The Queen Of Vasellica Moon

The Queen Of Vasellica Moon
The Plan Behind A News !


__ADS_3

Kedatangan Molie yang bersamaan dengan Sylfia membuat keluarga Demon terheran dengan sosok wanita rupawan yang tiba sebagai utusan Kendric, bukan Robert. Kecuali Aletha yang memang sudah mengetahui tabiat kedatangan Sylfia.


Ia memperkenalkan dirinya sebagai kepala pelayan yang mengurus semua urusan kediaman Helios, dan menjadi pelayan pribadi Putri Lucy selama berada di Imorrtal. Tapi hal yang membuat Lucy terus ber delik menyimpan banyak kecurigaan adalah kabar yang akan segera ia sampaikan. Terlebih Molie tidak banyak bicara seperti sikapnya dahulu setelah kepulangan nya.


"Kabar apa yang ingin kau sampaikan Sylfia?" Lucy memandu perbincangan, tanpa menunjukan perasaan lega karena akhirnya Kendric mengabari nya.


"Anda pasti khawatir dengan tidak adanya kabar mengenai Baginda. Tapi jangan khawatir, saat ini yang mulia sedang mengurusi masalah kekacauan yang ada di Imorrtal, beberapa pemberontak dan ivansi atas pengkhianatan yang di pimpin oleh kuil agung."


"Bagaimana dengan Miasma nya?"


"Tidak jauh berbeda dengan di Darkness World. Tapi beliau akan segera menyelesaikan nya, dan juga selama Ivansi, saya akan melayani anda hingga semua persiapan selesai."


"Persiapan?"


Aletha ber delik tidak suka saat melihat Sylfia meletakan sebuah surat dengan cap serta corak khas lambang Kekaisaran Dewa Matahari . Jika surat itu telah tiba itu berarti Kendric telah membulatkan keputusan nya untuk tetap menggunakan rencana nya.


Sylfia kembali menegakkan dirinya setelah memberikan surat resmi yang datang dari istana kekaisaran Imorrtal. Fedrick serta Welliam saling melirik dengan rencana Kendric, mereka memang setuju bahwa akan membantu agar menjaga Lucy hingga ia berhasil menyelesaikan rencana nya, tapi kabar apalagi ini?


Tidak lama barisan pelayan memasuki ruangan dengan meletakan tumpukan upeti hadiah yang tidak ternilai mau itu emas, permata dan gaun wanita bangsawan. Lezzy terlihat risih dengan ini semua seakan mereka sedang di jamu dengan seserahan pengantin.


"Apa maksudnya semua ini?" Lucy merujuk penjelasan.


"Yang Mulia Kendric Athananisous Helios, Kaisar langit para Dewa. Mengirimkan surat lamaran resmi kepada Putri Darkness World, Lucy Daiana Lorddakrs sebagai permaisuri nya."


Semua terkejut dengan kabar yang di utarakan Sylfia. "Beberapa tambahan Upeti pernikahan akan di kirim dan juga Baginda akan membantu menetralisir miasma yang sudah sangat buruk di Darkness World."


Sylfia menunjukan Amulet berwarna emas, benda artefak sihir yang mampu menyerap kabut serta racun miasma, meski tidak akan mengembalikan keadaan tapi setidaknya 70% miasma tidak akan membunuh mahluk kegelapan hingga Alabasta tiba.


"Bumi juga telah di beri Amulet sebagai penetralisir sementara. Lord Besar, Baginda bilang akan lebih baik jika di lakukan peresmian melalui tertulis." Fedrick terlihat menimbang semua keadaan.


"Apa ini masuk akal?" Lucy menuntut kecurigaan. Kendric tidak sebodoh itu untuk melakukan pernikahan---apalagi dengan kondisi dimana bencana besar akan segera terjadi!


Terlebih setelah pertengkaran mereka dan kepergian nya tanpa ada penjelasan apapun, tapi kini ia justru datang membawa kabar untuk pernikahan mereka? Atau ada sesuatu yang akan Kendric lakukan tanpa sepengetahuan nya.


"Apa ini saat nya untuk membuat pesta pernikahan di tengah kekacauan?"


"Baginda sedang menyelesaikan masalah, anda tidak perlu khawatir."


" Sylfia aku tidak bodoh. Apa yang sedang Kendric rencanakan dengan membuat kabar pernikahan sebagai pengalihan perhatian ku? Octopus dan Krhanos bukanlah masalah yang harus di tunda hanya untuk menggelar pesta!"


".............. "


"Atau, kau ingin mengulur waktu ku sebelum aku benar-benar pergi dengan keputusan ku? Aku tanya apa yang sedang Kendric rencanakan!"


"Baginda hanya ingin membuat sebuah tempat tanpa ada sedikitpun hal yang dapat melukai anda, semua demi keselamatan anda Putri."


"Bukan itu yang ingin kudengar darimu, Sylfia."


Sylfia melihat Aletha, seakan ia memberi isyarat bahwa akan sia-sia jika menyembunyikan, sedangkan Lucy terlalu peka untuk situasi maka mereka harus memberitahunya.


"Baginda sedang mencoba melawan Octopus sebelum Alabasta tiba, jika anda menjadi Maharani, anda akan terhindar dari incaran Octopus Putri karena----."


"Aku tidak mau!" Lucy mendatangi Fedrick. "Ayah, tolak lamaran ini dan kirim kembali upeti nya! Aku tidak akan pernah bersedia hidup aman di atas pengorbanan nya. Sudah jelas, bahwa ini hanya alasan Kendric agar mengekang ku!"


"................."


Tapi bukanya bersikukuh menyetujui keinginan Putrinya, Fedrick justru terlihat diam. Seakan sosok Ayah di hadapan nya tidak seperti biasanya.


"Ayah?"


"................."


Lucy menyadarinya, ada hal yang tidak beres. Bahkan Welliam serta Aletha hanya diam di saat kabar tidak masuk akal ini datang. Atau Kendric telah membuat mereka bekerja sama dengan nya dan menjadikan keluarganya sebagai rantai untuk menghalangi Lucy.


"Ayah, kau pasti telah bertemu dengan Kendric." Lucy menoleh kearah Welliam yang terlihat acuh. "Apa Kakak juga telah termakan bujukan nya untuk bekerjasama dengan nya?"


"Bukankah kau akan mengorbankan diri mu sendiri sebagai ganti dari Alabasta?" Ujar Welliam.


Fedrick dan Welliam telah di beritahu bahwa Lucy memiliki ikatan khusus dengan sosok Robin itu sebabnya kenapa hal yang terjadi pada wilayah Werewolf dapat teratasi dengan baik, ia memiliki kekuatan pemurni tapi sebagai gantinya ia menjadi tumbal sempurna untuk bencana ini dan jujur Fedrick tidak akan rela.


Jadi begini caramu untuk membuat Ayah serta Kakak berpihak padamu Kendric. Kau mengatakan nya kepada mereka?!

__ADS_1


"Kakak, dengarkan penjelasan ku."


"Lucy itu bukan pilihan terbaik jika sampai kau yang harus mati."


"Lalu bagaimana dengan Kendric? Bukankah dia harus menggantikan diriku juga?"


"Itu jauh lebih baik."


"Kakak, aku akan dengan senang hati jika memang harus mati karena----"


"LUCY!!" Untuk pertama kalinya Fedrick meninggikan nada bicaranya di hadapan Lucy.


Raut wajahnya berbeda dengan sosoknya yang suka bercanda meski dalam keadaan marah. Tapi Ayah nya sungguh menolak keputusan nya dan malah menyetujui pilihan Kendric.


"Apa mudah bagimu untuk mengatakan kematian di hadapan orang tua mu?"


"---aku...., aku hanya ingin mengakhiri semua ini Ayah. Tidak kah Ayah lihat, beberapa saat yang lalu Tuan Alexa mendukung keputusan ku meski telah berkorban."


"Alexa memang harus pergi karena sudah tidak ada lagi generasi Dewi Bulan. Keputusan Kendric sudah benar."


"Ayah! Apa sebegitu nya Ayah membenci Kendric? Ayah tidak tahu bahwa semua bencana ini tidak akan benar-benar berakhir jika ia menggantikan aku."


"Lucy, dia membuat keputusan sebagai penguasa langit. Ia bertindak atas dosa apa yang di lakukan oleh kaum nya! Kau tidak tahu seberapa banyak masalah yang di ciptakan bangsa Dewa untuk dunia Ayah dan leluhur bangsa Demon."


"Apa Ayah memang memiliki dendam pribadi terhadap bangsa Dewa."


"Bukankah kau juga harusnya membencinya? Dia Maharaja nya Lucy!"


"Aku sudah membiarkan hal yang lalu berlalu, lagipula Kendric telah menjelaskan kesalahpahaman di antara kami. Ayah sendiri yang bilang tidak semua bangsa Dewa adalah penjahat."


Fendrick menjadi keras kepala dan mengacuhkan Lucy. "Dengar, Kendric sendiri yang bilang bahwa Imorrtal adalah mahluk egois yang tidak pernah menyerah atas nafsu kekuasaan. Bahkan Aletha pun mengakuinya, Lucy jauhi semua masalah yang berhubungan dengan bangsa Imorrtal. Segera tanda tangan pernikahan tertulis ini sebagai formal perlindungan mu dari tangan Octopus."


"Ada apa dengan Ayah, bukankah harusnya Ayah memihak ku?"


"Tidak jika itu membuatku kehilangan mu."


"Apa Ayah meminta jaminan kepada Kendric jika dia mati dan Octopus tetap hidup, dan aku akan terbebaskan dari buruan Krhanos melalui perlindungan matahari?"


"Tidak akan ada yang berubah Ayah! Jika sebegitu nya Ayah membenci dirinya. lalu bagaimana dengan Ibu serta kak Aletha?"


"Ibu mu di buang dari Imorrtal dan tidak pernah tumbuh di sana. Sedangkan Aletha telah pergi meninggalkan dunia nya, karena tahu mereka bukan kaum yang baik."


"Ayah tidak bisa berpikir se egois itu, aku akan sangat terluka jika Kendric sampai mati menggantikan diriku."


Fedrick mencengkram kuat kedua bahu Putri nya. "Ayah yang akan sangat terpukul jika sampai kehilangan mu, Putri ku. Kendric pasti telah memikirkan resikonya dan yang dia lakukan sudah benar."


Lucy cemas, ia bimbang hingga rasanya sesak. Sungguh tidak ada tanda-tanda adanya sekutu untuk dirinya. Oh, begini kah caramu mencampakkan ku Kendric? Tidak, dia tidak boleh menyerah. Jika yang di katakan Pohon Dunia adalah jalan terbaik maka itu jawaban nya.


Molie? Tidak, pasti ada hal sesuatu kenapa Molie hanya diam seperti itu.


"Putriku, Kau bisa mengabaikan ramalan tersebut. Kendric adalah Putra Dewi Vernitysha, dia pasti di lindungi oleh alam itu sendiri."


"Tidak seperti itu, Kendric-----"


"Mengertilah, kekhawatiran Ayah mu ini. Semua yang ia lakukan untuk membuat mu tetap hidup, Ayah akan sangat menghormatinya."


"Ayah,"


"Lucy ia melakukan hal ini karena ia sangat mencintai mu dan tahu bahwa masih ada banyak orang yang tida akan rela jika kau pergi, termasuk Ayah mu. Jadi Ayah mohon menyerah lah."


Apa ia memang harus melerakan nya? ---"Apapun yang terjadi, jangan pernah mengarahkan pedang itu ke jantung Mate mu!"


Lucy tersadar akan sebuah ingatan, bahwa dirinya yang lain, sosok Vesellica datang ke mimpinya memberi peringatan keras. Bahwa ia tidak boleh membuat Kendric menjalan kan rencananya. Ia tidak tahu kenapa, hanya saja itu adalah peringatan yang tidak boleh ia abaikan, pasti ada hal baik di balik ini semua.


"Tidak! Kendric tidak boleh mati! Aku akan tetap berpegang teguh dengan keputusan ku. dan tetap akan menyelesaikan tugasku sebagai Robin!" Ujar Lucy sebagai bentuk penolakan nya.


Fedrick terlihat sangat murka dengan keputusan Putri tercintanya. Dengan sangat hati-hati ia membesarkan nya tapi ia justru di manfaatkan oleh kehendak Dewa sebagai tumbal? Sudah cukup. Fedrick tadinya ingin mengabaikan semua ini mengingat Lezzy selalu mencoba menenangkan nya dan memintanya untuk percaya.


Tapi sudah cukup! Mau sampai kapan bangsa Imorrtal mempermainkan dunia nya hingga menjadikan keluarganya bidik catur! Ia tumbuh di dalam keluarga bangsa Demon yang paling keras, karena menjadi korban rencana Octopus! Dan itu membuatnya kembali membenci mereka.


"Lucy hentikan, dan kembali lah kekediaman mu, sekarang."

__ADS_1


Welliam yang melihat kemarahan sang Ayah, mencoba membantu adik nya untuk keluar dari situasi ini, meski ia juga tidak suka dengan keputusan Lucy. Tapi akan sangat berbahaya jika Ayah nya sampai membuat titah yang lebih parah.


"Aku tidak mau."


Welliam mencoba membawa Adik nya "Lucy, jangan membuat keributan lagi dan segera kemba-------"


"Kau membantah Ayah mu?"


"Ayah, tolong percaya kepadaku."


"Apa ada jaminan kau akan selamat?"


Lucy diam, " mungkin saja memang tidak akan ada harapan untuk diriku hidup, tapi aku percaya akan ada hal baik jika aku melakukan nya. Semua untuk mahluk hidup di seluruh alam, Ayah."


"Ayah seharusnya tidak pernah mengenalkan mu dengan dunia luar. Jika saja kau tidak pernah meninggalkan istana, kau masih lah Putri ku tanpa pernah membangkang. Aku terlalu cepat membebaskan mu dari pandangan ku."


Lezzy mengenal sosok Suami nya yang seperti ini. Ini adalah sosok nya yang mementingkan keegoisan dari kata logis, sosok yang dulu sempat membuatnya takut mengenal sosok Fedrick. "Fedrick, Jangan---"


"Bawa Putri Lucy kembali kediaman nya. Kau akan di tahan sampai Alabasta berakhir. Ayah sendiri yang akan mengurung mu!"


"Ayah!"


"Alberd, Styvn segera lakukan!"


"Baik Yang Mulia."


Kemunculan Alberd dan Styvn membawa paksa Putri Lucy untuk menerima hukuman yang di perintahkan oleh Ayah nya sendiri. Kegaduhan menjadi sangat besar. Molie yang melihat hal itu mulai berontak dia menunjukkan taring nya dan berusaha membantu Tuan Putrinya tapi sayangnya Sylfia menahan nya.


"Kau telah berjanji kepada Baginda agar tidak mengingkari titahnya."


"Saya tidak pernah setuju dengan rencana Beliau!"


"Sebaiknya anda memisahkan Tuan Putri dengan Rubah ini, Yang Mulia." Ujar Sylfia.


"Kurung Rubah ini di penjara bawah tanah." Loise menyeret Molie yangvterus memberontak.


Lezzy yang sejak tadi diam, kini angkat suara melihat hal yang tidak sesuai dengan apa yang Fedrick katakan. "Fedrick kau keterlaluan!"


"Cukup Lezzy, ini demi keselamatan Putri ku."


"Dia juga Putri ku. Kau----"


"Aku sedang tidak ingin mendengar apapun dari mu. Jangan buat aku sampai harus menahan mu juga."


"Ini tidak seperti diri mu."


"Ini adalah aku. Aku akan tegas jika mengenai keluarga ku! Kau yang paling tahu masa lalu ku dan apa yang telah kita lalui. Lezzy aku tidak mau lagi kehilangan mu ataupun anak-anak ku hanya karena pertikaian ulah Dewa! Jadi untuk kali ini saja, jangan hentikan aku karena kau tahu aku paling tidak bisa mendengar mu memohon." Fedrick mencoba mengabaikan kehadiran Mate nya.


Lezzy meraih surat resmi lamaran yang ada di atas meja lalu merobek dan membakarnya. "Bawa kembali upeti lamaran ini. Aku menolak nya. Katakan kepada Kaisar mu, bahwa aku akan mempertimbangkan lagi hubungan nya dengan Putri ku. Aku tidak akan setuju dengan rencana nya, termasuk dengan mu Fedrick."


"Aku yang paling tahu, mana yang terbaik untuk Putri ku, Lezzy." Fedrick melih seluruh orang yang berada di ruangan tersebut. "Jika sampai ada yang berani membantu Putri Lucy melarikan diri. Dia akan berurusan dengan ku!"


Mendengar hal itu membuat seluruh pelayan dan penjaga yang ada di sekitaran berlutut untuk mematuhi kehendak Penguasa tinggi dari Lord Welliam----Paduka Fedrick.


"Bawa kembali upeti nya, aku juga tidak akan menerima hal ini." Fedrick melihat Mate nya kembali. "Hanya ini yang bisa aku wujudkan dari permintaan mu, Lezzy." kemudian pergi begitu saja.


"Fedrick.....," Welliam menahan sang Ibu untuk tidak terlalu menekan sang Ayah yang sedang dalam emosi tinggi. "Ibu, biarkan Ayah menenangkan diri, Ia tidak akan sampai melukai Lucy."


Di sisi lain, Sylfia harus bersiap kembali menyampaikan hal ini kepada Kendric, tentu dengan membawa upeti lamaran yang di gunakan untuk mengalihkan perhatian Lucy, jika saja tadi berjalan lancar.


Tetapi ia tetap memberikan Amulet kepada Aletha karena ini berkaitan dengan rencana. "Baginda berpesan, agar anda langsung melakukan nya."


"Firasat ku mengatakan ini bukan rencana yang bagus."


"Lalu, apakah anda akan mengingkari sumpah anda kepada Baginda?"


"Cih!" Aletha tidak suka jika mengingat permintaan Kendric yang mengharuskan nya bersumpah.


Bahwa apapun yang terjadi jangan biarkan Maharani melihat nya mati! Karena rencana Kendric selain menggantikan Robin ia akan membawa semua miasma beracun melalui Amulet dan memindahkan semua ke Imorrtal----untuk ia bawa mati bersamanya tanpa membahayakan dunia lain selain Imorrtal.


...✧༺ 🍁 ༻✧...

__ADS_1


__ADS_2