The Queen Of Vasellica Moon

The Queen Of Vasellica Moon
Don't Touch my Empress


__ADS_3


.... ...


.... ...


.... ...


...--๐Ÿ-- ...


"Menjelaskan apa?! "


Harlie dan Qarolin terkejut dengan hadirnya suara baritone yang terdengar suram. Angin yang masuk dari balik jendela dengan sangat kuat----menari kan gorden tak berbentuk sempurna itu. Dari baliknya terdapat bayangan pria yang telihat samar-samar.


"Siapa ka----akh! "


"Ibu! " Harlie menghampiri ibunya dengan tertatih-tatih akibat kondisinya yang memburuk.


Queen Qarolin merasakan pusing yang sangat menusuk kepalanya---sebelum akhirnya dia tumbang di dekapan putranya sendiri. Di saat Harlie marasa khawatir dengan kondisi ibunya, sosok bayangan itu berjalan memasuki ruang kamarnya dengan sangat tenang.


Pria yang terbalut oleh jubah putih, berdiri dengan sangat angkuh di hadapan Harlie. Kedua iris matanya yang menyalak merah menembus kegelapan, membuat Harlie merasakan tekanan kuat dari pria tersebut.


Tetapi, perasaan familiar menguasai dirinya, saat dirasa ia teringat seseorang yang begitu mirip dengan penampilan penyusup ini. Harlie meletakkan sang ibu, sebelum menatap sosok misterius itu di hadapannya.


"Apakah ini dirimu? " Tebak Harlie saat menyadari, bahwa penyusup yang berdiri di hadapannya adalah pria yang menolong Lucy----saat ia mencekiknya di hutan Agra. Pria yang menjadi satu-satunya dalang atas buntungnya tangan kanannya.


Pria yang mungkin saja dapat menjadi ancaman besar bagi hubungannya dengan Lucy dan Harlie tidak mau hal itu terjadi.


"Kau ingin menjelaskan kepadanya, bahwa kau juga memiliki perasaan yang sama dan semua yang terjadi hanyalah salah paham, begitu? " Tanya nya sembari berjalan mendekat.


"Siapa kau sebenarnya? Apa kau berusaha merebut dia dariku seperti yang kau lakukan di hutan itu?!" Ujar Harlie dengan meninggikan nada bicaranya.


Sosok gagah itu menatap lebih dingin hingga mampu menggetarkan dasar lautan. Meretakkan lapisan es yang membeku pada permukaan perairan Neptuna, seakan ia memberikan peringatan kepada keturunan poseidon untuk lebih memperhatikan lagi Raja yang ia akui.


"Aku hanya mengambil milikku yang seharusnya berada di sisiku! Kau lah yang mencurinya dariku."


BRUKH!


"Uhuk! "


Harlie menghantam dinding istana hingga retakannya mampu menggemparkan istana. Hal itu karena Pria berjubah itu, mencengkram lehernya hingga mendorong kuat tubuhnya sampai ke sudut dinding.


Para penjaga istana yang merasa ada yang aneh dengan ruangan sang Raja mencoba memasuki kamar itu. Tapi, pintu tidak akan bisa di buka tanpa seizin penyusup yang menggunakan sihirnya agar tidak ada yang ikut campur.


"Aku tidak suka pencuri sepertimu terus dekat dengannya. Kau ingin dia kembali melihat dan memikirkan mu? Ha! tidak semudah itu. Aku tidak akan membiarkannya kembali melihatmu!"


"Apha---ka, kau juga mengi---nginkhannya? " Ujar Harlie dengan begitu susah akibat cengkraman kuat dari lawannya.

__ADS_1


"Tuan Putri yang ku lindungi dan selalu ku nantikan janjinya sejak ia kecil, harus kau rampas hanya karena kau muncul di hadapannya sebagai seorang raja! Tumbuh dewasa dengan asumsi bahwa kau cinta pertamanya----PADAHAL AKU LAH YANG HARUSNYA BERADA DI POSISI ITU !!"


Pria itu kembali melempar tubuh Harlie yang seperti kayu rapuh ke sembarang arah. Darah mengalir dari telinga kiri Harlie, saat ia menghantam lebih kuat meja yang kini telah hancur. Sosok misterius itu kini sudah berada di atas Harlie, dengan kaki kanannya menekan kuat dada Harlie.


Selayaknya dia menginjak kotoran yang mengganggu di tamannya. Pria itu tak berbelas kasih dan terus menunjukkan rasa bencinya kepada Harlie. "Aku benar-benar ingin sekali menghabisi mu malam ini. Tapi kau masih berguna untuk tujuanku mencari buku itu."


"Apa yang kha--kau inginkan?!"


"Dimana Thalia menyimpan berkas mengenai Carlitos dan Titania? "


Harlie teringat sesuatu. Apa mungkin berkas itu yang ada di ruang laboratorium sihir yang ada di markas Carlitos di hutan perbatasan Witch? Satu-satunya tempat yang tidak di ketahui pihak kekaisaran, dan ruangan itu menjadi reset sihir dalam membangkitkan Katastrofis dulu.


"Katakan! "


"Argh---Aku tida....tidak tahu!"


Pria itu menekan kuat dada Harlie, ia menatap begitu dingin memastikan bahwa ia akan mempercayainya. Setelah 15 detik Harlie kesusahan bernapas, ia pun akhirnya dapat lega saat pria misterius itu melepaskan cengkeramannya.


Harlie mulai bangun dengan tertatih saat sosok itu mengambil jarak darinya. "Sebaiknya kau jauhi dia, karena itu akan baik untuk jantungmu!"


Seketika Harlie sadar, bahwa pria inilah yang sudah mengutuknya. Bahkan karena dia, Harlie pun menjadi raja cacat karena kehilangan tangannya. Setelah menghancurkan hidupnya, kini pria itu datang untuk mengambil Lucy! Beraninya dia!


"Kepar*t! Akan kubunuh kau-----"


Harlie berlari menerjangnya, dengan sekuat tenaga ia mengeluarkan trisula mencoba mengoyak tubuh musuhnya---Tapi untuk sekali lagi, Harlie kembali terhempas hingga merobohkan pintu yang sempat terkunci, saat terdapat satu sosok berjubah lagi yang datang melindungi Tuan nya dari serangan Harlie.


Geordan memasuki kamar sang Raja, mencoba melihat penyusup yang menyerang Raja nya. Tapi yang ia temukan hanya Queen Qarolin yang pingsan di lantai, tanpa ada orang lain selain dirinya.


"Cari penyusup yang menyerang King dan juga Queen Qarolin!" Tegas Geordan kepada prajurit istana.


...---. ๐Ÿ .--- ...


Di lain sisi pada wilayah Lorddarks Zone. Kedua sosok berjubah itu melakukan teleportasi---meninggalkan perairan Neptuna dan berpindah ke hutan Wisteria di Lorddarks Zone.


"Baginda, apakah saya boleh bertanya---mengenai alasan anda memberikannya racun Gravos?" Robert terlihat setengah takut, tapi ia penasaran.


Habisnya sejak dia di perintahkan untuk mengawasi Harilie, racun pada jantungnya tak kunjung membaik bahkan lebih parah.


Sosok misterius yang tak lain adalah Kendric, membuka tudung jubahnya. Membiarkan rambut emas kilaunya tersirami sinar rembulan dengan beberapa kelopak bunga Wisteria yang ikut berguguran.


"Aku hanya menghukum pencuri." Jawab Kendric dengan singkat. "Pergilah. Awasi Ikan teri itu jika ada pergerakan mencurigakan, aku yakin dia tahu mengenai berkas Thalia yang berhubungan dengan buku Carzie."


"Baik, baginda."


"Besok aku akan kembali. Pastikan Labirin yang menutup Castle lama Apollo, tidak di lihat Lucy. Aku tahu dia pernah ke sana dan hampir memasukinya. Tapi kau tidak melaporkannya kepadaku!"


"Saya lengah baginda. Tapi anda jangan khawatir, sekarang saya sudah menambah lapisan agar Maharani tidak mencoba ke sana lagi, yang mulia."

__ADS_1


"Jangan biarkan Lucy melihatnya. Aku tidak mau dia tahu tentang Vernitysha maupun tugasnya sebagai Robin!" Perintah Kendric.


"Baik baginda." Robert undur diri lalu menghilang meninggalkan Kendric seorang diri di hutan Wisteria.


Kendric melihat saputangan berajut bunga Lily, yang berhasil dia rebut dari tangan Harlie. Saputangan yang terlihat kotor kabit noda darah Harlie, membuat Kendric membersihkannya menggunakan sihir.


Ia menatap lara saputangan itu sebelum akhirnya menyimpannya di dalam saku. Kendric tahu kondisi yang di alami Harlie adalah ulahnya, dan racun Gravos telah tertanam sejak pertama kali ia bertemu dengan Lucy saat pesta besar yang Lucy hadiri di istana Neptun.


Ia tidak suka miliknya melihat pria lain, memberikan perhatian tanpa henti seolah Harlie adalah takdirnya. Tapi itu karena ia memiliki sisi lain sebagai Vaselissa.


Sejak Lucy pindah kediaman. Lucy yang masih kecil itu tidak pernah lagi datang ke pohon yang menjadi pertemuan mereka, sehingga ia tubuh dengan melupakan janji mereka. Kesalnya lagi, Lucy justru malah bertemu dengan Harlie saat ia memasuki usia yang bisa di bilang masa perkembangannya dalam melihat lawan jenis.


Masih sangat dia ingat, hari dimana Lucy bertemu dengan Harlie. Genap di usia Lucy yang menginjak 15 tahun. Kendric datang ingin memberikan hadiah ulang tahunnya dengan membawa kotak berisikan cincin. Kendric memang tidak pernah menunjukkan dirinya tapi ia rajin mengawasi hingga menitipkan hadiah berbagai macam kepada Molie untuk di berikan kepada Lucy.


Ia menunggu seharian di Castle Esetlle untuk pertama kalinya ia kunjungi setelah kepindahan Lucy dari Castle Litch. Ia duduk di jendela sembari menunggu kepulangan Lucy dari pesta di wilayah Neptuna pada hari itu. Tapi saat Lucy baru saja kembali dari pesta itu, Kendric yang berniat meminta bantuan Molie---harus ter-urungkan saat mendengar kalimat yang membuat hatinya kecewa sekaligus terluka.


"Kau tahu? King Harlie begitu sangat menawan saat pertama kali aku melihatnya, bahkan rasanya jantungku tidak berhenti berdegup----oh! Apa mungkin dia Mate ku?"


"Saya rasa begitu, Putri."


"Baiklah, sudah ku putuskan. King Harlie adalah cinta pertamaku."


Kata-kata Lucy yang seakan menampar wajahnya membuatnya hanya berdiri diam di balik pintu balkon. Yah, hari itu Lucy mengatakan kepada dayang istana yang melayaninya bahwa dia telah menemukan pria yang ia cari sebagai pasangan hidupnya. Tanpa tahu dia telah menemukan cinta pertamanya sejak dia kecil.


Setelah mendengar itu, Kendric menutup wajahnya dengan tudung putihnya sembari meninggalkan istana putri malamnya----membawa kembali hadiah yang akan ia berikan untuk Lucy dan untuk waktu yang lama Kendric tidak mengunjungi Lucy salama kurang lebih 20 tahun. Dan ia kembali mengunjungi Lucy saat Selini Thea mengirimi surat untuk menitipkan cucu perempuannya kepada Kendric.


Tapi sebelum ia pergi selama 20 tahun, ia masih tidak terima kekasihnya harus hidup berdampingan dengan pria lain. Sehingga Kendric yang terlanjur murka mengutuk Harlie, dengan menanamkan racun Gravos pada jantungnya.


Racun yang berisikan perintah---Jika Harlie menjauhi Lucy ia akan terbebas dari racun yang menggerogoti jiwanya. Tetapi, jika dia membalas perasaan Lucy dan mencoba mencintainya jantung itu tida akan bertahan lama dan berakhir hancur sehingga kematian akan datang lebih cepat kepada Harlie.


Dengan kata lain, tidak ada penawar racun yang lebih ampuh untuk menolongnya jika dia tidak membuat Lucy membencinya. Sehingga, pilihannya untuk melukai hati Lucy adalah pilihan tepat---jika dia masih ingin hidup.


"Aku tahu kau pasti akan lebih membenciku jika suatu saat kau mengetahui hal ini. Aku memang bersalah, karena tanpa ikut campur---aku sudah melukaimu selama ini lewat dirinya. Menggunakan kuasaku sebagai Maharaja untuk mengutuk hidupnya, agar kau tidak jatuh lebih dalam mencintanya. "


Kendric yang sudah berada di kamar Lucy----menggenggam tangan sang kekasih, mengecup jemari lentik yang selalu mampu membuatnya nyaman saat ia menyentuh dirinya.


"Aku mengaku salah. Tapi--apa dayaku jika kau sampai pergi dariku lalu melupakan aku untuk selamanya. Padahal aku yang bertemu lebih dulu dari dia, aku yang lebih dulu berjanji akan menjadi pangeran untuk mu. Tapi kenapa kau lebih memilihnya Lucy .... "


Kendric memakaikan sebuah cincin dengan permata biru yang di kedua sisinya terdapat bulan sabit, dan butiran bintang di atasnya. Cincin yang harusnya ia berikan untuk Lucy saat ulang tahunnya yang ke-15 tahun.



"Jangan pernah berikan hatimu untuk pria lain selain diriku, Lucy ...."


Seakan ini adalah hukumannya atas kebohongan yang ia jaga demi menumbuhkan cinta yang ia jaga. Kendric terus merasakan ketakutan bila suatu saat kebohongan dan kebenaran datang menyadarkan Lucy, bahwa Kendric adalah Dewa Maharaja yang membuatnya mengalami banyak penderitaan tanpa mendengarkan permohonannya untuk melihat Harlie membalas cintanya.


...---. o๐Ÿo .---...

__ADS_1


__ADS_2