The Queen Of Vasellica Moon

The Queen Of Vasellica Moon
Infiltrate the Holy Shrine


__ADS_3


...---...


.......


.......


...***...


"Aku akan mencari di lantai atas, berhati-hatilah agar tidak meninggalkan jejak atau kerusuhan." Ujar Kendric dengan berjalan menaiki tangga di dekat sebuah tirai jendela yang menjuntai panjang berwarna ungu gelap.


Tapi perhatian Kendric yang hendak menaiki tangga harus terusik saat melihat Fedrick tak menanggapinya dan terus saja terpukau pada suatu hal, ia mengikuti arah pandang Fedrick dan di hadapannya terdapat sesuatu yang sepertinya bukan jendela melainkan sebuah bingkai lukisan potret yang menggambarkan seorang pria.


Hanya saja lukisan itu tidak begitu sempurna karena terdapat robekan fatal pada bagian wajah di lukisan sosok pria misterius tersebut.


"Siapa dia? "


"Dia adalah leluhur mu. Aratemish Lorddarks, "


Gumam Kendric di sela tatapannya yang terlihat datar, tanpa ada niatan pun untuk menunjukkan sisi tertariknya pada sosok pria yang menjadi tangan kanan Ayahnya dahulu.


"Lalu, bagaimana lukisan wajahnya ada di kuil suci ini? Terlebih di ruangan rahasia milik Octopus."


Pertanyaan Fedrick membuat Kendric harus menghela nafas. Dia kembali menuruni anak tangga dan berjalan mendekati lukisan tersebut. Jemarinya menyentuh lukisan lusuh yang terkoyak cukup dalam, namun hanya dalam sekali sentuhannya perlahan lukisan wajah Aratemish kembali menjadi sempurna.


"Aku tidak tahu pasti kenapa Octopus meletakkannya disini. Hanya saja, dahulu hanya Aratemish lah, satu-satunya bangsa Darkness World yang datang dan pergi ke Imorrtal sesuka hatinya. Itu semua karena kontrak darah sebagai orang terpercaya Ayah ku, sedangkan Octopus adalah saah satu dewa yang paling membenci kehadirannya. Mungkin saja dia mengabadikan lukisan lusuh ini untuk mengingat kebenciannya terhadap bangsa Demon." Kendric menarik kembali tangannya dan seketika lukisan itu kembali pada posisi rusak agar tidak meninggalkan jejak.


"Tak ku sangka, dia pria yang pengecut. Tapi, aku suka---Octopus memang sudah sepatutnya takut kepada bangsa kami."


"Kosa katamu salah, yang benar--Octopus sudah sepatutnya takut kepada Tuan dari bangsa Demon."


"Tuan?" Fedrick terlihat bingung dan beberapa detik setelahnya dia mengerutkan dahi sembari memandang kesal kearah Kendrick yang kembali menaiki tangga. "Hei! Sudah kubilang, kau bukan Tuan yang perlu kami tunduki ataupun akui. "


"Benarkah? Kau berargumen dengan sangat lihai, akan aku anggap sebagai janji sumpah setia mu kepadaku." Kendric mengejek Fedrick.


His! Apa tak masalah memukulnya sekali? Ku rasa Lucy juga tidak akan tahu. Umpat Fedrick yang semakin sebal dengan dewa yang satu ini. "Cepatlah bergerak, kita tidak punya banyak waktu." Teriak Kendric dari lantai atas.


Mereka berdua menelusuri setiap sudut, setiap rak, setiap dokumen, bahkan setiap tabung riset yang tersebar secara acak di dalam ruang riset sihir tersebut. Tidak banyak yang mereka temukan hanya sebagian dokumen kecil tentang pembuatan sihir gelap yang di gunakan untuk mencuci otak roh suci.


Kendric yang merasa kurang puas, kembali meneliti dengan sangat hati-hati----memperhatikan setiap bentuk ataupun hal yang mengganjal pada ruangan tersebut. Ia yakin pasti ada sebuah hal rahasia yang tersembunyi di sini.


Mereka hanya punya waktu 4 jam lagi sebelum matahari benar-benar terbit. Sudah berlarut waktu yang mereka butuhkan, hanya untuk menemukan sedikit informasi saja.


Berbeda halnya dengan Fedrick yang terus melihat satu tabung hasil riset yang terlihat kosong, padahal ribuan tabung lainnya terisi roh suci yang sedang dalam masa pengujian. Tapi hanya tabung ini saja yang masih kosong dan di letakan paling tengah pada sudut titik lantai.


Jika di lihat dengan baik, tidak ada debu sedikitpun yang menempel pada tabung tersebut. Ini aneh, pikir Fedrick.


"Ada apa? " Kendric mendekati Fedrick yang terlihat sedang serius. "Bukan apa-apa, hanya tabung kosong------"


Fedrick terkejut saat tabung itu bergerak ke kanan di saat dia mencoba bersandar pada tabungnya. Kendric segera melihat tabung aneh itu, dia mengamati sesuatu hal dan yang di temukan adalah simbol ular di bawah lantainya dan seketika Kendric mendorong lebih kuat tabung itu saat mengetahui pola kunci di lantai.


Ia berhasil mendorong jauh tabung itu dan lantai di bawahnya yang terdapat lambang ular, bergerak memutar sebelum akhirnya sebuah celah lubang terbuka pada lantai tersebut.


Kendric maupun Fedrick saling menatap setelah melihat lubang hitam yang tidak di ketahui seberapa dalam dasarnya akibat kegelapan yang tak tertembus cahaya. Alhasil, Kendric membuat sihir bola bahaya dan menjatuhkan bolanya untuk melibat seberapa dalamnya lubang tersebut.


Tapi hal yang membuat mereka sedikit terkejut bukan kedalamannya tapi ada begitu banyak ular yang masih menggeliat di dalam sana---mungkin sampai ke dasarnya juga.

__ADS_1


"Apa perlu aku melindungi mu? " Sindir Fedrick.


"Apa kau begitu kuat?"


"Hei, meski aku bukan lagi seorang Lord. Tapi diriku ini sangat kuat."


Kendric tersenyum, sedangkan Fedrick yang melihat perubahan sikap Kendric membuatnya merinding. Biasanya jika pria dingin menunjukkan senyum kepada rivalnya, pasti punya niat terselubung.


"Kalau begitu, tolong atasi ular di bawah sana."


"Apa? Hei-----" Kendric menepuk punggung Fedrick dan hasilnya ia pun kehilangan kendali hingga terjatuh kedalam lubang tersebut.


"Ayah mertua jangan sampai mati, aku masih membutuhkan mu di acara pernikahan kami." Ledekan Kendric menuai kemarahan Fedrick yang kian memuncak tinggi. "Aku tidak akan memberkatimu dengan putriku, KEPAR*T!! "


Teriakan Fedrick membuat Kendric tertawa kecil, namun hal itu tidak bertahan lama karena saat ini Kendric menunjukkan sisi wajah dinginnya yang begitu tajam, saat di rasa tamu yang ia tunggu baru saja muncul dari balik pintu utama.


Untungnya dia segera mengirim Fedrick lebih dulu untuk masuk ke sana, bukan karena alasan tapi Kendric juga tahu seberapa kuat Fedrick dan jika di ukur dengan ribuan ular di bawah sana, ia pasti akan baik-baik saja.


"Sejak tadi aku merasa ada banyak tikus di kuil suci Tetua Agung. Katakan, siapa kau? " Sosok berjubah putih yang memiliki peran penting dalam mengurus berbagai hal yang ada di kuil suci. Dia adalah salah satu kepercayaan Octopus dan juga bagian dari ke-12 Tetua Agung, Zacken.


"Apa kau cari mati? Hem, bukan kah lebih bagus jika kau juga di jadikan bagian dari Titania atau projek sihir gelap. " Pria itu terlihat menimbang-nimbang sesuatu hal.


".............. "


"Kenapa kau hanya diam? Apa kau tidak tahu siapa aku?! "


Kendric dengan sangat tenang melangkah mendekati pria bertubuh besar serta berotot gagah. Terlihat Zacken tidak suka dengan sikap tenang Kendric, dengan amarah yang tertahan pria tersebut meraih cambuk rantai petir nya yang di ketahui sebagai artefak dewa nya.


Ayunan cambuk pertama dilayangkan kearah Kendric tapi hal itu tidak sedikitpun sabetan dari pria tersebut yang melukai Kendric. Melihat hal itu, diapun menjadi gila dan mencambuk berulang kali kearah musuhnya hingga menimbulkan kebulan asap debu yang sangat tebal.


Zacken tertawa keras saat di rasa sudah tidak ada pergerakan apun dari pnyusup tadi sembari memakinya dengan kata-kata kasar, seolah dia berbahagia dengan kematian yang begitu mudah di dapatkan oleh penyusup itu.


Dia terlihat heran dengan peristiwa barusan apalagi ia tidak bisa menarik kembali cambuk miliknya. Dan secara perlahan tubuhnya tertarik untuk mendekati sesuatu yang ada di balik kebulan asap itu.


Masih belum menyerah, Zacken menahan tubuhnya agar tida terseret. Iapun jadi terpancing untuk mencoba melawan dengan menarik lebih kuat sesuatu hal yang ada di sana. Tapi bukannya menarik, dirinya justru semakin terseret dan hasilnya pria itu tertarik memasuki kebulan asap dengan tubuh yang tersungkur dengan sangat kasar.


"Beraninya! Siapa, siapa yang berani menghinaku?! " Teriaknya dengan segala kemarahan.


Zacken mencoba bangkit berdiri, namun sayangnya hal itu tidak dapat ia lakukan. dengan sangat bersusah payah ia kerahkan hingga membuat urat ototnya tercetak jelas pada permukaan kulitnya.


Pria yang memiliki status tinggi di kalangan bangsawan terlihat sangat terpuruk saat di rasa tubuhnya kian terhisap ke dasar lantai seakan terdapat pusaran titik gravitasi yang tidak mengizinkannya untuk bangkit.


"Argh!" teriakan kesakitan bergema saat sebuah cambuk milik pria itu menyerang tuan nya sendiri.


Ia terlihat amat tersiksa saat rantai cambuk itu terus mengikat lehernya dengan sangat kuat, kedua mata berwarna abu-abu miliknya mulai terhias dengan urat mata yang berwarna merah. Ia mencoba berusaha melepaskan cambuk miliknya sendiri dari lehernya, tapi bukannya melonggar hal itu justru bertambah parah.


dari balik kebulan asap dapat ia lihat sesosok bayangan hitam dengan kedua matanya yang menyalak merah. Ia menganalisis sosok di hadapannya, dan matanya kian terbuka saat menyadari sepasang mata permata berwarna merah.


Di Imorrtal hanya ada satu mahluk yang memiliki mata permata pembawa malapetaka bagi kaum pembangkang seperti mereka. Karena, hanya bangsa matahari yang memiliki anugrah dari langit sebagai penguasa setelah mutiara rembulan.


"Kha--khau, " Pria tua itu terlihat ketakutan dan gelagapan tatkala sosok mengerikan di hadapannya menunjukkan wujud serta wajahnya.


"Tidak mungkin---ARGH!!" cambuk yang menawannya kembali menyengat tubuh tak berdaya itu dengan petir yang begitu kuat. hingga mampu memutuskan saraf uratnya, hal itu terlihat saat seluruh tubuh pria malang itu terbaring dengan tubuh yang sudah lumpuh.


Sosok yang berhadapan dengan salah satu Tetua Agung----tak lain adalah Kendric kembali mengikis jarak. Dia angkat tubuh lemah itu dengan menjambak rambutnya. Dari sudut pandang Tetua itu terbesit ketakutan amat besar saat melihat mata sinis yang di tunjukkan untuknya.


Jelas tidak mungkin baginya untuk bisa lolos setelah melihat betapa buas dan kuatnya mahluk agung di hadapannya, rasanya ia amat sangat menyesali perbuatannya menantang kaisar langit yang tidak pernah sekalipun menunjukkan wajahnya secara langsung di hadapan kaumnya.

__ADS_1


"Apa yang sedang di persiapkan Octopus sekarang?" tanya Kendric yang terdengar sebuah perintah khusus untuk Tetua itu.


"Be--beliau, mencoba mengembangkan sihir gelap dan menurun--khan populasi roh suci. Ia menangkap dan memburu roh suci yang tersembunyi di berbagai dunia."


Penjelasan darinya membuat Kendric paham, kenapa dulu Lucy di incar roh suci yang sudah terkutuk saat di Bumi dulu. dugaannya mengenai Octopus benar.


" Kenapa harus roh suci?"


"Itu karena, beliau khawatir dengan generasi yang mewarisi jiwa Robin. Untuk mencegah hal itu, beliau juga memburu keturunan Rescount karena hanya mereka kaum Imorrtal yang mampu membaca serta menguasai lingkar sihir hitam."


Kendric memang tahu kalau keluarga kandung Tahlia adalah pengguna sihir ganda, dimana mereka dapat memahami sihir terlarang hanya dalam sekali baca, rencana yang sangat rapih.


"Kalau begitu, dimana buku Carzie?"


Zacken terdiam sesaat sebelum akhirnya dia tertawa, karena sudah tahu bahwa ajalnya akan berakhir di tangan Kaisar langit. Dia berniat bungkam, tapi bukannya kesal Kendric justru yang paling puas menunjukkan wajah meremehkan setelah membaca pikiran Tetua tersebut.


"Apa kau sudah puas hanya dengan bungkam?"


"Eh?"


"Jika kau memilih diam, hal itu tidak masalah bagiku, karena aku sudah menemukan ruang rahasianya."


Menyadari hal itu, Tetua tersebut melihat bahwa jalan rahasia telah terbuka di belakang Kendric. "Karena aku cukup terhibur dengan kehadiranmu, akan kubiarkan hadiah untukmu." Kendric menjatuhkan tubuh tak berarti itu, sehingga membuat Tetua itu terbatatuk menahan sakit pada luka yang ia terima.


Dengan perasaan bingung dia mencoba melirik Kendric tapi perhatiannya tertuju pada dua ekor anjing hitam bersiluet api biru. Itu adalah mahluk roh suci dari Slyph yang sudah terkontaminasi kutukan sihir hitam.


Kendric sengaja memecahkan beberapa tabung untuk membangkitkan mereka, karena saat ini tidak mungkin bagi mereka menyerang Kendric karena tingkat kekuatannya, akan di pastikan mereka akan menyerang Tetua tersebut lebih dulu.


"Karena kau begitu setia sebagai peliharaanya, bukankah akan sangat membanggakan jika kau mati di tangan temuannya yang berharga. Tetua Zacken. Kuharap kau tidak terlalu terburu-buru merindukan Neraka, karena mereka masih sangat lapar untuk bermain denganmu."


Tetua itu berkeringat dingin,"Tidak! Jangan lakukan itu Yang Mulia Maharaja. Tolong, sekali ini saja, tolong ampuni hamba."


"Kali ini saja? Sepertinya kau tidak berniat menjadi lebih baik. "


"Tidak, saya adalah seorang Tetua! "


"Lalu?"


"Anda tidak bisa menghukum kami."


"Kenapa tidak bisa?" Kendric terlihat marah.


Tepat di saat mata merahnya menyalak, kumpulan anjing roh itu mulai kelaparan---menatap mangsa di hadapannya dengan sangat lezat. Seakan tatapan hewan spirit itu akan segera mengoyak habis tubuhnya, Zacken mencoba menggerakkan tubuh lumpuhnya yang terlihat sangat sia sia di mata Kendric.


"Habisi!"


Sekumpulan roh terkutuk yang kelaparan itu mulai memakan tiap senti dari tubuh Tetua itu, menyisihkan teriakan penderitaan yang terus menggema di ruangan sunyi itu.


Kendric kembali berjalan meninggalkan tragedi keji yang sedang di alami Zacken, dan berniat menyusul Fedrick yang di rasa sudah cukup untuk dirinya menghabisi ular di bawah sana.


...---, o🍁o , ---...


*Informasi Karakter Novel



Sofia, adalah putri dari pasangan Welliam dan Aletha. Ia satu-satunya keturunan Demon yang memiliki mata berwarna Magenta, antara merah yang berpaduan dengan warna merah muda (Pink).

__ADS_1


Dalam bidang akademik sangat menguasai dan terbilang Putri yang jenius di usia belianya. Sedangkan untuk bidang pertahanan serta penyerangan dalam masa perkembangan.


__ADS_2