The Queen Of Vasellica Moon

The Queen Of Vasellica Moon
Return of the Moon ; I found you


__ADS_3

Tepat di lonceng kedua berbunyi lampion milik keluarga Kerajaan terbang naik dan satu demi satu secara beriringan lampion lampion harapan dari ibukota melayang di ikuti dengan lampion yang berada di luar wilayah, memenuhi gulitanya langit malam---seakan menggantikan rembulan yang telah lama tidak pernah menampakkan diri.



Untuk sekali lagi suasana kembali sunyi bagi Kendric dan seperti tahun sebelumnya ia menatap ribuan atau bahkan jutaan lampion seorang diri dari balkon kamar istana Lucy. Sayangnya harapan mereka yang tertulis di lampion dulu sepertinya tidak akan terkabul.


Kendric menghela nafas,ia berdiri di atas pagar pembatas balkon membiarkan angin menerpanya dengan sangat menawan. Di saat ia tengah merenung lara atas kesepian nya. Sebuah lampion menarik perhatian nya, salah satu lampion justru terbang merendah dan tersangkut di Pohon pada taman belakang istana, terlebih pohon tersebut adalah pohon yang menjadi alasan Kendric datang ke sini.


Kendric pun turun dari lantai atas istana menuju pohon tersebut dan mencoba meraih nya, ada sedikit robekan di lampion tersebut sehingga lampion tidak bisa naik dengan baik. Lantas Kendric memperbaikinya dengan sihir kemudian menerbangkan nya lagi.


Tapi karena tidak begitu memperhatikan Kendric baru menyadari tulisan harapan pada lampion tersebut begitu sangat ia kenal, terlebih kalimat nya persis dengan harapannya dulu.


...---°•🍁•°---...


...Harapan Lampion....


.......


...Lucy hanya milik Kendric seorang....


...Selamanya .......


.......


...-------🍁-------...


Bagaimana mungkin lampion itu bisa ada lagi? Harusnya lampion itu tidak akan ada bahkan sudah hancur terlebih itu 100 tahun yang lalu. Kendric mencoba menggerakkan angin untuk membawa lampion tersebut untuk turun kembali.


Tapi seketika angin kencang di luar kuasanya menghempas permukaan Darkness World bahkan sampai memadamkan sihir cahaya di seluruh istana dan wilayah Darkness World---menyisihkan cahaya dari lampion di langit malam saja.


Tidak hanya Kendric seluruh penghuni Darkness World pun terkejut bukan main, apakah akan ada penyerangan? Tapi suasana ini cukup familiar dan terasa menggelitik di hati Kendric. Tak lama kemudian ribuan daun Maple berwana biru menghujani seluruh wilayah. Setiap helai daun yang jatuh kepermukaan menumbuhkan tanaman, seakan ia tengah merajut musim semi.


Dari balik awan gelap tersebut muncul sebuah secercah cahaya kerinduan dari sosok yang paling di nanti. Benar, bulan purnama berukuran besar serta berwarna putih cerah menerangi kegelapan. Lampion-lampion yang senada dengan hadirnya rembulan menarik perhatian seluruh mahluk fana.



Entah apa yang membuat Kendric menatap penuh terkagum, tapi ada sesuatu kerinduan yang tiba-tiba meluap ruah. Alhasil Kendric berjalan maju beberapa langkah dan dari balik cahaya rembulan muncul seorang Dewi jelita tengah berlari turun kearah seorang pangeran di bawah sana.


Gaun merekahnya yang berkibar, rambut putih gelombangnya yang terhuyung angin, mata samudra nya yang begitu memikat, serta lambang mate Lily yang terukir bersamaan dengan lambang bulan sabit di keningnya---menghipnotis Kendric. Sosok yang begitu ia rindukan hadir di sela lampion yang membawa jutaan harapan seakan ia datang menggenggam banyak pelita untuk ia cintai.


...---🍁---...


.......

__ADS_1


..." Kau tidak perlu khawatir, cukup genggam tanganku dan kita akan berlari bersama menuju masa depan yang cerah. Melihat dunia luar yang paling kau impikan untuk menyentuh kata bebas yang sebenarnya. "...


.......


...-----...


Kendric merasa deja vu dulu ia pernah mengatakan kalimat manis kepada Mate nya, saat ia meminta kekasihnya untuk melompat turun dari balkon kediaman nya. Dan kini ia merasa kalimat itu sungguh bermakna ketika ia merasakan arti kata bebas yang sebenarnya untuk melihat dunia luar dan keajaiban apa yang langit berikan untuknya.


Lantas Kendric pun merentangkan kedua tangan nya, sang Dewi Bulan yang melihat respon kekasihnya tersenyum bahagia, dan dalam sekali lompatan menghapus pijakan sihirnya. Ia menyerahkan dirinya kepada Pangeran yang telah lama menunggu Putri menara untuk turun dari sangkar yang menawan nya.


"Kendric..., tangkap aku."


Kendric memeluk erat mendekap raga serta jiwa dari wanitanya yang sudah lama ini membuatnya lemah. Mereka jatuh berbaring di atas hamparan rumput surgawi. Musim semi hadir di malam Asteri membawa banyak karunia dari kasih pohon dunia yang menunjukkan kembali daun Maple nya. Apalagi Bulan telah kembali menandakan lahirnya sang penerus dewi bulan untuk dunia.


"Aku menemukan mu, Kendric." Suara lembutnya yang terdengar seperti alunan kicauan burung, menggetarkan hati sang matahari. Degupan jantung yang tak kuasa menahan kebahagian membuat sosok Kendric ingin menangis.


Untuk sekali lagi Kendric memeluk wanita melati itu, merasakan suhu tubuhnya yang kembali menghangat dan menyadarkan nya bahwa ini bukan ilusinya, atau bukan sebuah imajinasinya karena ia terlalu banyak meminum wine.


"Aku merindukan mu, Lucy. Kau terlalu lama untuk menemukan ku. Apa mimpi mu begitu indah, sehingga kau melupakan Mate mu?" Kalimat kekanakan yang terucap dari seorang Kendric di balik pelukan manja membuat Lucy senang.


Karena hal apa yang sempat di khawatirkan sosok lain darinya tidaklah benar, Kendric tidak akan pernah melupakan nya karena ia adalah Vasilias nya. Dan di tempat ini, dimana mereka pertama kali bertemu---kembali menjadi pertemuan setelah sekian lama berpisah.


"Kendric tolong lepaskan aku, mari kita bicara dengan benar. Aku pasti berat." Lucy yang berada di atas dekapan Kendric mencoba melepaskan diri tapi Kendric justru memeluknya semakin erat. "Kendric..,"


"Itu tidak akan terjadi, sekarang aku tidak akan pergi kemanapun. Apa kau tidak tahu aku menyampingkan orang tuaku dan berlari kearah mu terlebih dahulu?"


Dengan berat hati Kendric membiarkan Lucy duduk tapi masih tidak berniat melepaskan pelukan nya. Bahkan sembari memeluknya dari belakang Kendric menyandarkan kepalanya di bahu kanan Lucy---mengirup lebih lama aroma candu yang begitu sulit ia lupakan, dan secara bertahap perlakuannya berubah menjadi cumbuan manis di sepanjang jenjang tengkuknya.


"Kendric..., geli!" Lucy memutar sedikit tubuhnya lalu menutup mulut Kendric dengan kedua tangan nya, ia sungguh di buat salah tingkah dengan sikap agresif nya. Tapi bukan nya berhenti Kendric justru dengan polosnya melanjutkan aksinya menggigit jemari Lucy dan sontak hal itu membuat Lucy semain malu.


"Hen.., hentikan. Aku bilang berhenti!"


Ia tidak tahu bahwa tertidur yang terasa singkat ini dapat merubahnya menjadi sebuas ini---tapi kalau tidak salah sekarang sudah 100 tahun berlalu, bukan?


Kendric menghela nafas ia menghentikan aksinya dan beralih menggenggam jemari kekasihnya untuk ia sentuh kan ke wajahnya. "Apa kau tidak merindukan ku?"


"Bukan seperti itu, aku juga sangat merindukan mu. Bahkan aku sudah sangat berusaha untuk kembali ke sisimu lagi. Tapi----" Lucy meraih wajah Kendric sembari menyatukan kedua kening mereka. "---Aku bersyukur bahwa yang melakukan pengorbanan itu adalah diriku, bukan dirimu. Aku juga takut, bagaimana jika aku sungguh benar-benar tidak kembali? Tapi kau tahu Nenek dan Dewi Vernitysha banyak membantu ku."


"Kau bertemu dengan nya?"


Lucy mengangguk "Ada banyak hal yang ingin aku ceritakan, sampai sampai aku tidak tahu harus mulai darimana. Tapi, aku sangat bersalah dan maaf telah melupakan mu." Lucy melihat pohon sahabat kecilnya, "Aku tidak menyangka kau menanggapi serius kata-kataku yang terbilang masih sangat aneh untuk seorang anak-anak."


"Jadi kau sudah mengingatnya?" Kendric menggenggam tangan Lucy. "Hem.., kau tidak salah, hari itu wajar kau melupakan nya karena insiden diluar pengawasan ku. Tapi aku tidak tahu bahwa hal itu semakin menarik ku untuk lebih memperhatikan mu---Namun, aku tidak akan menganggapnya sebagai hal konyol."

__ADS_1


Lucy suka tatapan nya yang memancarkan banyak keseriusan dari mata permata nya, jika ini adalah akhir kisah yang ia tunggu dalam halaman dongeng penghantar tidur, sewaktu kecil. Maka ia sangat bersyukur telah berhasil di posisi ini untuk bertahan mencintainya.


"Kendric, dapatkah kita memulai semuanya dari awal lagi? Maksudku, terlalu banyak luka yang kita buat untuk perjuangan di masa lalu. Tapi kini, aku ingin menjadi wanita paling bahagia karena mencintai mu."


Sesaat Kendric terdiam, sebelum akhirnya ia tersenyum puas, "----Benar, ayo lakukan semua dari awal."


Di bawah lentera harapan dan rangkulan cahaya rembulan, kedua insan yang saling menatap kembali memperkenalkan diri. Seakan luka dimasa lalu, baik itu kalimat kebohongan, perasaan bimbang, serta banyaknya air mata yang jatuh untuk pengorbanan yang menyayat hati. Mengajarkan banyak pesan tersirat bahwa penderitaan mereka di masa lalu---untuk masa depan yang paling mereka dambakan di saat ini.


Langit bukan nya diam tapi langit menginginkan sebuah proses yang lebih bermakna tersirat, sehingga senyuman di akhir penderitaan adalah kepuasan tanpa batas. Mau bagaimana pun keegoisan adalah sifat yang telah mendarah daging di setiap mahluk hidup. Jadi sebanyak apa kau meminta untuk kehidupan ini, semakin banyak juga ujian untuk meraih kepuasan nya.


Bahkan Kendric sendiri tidak terpikirkan, jika Lucy adalah keturunan Vasilissa, pasti akan ada kemungkinan kandidat paling cocok untuk menggantikan sosok Seleni Thea adalah dirinya. Tapi mau di kata apa, rencana langit terkadang di luar batas pemikiran seseorang.


Apa mungkin ini alasan Seleni Thea memimpin banyak petunjuk untuk anak-anak nya serta alasan Ibu nya memilih untuk menyerah dan membiarkan bangsa Manusia merebutnya dengan serakah.


Terkadang ia berpikir, mungkin saja pilihan orang tua yang keras adalah untuk memberikan masa depan yang di dambakan oleh anak-anak nya. Ha! Jika memahami ini ia justru merasa bersalah karena telah banyak menunjuk rasa tak adil kepada langit.


Penampilan Kendric berubah menjadi lebih formal dan menunjukkan sosok seorang Kaisar yang tinggi di hadapan Lucy. Sedangkan Lucy dengan berbangga hati memperkenalkan dirinya sebagai sosok sejatinya.


"Di malam musim semi yang begitu terasa singkat ini, izinkan saya menghadapi anda Baginda Mahadewa." Lucy merendahkan dirinya seraya membungkukkan tubuhnya dengan mengangkat gaun indahnya.


"Dibawah perlindungan cahaya matahari, dan sebagai penerus Saintes malam selanjutnya, Thea tou Serenity---Dewi Bulan anda yang telah lama hilang di langit, kini telah kembali Baginda."


Kendric merasa senang dengan perkenalan resminya tanpa harus ada identitas yang perlu di rahasiakan di antara mereka. "Kepada Dewi Bulan dengan anugrah mu sebagai Serenity---dapatkah aku menjadikan mu sebagai pasanganku di malam perayaan Asteri ini?"


Kendric mengulurkan tangan nya meminta kepada Tuan Putri bulan untuk kembali menenggak kan dirinya. Lucy meraih tangan Kendric tapi Kendric justru menariknya untuk mengikis jarak diantara meraka.


"Dan sebagai Tuan Putri kerajaan Lucifer Kingdom. Dapatkah aku menjemput dirimu sebagai Permaisuri ku?"


Bisikan manis Kendric membuat Lucy diam bahkan terasa euphoria kebahagiaan nya membuncah ruah, Lucy merasa terharu bahkan rasanya ia ingin menangis atas kebahagiaan ini.


Lucy memeluk Kendric, "Akhirnya anda datang menjemput ku, Kakak Pangeran. Harus kah aku yang mengirim kan upetinya? Karena, aku yang berjanji untuk membuat pestanya menjadi meriah." Ujarnya, dan keduanya saling tertawa.


Janji masa kecil itu kini telah terbayarkan untuk keduanya dimana banyak perjuangan untuk bisa sampai ke titik paling terindah dari keduanya. Dan tak lama terdengar suara lengkingan dari seekor burung merak berwarna putih serta seekor naga yang telah lama menjadi penjaga Ratu serta Lord dunia Darkness Lord.


Benar Luna serta Alexa kembali ke dunia ini karena lahirnya cahaya rembulan dari sang Dewi Serenity sebagai Tuan mereka yang baru.


"Tapi sebelum itu, kita perlu menghadiri perayaan Asteri. Aku juga perlu menunjukkan sosok ku kepada seluruh mahluk, tapi bersama dirimu. Sudah lama aku tidak menyapa keluarga mu."


"Kau benar, aku juga merindukan mereka. Sofia pasti sudah sangat besar."


"Tidak hanya Sofia, kita punya satu keponakan lagi di keluarga Demon."


" Hm?"

__ADS_1


...----,•°🍁°•,----...


__ADS_2