuan di tanah. Namun, belum sempat membenahi diri dari posisinya yang terduduk di bawah----suara geraman hewan buas menusuk pendengarannya. Lucy terlihat gemetaran menyadari empat meter di hadapannya berdiri serigala buas yang tengah lapar.
"Kiara," Gumam Lucy saat melihat kalung yang terdapat cincinnya bertengger di lehernya seakan zise nya mengikuti ukuran tubuh si pemakai. Masih sama dengan sebelumnya, cincin itu justru terlihat mati dan tidak ada tanda-tanda adanya sihir protect untuk mengekang Kiara yang terlanjur berlumuran Miasma.
Selangkah demi selangkah Kiara mendekati Lucy. Muzakka cemas, ia mencoba bangun tapi kaki belakangnya terluka apalagi ada beberapa suluran tanaman berduri mencoba menahannya.
Kiara Mengendap-ngendap dalam mode hunting nya dan berlari cepat seraya membuka mulutnya mencoba menargetkan kepala Lucy untuk ia penggal. Lucy hanya dapat diam tanpa ada perlawanan saat jarak diantara mereka hanya sebatas 15 cm. Dengan harapan minim, Lucy hampir menyerah, tangannya tak sanggup menyerang serigala di hadapannya dengan sihir.
"Tuan Putri!! "
BOOM!!
Kebulan asap mendadak menutupi area Lucy, sehingga Muzakka tidak tahu apa yang terjadi pada Putri Demon di sana. Ia mencoba melepaskan diri dari lilitan duri tapi itu justru membuatnya semakin tercengkram. Di saat suasana hening memenuhi hutan, Muzakka dapat merasakan ada beberapa sinar ungu kebiruan datang dari dalam kebulan asap, dan dalam sekejap 128 monster yang menawan mereka terhempas sejauh 15 meter dari mereka.
Secara samar, Muzakka dapat melihat terdapat seekor rubah cantik berbulu putih dengan perawakannya yang begitu suci melindungi Lucy. Benar, Molie keluar sari persembunyiannya untuk menolong Tuan nya. Sejak insiden sosok Kendric dan kisah Vernitysha, di ketahui Lucy. Entah mengapa Molie tidak berani menunjukkan dirinya kepada Lucy karena ia merasa sangat kejam melihat Putrinya tumbuh dengan rasa pilu.
Padahal dia tahu semuanya tapi dia tetap diam. Terlebih yang paling membuatnya terluka adalah kepercayaan Lucy yang selalu melihatnya sebagai sahabat tak ber pisau di punggungnya. Molie malu dan sangat bersalah, meski begitu ia tetap mengikuti Lucy walau mengamatinya dari jauh.
"Molie,"
"Saya tahu, anda pasti marah dengan saya, Putri. Saya juga merasa tidak pantas bersama anda. Tapi saya akan melindu-----"
Lucy memeluk sahabat kecilnya, "Aku merindukan mu. Kau tidak bersalah, kau hanya menjalankan tugasmu. Aku akan sangat sedih jika kau tidak ada Molie." Mendengar kata manis itu, membuatnya lega.
"----Anda sungguh berhati pelita, Putri. Saya sungguh minta maaf." Molie mengusel kepala Lucy.
__ADS_1
"Tapi, kenapa baru sekarang kau muncul? Apa kau tidak tahu, aku mengkhawatirkan mu."
"Sejak penyerangan di camp, saya berniat menghampiri anda. Tetapi, saya menyadari kehadiran Octopus yang mengamati pertarungan, jadinya saya harus menahan diri. Jika saya muncul tiba-tiba, itu hanya akan menambah rasa kecurigaannya terhadap anda Putri."
"Octopus sudah mengujiku. Tapi hasilnya aku bukan seorang Robin."
"Tidak, anda memang seorang Robin. Kalung yang memiliki mana pohon dunia, dapat menutupi auramu sebagai Robin, sehingga Octopus tidak akan mengetahuinya."
"Benarkah? Lalu bagaimana dengan cincin Kendric. Kendric bilang itu akan melindungi ku dari miasma, tapi cincinnya tidak berfungsi bagi Kiara."
"Itu karena Kiara bukan anda Putri. cincinnya hanya menjalankan perintah saat nama dari seorang yang telah tertanam di dalam cincin dalam bahaya, bukan kah Baginda meminta anda untuk tidak melepaskannya?"
Lucy mengutuki tindakannya yang terlalu tergesa-gesa. Tapi ia juga tidak tahu bila cara kerja cincinnya seperti itu. Hem, baiklah, lupakan salam pertemuan ini. Sekarang yang paling penting adalah musuh di depan sana.
"Molie, apa kau punya cara untuk memurnikan kutukan Krhanos?"
"Meski saya adalah roh suci dari Robin, saya tidak dapat melakukannya. Tapi----ada kemungkinan anda bisa Putri, karena Robin adalah panutan alam."
Aku bisa memurnikan miasma ini?
"Putri, anda adalah Robin yang menggembala alam, sosok yang menjadi bintang untuk menunjukkan jalan pulang----bagi mereka yang tersesat dalam kegelapan. Anda, adalah bintang fajar kami."
Lucy melihat monster dan juga lingkungan miasma. ia masih bisa menolong dan membantu situasi mencengkam saat ini. Benar, ia tidak akan lari lagi, apapun takdirnya mari jalani dengan sebaik mungkin.
"Beritahu aku cara melakukannya."
"Putri, akan membangkitkan sisi lain dari anda---yaitu sosok Robin yang tertidur di dalam diri anda. Tapi ini sedikit berbahaya Putri, pemurnian di butuhkan dari pengorbanan anda tidak perduli kecil ataupun besarnya luka yang anda terima."
"Karena darah Robin adalah kesucian yang melebihi embun di daun Ivy pada pohon dunia. Terlebih ada kemungkinan, Octopus akan mengetahuinya dan kalung itu tidak akan bisa lagi menutupi jati diri anda. " Lanjut Molie.
"............"
"Apa anda sudah yakin dengan semua ini, Putri?"
Lucy mengepalkan tangannya seakan telah menerima resikonya, ia pun menatap tajam kearah monster miasma yang terus merenggut anak-anak dan kebahagian di Darkness World.
"----Baiklah! Lakukan kontrak sucinya dengan saya Putri. Anda hanya perlu melumuri kalungnya dengan darah anda, lalu berharap lah kepada Pohon Dunia."
"Tunggu, apa yang kalian bicarakan sejak tadi?" Muzakka yang telah kembali pada mode setengah manusianya menghampiri Lucy dengan tertatih.
"Aku pernah berjanji kepadamu untuk menyelamatkan anak-anak dari miasma."
"Tapi, tidak ada yang bisa memurnikannya Putri."
"Aku bisa melakukannya. pasti Kiara juga sedang ketakutan." mendengar itu, Muzakka diam. Ia juga ingin ada cahaya untuk menyelamatkan mereka dari situasi ini.
Lucy meraih sebuah batu yang memiliki sisi tepian yang begitu tipis serta tajam. Ia sempat ragu karena dengan melukai diri maka ia juga melanggar janjinya untuk tidak menggunakan darahnya demi menolong orang lain meski itu untuk Kendric Mate nya.
Dengan keyakinan yang sudah di putuskan. Lucy menggores telapak tangannya lalu menggenggam liontin biru dengan lumuran darah, seraya berharap.
Kumohon, tolong tunjukkan cahaya anugrah mu kepada seluruh dunia, Wahai Yggdrasil.
Tring!
"Aku akan memberitahu mu cara memurnikan miasma. Tetapi, berjanjilah, bahwa kau tidak akan lari dari sosok Robin, Anak ku."
Suara dari pohon dunia kembali melintas dalam benaknya. Sejak kemarin Pohon Dunia terus melakukan interaksi tanpa permintaannya.
Aku menerima takdirku sebagai Robin!
"Sumpah mu telah ku terima dengan sangat baik, setelah ini temui lah aku di hutan para roh suci, Robin."
Sumpah dan kebangkitan sosok Robin telah terlaksanakan. Kalung itu menyerap darah Lucy, beberapa darah Lucy yang berhasil menetes ke tanah menumbuhkan tunas baru untuk tumbuhan hijau yang memiliki cahaya duniawi nya yang begitu mempesona.
Kalung itu tumbuh dan membentuk sebuah tongkat sihir. Tongkatnya yang mempunyai tinggi 185 cm terbuat dari ranting pohon dunia berwarna silver. Pada bagian atas, rantingnya bercabang meliuk dengan bentuk setengah lingkaran tak sempurna dengan beberapa daun Ivy yang menghiasi tampilan tongkat layaknya permata.
__ADS_1
Di tengah lingkaran terdapat permata spirit stone berwarna jingga keemasan, bentuknya menyerupai Mapel berdaun lima---sebuah filosofi bintang fajar yang memiliki nama latin Lucyasttle. Dan yang terakhir ada beberapa mutiara kecil yang menggantung di tiap rantingnya.
Lucy menggenggam tongkat itu, perlahan penampilan Lucy juga berubah, seragam pasukan istana berubah menjadi gaun putih berpaduan hijau mint cerah di ujung roknya. Beberapa glitter manik yang sangat mencolok menghiasi penampilannya yang begitu sederhana tetapi anggun dan mencolok.
Sebuah mahkota daun dan bunga minompolyps kecil menghiasi kepala Lucy Lucyasttle di akhiri dengan mutiara kecil berwarna hijau---tergantung di keningnya.
Kebangkitan Lucy juga membuat Molie dapat berevolusi dengan sempurna menjadi dirinya yang sebenarnya. Seekor rubah berekor sembilan berbulu rembulan dengan lambang bintang menyerupai daun Mapel di kepalanya. Molie merendahkan dirinya di hadapan Robin yang sudah lama hilang selama berabad-abad.
...Menari, menari, menari lah alam .......
...Bernyanyi, nyanyi, nyanyi lah para roh suci ......
...Gembira, gembira, bergembiralah mahluk hidup .......
...Sambutlah kehadiran sang ratu para peri alam, sambutlah dia yang menjunjung tinggi kasih sayang mahluk malam dan siang....
...Sang keturunan cahaya Serenity sebagai maharani bagi langit....
...Tunduk dan hormatilah kepada generasi Robin selanjutnya, Putri Yang memiliki nama Demon namun mengartikan bintang sebagai penantian kedamaian dunia....
..."Dengan nama Aiden, sebagai Soul Of Life anda, tolong tunjukan jalan pulang untuk anak-anak yang sedang tersesat, Robin."...
Para peri kecil yang memiliki 7 warna pelangi datang terpanggil mengelilingi Lucy seakan mereka adalah peri penjaga Robin. Seakan Lucy tahu apa yang selanjutnya harus ia lakukan, ia berjalan membiarkan kaki polosnya menyentuh permukaan Miasma. Dan saat hanya seujung jari kaki mungilnya menyentuh tanah hutan berantah----rumput hijau tumbuh di setiap langkahnya.
Para monster yang terkena kutukan miasma berjalan mundur saat sosok paling terang di tengah gelapnya miasma, memberikan ancaman yang begitu intens pada tatapan mata yang begitu sebiru samudra.
Tring!
Lucy mengetukkan tongkat Ivy ke dasar tanah, dan cahaya bintangnya menerangi hutan. Nyanyian peri alam terdengar sangat merdu dan damai, perlahan hutan kembali menunjukkan tanda kehidupan. Saat ketujuh peri yang tadi berada di sisi Lucy terbang berpencar.
Tanah tandus menunjukkan tumbuhan bunga moris berwarna ungu---mengelar bagaikan sebuah padang bunga. Pohon yang tumbang bergerak bangkit dengan sangat gagah. Ranting gundulnya menunjukkan tunas kehijauan dari daun pinus. Salju mencair, air sungai kembali mengalir embun sayup terangkat menyambut kehidupan baru yang di anugrah kan langsung oleh sang Robin.
Terlihat cahaya mentari berhasil memasuki kembali hutan Moonlight Pack dari balik celah daun serta pohon. Udara hangat, angin yang segar menyambut kemuliaannya.
Tring!
Lucy mengetukkan untuk keduakalinya, dan secara serentak sihir emas bergerak menyelimuti ke-128 monster untuk di murni kan. Hasilnya sungguh sangat menakjubkan, kaum Darkness World yang telah terinfeksi oleh Miasma kembali ke wujud asli mereka tanda ada benih di dalam diri mereka yang tersisa.
Pandangan takjub serta terpesona mereka curahkan pada sosok Lucy. Tapi saat ini yang Lucy pikirkan bukan tatapan dari kaum Merrmaid, melainkan pada seorang anak yang masih di murni kan. Ia berjalan, melangkah lebih dekat dan saat tubuh anak itu di turunkan dengan pelan Lucy memeluk gadis mungil itu.
Kiara yang terlihat sayup perlahan sadar dan membuka matanya, Lucy lega dan sangat bersyukur dapat melihatnya lagi daripada mengucapkan salam perpisahan.
"----anda sangat bercahaya, Putri. Seperti bintang Asteri," gumam Kiara sebelum akhirnya kembali tertidur di pelukan Lucy.
Ini luar biasa bahkan jauh dari kata hebat! Muzakka tidak tahu harus berkata apa dia terlalu terpesona dengan hal yang barusan ia lihat. Mana nya yang terlihat sangat gemerlap, aura nya yang anggun, sihirnya yang indah, parasnya yang cantik serta----Putri Demon ini sungguh benar-benar berhasil menyucikan Miasma nya.
Meski Lucy hanya memurnikan separuh dari wilayah Moonlight Pack. Ini patut di syukuri, karena setidaknya mereka sungguh ada harapan untuk keluar dari bencana ini. Bahkan, luka yang di derita Muzakka tadi kini telah sembuh.
Muzakka mengalihkan perhatiannya saat melihat betapa jelitanya sang Putri bak seorang dewi, di bawah paparan sinar matahari.
Gawat, jika seperti ini terus, aku bisa terpesona lagi nih ...,
Lucy menyentuh cahaya matahari yang masuk dari celah dedaunan, rasanya hangat dan sangat menenangkan. Kalau di pikir sudah berapa lama Darkness World tidak berjumpa dengan matahari?
Lucy termenung menatap langit, "Apa ini pilihan yang tepat?" Lucy bimbang.
Tapi di satu sisi ia tidak bisa mengabaikan penderitaan orang lain yang terlihat jelas di depan matanya. "Kendric bilang akan ada cara lain untuk menghadapi Krhanos."
"Apa anda khawatir?"
"Ia aku khawatir. Eum----Aiden."
"Saya suka di panggil Molie Putri, itu terasa lebih akrab."
__ADS_1
Lucy mengelus Molie, jadi rubah cantik yang ia temui di Apollo sungguh adalah Molie. "Molie, ada beberapa hal yang ingin aku tanyakan, apa kau bisa membawaku bertemu Pohon Dunia?"
...✧༺🍁༻✧...